Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 80. Sang Gajah Akhirnya Bangun


__ADS_3

Di dalam ruang pribadi Kevin di dalam pesawat itu, selain meja kerja, sebuah ranjang yang cukup besar yang cukup untuk ditempati dua orang dan masih memiliki sisa. Meskipun Kevin telah masih ke sana selama lebih dari tiga puluh menit, dia hanya bekerja begitu ia masuk dan tidak menyentuh ranjang itu sama sekali. Jadi saat Kevin membaringkan Tania di atasnya, ranjang itu masih sangat rapi seperti saat para petugas kebersihan membersihkan ruang itu.


Kevin memasang selimut untuk menutupi tubuh Tania setelah ia memasang guling di samping wanita itu. Ia tahu jika Tania suka tidur sambil memeluk sesuatu.


Setelah melihat jika Tania telah tidur dengan nyenyak, Kevin kembali ke meja kerjanya dan kembali bekerja.


Entah Tania sudah tidur berapa lama. Tapi ia merasa jika tidurnya sangat nyenyak kali ini. Saat bangun, ia merasa jika tubuhnya terasa segar. Tapi perasaan nyamannya hanya bertahan sebentar sebelum ia mengingat bahwa ia tidak tidur di kamarnya yang nyaman melainkan di atas sofa di dalam pesawat pribadi milik Kevin.


Seketika, Tania membuka matanya. Lalu hal yang tidak biasa kembali ia rasakan dimana pinggangnya terasa berat dan bau maskulin yang sudah sangat lama ia rindukan perlahan memenuhi udara di sekitarnya.


Tania segera mendongak dan melihat dagu yang kokoh tepat berada di atas kepalanya.


"Aaah!" Teriak Tania kencang sambil menarik dirinya ke satu sisi ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Kevin yang sedang tertidur terbangun oleh teriakan keras Tania dan segera membuka matanya yang terasa berat. Dengan wajah mengantuk nya, ia terlihat sangat lemah. Ia menatap Tania dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa?" Tanya Kevin bingung.


"Apa yang kamu lakukan padaku hah? Kenapa aku bisa berada di sini?" Tanya Tania sambil menatap Kevin menuduh.


Kevin dengan cepat mengembalikan kesadarannya dan mengerti apa yang terjadi dan mungkin sedang dipikirkan oleh wanita cantik yang tampak sangat marah di depannya itu. Apalagi Tania menutup tubuhnya dengan selimut erat. Wanita ini pasti salah sangka kan?


"Apalagi? Melihat wanita cantik yang tertidur seperti sapi, tapi tidak memanfaatkannya. Sungguh rugi!" Kevin memiringkan tubuhnya dan menatap Tania dengan cara yang ambigu. Yang semakin membuat Tania emosi.


"Kevin! Beraninya kamu memanfaatkan aku! Tahu begini aku tidak akan percaya padamu. Seharusnya aku memang tidak pernah mudah diperdaya dengan mudah olehmu. Aku sudah percaya dengan alasan pekerjaan. Tapi kamu malah melakukan itu padaku! Dasar pria mesum!" Sinis Tania menatap benci pada Kevin.


"Pria mesum? Sebelum kamu menuduhku, lebih baik lihat dirimu baik-baik. Kamu masih memakai pakaian lengkap. Begitu juga denganku. Memangnya apakah bisa melakukan itu bisa dilakukan dengan menggunakan pakaian lengkap." Ucap Kevin menjelaskan dirinya. Tania pun akhirnya menyadari jika memang baik dirinya maupun Kevin memakai pakaian yang lengkap. Dirinya bahkan masih memakai sweater dan Kevin juga masih menggunakan kemeja yang sama seperti yang dia gunakan tadi. Tania akhirnya melepaskan selimut yang ia cengkeram pada awalnya.

__ADS_1


Melihat Tania yang tidak bisa berkata-kata, Kevin pun melanjutkan ucapannya. "Bukankah sekarang terbukti jika sebenarnya kamu lah yang berpikiran mesum? Apa kamu memang menginginkan itu terjadi? Kamu tenang saja, dengan senang hati aku akan mengabulkannya."


"Omong kosong! Aku tidak mungkin memikirkan hal itu." Tania hendak turun dari atas ranjang sebelum ia ditarik dan ditekan di atas ranjang oleh Kevin yang sebelumnya masih terlihat diam di tempatnya.


"Lagipula, jika kita melakukan itu, aku tidak mungkin menikmatinya sendirian. Aku pasti akan lebih memperhatikan kenyamanan mu." Kevin berbicara di samping telinga Tania. Sambil menghembuskan napas panas di sana yang langsung membuat wajah Tania memerah.


Dug


Dug


Dug


Berada sangat dekat dengan Kevin membuat jantung Tania berdetak kencang. Apalagi kata-kata yang diucapkan oleh Kevin untuk menggodanya. Untuk beberapa saat, ia tidak dapat menguasai dirinya dan gagal mendorong Kevin menjauh meskipun akal sehatnya menyuruhnya untuk melakukannya.


"Bagaimana? Apa kamu mau mencobanya?" Ucap Kevin sambil tersenyum saat ia melihat wajah merah Tania dan merasa detak jantung wanita yang ia tekan di bawahnya itu yang terasa cepat. Seirama dengan detak jantungnya yang juga berdekat lebih cepat da lebih kencang.


Jika Kevin tidak memikirkan kemungkinan jika Tania akan marah jika ia melakukan lebih, ia pasti akan menerkam wanita itu. Namun karena ia tahu jika Tania akan marah dan kecewa padanya, ia sekuat tenaga menahan keinginannya dan menekan hasrat yang datang menyiksanya.


"Jangan bertindak di luar batas Kevin." Ucap Tania tegas.


"Hem. Lagipula aku hanya memindahkan mu saja. Jika aku membiarkanmu terus tidur di atas sofa kecil itu, kamu sudah terjatuh sejak awal. Tapi Kamu tidak hanya tidak berterima kasih padaku namun juga menuduhku berbuat yang tidak-tidak padamu."


"Eh... Baiklah. Terima kasih untuk itu. Tapi juga bukan salahku sepenuhnya menuduhku seperti itu. Siapa suruh kamu juga tidur di sana bahkan memelukku? Siapa yang tidak berpikir macam-macam jika dihadapkan dengan posisi seperti itu?" Tania berterima kasih dengan sungguh-sungguh. Tapi ia juga tidak mau disalahkan sepenuhnya. Jadi dia hanya bisa menyeret Kevin ke dalamnya.


"Ini di dalam pesawat. Dan hanya ruangan ini yang memiliki ranjang. Bukan hanya kamu yang mengantuk. Aku juga. Lagipula ini bukan pertama kalinya kita tidur di atas ranjang bersama. Kita bahkan pernah.. hep."


"Jangan membicarakan hal semacam itu dengan mudah!" Teriak Tania marah sambil menutup mulut Kevin.

__ADS_1


"Oke oke. Lain kali aku akan lebih berhati-hati dan meminta persetujuan darimu jika akan membahasnya." Kevin berkata dengan santai.


"Huh!" Tania mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya. Namun sepertinya ia salah dalam menentukan posisi. Bagaimana bisa matanya malah tertuju pada sesuatu yang menyembul dari dalam celana Kevin? Wajahnya yang sudah hampir kembali normal memerah kembali. Kali ini wajahnya terasa sangat panas.


Kevin juga menyadari apa yang dilihat Tania dan menjadi canggung. Ia segera turun dari atas ranjang.


"Uh... Aku harus menidurkannya. Mungkin karena sudah berada di dekat sarangnya, sang gajah akhirnya terbangun." Ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam ruang pribadi itu.


Tania terpaku untuk waktu yang lama dan baru tersadar saat ia mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi. Setelah itu Tania segera bangun dan keluar dari ruang pribadi itu setelah ia memperbaiki penampilan nya yang sedikit berantakan setelah bangun tidur. Ia tidak mau seseorang berpikir sesuatu terjadi di dalam ruang pribadi itu jika mereka melihat penampilannya. Ia tidak boleh tetap berada di dalam ruangan saat Kevin keluar nanti atau situasinya akan semakin canggung.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_80🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2