Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 34. Keputusan Robi


__ADS_3

Di dalam butik, meskipun semua karyawannya menatapnya dengan rasa ingin tahu, namun ia tahu jika mereka sebenarnya sedang mengkhawatirkan nya. Namun saat ini, ia tidak memiliki waktu untuk menghibur mereka dan bergegas masuk untuk berganti pakaian dan pergi setelah itu.


Tujuan utama Tania adalah mencari Kevin. Dan dia menebak jika Kevin pasti sedang berada di kantornya saat ini. Jadi meskipun ia melihat semua tatapan karyawan yang memandangnya jijik, juga mendengar semua hal buruk tentang nya di sepanjang perjalanan nya menuju ruang kerja Kevin, ia mengabaikan semuanya untuk menemui pria yang saat ini adalah suaminya yang sebentar lagi, firasatnya mengatakan bahwa mereka akan segera menjadi mantan.


Brak!


Kevin dan Danil segera menoleh dan mendapati Tania yang masuk dengan amarah. Tania melirik Danil yang berdiri di samping Kevin yang segera menundukkan tubuhnya menyapa Tania. "Nyonya." Sapa Danil dengan rajin.


"Heh! Hentikan basa basimu. Lagipula, sepertinya panggilan itu tidak lah pantas untukku. Bukankah begitu?" Tania tersenyum sinis. Melirik Danil dan kemudian Kevin dengan tajam.


"Uhuk." Danil merasa sangat tidak nyaman melihat tatapan Tania padanya. Berdehem sebelum memalingkan wajahnya menghindari tatapan majikan wanitanya itu.


"Kevin, sebenarnya kesalahan apa yang aku lakukan padamu sampai-sampai kamu bahkan dengan sangat kejam merusak nama baikku. Apa tidak cukup hanya dengan merusak pernikahan impianku?" Tania berdiri dan memandang Kevin sinis.


"Nyonya bukan..." Danil hendak menjelaskan jika bukan Kevin yang menyebarkan foto dan membuat gosip untuk merusak nama baik Tania. Namun gerakan tangan Kevin yang memintanya untuk berhenti membuatnya kembali bungkam.


"Aku hanya ingin kita bercerai." Ucap Kevin sebagai gantinya. Ia menyerahkan surat permohonan cerai yang baru saja datang.


"Bukankah kamu bisa mengatakannya secara langsung hah? Aku juga bukannya ingin menjadi istrimu selamanya." Tania dengan cepat mengambil surat itu dan menandatangani nya tanpa berpikir.


"Kamu jangan khawatir. Aku akan memberikan kompensasi atas semua yang kerugianmu." Kevin berkata dengan acuh.


"Kamu pikir berapa yang bisa kamu berikan untuk membeli harga diriku?" Tania melemparkan surat cerai itu ke depan Kevin dengan kasar.


"Tania, kamu jangan terlalu naif." Kevin melihat tanda tangan Tania yang dibubuhkan di atas kertas itu sebelum menutupnya dan menjadikannya tumpuan tangannya.


"Danil, tamu kita sudah selesai. Antar dia keluar." Tanpa menunggu reaksi Tania, Kevin memalingkan wajahnya dan memberi perintah pada Danil.


"Tidak usah repot-repot. Aku tahu jalan keluarnya." Tania tidak menghentakkan kakinya dengan marah sebelum berbalik.


"Kevin, aku harap kamu mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah kamu lakukan padaku." Ucap Tania sebelum ia membuka pintu dan berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan yang terasa sangat sesak itu.


Tania keluar dari ruangan Kevin dengan menagan air mata yang menggantung di matanya. Jadi saat ia sudah masuk ke dalam lift khusus dan menekan tombol untuk sampai ke lantai satu, ia menjatuhkan dirinya di lantai dan menangis tersedu-sedu. Sebagai putri dari salah satu pengusaha terkenal di ibukota, Tania selalu menjaga harga diri dan citra dirinya dengan baik. Dia tidak pernah dipermalukan sampai seperti ini oleh seseorang yang bahkan bisa dikatakan sedang dibantu olehnya.

__ADS_1


Ting. Pada hari biasa, tidak ada yang akan menggunakan lift khusus ini selain Kevin dan Danil, jadi Tania dengan cepat sampai dari lantai paling atas ke lantai paling bawah.


Sebelum keluar dari lift, Tania menghapus air mata yang mengalir dari matanya yang sembab. Lalu keluar dan berjalan cepat menghindari setiap mata yang seperti menatapnya dengan tatapan menuduh.


Baru saja Tania duduk di belakang kemudi mobil nya, ponsel di tas cantik edisi terbatasnya berbunyi. Dan setelah Tania mengeluarkan nya, ia melihat jika mama nya lah yang sedang menghubungi nya. Tania tidak berani mengangkat telepon itu di saat ia dalam keadaan terpuruk seperti ini karena ia tidak siap menghadapi sang mama. Jadi hanya setelah telepon berbunyi sebanyak tiga kali dan isakan tangis nya yang telah reda, Tania mengangkatnya.


"Halo ma. Maaf tadi masih di kamar mandi." Ucap Tania dengan senormal mungkin.


"Sayang, kamu dimana? Ke rumah bentar ya. Papa mau bicara." Tari berbicara dengan hati-hati. Dari suaranya yang bergetar, wanita paruh baya itu pasti sedang dalam keadaan gusar.


"Baik ma. Tania akan segera pulang." Tania sadar jika masalah ini bukan hanya masalahnya saja. Kabar seperti ini tentu saja akan mempengaruhi semua orang yang dekat dengannya. Terutama keluarga nya.


"Ya sayang. Hati-hati di jalan." Ucap Tari. Sebelum bunyi bip terdengar, Tania mendengar suara helaan napas dari saluran seberang. Itu pasti mamanya.


Tania melajukan mobilnya dengan perlahan keluar dari area kantor AB Grub ke jalan raya yang ramai. Hari ini, perjalan kembalu ke rumah orang tuanya sangatlah terasa berat. Baru beberapa bulan yang lalu ia merasa hal yang sama, yaitu saat Kevin mengatakan padanya bahwa ia akan melamarnya kepada orang tuanya. Namun pada saat ini, perjalanan pulang kali ini lebih berat dari saat itu karena ia harus menghadapi keluarganya yang sudah pasti mendengar gosip itu dan mungkin mereka semua kan kecewa padanya.


Sedangkan Di dalam Kediaman Wiratmaja, Robi sedang duduk dengan mengepalkan kedua tangannya. Farel dan Nina duduk di sofa yang lain. Sedangkan Arsya duduk sendirian di sofa single.


"Pa, papa harus melakukan sesuatu. Papa tidak bisa diam saja seperti ini." Farel berkata dengan tidak sabar.


Robi mendengarkan ucapan keduanya dan kedua tangannya semakin mengepal karena marah.


"Apa sih yang kalian berdua inginkan? Keadaan sudah seperti ini. Kenapa kalian malah menyiram bahakn bakar? Apa kalian mau keluarga kita pecah?" Arsya yang sejak tadi diam berteriak marah dan menunjuk kakak dan kakak iparnya dengan tajam.


"Kamu tidak bisa menuduh kami sembarangan. Kami bicara seperti ini juga demi keluarga. Apa kamu tahu berapa kerugian yang harus ditanggung perusahaan karena masalah ini? Harga saham terus merosot. Jika hal ini dibiarkan, apa kamu mau keluarga kita ikut jatuh hah?" Farel tidak terima dituduh seperti itu dan membela dirinya. Nina yang duduk di sampingnya mengelus lengannya untuk memintanya bersabar.


"Perusahaan bisa dipikirkan nanti. Sekarang ini masalah yang lebih penting adalah Tania. Bagaimana perasaan Tania saat ini. Apa kalian pernah memikirkannya?" Arsya berbicara dengan menggebu-gebu.


"Dia berani bertindak seperti itu, apakah dia pernah berpikir sebelumnya? Arsya, aku tahu kamu menyayangi Tania, begitupun kami. Tapi jika Tania terus dibiarkan membuat masalah, keluarga ini lama-lama akan hancur karena ulahnya." Nina ikut berbicara.


"Apa kalian percaya begitu saja gosip itu? Meskipun Tania sedikit manja, selama ini Tania selalu bertindak baik. Aku yakin dia tidak akan pernah melakukan hal memalukan seperti itu." Arsya berkata dengan yakin. Dia mengenal Tania dengan baik. Dia yakin adiknya tidak akan berbuat seperti itu.


"Heh. Kalau dia tidak melakukan hal itu. Bagiamana bisa berita itu muncul. Ada asap maka ada api. Jika ada berita seperti ini, pasti memang terjadi sesuatu. Lalu juga ada buktinya. Apa bukti itu bisa dibuat sesuka hati?" Nina menyilangkan tangannya di depan dadanya. Mencibir.

__ADS_1


"Kita tidak bisa mengambil kesimpulan begitu saja hanya dengan sebuah bukti tanpa mencari tahu yang sebenarnya. Kita harus bertanya pada Tania mengenai yang terjadi."


"Jika bertanya padanya, aku yakin dia tidak akan berkata jujur. Jika pencuri jujur, penjara telah penuh sejaka lama."


"Kalian bertiga diam! Papa telah memiliki keputusan." Robi berkata dengan suara yang dalam. Di sampingnya, Tari hanya bisa nangis sejak awal. Ia bahkan tidak tahu harus berkata apa.


*


*


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_34🍁


Terima kasih sudah mampir 😘


Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya


...***...


...Keistimewaan Bulan Ramadhan dari...


...☘️Ali Bin Abu Tholib☘️...


...🍃Malam Ke Dua puluh sembilan🍃...


...🌸Pada malam ke dua puluh sembilan, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima🌸...


...Selamat menunaikan Ibadah Puasa 🥰...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2