
"Pak, tadi yang nyari bapak?" kata wanita muda setelah mencium punggung tangan laki laki umur 50 an.
"Nyari aku, ada apa?" tanya sang bapak itu manatap wajah wanita muda Dihadapannya.
"Entah! Katanya penting, tapi mereka tidak bicara apa apa lagi," kata wanita muda itu.
"Siapa mereka pak, apa bapak mengenalnya, tapi salah satu mereka mengatakan kalau ia adalah Amanda."
Wajah laki laki itu terlihat shock mendengar nama Amanda, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruangan itu. Matanya terlihat sayu sekali, ada Helaan nafas panjang.
"Bapak kenal?" tanya wanita itu.
Sebelum menjawab laki laki itu hanya menghela nafas panjang.
"Wanita itu sebenarnya ibu kamu. Maafkan bapak," ujar laki laki itu sendu.
Wanita muda itu hanya bengong mendengar penuturan bapaknya. Ia tidak menyangka wanita yang kemarin diajaknya ngobrol adalah ibu kandungnya. Ia terduduk lemas sekali, tidak menyangka kalau wanita itu adalah ibu yang ia cari selama ini.
Laki laki itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan lanhsung merangkul putrinya. Kelebatan bayangan terlihat jelas saat Amanda melahirkan ia berada di tempat persalinan, Amanda melahirkan bayi perempuan tapi ia mengubah identitas bayi itu. Bayi yang di lahirkan Amanda ia bawa menjauh dari ibunya, dan sampai sekarang Senja nama nya belum pernah bertemu dengan ibu kandungnya.
Apalagi saat ia mendengar Amanda menikah lagi dengan laki laki lain, dan ia juga mendengar kalau dari pernikahan Amanda mendapatkan dua anak. Satu perempuan dan satu laki laki, ia akhirnya bergegas menuju Ningsih istrinya tapi Ningsing telah punya anak dua, perempuan semuanya.
Akhirnya Surya mengurus Senja sendirian saja. ia mengunakan harta warisan untuk mengurus Senja. Ya ia ingin sekali mengurus Senja seorang diri saja tapi ada wanita lain yang ia suka yaitu ibunya Vian tapi ibu Vian malah meninggalkan dirinya.
Ibu Vian telah mengurus Senja selama 2 tahun, laki laki itu hanya menghela nafas mengingat semuanya. Ia merasa di hianati oleh Ningsih. Sedangkan ia belum menceraikan Ningsih secara negara, dan ia juga meninggalakan Ningsih saat ia tahu Ningsih telah hamil anak orang lain.
__ADS_1
kilas balik
Di klinik bersalin Surya mendengar teriakan Amanda yang menyilet. Ia tidak lanhsung masuk ruangan bersalin saat Amanda berusaha berjuang mengakibatkan bayi nya dalam rahim.
Surya melihat wajah Amanda sangat pucat sekali, kerena beberapa kali Amanda mengejan dengan kekuatan penuh tapi bayinya belum keluar juga, Surya hampir putus asa menunggu Amanda yang merangsang nyawa.
Mungkin satu jam Surya menunggunya, bayi yang dilahirkan Amanda lahir dengan selamat. Amanda pingsan hampir nyawanya melayang, tapi dokter lebih banyak menangani Amanda sampai.lupa.pada bayi yang dilahirkan Amanda.
Bayi itu hanya di letakan begitu saja, tanpa pengawasan untung tali Ari Ari bayi itu telah digunting dan masih disamping bayinya. Amanda di rawat sedangkan bayi itu menangis kedinginan. Surya masuk dsn langsung membawa bayi itu dalam pelukannya, Amanda yang telah siuman menanyakan bayinya.
Bidan yang ada di klinik itu baru sadar, ia mencari bayi itu tapi bayi kecil itu raib tanpa sisa, hanya tali Ari Ari saja yang ada disana.
Mendengar bayinya menghilang Amanda kejar menangis histeris, dan ia beberapa kali pingsan.
Surya langsung menuju rumahnya, disana ia mengurus Senja nama yang ia berikan pada bayi dilahirkan Amanda. Ia melakukan penculikan pada bayinya kerena Amanda mengancam akan menggugat cerai setelah Amanda melahirkan Surya tidak terima kalau ia dipisahkan dengan anak yang ia rindukan kedatangannya.
Hatinya terluka tahu kalau Ningsih telah menikah kembali dan kini akan punya anak. Ia tidak meneruskan menemui Ningsih, ia balik lagi ke rumahnya. Dan sampai sekarang Surya dan Senja hidup berdua apalagi saat Surya tahu kalau Amanda juga telah dikarunia anak dari laki laki lain, ia tidak mau menganggu kebahagiaan mereka.
balik ke masa sekarang
Surya hanya termenung saat mendengar senja memberitahukan kalau yang datang salah satunya Amanda, Surya hanya bisa terdiam sejenak hatinya terguncang. Mendengar penuturan senja.
Ya sekarang ia lebih baik diam dengan putrinya biarpun semua orang menganggap putrinya itu istrinya. Semua orang mengenal Surya dan Senja sebagai suami istri, mereka sebenarnya sudah menjelaskan tapi masyarakat disana menuduh mereka selingkuh. Tapi setelah mereka tahu kalau Surya adalah orang nomor satu mereka hanya tutup mulut dan telinga.
Surya ada direktur perusahaan A yang berada di daerah Banten. Dan Senja juga seorang wanita karir yang hebat dan telaten. Senja pernah menikah, tapi sang suami itu telah meninggal dunia, meninggalakan seorang anak berumur 5 tahun. Dan anak itu oleh masyarakat di sekitar nya dianggap anak Surya.
__ADS_1
Masalahnya waktu mereka tinggal di tempat yang sekarang Senja dalam keadaan hamil 4 bulan, dan masyarakat itu tidak tahu kalau Senja sudah punya suami tapi meninggal.
"Pak, bapak kenapa? tanya Senja menatap wajah Surya.
"Amanda itu ibu kamu sayang," suara Surya gemetar menyebutkan nama Amanda.
"Apa, jadi itu mama Senja?" tanya Senja histeris.
Ia tidak menyangka kalau wanita yang k Marin ke rumahnya adalah ibunya, kalau saja ia tahu itu ibunya mungkin saja ia bakal memeluk tubuh ibunya.
"Tapi pak, ada juga wanita yang sebaya dengan Senja tapi wajahnya mirip bapak, siapa dia jangan jangan adik senja." spontan Senja menceritakan Rani pada Surya.
"Ayah hanya punya kamu dan Vian saja sayang nggak ada wanita lain yang bapak nikahi selain Amanda dan almarhum." kata Surya termenung.
"Bapak pernah cerita kalau bapak pernah menikah dengan wanita lain, bapak selingkuh dengan wanita itu!" brondong Senja.
"Ningsih! Nggak mungkin kalau Ningsih punya anak dari bapak, bapak m meninggalkan dirinya terlalu lama." Dengus Surya jujur.
"Tapi wajahnya mirip bapak," lirih Senja.
Surya langsung merangkul tubuh putrinya dengan erat sekali. Sebenarnya Vian juga pernah cerita kalau ada anak lain dari wanita yang ia nikahi. Tapi Surya hanya mengelengkan kepalanya, tiba tiba ia ingat wanita yang pernah menolong dirinya. Tapi Surya menepiskan perasannya.
"Pak, jangan jangan dia adik Senja pak. Senja bakal cari dirinya pak." Raung Senja.
Sudah sejak lama ia ingin punya adik, dengan Vian ia hanya mendengar namanya belum pernah bertemu sama sekali. Kalau ia misal punya adik ingin rasanya ia mengenal adiknya.
__ADS_1
Surya hanya terdiam tidak bergeming sama sekali.*