
"Kak Arsya, jangan membuat ribut di sini atau kita akan mengganggu mama." Tania menarik lengan Arsya yang hendak membalas perkataan Farel.
"Huh! Kita berdua tahu apa aku berkata benar atau tidak. Asal kamu tahu kak, aku tahu semua apa yang kalian berdua lakukan. Selama itu masih tidak melewati batas. Aku tidak akan memberitahu papa dan mama. Aku tidak ingin membuat mama dan papa menjadi semakin sedih jika mengetahui hal itu. Namun sedikit dajankalian bertindak melewati batas, aku tidak akan segan mengambil tindakan pada kalian. Camkan itu baik-baik kak. Sampaikan juga pada kak Nina. Jangan sampai aku membuka kedoknya dan niat busuknya akan terungkap." Arsya menegakkan tubuhnya di depan Farel. Tubuh Arsya lebih tinggi dari Farel. Jadi dia bisa mengintimidasi kakak kandungnya itu dengan mudah.
"Kamu...." Farel mundur dua langkah saat ia mendengar apa yang dikatakan oleh Arsya. Apakah benar adik laki-lakinya itu tahu semua yang dia lakukan? Bagaimana bisa? Dia dan Nina melakukan nya dengan sangat rapi dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Tapi kata-kata Arsya terlihat sangat yakin. Apa mungkin Arsya memang tahu?
Farel larut dalam kebingungan sampai saat ia sadar, ia tidak melihat Tania dan Arsya lagi. Merkea berdua sudah pergi dari sana dan meninggalkannya sendiri.
Seperti rencana awal, Arsya membaw Tania ke kantin untuk membeli makan siang. Awalnya Arsya ingin mengajak Tania pergi ke kafe dekat rumah sakit, namun Tania menolak karena ia tidak ingin jauh-jauh dari ruangan Tari. Ruangan ICU terpisah dari ruangan lainnya untuk menjaga ketenangan pasien. Jadi untuk pergi ke kantin, mereka harus berjalan keluar dari bangunan dan pergi ke bangunan di sampingnya.
Saat keduanya berjalan, Tania tiba-tiba menghentikan langkahnya. Pandangannya terpusat pada arah pintu keluar utama rumah sakit. Arsya mengikuti pandangan Tania dan menemukan bahwa di sana Kevin sedang memapah seorang wanita. Dari jauh, mereka terlihat sangat mesra. Kevin memapah Khanza dengan hati-hati karena wanitu lemas setelah kehilangan cukup banyak darah.
"Bukankah itu Kevin? Siapa wanita itu?" Arsya tidak bisa tidak menahan rasa penasarannya dan bertanya pada Tania. Baru kemarin laki-laki itu membawa adik dan keponakannya pergi dengan paksa. Tapi saat ini dia sudah menggandeng wanita lain. Berani sekali dia!
"Ya. Wanita itu adalah Khanza." Jawab Tania tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua orang itu.
"Kamu kenal?"
"Mm. Dia asisten pribadi Kevin di Kev Fashion."
"Asisten? Tapi kenapa dia terlihat...." Arsya ragu-ragu melanjutkan.
"Mesra?" Tanya Tania menarik miring sudut bibir nya. Ia mengejek dirinya sendiri yang terlalu lemah dalam menghadapi Kevin. Kevin hanya berkata beberapa patah kata saja yang membuatnya tersentuh sudah dapat membuatnya memaafkannya dan mengabaikan kesalahan yang dibuat laki-laki itu padanya. Tapi pada akhirnya, Kevin meninggalkannya demi wanita lain. Ironis....
"Tania, kamu tidak apa-apa?" Tanya Arsya khawatir.
"Tidak apa-apa kak. Aku baik-baik saja." Jawab Tania acuh.
Arsya melihat ada yang aneh dari jawaban Tania. Meskipun bibirnya berkata dia tidak apa-apa, namun ia tahu jika Tania menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya dari cara dia menatap kedua orang yang baru masuk ke dalam mobil.
Melihat bagaimana kedua orang itu dan bagaimana Kevin sangat berhati-hati dalam memperlakukan Khanza, Arsya curiga jika mereka baru saja memeriksakan kehamilan. Memikirkan kemungkinan ini benar, Arsya tidak bisa tidak marah. Dia melihat jika hubungan Tania dengan Kevin cukup baik melihat bagaimana kedua orang ini datang dan pergi kemarin. Pasti adiknya telah dimakan lagi oleh laki-laki ini. Lalu setelah itu, dia memabaw wanita lain periksa kehamilan untuk menyakiti adiknya. Memang benar-benar laki-laki yang minta dihajar.
"Tania, kamu tenang saja. Kakak akan menghajarnya untukmu ya?" Arsya menyingsingkan lengan bajunya bersiap untuk menyerang. Namun Tania buru-buru menarik bajunya dan menghalanginya.
"Apa yang akan kakak lakukan?" Tanya Tania panik.
__ADS_1
"Memberinya pelajaran. Apalagi?" Jawab Arsya tidak sabar. Kevin akan segera pergi. Jika tidak menghajarnya sekarang, mungkin dia sudah kehilangan keberaniannya.
"Untuk apa?" Tanya Tania bingung. Ia memijit pelipisnya.
"Tentu saja menghajarnya. Aku ingin bertanya padanya apa maksudnya sebenarnya. Kemarin dia membawamu dan anak-anak pergi secara paksa. Sekarang dia malah membawa wanita lain periksa kandungan buah cinta mereka. Benar-benar membuat orang marah." Arsya mengepalkan tangannya.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha.... Tania tertawa terbahak-bahak. Membuat Arsya menjadi bingung. Apa adiknya me jadi gila karena diselingkuhi? Tidak tidak. Dia tidak boleh membiarkan hanya adiknya yang terluka. Sekarang, karena adiknya sudah seperti ini, bukan hanya Kevin yang harus diberi pelajaran. Tetapi wanita itu juga. Wanita itu yang pasti menggoda Kevin dan membuat Kevin menghamilinya. Jika tidak, mana mungkin mantan suami adiknya itu tiba-tiba saja bermain wanita padahal sebelumnya tidak pernah.
Dengan memikrikan itu, Arsya semakin tidak sabar. Pegangan tangan Tania telah lepas dan dia akhirnya berhasil berlari mengejar. Namun sayang, dia terlambat. Mobil yang dikemudikan Kevin sudah meluncur di jalanan yang ramai.
"Si-al!" Umpat Arsya kesal. Ia menatap mobil putih yang membawa Kevin dan Khanza dengan penuh dendam.
"Huft huft huft... Kakak, apa yang kakak lakukan?" Tania yang ikut berlari mengejar Arsya hampir kehabisan napas. Apalagi dengan highheel tinggi yang dikenakannya. Membuatnya sangat kesakitan.
"Tania, kakak mohon jangan jadi tidak waras. Di luar sana masih ada banyak laki-laki yang lebih baik dari laki-laki itu. Tidak layak hanya karena dia kamu me jadi gila."
"Kak. Siapa yang kamu sumpahin gila? Omong kosong apa yang kamu bicarakan?"
"Tania, untuk berjaga-jaga, mari kita pergi ke psikiater. Aku yakin kamu akan kembali sehat." Arsya menarik tangan Tania.
"Kak, aku tidak apa-apa. Sungguh. Sebaliknya, apa yang kakak lihat belakangan ini sampai kakak membayangkan hal-hal yang tidak masuk akal." Tania tidak bisa menahan senyumnya. Kakaknya ini sangat lucu.
"Pertama, Khanza tidak mungkin sedang hamil saat ini."
"Kenapa kamu begitu yakin? Kevin bukan orang yang mudah bergaul dengan perempuan. Bisa berdekatan seperti itu dengannya, pasti bukan wanita sembarangan." Arsya tidak terima.
"Aku tahu kak. Tapi aku yakin saat ini Khanza tidak hamil. Apalagi anak Kevin. Itu mustahil."
"Tania, kamu jangan menutupi kesalahannya. Bukti sudah ada di depan mata. Apa lagi yang bisa dielak. Jangan karena kamu mencintai Kevin, kamu mau dibodohi begitu saja olehnya."
"Aku tahu kakak khawatir dan peduli padaku. Tapi aku tahu yang aku lakukan kak. Aku juga tidak begitu saja percaya pada Kevin. Kakak, apa mungkin orang yang sedang hamil memakai High heels yang tinggi? Tidak kan? Khanza tadi memakainya. Jika dia sedang hamil, mana mungkin dia akan memakainya?"
"Benarkah?"
"Ya." Tania mengangguk. Meskipun ia tidak tahu apa yang dilakukan mereka berdua di rumah sakit, ia yakin bukan untuk periksa kandungan. Akhir-akhir ini Kevin selalu bersamanya setiap malam. Bahkan saat dia berhalangan Kevin juga menemaninya. Kecuali dua hari saat ia pergi keluar negeri. Tapi itu masih satu Minggu yang lalu. Jika memang hal seperti itu terjadi, tidak mungkin begitu cepat kan?
__ADS_1
"Tania, tapi melihat keduanya sangat dekat, mereka juga pasti memiliki hubungan yang tidak biasa-biasa saja. Kamu sebaiknya menjauh saja dari laki-laki seperti itu."
"Aku tahu kakak."
"Kalau ada sesuatu, jangan lupa jika kamu punya aku untuk melindungi mu, oke?"
"Ya kakak."
"Jia Kevin berani macam-macam padamu. Aku tidak keberatan untuk melawan dunia dan membawamu pergi jauh darinya."
"Baik kakak. Aku percaya."
"Tania. Aku bersungguh-sunguh." Arsya sedikit kesal. Seperti nya Tania tidak menganggap perkataannya sama sekali.
"Iya kakakku. Aku tahu." Tania tersenyum. Kakak nya ini. Dia benar-benar beruntung memiliki kakak seperti Arsya yang sangat peduli dan menyayanginya lebih dari saudara kandungnya sendiri.
Melihat Tania yang masih memasang senyum polosnya, Arsya semakin kesal. "Hemp!"
*
*
*
🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_138🍁
kasih sudah mampir 😘
Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗
Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️
***
__ADS_1
Salam sayang 😘
❤❤❤Queen_OK❤❤❤