Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 43. Dicoret Dari Kartu Keluarga


__ADS_3

"Bagus kamu di sini. Jadi kamu bisa mendengarkan secara langsung pengumuman resmi ini. Mulai hari ini, saya, Robi Wiratmaja mengumumkan bahwa Tania Wiratmaja telah keluar dari daftar anggota keluarga Wiratmaja. Nama Tania Wiratmaja akan secara resmi dicoret dari kartu keluarga dan ahli waris keluarga Wiratmaja. Dengan ini, segala hal yang berhubungan dengan Tania, tidak akan ada hubungannya lagi dengan keluarga Wiratmaja." Suara Robi jelas.


Tania mendengarkan dengan seksama. Ia mengepalkan tangannya pada dokumen yang sejak awal ia pegang erat.


Dibandingkan dengan Tania yang tegar, Tari tidak dapat menahannya. Air matanya sudah luruh begitu saja mendengarkan Robi mengumumkan keluarnya Tania dari keluarga. Sejak ia membawa Tania masuk ke dalam rumahnya, ia telah berjanji untuk menjaga dan menyayangi Tania layaknya putri kandung nya sendiri. Ia bertekad untuk menjaga rahasia ini sampai dia mati. Ia tidak menyangka hal ini akan terkuak dan bahkan membuat keluarga nya yang bahagia berantakan. Tari benar-benar merasa tidak layak menjadi ibu yang baik karena ia tidak bisa menjaga putrinya sendiri. Dia tidak pantas menjadi ibu Tania.


Semua wartawan berhenti berbicara ketika Robi mulai berkata dengan lantang. Lalu, mereka juga masih diam hingga beberapa saat setelah itu. Namun mereka telah mengarahkan mikrofon mereka ke arah Tania. Menunggu wanita itu berbicara untuk menanggapi apa yang telah Robi katakan.


Tania mengalihkan pandangannya dari Robi dan menyapu semua orang yang ada di tempat itu. Menyunggingkan bibirnya seperti mencemooh dirinya sendiri sebelum meraih mikrofon salah satu wartawan yang paling dekat dengan nya sebelum berbicara dengan jelas, yang tidak kurang tegas dari ucapan Robi.


"Oke. Karena tuan dan nyonya Robi telah memutuskan hubungan nya dengan saya, saya yang memang hanyalah anak angkat hanya bisa menerima. Namun saya sadar jika selama saya hidup dan tinggal di rumah kalian, saya telah mendapatkan banyak manfaat dari keluarga kalian. Untuk itu, saya mengucapkan ribuan terima kasih." Tania membungkukkan tubuhnya. Menghadap Tari dan Robi bergantian.


"Setelah itu, saya juga memohon maaf atas semua masalah yang telah saya timbulkan." Sekali lagi, Tania membungkukkan badannya kepada mereka.


"Dan untuk yang terakhir, saya, Tania, mulai hari ini juga tidak akan ada hubungannya dengan keluarga Wiratmaja. Jadi jika ada sesuatu di masa depan mengenai saya, tolong jangan merepotkan keluarga Wiratmaja karena kamu telah berpisah." Mengucapkan Kata-kata ini, Tania menghadap para wartawan.


"Sebelumnya, keadaan perusahaan Wiratmaja sedang dalam masalah. Meskipun masalah itu tidak sepenuhnya disebabkan oleh saya, saya masih akan membantu untuk menyelesaikan masalah perusahaan itu. Ini adalah dokumen yang telah saya dapatkan untuk membantu memulihkan kondisi perusahaan yang telah saya akibatkan. Semoga dengan ini, hutang antara saya dan keluarga Wiratmaja bisa dianggap impas." Tania menyerahkan dokumen yang sejak tadi dia bawa ke depan Robi. Tetapi Robi seperti dalam keadaan linglung. Bagaiman Tania mengetahui nya? Kondisi perusahaan memang sudah memburuk sejak awal. Tetapi memang menjadi lebih buruk dengan gosip yang menimpa Tania, jadi Robi hanya berpikir untuk memanfaatkan kondisi ini untuk membuat Tania secara langsung dsn tidak langsung membantu mengatasi kondisi perusahaan yang memburuk.


Tari tentu saja mendengar setiap kalimat Tania. Dan dia juga mengerti apa yang dimaksud oleh putrinya itu. Tari memamg tidak mengerti sama sekali masalah perusahaan, tetapi tidak berrti Tania juga tidak mengerrti. Tania memang sejak muda sangat pandai dalam berbisnis. Itulah sebabnya Robi awalnya tidak mengizinkan Tania membuka butiknya sendiri dan membiarkan Tania bekerja di perusahaan. Sekarang, jika Tania mengatakan hal itu, berarti Manang benar kondisi perusahaan sudah memburuk sejak awal. Secar otomatis, Tari menyadari apa yang terjadi pada saat ini. Suaminya dengan kejamnya menggunakan putri mereka demi memperbaiki kondisi perusahaan. Apakah ini adalah suami yang sejak puluhan tahun lalu ia hormati?


"Huh! Aku terkejut mengetahui jika kamu berhasil mendapatkan dokumen ini. Namun karena kamu sudah mengatakan jika dokumen ini sebagai balas budimu, aku juga tidak akan menolak. Setelah ini, di antara kamu dan keluarga Wiratmaja tidak akan ada hubungan apa-apa lagi." Jawab Robi acuh setelah ia membaca dokumen yang ditandatangani oleh Kevin.


"Oke. Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Terima kasih untuk semua ini." Setelah mengatakannya, Tania berbalik dan pergi dengan punggungnya yang tampan kesepian.


Tania yang tampak tegar di depan umum segera meruntuhkan dinding pertahanan nya setelah ia sampai di dalam mobil. Di atas kemudi, ia menangis tersedu-sedu.


"Tidak Tania. Kamu tidak boleh terpuruk seperti ini." Ucap Tania pada dirinya sendiri setelah ia menghapus air mata dari pipinya.

__ADS_1


"Tidak ada gunanya menangis di sini. Tidak ada gunanya menangisi orang-orang yang tidak ada hubungannya denganmu." Lanjut Tania menguatkan hatinya. Ya. Tania bertekad untuk kuat. Dia harus kuat untuk dirinya sendiri karena mulai hari ini, tidak akan ada lagi orang yang akan menjadi sandaran hatinya. Tidak akan ada pundak papa yang akan dia singgahi saat ia lelah. Tidak akan ada belaian hangat tangan mama yang akan menenangkannya. Tidak akan ada lagi...


Di lain tempat, suasana sibuk dan riuh. Telepon di meja resepsionis hampir tidak berhenti berbunyi. Komputer di depan Operator website juga tidak berhenti membunyikan notifikasi. Wajah-wajah bingung, khawatir serta putus asa terlihat di wjaah semua orang. Beberapa karyawan yang hanya duduk memperhatikan semuanya saling berbisik dan bergosip. Membicarakan nasib mereka di masa depan serta membicarakan tentang kejadian yang menimpa bos mereka.


"Kenapa kalian hanya diam saja di sini?" Gita yang baru saja keluar dari ruangannya di lantai dua melihat para karyawan Tans Boutique duduk santai di kursi tunggu dan juga tangga.


"Maaf Mbak. Tapi tidak ada pelanggan yang perlu kami layani." Jawab salah satu karyawan itu. Satu persatu mereka berdiri ketakutan. Gita adalah asisten pribadi Tania, keberadaannya bisa dianggap sama seperti Tania.


Gita mengedarkan pandangannya ke seluruh butik yang memang kosong dan menghela napas.


"Mbak Gita, kalau butik seperti ini terus, bagaimana nasib kita nanti?" Salah satu gadis pelayan itu bertanya dengan ragu. Pertanyaan ini agaknya mewakili pertanyaan semua orang. Mereka semua mulai menajamkan telinga begitu topik ini diangkat. Bagaimanapun, mereka hanyalah karyawan biasa yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jadi kelangsungan butik adalah hal yang paling mereka perhatikan.


"Kita tunggu instruksi dari Miss Tania dulu." Jawab Gita. Ia memandang jauh ke depan. Ia sendiri juga tidak yakin apa yang akan terjadi di masa depan dengan butik ini.


Sejak gosip miring mengenai Tania kemarin, butik yang biasanya ramai degan pelanggan berubah menjadi ramai oleh telepon pemberitahuan pembatalan pesanan. Para pelanggan satu persatu membatalkan pesanan mereka baik itu gaun pengantin maupun gaun pesta. Gita dan operator website sebenarnya juga telah membujuk agar para pelanggan ini membatalkan niat mereka untuk membatalkan pesanan mereka. Namun mereka masih tetap ingin meneruskan niat mereka. Mereka beralasan jika mereka tidak mau perselingkuhan mereka akan berdampak buruk pada pernikahan mereka jika mereka tetap menggunakan gaun yang didesain oleh Tania. Mereka takut karma...


Melihat para karyawan yang menganggur ini, Gita tidak bisa tidak menghela napas lagi.


"Kalau begitu kalian beres-beres saja. Lalu setelah itu kalian bisa pulang." Ucap Gita.


"Baik mbak." Semua karyawan mengangguk paham sebelum melakukan perintah Tania. Membereskan perkejaan mereka. Merapikan gaun, membersihkan lantai dan setelah itu, mereka pulang dengan berat hati. Termasuk pegawai resepsionis dan juga operator website yang juga telah menganggur.


"Miss, hari ini semua orang telah membatalkan pesanan mereka." Gita berkata setelah ia berhasil menghubungi Tania.


"Yah... Bagiamana pun, aku sudah menduganya." Jawab Tania menghela napas.


"Miss, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Gita khawatir.

__ADS_1


"Ya. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya."


"Miss, saya yakin semua akan baik-baik saja. Miss tidak boleh putus asa ya. Jika ada sesuatu yang bisa saya bantu, Miss Tania bisa langsung bicara pada saya." Gita berusaha menghibur Tania.


"Ha-ha-ha-ha. Tidak apa-apa Gita. Aku tahu. Aku tidak selemah itu." Tania terkekeh mendengar kekawatiran Gita.


"Git, aku akan...."


*


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_43🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya...


...***...


...Salam sayang 😘...

__ADS_1


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2