
"Bagus. Karena Miss Angela sudah berkata seperti itu, saya yakin jika Miss Angela juga tidak akan keberatan jika anda akan menjadi ketua pada produksi kali ini mengingat jika desain yang dipakai adalah milik anda dan tidak ada yang akan bisa mengerti lebih baik dari anda. Bagaimana menurut anda, Miss Angela?"
Tania merasa jika dirinya telah dijebak. Jika dia menjadi ketua pada produksi kali ini, bukankah itu akan membutuhkan waktu yang lama? Setidaknya mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi, butuh waktu setengah tahun atau bahkan lebih. Terlebih lagi jika dia menjadi ketuanya, bukankah dia harus menemui Kevin secara rutin?
Tania merasa sakit kepala.
Apa sebenarnya yang direncanakan oleh laki-laki ini?
Tania tidak bisa mempertahankan ketenangannya dan melirik Kevin dengan kesal. Ia menggertakkan giginya menatap mantan suaminya yang sudah sangat lama tidak ia temui ini. Jika tidak ada orang lain di sini, ia pasti sudah akan mencakar dan menonjok wajahnya yang tampak menyebalkan itu.
"Miss Angela, kenapa anda diam? Bukankah Anda yang sejak awal berkata jika andalah orang yang bertanggung jawab untuk HR Mode di tempat ini. Jadi bukankah demi kelangsungan kerjasama antara dua perusahaan juga menjadi tanggung jawab Anda? Miss Angela, apakah Anda akan mengambil kata-kata Anda bahkan sebelum kita berpisah?" Kevin berkata dengan nada yang menyedihkan. Bahkan wajah pria yang biasanya hanya bisa menampilkan mode 'datar' ini terlihat seperti seorang anak yang ditindas oleh temannya.
Semua orang tidak bisa tidak terkejut. Mereka tidak pernah melihat tuan mereka seperti ini sebelumnya. Tuan mereka sangat sulit tersenyum bahkan jika itu hanyalah senyum formal. Tapi saat ini, ekspresi wajahnya tampak sangat natural.
Danil yang berada di belakangnya juga tidak pernah menyangka jika tuannya dapat melakukan hal memalukan seperti itu. Bukankah tuannya ini sengaja memasang umpan untuk mantan istrinya ini. Dan dia juga segera sadar apa yang menjadi tujuan tuannya itu.
Di dalam kontrak, perwakilan yang datang ke perusahaan mereka hanya akan tinggal selama satu atau dua bulan untuk melihat perkembangan kerjasama mereka. Selama waktu tinggal itu, perwakilan itu akan membuat laporan berdasarkan evaluasi. Namun jika ada kasus tertentu, lama waktu tinggal juga bisa berubah. Jadi jika tuannya berhasil menjadikan nyonyanya sebagai kepala produksi, bukankah nyonyanya akan tinggal lebih lama lagi? Bukankah tuannya ini benar-benar licik? Dia dengan tidak tahu malunya menggunakan cara yang licik untuk membuat nyonyanya untuk tinggal?
Tania masih tidak berbicara. Ia hanya menatap Kevin dengan marah.
"Miss Angela..." Kevin tahu jika Tania tidak menyukai jika dia memanggilnya seperti itu setelah ia memperhatikan Tania beberapa kali dan dengan sengaja melakukannya. Kali ini Kevin Bahkan memanggil nya dengan nada suara yang semakin membuat tidak nyaman. Dia memang sengaja memprovokasi Tania. Dia ingin tahu sampai sejauh mana wanita cantik ini akan bertahan.
Benar saja. Lama kelamaan Tania akhirnya terpancing. Apalagi setelah ia melihat senyum licik di bibir seksi Kevin.
"Kev! Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" Tania berkata dengan marah. Menggertakkan giginya saat ia berbicara kata demi kata. Dan menekan suaranya saat ia memanggil Kevin.
"Apa? Bukannya sudah jelas. Aku ingin menjadikanmu kepala produksi. Bukankah aku sudah menyebutkannya dengan jelas sejak awal?" Kevin pura-pura tidak mengerti apa yang dimaksud Tania.
__ADS_1
"Kita sama-sama tahu jika aku hanya akan berada di sini selama satu bulan dan paling lama dua bulan. Apa itu kepala produksi? Bukankah jika aku menjadi kepala produksi, aku harus tinggal di sini selama enam bulan atau bahkan lebih?" Tania berbicara sambil menahan amarah. Dadanya naik turun saat ia berbicara.
"Miss Angela..."
"Berhenti! Berhenti memanggilku seperti itu!" Potong Tania dengan cepat.
"Kenapa? Bukankah Anda adalah.... Miss ap!" Kevin tidak berhasil melanjutkan memanggil Tania dengan nama Angela karena tangan kecil Tania menutupnya dengan erat.
"Sudah aku bilang berhenti! Kenapa kamu masih tidak mau berhenti?!" Dengus Tania kesal. Ia sampai melupakan bahwa ada banyak 'mata' yang sedang memperhatikan mereka.
Jelas saja. Sejak Kevin mulai berbicara, semua orang pun mulai diam. Mereka tidak akan ada yang berinisiatif untuk memulai berbicara jika mereka tidak diminta. Semua orang khawatir jika mereka akan mengganggu bos mereka yang kejam itu.
Pada saat ini, tidak ada satu pun dari mereka yang tidak terkejut. Bahkan Sinta berada dalam kondisi yang sangat parah dimana ia sampai terjatuh di lantai. Apa sebenarnya hubungan Tania dengan bos mereka? Kenapa keduanya terlihat seperti pasangan yang sedang berdebat.
Kevin juga tidak menyangka jika Tania akan menutup bibirnya dengan menggunakan tangan nya yang kecil. Seketika, aroma harum yang khas menyebar ke dalam hidung Kevin. Membuat ribuan bulu yang entah datang dari mana menggelitik dengan gemas. Rasa geli itu seperti siap meledak kapan saja.
Gluk....
"Hemp!" Tania menarik tangannya. Mendengus dan memalingkan wajahnya. Lalu saat itulah Tania baru menyadari bahwa ada banyak 'mata' yang sedang memandangnya dengan cara yang bermacam-macam.
"Ehem.... Saya mohon maaf karena saya telah kehilangan ketenangan saya." Ucap Tania dengan tulus. Saat ia meminta maaf, tidak lupa ia menatap Kevin dengan isyarat bahwa ia telah menyalahkan nya dengan matanya. Ia berharap bisa menjelaskan jika yang baru saja hanyalah ketidak sengajaan karena ia gugup. Namun tujuan Tania tidak terjadi sama sekali. Saat ini, semua orang di dalam ruangan justru meyakini bahwa antara dia dan bos mereka memang memiliki hubungan yang tidak biasa.
"Uhuk!" Danil berdehem. Yah. Tidak ada yang bisa menandingi bos nya dalam hal ketidak maluan. Nyonya dengan mudah dijebak oleh tuannya. Dan tuannya... benar-benar tidak pernah menyangka nya.
Namun Kevin tidak akan membiarkan Tania sadar jika dia sedang dijebak. Jadi harus segera melakukan sesuatu untuk itu.
"Jadi, bagaimana dengan keputusan Anda, Miss Angela?" Dengan cerdik Kevin mengalihkan perhatian. Dia masih dengan sengaja mempermainkan pemanggilan Miss Angela untuk memberikan ancaman secara tidak langsung terhadap Tania.
__ADS_1
"Huh! Baiklah jika seperti itu. Tapi aku memiliki beberapa syarat jika ingin aku menyetujui rencana ini. Bagaimana?" Tania menyeringai. Ia telah menemukan cara untuk membuat laki-laki itu menyerah.
"Oke. Sekarang katakan syarat apa yang Miss Angela ingin kan?" Kevin berbicara dengan percaya diri.
"Syarat yang pertama adalah...."
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_53🍁...
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...
...Hayo coba siapa yang bisa menebak apa yang menjadi syarat Tania.......
...Tulis di kolom komentar ya say ☺️...
...***...
__ADS_1
...Salam sayang 😘...
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...