
Rina pergi tanpa sepengetahuan ibu dan suaminya meninggalkan rumah menuju sebuah kota propinsi yaitu Serang Banten.
Ia juga merasa heran kenapa ia begitu menurutnya pada Santi ibu mertuanya, ya ibu mertuanya malah menyuruh dirinya mencari sebuah alamat yang telah ada di dalam tasnya. Seharusnya yang mencari alamat itu adalah Rani bukan dirinya, dirinya bukan siapa siapa laki laki yang akan ia cari sebenarnya.
"Ibu percaya kamu bisa tahu alamat ini, kerena kamu pernah di Serang,kan?"
"Kenapa harus aku Bu, kenapa nggak Rina saja," protes Rina waktu ia akan berangkat.
"Rani sedang hamil, wanita hamil nggak boleh jalan jalan jauh takut terjadi apa apa," Santi memberikan alasan pada Rina.
DEG!
Hati Rina berdetak keras seketika juga mendengar kata kata Santi pada Rani, tiba tiba terbesit rasa iri pada Rani, semua nya gara gara Rey suaminya sih!
'Kenapa kehamilan menjadikan alasan ibu untuk cari alamat itu? Rani yang butuh aku yang dikorbankan?":bisik Rina mendengus agak kesal.
"Kamu jangan bilang ke Rey dan mama kamu, lebih baik sekarang pergi. Bawa mobil ibu," kata Santi sambil memberikan mobilnya pada Rani.
Rina sebenarnya merasa kesal, atas kata kata Santi tentang dirinya. Ya memang ia tahu Selak belum Serang keren abis pernah lama di sana.
Dulu ia pernah belajar di komunitas menulis di Komplek Rumah Dunia. Ia lakukan itu hanya ingin menenangkan pikiran masalah keluarganya yang menurut dirinya semakin rumit, rencana pernikahan Rani semakin dekat..Santi malah kekeh mau menikahkan Rey dengan Rani, sedangkan ayah Rani juga belum diketemukan sama sekali.
"Sabar!" ujar Adinda.
"Udah kamu jangan bilang sabar sabar saja, kita ke Ramayana yuk!" ajak Rina agak kesal saat Adinda bilang sabar.
Rina tidak menduga harus bertemu dengan Adinda di Komunitas itu, ia sama sekali tidak menghubungi Adinda malah mereka bertemu di sana. Sebenarnya Rina ingin sekali tidak pernah bertemu dengan orang yang dikenal olehnya tapi kenyataannya malah sebaliknya..
Adinda yang tahu Rina tidak baik baik saja hanya bisa menggelengkan kepala, akhirnya mau tidak mau ia mengikuti keinginan Rina..Ya Rina seperti lepas kendali sejak peristiwa yang menimpah keluarganya , tantang kakak dan ayah sambungnya..
Mobil yang dikendarai Rina lanhsung meluncur kearah gang Kubil, ia mengambil jalan Bhayangkara menuju sebelah kiri, Adinda awalnya mau protes tapi tidak jadi.
__ADS_1
'Seharusnya belok kanan, kok ini kiri?"bisik Adinda tapi ia kenapa kiri.
Tidak tahunya Rina mengambil arah ke Ci pojok Jaya, kalau ke Ci Pojok lurus Rina mengambil arah ke kanan ke Warung pojok melewati Ci Pondoh 1 lurus. Adinda hanya geleng gelang kepala saja melihat Rina dengan lihay tahu jalan Serang.
Akhirnya Rani belok kiri menuju Kebon jahe menuju benggala. Mobil yang ditumpangi Rina hanya berjalan sedang sekali, apalagi jalan penuh dengan hilir-mudik kendaraan yang sedang lewat.
Adinda menyangka kalau Rina bakal ke Ramayana serang tidak tahunya ia membawa dirinya ke Ramayana Cilegon.
"Kamu apa apa sih! perjalanan yang sia sia," protes Adinda saat mereka.telah sampai di depan Ramayana..
"Kalau kamu.nggak suka lebih baik balik sendiri saja," Dengus Rina lanhsung masuk ke Ramayana.
Adinda mengikuti Rina masuk Ramayana, ia sebenarnya ia khawatir pada Rina makanya ia mengikuti rina.kemana pun juga, bukannya ia takut kalau terjadi apa apa ia hanya bisa menyesali kebodohannya sendiri.
"Rin, lebih baik kita makan siangnya di kaki.lima saja," ketus Adinda.
Tapi terlambat pelayan sudah tiba menanyakan makanan apa yang akan dipesan oleh kedua pengunjung itu. Adinda hanya mendesah, Rina juga tidak menjawab kata kata Adinda.
Ketika semua makan telah berada di atas meja semuanya, ada ikan bakar, ayam bakar, udah bakar, cumi bakar, dll.
"Kalau kamu kesal jangan lari ke makanan nggak bagus buat kesabaran," nasehat Adinda.
"Udah, di makan aja sih. Jadi kamu ribet," ketus Rina.
Wanita itu dengan lahapnya makan makanan yang ada di meja makan, Adinda hanya bisa menarik nafas dalam dalam melihat Rian seperti itu. Adinda akhirnya makan juga kerena perutnya lapar tapi sebelum itu ia membaca doa makan.
"Aku kesal sama mertuaku, masa dalam keadaan genting seperti ini memaksa Rey menikah dengan Rani, seharusnya kan menyuruh aku hamil saja," kata Rina sambil.menghabiskan bakar cumi yang masih sisa.
"Brengsek juga sih mertua kerena ingin anak malah ingin menikahkan Rey dengan wanita lain kerena wanita lain sudah hamil," Dengus Rina kesal.
"Nggak adil banget hidup, aku yang nggak disentuh malah aku yang disalahkan,"
__ADS_1
Adinda hanya diam saja, cerita itu telah di ceritakan oleh Riri, ia tidak menduga sama sekali kalau Rina dsn Rani adalah sahabat dirinya.
"Trus rencana kamu bagaimana?" tanya Adinda.
Ia menhan dirinya untuk memberikan nasehat ta la rina minta, takut Rina bakal marah dsn meninggalakan dirinya di tempat itu. Bukan keren ia takut tidak diajak oleh Rina tapi Adinda nyakin Rina butuh seorang sahabat.
Kalau masalah pulang ia bisa pulang sendirian, apalagi ini masih daerah Banten. Bukan luar negeri.
"Aku malah sama mertua disuruh nyari ayah Surya. Seharusnya Rani ya yang nyari bukan aku," Rina menghela nafas kesal.
"Kalau kamu nggak ikhlas lebih baik lupakan saja, kamu jangan maksa hatimu untuk ikhlas," sela Adinda.
"Aku bukannya nggak ikhlas,.." protes Rina kesal.
"Dia yang butuh wali, aku yang susah nyarinya. Cuma mertua nyerahin ini," tunjuk Rina sambil memperlihatkan alamat yang dicari oleh Rina.
"Kamu mau begitu saja? Berarti kamu mengizinkan Rey menikah dengan wanita lain dong!" seru Adinda melonggo.
"Kamu mau diduakan sama Rey?" lanjut Adinda heran.
Rina diam saja mendengar apa yang diucapkan oleh Adinda, apa yang dikatakan Adinda benar juga. 'Goblog juga aku ya,' bisik Rina mengerti kekeliruan dirinya.
"Kamu mau lanjutkan ini?" tanya Adinda mwngelangkan kepala.
"Entahlah, mama dan Rey juga nggak tahu aku pergi," celetuk Rina.
Adinda hanya mengelengkan kepala saja mendengar kepolosan Rina, mau disuruh oleh mertuanya, dan ia juga mentang kalau Rey menikah lagi. Menurut Adinda kalau memang rina tidak mengizinkan Rey menikah lagi kenapa Rani mau disuruh mencari alamat yang diberikan oleh mertuanya.
Dan Adinda merasa heran kenapa Santi kekeh sekali menginginkan Rani menikah dengan Rey sedangkan?'ada yang tidak beres.' bisik Adinda dalam hati.
Adinda langsung melihat alamat yang disimpan di meja oleh Rina. Komplek Taman Ciruas Permai Blok K 8 nomor 40, wajah nya seperti memikirkan sebuah alamat yang dibaca oleh dirinya sendiri. Ia merasa mengenal alamat itu?*
__ADS_1