
...Panas-panas! skip skip! Anak di bawah umur atau yang nggak suka part hareduang mundur teratur saja ya. Part ini khusus untuk orang dewasa! Terima kasih atas perhatiannya 🥰...
Happy Reading 🤩
"Lalu, bagaimana denganmu?"
Kevin menatap mata Tania yang penuh harap. Mata itu tampak kesepian.
"Sejak awal, aku hanya milikmu seorang. Tidak akan pernah ada yang akan memiliki hak untuk memilikiku selain dirimu." Jawab Kevin percaya diri. Dia menatap Tania dengan yakin. Memberikan kepercayaan pada wanita di dalam pelukannya itu.
Mendengar jawaban Kevin, hati Tania tersentuh. Namun saat ia mengingat apa saja yang ia dengar dari para karyawan dan cerita dari Mona mengenai Khanza, mata Tania kembali redup.
"Jangan mempermainkan aku Kev." Tania memalingkan wajahnya menjauhi tatapan mata Kevin yang begitu mempesona.
"Tidak. Aku tidak berbohong."
"Lalu bagaimana dengan wanita itu?"
"Maksudmu Khanza?" Tanya Kevin. Tania mendengus saat mendengar Kevin memanggil nama Khanza.
Melihat reaksi Tania, meskipun wanita itu tidak menjawabnya, ia tahu jika wanita yang dia maksud adalah Khanza, Kevin menghela napas panjang.
"Ceritanya panjang. Namun kamu harus percaya padaku jika dia bukan apa-apa bagiku. Di hatiku hanya ada kamu." Kevin tidak ingin membahas orang lain di saat ini dan membungkam bibir Tania yang sejak tadi begitu menggoda nya.
Saat Kevin menikmati bibir kecil itu, ia tidak bisa berhenti. Kemampuan berciuman Kevin juga baik sehingga membuat Tania yang awalnya mencoba menolak dan mendorongnya lama kelamaan terbuai dan tanpa sadar mulai membalas ciuman intens Kevin. Kembali dibakar gai-rah, pandangan mata mereka mulai berkabut. Tangan mereka tidak ada yang bisa diam. Baik Kevin maupun Tania seakan berlomba menampilkan keterampilan terbaik mereka.
"Kev!" Tania tiba-tiba mendapatkan kesadarannya saat gajah Kevin hampir masuk ke dalam inti miliknya.
"Kenapa? Apakah sakit?" Kevin terkejut. Menarik kembali gajah miliknya yang siap bertempur.
"Tidak. Tapi... Tapi kita tidak boleh melangkah lebih jauh lagi. Aku masih belum yakin." Ucap Tania ragu-ragu.
"Aku tahu. Tapi sekarang sudah sampai seperti ini. Aku dengar, jika sudah seperti ini dan tidak dituntaskan, akan menjadi penyakit yang serius." Ucap Kevin serius.
"Benarkah?" Tanya Tania terkejut.
"Iya. Aku serius. Makanya tadi aku cepat-cepat membantumu menuntaskannya." Kevin melanjutkan kebohongan nya. Tania mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar.
Melihat Tania yang masih bingung, Kevin kembali mendesak. "Ah! Tania tolong aku. Aku mulai merasa tidak nyaman." Kevin berpura-pura menjatuhkan dirinya di atas Tania.
__ADS_1
"Kev, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Tania khawatir. Kevin tidak menjawabnya. Namun ia hanya meringis di samping wajah Tania.
"Mmm. Baiklah kalau begitu. Aku akan membantumu kali ini." Lanjut Tania.
"Terima kasih Tania sayang. Aku berjanji akan memperlakukan mu dengan baik." Kevin seperti mendapatkan kekuatan nya kembali. Tanpa menunggu waktu lama, ia mulai mencium Tania dengan intens. Karena Tania telah memutuskan sendiri untuk membantu Kevin, dia pun bekerja sama dengan membalas semua yang dilakukan Kevin padanya.
Tangan Kevin yang nakal mulai bergerilya di tubuh Tania yang memang sudah telanjang bulat sejak awal. Ia hafal bagian mana saja tubuh Tania yang sensitif. Tangannya membelai dan meraba. Membuat Tania mulai larut dalam permainan Kevin yang memabukkan.
"Sshh. Geli." Desis Tania saat lidah kasar Kevin mempermainkan puncak stroberinya. Saat ia mendesis, tangannya mencengkram rambut Kevin yang berada tepat di bawah wajahnya.
"Kev.... Kevin..." Desah Tania tak tertahan.
"Sebentar sayang. Biarkan aku memanjakan mu lebih lama." Kevin melepaskan gunung kembar Tania. Kembali menciumi wajahnya. Namun tangannya mulai bergerak semakin ke bawah.
"Aku suka taman minimu yang indah." Ucap Kevin membuat wajah Tania memerah tidak tertahan. Apalagi tangan itu bergerak bebas di bawah sana. Mempermainkan gejolak yang dirasakan Tania. Tania ingin sekali memukul atau memaki laki-laki yang tak tahu membahas masalah itu. Namun gemuruh yang ia rasakan di bawah perutnya yang menjalar di seluruh tubuh membuatnya tidak dapat melakukan apapun selain menikmatinya.
"Kev aku mau pipis." Ucap Tania saat ia merasa dorongan yang terus mendorong dari dalam dan hampir tidak dapat ia tahan.
"Tidak apa-apa. Lepaskan saja." Jawab Kevin santai. Mengetahui jika Tania sudah akan mencapai puncaknya, tangannya semakin bergerak dengan semangat. Bibirnya membungkam bibir Tania yang terus menerus mende-sah.
"Tapi.... Aahh!" Pekik Tania saat cairan panas keluar dari inti wanitanya. Perasaan nya lega. "Kev, aku ngompol." Ucap Tania polos.
"Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya kita melakukannya dengan sama-sama sadar. Jadi maklum jika kamu tidak tahu. Tapi tidak apa-apa, lama kelamaan kamu akan terbiasa. Aku akan membiarkan mu merasakan nikmatnya dunia yang hanya dimiliki oleh pasangan."
"Kevin kita..."
"Sstt...Diam. Sekarang giliran gajahku menunjukkan performa terbaiknya." Kevin segera memotong ucapan Tania. Ia tahu apa yang akan dikatakan oleh wanita itu. Pada saat ini, dia hanya ingin waktunya bersama dengan Tania tidak terganggu, jadi dia harus mengalihkan pembicaraan ini. Saat Kevin mengatakannya, ia memulai lagi menciumi Tania. Sekaligus memberikan waktu tenang bagi Tania.
Setelah beberapa saat, Tania kembali berga-irah. Tubuhnya sudah bergerak tidak nyaman di bawah Kungkungan tubuh Kevin yang besar. Melihat itu, Kevin mengganti posisinya.
"Aku akan mulai ya." Tanya Kevin saat gajahnya sudah berada di depan taman mini Tania.
"Mm." Tania tidak memiliki tenaga lagi untuk menjawab. Dia hanya bergumam sebagai tanda setuju. Dirinya sudah diuasai oleh has-rat yang menggelora.
Menarik. Mendorong. Dengan kecepatan yang bervariasi. Kadang cepat kadang lambat. Sesekali Kevin akan mengeluarkan gajahnya sebelum memasukannya kembali. Mengulanginya dengan lebih intens. Bukan hanya Kevin yang aktif bergerak, namun dengan bimbingan Kevin, Tania juga bergerak memimpin permainan. Berada di atas. Keduanya mengeluarkan peluh yang membasahi tubuh mereka.
"Kevin, aku lelah." Keluh Tania saat Kevin akan memulainya entah untuk yang keberapa kalinya.
"Satu kali lagi ya, aku janji akan cepat kali ini." Ucap Kevin memohon. Melihat wajah Kevin, Tania hanya bisa mengangguk mengiyakan. Tapi matanya benar-benar berat saat ini. Mereka baru saja melakukannya siang tadi, dan sekarang dari sore hingga menjelang malam. Tania tidak memiliki tenaga dan tertidur tanpa sadar.
__ADS_1
Kevin melihat mata Tania yang tertutup rapat segera mempercepat gerakannya untuk mempercepat puncaknya. Ia merasa kasihan melihat wajah lelah Tania.
"Apakah mereka belum keluar?" Danil yang menunggu di depan apartemen Kevin menoleh dan melihat dokter Joe yang baru saja keluar dari lift.
"Belum." Jawab Danil menggelengkan kepalanya. Matanya menatap pintu apartemen yang tertutup rapat sejak dua jam yang lalu. Setelah ia selesai berurusan dengan pelaku tersebut, ia segera kembali ke apartemen Kevin untuk melaporkan masalah ini. Namun setelah menunggu selama dua jam lebih, bosnya sama sekali tidak terlihat. Bahkan pesan WhatsApp yang dia kirimkan dua jam lalu masih centang dua abu-abu.
"Eh? Apa saja yang mereka lakukan sampai berjam-jam?"
"Saya juga tidak tahu. Jika anda begiru penasaran,...."
"Aku tidak penasaran. Untuk apa aku masih bertanya. Apa lagi yang bisa dilakukan oleh wanita dewasa yang berada satu ruangan bersama dalam waktu yang lama. Jadi aku tidak mungkin penasaran." Jawab dokter Joe sebelum melanjutkan lagi. "Aku ingin tahu apa rahasia Kevin hingga dia bisa sekuat itu?"
"Tentu saja itu karena fisik tuan memang terawat dengan baik."
"Aku juga merawatnya dengan baik. Namun aku paling lama hanya bisa bertahan selama empat puluh lima menit. Itu pun jika pasangannya sesuai. Jika tidak, setengah jam saja aku sudah berhenti."
"Tentu saja anda sangat berbeda dengan tuan."
"Apa yang sedang kalian bicarakan di belakangku?"
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_103🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...