
"Kami bersedia."
Mendengar suara yang mereka kenali, Kevin dan Tania menoleh bersama dengan kaget. Mereka tidak menyangka jika kedua anak ini tiba-tiba saja berdiri di dekat mereka. Bukankah mereka tadi makan dengan lahap di sofa? Sejak kapan mereka datang? Lalu seberapa banyak yang mereka dengar?
"Sayang, ini sama sekali... Apa yang kalian dengar? Menguping pembicaraan orang lain adalah hal yang buruk. Kalian tahu kan?" Tania tidak tahu bagaimana harus mengatakan pada kedua anak ini.
"Mami, kami sudah besar. Tolong jangan tutupi masalah mami dari kami. Kami juga ingin membantu mami." Ucap Kaylee tegas.
"Sayang ini tidak seperti yang kalian pikirkan."
"Kami mengerti semuanya mami." Kaisar ikut berbicara.
"Tania, benar kata mereka. Mereka sudah besar. Berkat didikanmu selama ini, anak-anak menjadi anak-anak yang hebat yang lebih cerdas dari anak lain seusianya. Jadi tolong biarkan aku memberitahu mereka ya?" Ucap Kevin serius sambil menggenggam tangan Tania. Kaylee dan Kaisar menganggukkan kepala mereka saat mendengar ucapan Kevin.
"Huft.... Kaylee, Kaisar, sepertinya memang masalah ini tidak dapat disembunyikan dari kalian lagi yah." Tania menatap kedua anaknya dengan menghela napas. "Yah, mungkin kalian sudah menduganya sebelumnya jika ayah kandung kalian adalah Kevin. Ini salah mami karena menyembunyikannya dari kalian." Lanjut Tania.
"Tidak apa-apa mami. Bukankah sekarang mami sudah memberitahu kami?" Kaylee segera memegang tangan Tania.
"Benar mami. Kami tahu jika mami tidak memberitahu kami pasti ada alasannya." Ucap Kaisar.
"Kesinilah. Biar mami memeluk kalian." Kaisar dan Kaylee segera maju dan memeluk Tania dengan hati-hati. "Mami sangat beruntung memiliki anak-anak yang bagitu baik seperti kalian." Ucap Tania sambil mengecupi pucuk kepala kedua anaknya.
"Jangan lupakan aku." Kevin tidak mau kalah. Ia memeluk ketiga orang yang sudah berpelukan sebelumnya dan meninggalkan nya. Tangan Kevin begitu lebar sehingga dapat digunakan untuk memeluk ketiganya dengan sempurna.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Tania dan kedua anak mereka, Kevin memerintahkan Danil untuk mengurus prosedur untuk melakukan tes DNA pada mereka.
Pada sore hari Dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Tania. Luka di tangan dan di kaki Tania sudah hampir pulih sepenuhnya karena hanya luka luar saja, jadi dokter berkata bahwa kemungkinan besar besok Tania sudah dapat pulang. Hal ini membuat semua orang bahagia.
__ADS_1
"Sayang, kalian dengar kan apa yang dikatakan dokter barusan? Mami baik-baik saja. Jadi sekarang kalian pulang dulu ya." Bujuk Tania. Sejak siang tadi ia sudah menyuruh kedua anak itu pulang bersama dengan Kevin, namun keduanya masih enggan meninggalkan Tania.
"Tapi nanti mami pasti kesepian kan? Om Oliver sudah kembali, jadi tidak bisa menemani mami lagi?" Kaylee segera menutup mulutnya saat ia sadar jika dia telah memprovokasi seseorang. Kaisar juga sadar jika ada hawa dingin yang muncul dari pria di sampingnya.
"Sayang dengarkan mami kalian ya?" Kevin mendekati Kaylee yang duduk di samping Tania di atas ranjang. Membelai lembut rambut gadis kecil itu. Namun matanya yang melirik tajam mengarah pada Tania dengan tatapan ingin penjelasan. "Bagaimana kalau begini, Daddy akan mengantar kalian menginap di rumah kakek dan nenek buyut? Jadi Daddy bisa menemani mami kalian di sini?"
"Ya. Ya. Daddy antar kami ke rumah nenek buyut saja. Biar Daddy bisa menemani mami nanti." Kaylee menjawab dengan menganggukkan kepalanya cepat.
"...." Hiks. Inilah anak baik yang dia besarkan. Saat dia membuat masalah, dia akan berlari kencang meninggalkan nya. Tania tidak tahu harus berkata apa.
Tanpa Kaisar dan Kaylee di sekitar mereka, Kevin seperti mendapatkan kesempatan. Saat ada kedua anak itu sepanjang hari ini, ia terus menahan diri untuk tidak meminta penjelasan dari Tania. Apalagi sebelum ia mengantar kembali Kaylee dan Kaisar pulang, Kaylee malah mengingatkannya pada hal yang mengganggunya sepanjang hari.
Meskipun ia tahu jika di antara Tania dan Oliver tidak ada apa-apa. Namun hatinya masih tidak tenang. Ia harus memastikan jika hanya dirinya lah yang ada di hati Tania. Bagaimana pun, selama ini hanya dirinya yang terus menyatakan cinta, namun Tania bahkan tidak memberinya balasan.
Kevin datang dengan membawakan makan malam untuk Tania. Meskipun makanan di rumah sakit juga tidak sembarangan, namun ia masih tidak tega melihat Tania makan dengan malas. Ia meminta saran dokter mengenai makanan yang baik untuk Tania sebelum ia meminta restoran untuk membuat khusus untuk Tania.
"Sudah kenyang?" Tanya Kevin sambil tersenyum.
"E-em. Terima kasih sudah membawa makanan enak ini. Jika tidak, lidahku mungkin akan segera mati rasa karena makanan-makanan hambar itu." Ucap Tania. Mengelus perutnya yang kenyang.
"Bagus. Karena kamu sudah kenyang, sekarang bisakah mulai menjelaskan tentang pria aneh itu yang terus datang saat aku tidak ada." Pada saat hatinya kesal, ia bahkan tidak mau menyebut namanya. Ia menatap Tania dengan tajam setelah membereskan sisa makanan dan meletakkannya di atas meja.
"Uuh.... Kami adalah teman lama. Bukankah tidak masalah jika antara teman menjenguk temannya yang sedang sakit? Hehe." Tania menyebutkan kata teman untuk menjelaskan status Oliver baginya.
"Oh ya?" Kevin mendekat. Mengangkat dagu Tania untuk mendekat. "Tapi dia menunggumu sepanjang hari. Apa teman juga seperti itu?" Lanjutnya.
"Kev, jangan keterlaluan. Kami hanya teman. Dia datang dari jauh hanya untuk menjengukku. Kamu seharusnya tidak mempermasalahkan nya kan?" Tania memalingkan wajahnya. Sifat cemburuan Kevin membuatnya seperti selingkuh saja.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau dia adalah teman. Bagaimana denganku?" Kevin kembali menarik dagu Tania. Membiarkan fokus Tania hanya padanya.
"Tentu saja kamu adalah ayah dari anak-anak ku. Untuk apa kamu bertanya." Tania menjawab dengan asal. Ia menyadari jika sebenarnya yang diinginkan oleh Kevin adalah pengakuan. Kalau dipikir-pikir, dia memang tidak pernah mengatakan jika dia mencintainya. Hal itu pasti mengganggu pria ini kan?
*
*
*
Mohon maaf gak update dua hari. Anak lagi sakit, jadi ibunya juga ikut kacau 😔
Apalagi sekarang waktu luang Author nya hanya ada pada malam hari. Itupun seringnya setelah lewat jam 9. Pas jam ngantuk dan juga lelah. Jadi tidak bisa up 2 kali sehari seperti sebelumnya. Mohon sabar menanti 🤩
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_172🍁...
... kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...