
Setelah itu tidak ada lagi suara selain suara kertas yang dibalik dan mata pena yang digoreskan. Juga suara keyboard komputer yang ditekan seperti irama yang merdu. Pintu yang ada di depan mereka masih belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sejak pintu itu ditutup dua jam yang lalu, pintu itu belum terbuka sampai saat ini. Apalagi ruangan itu dilengkapi dengan peredam suara tingkat tinggi yang mustahil bagi orang di luar yang akan mendengar suara yang ada di dalam.
"Tuan Danil, kenapa Miss Angela dan tuan Kevin tidak juga keluar? Apa mereka benar-benar tidak memerlukan sesuatu?" Tanya Mona setelah ia melirik pintu yang tenang itu.
"Tidak. Jangan cemas. Jika mereka selesai dengan urusan mereka, mereka juga akan keluar." Jawab Danil mengerutkan keningnya.
"Ooh... Memangnya kenapa tiba-tiba ruangan Miss Angela dipindahkan ke dalam?" Setelah Tania keluar dari ruangannya dan meminta Mona menunggunya di ruangan, Danil datang tidak lama kemudian dan mengatakan jika Tania akan pindah ruangan. Begitu juga dengan Mona. Namun Danil tidak mengatakan alasan mereka dipindahkan. Sekarang Mona memikirkannya dan tidak mengerti jawabannya.
"Mereka akan menjadi pasangan besok. Jadi mereka perlu membangun chemistry agar mereka tampil natural nanti." Jawab Danil sekenanya. Ia tidak mungkin memberi tahu Mona dengan jujur.
"Oh seperti itu." Mona mengangguk mengerti sebelum kembali melihat ke arah pintu yang sama sekali tidak ada pergerakan.
Tania bangun saat jam makan siang sudah berakhir. Kevin sendiri sudah keluar dari ruangan itu dua jam yang lalu. Kemudian bekerja di ruangannya. Danil hanya masuk sekali untuk memberikan berkas yang sudah dia periksa dan membutuhkan tanda tangan Kevin. Sedangkan Mona yang menunggu di luar segera bertanya pada Danil apakah Tania baik-baik saja dan membutuhkan sesuatu.
Untuk menenangkan Mona, Danil mengajak Mona keluar kantor untuk memesan makanan langsung dari restoran untuk Kevin dan Tania.
Tania bangun setelah perutnya terasa keroncongan karena lapar. Dibandingkan terakhir kali, Kevin bermain dengan lembut kali ini. Selain pinggangnya yang sakit, Tania tidak merasa tidak nyaman di tempat lainnya. Ketika ia sudah mendapatkan kesadarannya, Tania segera duduk dengan memeluk selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya.
"Jam berapa ini?" Gumam Tania melihat jam dinding di ruangan.
"Sudah bangun?" Kevin yang mendengar pergerakan dari dalam ruangan yang memang sengaja tidak dia tutup rapat segera masuk. Menghampiri Tania yang duduk bersandar di punggung ranjang.
"Mmm. Aku akan ganti baju." Tania mengangguk sebelum turun dari ranjang. Lalu ia menemukan jika blazernya telah rusak parah. Karena satu kancing di bagian atas tidak dapat dia buka, Kevin menarik paksa blazer itu hingga sobek.
Tania merengut melihat blazer kesayangannya yang mengenaskan di keranjang baju kotor. Melirik Kevin dengan kesal.
"He-he-he. Lain kali aku akan hati-hati." Kevin terkekeh. "Di dalam lemari ada beberapa baju. Kamu bisa pilih yang kamu suka." Lanjutnya menghampiri Tania dan memeluknya. Menggandengnya berjalan menuju lemari yang dia maksud.
Tania membuka lemari itu. Ada beberapa setel pakaian pria dan wanita yang ada di dalam lemari dan mengerutkan keningnya.
"Ada baju perempuan? Siapa saja yang pernah kamu ajak kemari?" Tanya Tania penuh selidik. Melirik tajam Kevin yang ada di sampingnya.
"Kenapa? Apa kamu cemburu?" Kevin memeluk Tania dari belakang dsn menyandarkan dagunya pada bahu Tania yang terbuka. Lalu mencium leher yang mulus menggoda untuk dia kecup.
__ADS_1
"Ck." Tania berdecak. Mendorong Kevin menjauh.
"Kamu adalah satu-satunya wanita yang pernah masuk ke dalam ruangan itu. Kamu senang?" Kevin tersenyum melihat wajah masam Tania. Wanita ini cemburu, itu artinya dia juga mencintainya.
"Huh! Minggir. Biarkan aku ganti baju dengan tenang." Tania mendorong Kevin menjauh dengan sikunya.
"Tania, satu kali lagi ya?" Kevin tidak ingin melepaskan Tania begitu saja. Sentuhan Tania yang ringan dan sederhana nyatanya mampu membangkitkan ga-irah nya yang biasanya dapat dengan mudah ia kendalikan.
"Cukup Kevin! Aku datang ke kantor untuk bekerja. Tapi aku bahkan belum menyelesaikan pekerjaan ku sama sekali." Tania mendorong Kevin keras. Ia khawatir ia akan tergoda oleh pesona Kevin lagi dan lagi. Pria ini sangat pandai menggoda hingga membuatnya lupa diri.
"Siapa bilang kamu belum bekerja? Kamu menyenangkan ku. Itu adalah perkerjaan besar yang tidak akan bisa dilakukan oleh orang lain."
Blush.... Kedua pipi Tania yang putih memerah mendengar perkataan Kevin. Betapa tidak malunya pria ini!
"Dasar gombal. Sudah cukup. Aku harus bekerja sekarang." Tania mencoba melepaskan pelukan Kevin yang melilit pinggang nya dengan erat.
"Tania.... Satu lagi, please."
"He-he-he. Siapa suru rasamu sangat nikmat. Membuatku selalu lapar dan ingin memakanmu." Kevin menggigit daun telinga Tania dengan gemas.
"Kev...." Tania merasa sensasi yang menjalar ke seluruh tubuh nya. Kevin hapal. bagian tubuh Tania yang sensitif. Dan bagian telinganya adalah bagian paling sensitif yang paling mudah dia gapai. Menyadari reaksi tubuh Tania yang jujur, Kevin sangat senang. Dia baru akan menggendong Tania kembali ke atas ranjang saat suara perut Tania yang keras terdengar.
"Kruyuk..."
"Aku lapar." Ucap Tania dengan wajah yang semakin memerah.
"Uh! Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa padamu." Kevin tidak jadi menggendong Tania dan bahkan membantunya merapikan selimutnya yang hampir melorot. Pada tahap ini, suara Kevin berat. Dia menahan dirinya dengan keras.
"Uh! Tadi pagi aku hanya makan roti saja. Lalu di kantor, kamu malah menguras seluruh tenaga ku. Wajar jika aku lapar kan?" Tania mengerucutkan bibirnya menatap Kevin dengan kesal.
"Ha-ha-ha-ha. Ini memang salahku. Aku sudah meminta Danil untuk menyiapkan makanan untuk kita. Kamu ganti baju dulu, makanannya pasti segera siap." Kevin akhirnya melepaskan Tania dengan enggan.
"Baiklah." Tania memilih sebuah baju ganti dari dalam lemari dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi di dalam ruangan itu. Sedangkan Kevin keluar dari ruangan itu dan masuk ke dalam ruangannya sendiri untuk melanjutkan pekerjaannya. Lagipula dia harus mengalihkan perhatiannya dari Tania dan menidurkan gajahnya yang kembali bangun.
__ADS_1
Seperti yang dikatakan Kevin, tak lama setelah Tania masuk ke dalam kamar mandi dan Kevin keluar dari ruangan itu, Danil dan Mona masuk dengan membawa makanan untuk mereka. Begitu masuk, Mona mencari Tania di sekeliling ruangan dan tidak menemukan atasannya itu. Apakah Tania di kamar mandi? Namun saat ia melirik pintu kamar mandi, sepertinya di dalam kamar mandi juga kosong. Tania tidak ada di sana. Lalu dimana?
Jegreek.... Pintu ruang rahasia dibuka dari dalam yang segera membuat semua orang di ruangan itu melihat ke arahnya. Tania keluar dari sana dengan keadaan segar. Yang membuat Mona terkejut bukan kepalang. Sudah melihat Tania yang tiba-tiba keluar dari dinding, ditambah dengan pakaian Tania yang sudah berganti.
"Eh Mona. Apa yang kamu bawa?" Tanya Tania saat melihat Mona dengan mata yang berbinar. Dari aromanya saja. Ia tahu apa yang dibawa oleh asisten nya itu.
"Eh... Ini makan siang anda Miss. Saya dan tuan Danil tadi membelinya di restoran W." Jawab Mona gugup.
"Restoran W?" Saat Tania mengulangi nama restorannya, ia melirik Kevin yang duduk di kursinya dengan tenang. Restoran W adalah tempat yang dulu mereka pilih untuk membicarakan banyak hal sebelum dan sesudah mereka menikah. Dan Tania sangat menyukai beberapa makanan di restoran itu. Tania tidak menyangka jika Kevin sebenarnya mengingat masalah yang kecil seperti itu. Dia juga tidak pernah mengatakan jika dia menyukai makanan itu, tapi sepertinya semuanya adalah makanan kesukaan Tania.
"Ehm. Tunggu apa lagi? Segera sajikan makanannya sebelum dingin." Kevin berdehem. Ditatap dengan penuh perasaan seperti itu oleh Tania membuatnya salah tingkah.
"Ba-baik tuan." Mona menjawab dengan gugup. Lalu segera menyajikan makanan yang dibawanya di atas meja. Danil juga melakukan hal yang sama. Setelah selesai, mereka berdua kembali kekuar ruangan. Memberi mereka waktu untuk makan berdua.
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_110🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...
__ADS_1