
Di tempat lain, saat Kevin dan Tania sedang dibakar gai-rah, Khanza dibakar amarah. Hari ini ia tidak sengaja melihat Tania dan Kevin yang keluar dari lift dengan Kaisar dan Kaylee. Khanza sangat terkejut melihat mereka. Apalagi setelah ia melihat wajah kedua anak itu yang sangat mirip dengan Kevin. Khanza yakin jika kedua anak yang sedang digendong oleh Tania dan Kevin adalah anak mereka. Ia tahu bahwa hubungan mereka di masa lalu sudah sampai pada tahap itu. Jadi anak-anak itu pasti benih Kevin yang dibawa pergi oleh Tania tahun itu.
Dengan adanya Tania sendiri saja sudah membuatnya kesulitan untuk mendapatkan perhatian Kevin. Jika anak-anak itu ada, jalannya pasti akan semakin sulit di masa depan. Tetapi anak-anak itu adalah anak kandung Kevin. Ia tidak bisa menargetkan mereka. Jika Kevin tahu, dia tidak akan selamat. Tetapi jika hanya Tania, Kevin mungkin akan melupakannya.
"Kamu sudah sampai dimana?" Tanya Khanza marah pada seseorang melalui sambungan telepon.
"Tunggu sebentar lagi. Kamu kira mudah mendapatkan barang ini? Aku masih harus mengambilnya dari orang di tempat lain."
"Aku tidak peduli. Yang penting kamu cepat datang."
"Iya. Sekitar sepuluh menit lagi aku sampai. Kamu siapkan uangnya. Setelah aku dapat uangnya, aku serahkan barangnya dan pergi.
"Kamu tenang saja. Semuanya sudah aku persiapkan dengan baik." Khanza menepuk amplop berwarna coklat yang tebal di tangannya sebelum mematikan telepon.
"Kamu akan ma-ti kali ini Tania. Jika kamu ma-ti, baik Kevin maupun anak-anak itu semuanya akan menjadi milikku." Gumam Khanza dengan kejam. Matanya memancarkan aura membunuh yang kental.
Keesokan harinya, Tania bangun dengan panik. Mengingat jika semalam ia tidur dengan Kevin, ia segera meraba tempat di sampingnya dan menghela napas lega setelah melihat jika tempat itu kosong. "Untung saja Kevin menepati kata-katanya."
Lalu Tania segera bangun dan membelit tubuhnya dengan selimut saat ia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah ia selesai dengan urusannya di kamar, Tania keluar. Masih ada anak-anak untuk diberi makan. Semalam, makanan yang dibaw Kevin juga masih cukup banyak untuk sarapan. Dia berencana memanaskannya.
Saat Tania membuka pintu kamar, ia mendengar suara anak-anaknya yang sedang berbicara dengan seseorang. Dengan siapa mereka berbicara begitu riang pagi-pagi sekali? Apa mungkin Xia Xi Lin sudah datang? Semalam ia memberitahu Xia Xi Lin untuk datang ke apartemen nya menjemput Kaisar dan Kaylee. Ia masih harus bekerja beberapa hari ini. Jadi dia ingin gadis itu membantu menjaga mereka sementara dia bekerja.
Karena penasaran, Tania segera bergegas pergi ke dapur karena mendengar asal suara mereka yang berasal dari dapur.
Kaisar dan Kaylee duduk di kursi meja makan. Di atas meja, sisa makanan semalam sudah tersaji di atas meja makan. Lalu di dapur, ia melihat Kevin dengan memakai celemek di tubuhnya membawa nampan berisi dua mangkuk makanan yang mengepulkan uap panas. Aroma ruang makan yang harum membuat perut Tania keroncongan. Tapi Kevin? Laki-laki itu ternyata. Tidak pulang dan masih di sini? Apa rencana pria itu?
__ADS_1
"Eh kamu sudah bangun. Aku sudah memanaskan makanannya. Jadi ayo duduk dan sarapan." Ucap Kevin yang melihat Tania pertama.
"Mami, paman tampan sangat baik ya? Dia datang pagi-pagi sekali dan bahkan membawakan kita makanan. Paman bilang samalam paman dan mami lembur sampai malam."
"Uhuk uhuk uhuk." Tania terbatuk mendengar ucapan Kaylee. Alasan macam apa yang dikatakan Kevin pada anak-anak nya?
"Diam saja bisa tersedak. Apa kamu masih anak kecil?" Kevin menghampiri Tania dan memberinya segelas air putih. Tania memicingkan matanya menatap Kevin dengan kesal. Memangnya siapa yang akan memberi alasan seperti itu pada anak-anak mereka? Membuat orang salah paham saja.
"Mami, apa mami baik-baik saja?" Tanya Kaisar dengan cemas. Ia memandang Tania khawatir. Sedangkan Kaylee yang ada di sampingnya juga sedang melihatnya cemas. Mengedipkan kedua matanya yang bulat dengan rasa ingin tahu.
"Tidak apa-apa sayang. Mami tidak apa-apa." Tania menghampiri keduanya setelah melewati Kevin sambil mendengus.
"Baguslah kalau tidak apa-apa. Karena mami tidak apa-apa, bisakah kita makan sekarang? Aroma makanan ini sangat lezat." Ucap Kaylee membuat bibir Tania berkedut. Sebenarnya inilah alasan terbesar Kaylee.
"Tentu saja. Mari makan. Jangan sia-siakan makanan yang dibawakan oleh paman Kevin untuk kita." Tania mulai mengisi piring Kaylee dengan makanan. Nasi yang hangat dan juga lauk. Tania mengerutkan alisnya. Beberapa makanan ini tidak sama dengan yang semalam mereka makan. Tania melirik Kevin yang mengangkat dagunya sambil tersenyum. Kevin memang meminta Danil untuk datang dan membawakan mereka makanan lagi pagi ini. Makanan sisa semalam juga sudah ia panaskan dan ikut disajikan.
"Kalau begitu makan yang banyak." Tania memberikan piring Kaylee padanya. Lalu ganti mengambil piring Kaisar dan mengisinya dengan nasi dan lauk. Selera kedua anak ini berbeda. Jadi lauk untuk mereka juga berbeda. Kaylee sama sekali tidak menyukai pedas, sedangkan Kaisar suka makanan yang cukup pedas.
"Ini piringmu Kai, makan yang banyak ya." Tania memberikan piring Kaisar padanya. Lalu mengelus rambut putranya yang halus.
"Terima kasih banyak mami." Kaisar berterima kasih setelah menerima piringnya. Lalu mulai makan makanan yang diberikan Tania padanya.
"Sama-sama." Tania tersenyum. Mengambil piringnya sendiri dan mengisinya dengan nasi dan lauk. Setelah mengambil makanan untuk dirinya sendiri, Tania duduk dan mulai makan.
"Tania, apa boleh aku meminta tolong mengambilkan makanan untukku?" Kevin memasang wajah sedihnya. Ia terlihat sangat menyedihkan. Tania menatapnya dan mengerutkan keningnya. Apa lagi yang ingin dilakukan laki-laki ini?
"..." Tania mengacuhkannya dan meneruskan kembali makan.
__ADS_1
Kevin tidak kehilangan akal. Ia menatap Kaylee yang makan dengan nikmat di kursinya. Ia melihat jika gadis cilik itu sedang memperhatikannya.
"Mami, kasihan paman. Dia pasti lelah. Semalam sudah lembur bersama mami. Pagi ini masih menyiapkan makanan untuk kita. Jadi..."
"Baiklah baiklah. Sini piringmu." Tania merengut. Mengambil piring Kevin yang ada di depan laki-laki itu. Lalu mengisinya dengan makanan yang semuanya merupakan makanan yang tidak disukai oleh Kevin, namun disukainya. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Kevin.
Kevin melihat pilihan menu yang dipilihkan Tania untuknya. Ia tahu jika Tania pasti ingin membalasnya kan? Namun karena Tania yang ingin bermain dengannya, ia akan menemaninya baik-baik.
*
*
*
...🍁Belenggu Cinta Mantan Suami_133🍁...
...kasih sudah mampir 😘...
...Like, VOTE, rate dan komentar nya tunggu...🤗...
...Mohon maaf jika menemukan banyak-banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏...
...Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya️...
...***...
...Salam sayang 😘...
__ADS_1
...❤❤❤Queen_OK❤❤❤...