Belenggu Cinta Mantan Suami

Belenggu Cinta Mantan Suami
Bab 97. Menjadi Model Profesional


__ADS_3

Keesokan harinya, baik Tania dan Kevin telah memakai pakaian yang akan mereka promosikan ketika mereka berangkat ke kantor, tidak seperti terakhir kali saat Kevin mengacau dengan sengaja berpakaian yang tidak rapi dan membuat rencana gagal dan Tania bahkan pergi ke Italia, Kevin berpakaian dengan sangat rapi. Laki-laki itu bahkan sengaja menatap penampilannya agar terlihat lebih baik. Dia tidak mau kejadian di masa lalu terulang. Jika dulu Tania akan membantunya memperbaiki penampilan nya, dia memiliki firasat jika dia melakukannya sekali lagi Tania tidak akan pernah membantunya lagi. Dengan begitu, bukankah dia sendiri yang akan malu?


Secara kebetulan, Tania dan Kevin tiba di perusahaan dalam waktu yang bersamaan. Keduanya telah menjadi pusat perhatian meskipun sebenarnya mereka saling berjauhan. Melihat penampilan keduanya, tidak ada yang tidak akan setuju jika memang Tania dan Kevin adalah pasangan yang sangat serasi. Semua orang yakin jika Tania dan Kevin yang menjadi modelnya, pakaian mereka pasti akan laris manis di pasaran. Mereka juga bertekad jika mereka akan memiliki sepasang untuk mereka sendiri.


Kevin tampan dengan tubuh tinggi yang proposional. Akan sulit menemukan model wanita yang akan cocok disandingkan dengannya. Namun mereka bergitu terkejut saat melihat kombinasi Kevin dan Tania. Meskipun Tania tidak bisa dianggap tinggi dan hanya mencapai pundak Kevin, anehnya melihat mereka berdua, keduanya terlihat serasi satu sama lainnya. Dan tim pemasaran tiba-tiba memiliki ide yang menarik untuk mempromosikan produk pakaian Couple ini.


Bukan hanya para karyawan yang diam-diam melihat Kevin dan Tania dari waktu ke waktu. Namun seseorang yang juga baru datang melihat keduanya. Tetapi berbeda dengan para karyawan ini yang melihatnya dengan takjub, Khanza melihatnya dengan penuh kebencian. Seharusnya yang berada di tempat itu adalah dirinya. Jadi tidak akan ada wanita selain dirinya yang akan disandingkan dengan Kevin dengan cara apapun.


"Nona Khanza, lihatlah wajah Miss Angela yang sombong itu. Bukankah dia terlihat menjengkelkan?" Sinta melihat Khanza diam mengepalkan tangannya dan mendekatinya. Khanza mendengar suara Sinta dan segera menoleh. Setelah ia sampai di Kev Fashion, bisa dibilang jika Sinta lah yang paling banyak memberikan informasi padanya.


"Apakah kamu punya ide untuk menggagalkan nya?" Tanya Khanza mengerutkan alisnya.


"Mmm. Saya ada. Tapi apakah nona Khanza akan setuju sebab masalah ini bisa berpengaruh pada perusahaan?" Sinta bertanya serius.


"Katakan saja." Jawab Khanza tidak sabar.


Melihat Khanza yang tidak sabar, Sinta segera maju dan membisikkan rencananya pada Khanza. Khanza tampak terkejut saat mendengar rencana yang dibisikkan Sinta padanya.


"Ini..... Ini sangat berbahaya. Bagaimana jika ketahuan?" Khanza bertanya dengan cemas.


"Tidak akan. Selama kita menemukan orang yang akan mau melakukannya dan memintanya untuk pergi sejauh-jauhnya dari sini, tidak akan pernah ada yang akan mengira jika kita terlibat." Sinta menjawab dengan yakin.


"Oke. Kalau begitu masalah ini aku serahkan padamu. Jika nanti berhasil, aku akan memberimu hadiah besar." Ucap Khanza setelah berpikir beberapa saat.


"Anda tenang saja nona. Saya juga tidak suka dengan sikap sok Miss Angela. Jika bukan dia yang keganjenan, tuan Kevin pasti juga tidak akan mau dengannya." Semakin Sinta berbicara, semakin kesal Khanza dibuatnya karena dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Tidak perlu banyak bicara. Lakukan sesuai dengan apa yang kamu katakan. Ingat, aku tidak akan menerima kegagalan. Jika kamu gagal, kamu juga tidak bisa menyebut namaku. Jika tidak, aku akan pastikan hidupmu tidak akan tenang." Khanza melirik Sinta kejam. Ia tidak lupa memberikan ancaman.


Melihat Khanza yang kejam, Sinta hampir tidak dapat menahan keseimbangan dan mundur ke belakang. Ia tidak menyangka jika wanita yang terlihat baik dan manis di luar bisa memiliki wajah yang begitu kejam.


"Baik nona. Nona Khanza tenang saja. Saya pasti akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik." Setelah dapat mengendalikan dirinya, Sinta berkata dengan cepat.


"Huh!" Khanza mendengus sebelum ia berjalan dengan cepat mendahului Sinta masuk ke dalam perusahaan.


Sinta segera menghela napas lega saat ia melihat Khanza sudah menjauh. "Mungkinkah aku mengambil langkah yang salah?" Gumam Sinta saat melihat punggung Khanza yang semakin jauh.


"Tidak. Aku tidak boleh menyesal saat ini. Aku telah memilih pilihanku. Dan aku telah memilih untuk berada di pihak Nona Khanza. Aku tidak boleh mundur untuk saat ini. Aku harus maju dan membantu nona Khanza sampai puncak." Sinta mengepal kan tangannya untuk kembali menguatkan tekadnya.


***


Rapat para petinggi perusahaan akan segera dimulai. Hampir semu kursi di ruangan itu sudah ditempati. Di depan masing-masing orang, beberapa lapiran dari masing-masing managemen disiapkan sebagai referensi. Semua orang langsung khusyuk pada berkas milik mereka. Mempelajari berkas itu dengan serius.


Kepala bagian pemasaran membicarakan masalah pemasaran yang berkaitan dengan tugas Tania dan Kevin di rapat nantinya. Meskipun hari ini mereka hanya menunjukan nya pada petinggi perusahaan, ke depannya mereka harus tetap menjadi rekan kerja yang harus bekerja sama.


Konsep yang dipilih oleh bagian pemasaran untuk pakaian Couple adalah pasangan yang manis. Apalagi pakaian itu memang sesuai dengan tema. Dengan Kevin dan Tania yang menjadi modelnya, kombinasi ini sangat memukau. Dengan sisi wanita yang imut dan pria yang mendominasi. Apalagi trend seperti itu sedang viral. Pakaian yang mereka promosikan pasti laku keras di pasaran.


Sesuai dengan tema, Mereka harus menampilkan citra mereka sebagi pasangan yang bucin. Wanita muda yang manis namun tidak manja dengan pasangannya yang mendominasi, protektif dan misterius. Untuk Kevin, bersikap seperti itu tidak lah sudah karena itu memang sifat aslinya. Begitu juga dengan Tania. Jadi setelah beberapa kali penyesuaian, Kepala bagian pemasaran puas dan mengacungkan jempolnya pada mereka.


"Ah! Ekspresi seperti inilah yang kita butuhkan. Tuan, Miss, tolong pertahankan ekspresi seperti ini nanti." Ucap Kepala bagian pemasaran tersenyum puas melihat Tania dan Kevin.


"Tuan, sudah hampir waktunya. Rapat akan dimulai lima menit lagi." Ucap Danil mengingatkan waktu.

__ADS_1


"Baik. Kita pergi sekarang." Ucap Kevin tegas.


Tania hendak melepaskan tangannya yang menggamit lengan Kevin yang kokoh. Namun segera ditahan oleh Kevin disertai dengan memelototi Tania.


"Diam. Kamu tidak dengar kita harus mempertahankannya seperti ini?" Tidak melapaskan tangan Tania, Kevin justru semakin mempererat tangan Tania yang menggamit lengannya. Ia memeluk tangan Tania dengan rapat.


Tania yang melihat pelototan mata Kevin padanya memutar bola matanya jengah. Sudahlah. Lagipula memang mereka harus seperti itu. Jadi biarkanlah mendapatkan apa yang dia inginkan.


*


*


*


...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_97🍁...


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Like, VOTE, rate dan komentar nya Author tunggu...🤗...


...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...


...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...


...***...

__ADS_1


...Salam sayang 😘...


...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...


__ADS_2