BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Akhirnya 1


__ADS_3

"Ya biarpun aku masih menyimpan rasa sayangku, tapi aku nyakin kalau Dio orang yang tepat mencintaimu. Maafkan aku ya keren aku telah merusak masa depanmu dengan anak yang kau kandung dan lahirkan," lanjut Rey.


Rani hanya menghela nafas panjang mendengar kata kata Rey pada dirinya. Orang orang disana juga hanya diam saja tidak ada yang berkomentar sama sekali. Merekam yang mendengarkan semuanya hanya terpaku atas pengungkapan dari Rey.


Dio dan Rina yang masih ada di tempat itu juga hanya terpaku, diam saja. Mereka tidak menyangka kalau Rey yang akan melakukan itu dihadapan semua orang.


"Rey! Apa yang kau katakan aku juga sama, aku masih mencintaimu tapi aku sadar Allah tidak merestui kita. Banyak rintangan yang aku hadapi bersama kamu, aku ikhlas kau menikah dengan wanita pilihan ibumu. Maafkan aku, kerena sempat berharap yang lebih terhadapmu," Rani mengungkapkan apa yang ia rasakan.


Kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut Rani, Rey yang mendengarkan itu hanya mengigit bibir bagian bawah. Ia menghela nafas panjang, ada kerinduan yang tidak diungkapkan. Rani menatap wajah Rey dengan tajamnya, begitu juga dengan Rey..


"Ran, ungkapkan apa yang perlu diungkapkan pada Dio, keputusan berada di kamu sekarang. Aku hanya minta maaf kerena tidak bisa menjadi suami kamu," ucap Rey tersenyum


"Rey!" panggil Rani dasar matanya melihat Rey meninggalakan dirinya.


Rey lanhsung membalikan tubuhnya, menatap wajah Rani..


"Maafkan aku ya, kerena aku bukan orang yang terbaik." kata Rani..


Rey langsung mengangguk dan tersenyum. Lalu ia menghampiri Rian yang sedang duduk di kursi melihat adegan suamianya dan Rani. Ia tidak menyangka adegan pertama harus di lakukan oleh Rey dan Rani dan mereka tidak mengunakan konsep meminta maaf atas kekeliruannya.


Setelah Rey berada disamping Rina, Dio langsung menghampiri Rani. Mereka terpaku beberapa saat, Rani yang ingin mengatakan sesuatu terasa kelu lidahnya apalagi melihat orang orang yang memandang dirinya.


"Ran, terimalah lamaran Dio." ujar seseorang yang tiba tiba datang menghampiri mereka berdua.


"Ayah!" ujar Rani menatap orang bersuara tadi.


Surya mengangguk. Ia tadi memaksa ingin melihat acara anaknya, akhirnya dengan berbagai insiden akhirnya Surya diizinkan datang ke rumah Amanda melihat lamaran yang dio.lakukan lada Rani.


Dua polisi juga mengantarkan Surya untuk menemui Ranty di rumah Amanda, kerena sebelum ke rumah Amanda meminta izin untuk menelpon Senja, dari Senja lah Surya tahu kalau hari ini Rani bakal mengatakan jawaban yang bakal ia berikan pada Dio.


Mendengar itu Surya bersyukur, dan ia mengatakan pada Senja, kalau ia sangat mengizinkan Dio menikah dengan putrinya.

__ADS_1


Mendengar pangkuan Surya Senja merasa terharu sekali, mendengarkan kata kata ayahnya.


Dan pagi itu dengan kesepakatan dirinya, Surya mengatakan pada Senja kalau ia bakal datang ke lamaran Dio, dan Senja jangan bilang bilang dulu pada Rani.


Senja yang mendengarkan hanya mengiyakan, dan pagi itu apa yang Surya katakan terbukti. Ia datang dengan dua polisi yang mengantarkannya ke rumah Amanda.


"Ayah telah menitipkan kamu pada Dio, jangan sia siakan Dio Ran, nggak ada laki laki seperti Dio yang mau mendampingi mu," getar Surya.


"Jangan pikirkan diri saja, tapi pikirkan Anindya, Anindya butuh sosok ayah," lanjut Surya.


Rani hanya diam saja mendengarkan apa yang Surya katakan.


"Ingat kamu punya bapak yang selalu menyanyangi kamu, sampai ayah pergi jauh. Ayah nyakin Dio bakal seperti bapakmu yang menyanyangi Anindya. Seperti bapak yang selalu sayang pada kamu,"


Surya mengatakan itu supaya Rani menerima Dio. Kerena ia nyakin kalau Dio bakal seperti Ilham yang begitu tulus mencintai Rani sampai Ilham tidak pernah mengungkapkan siapa Rani yang sebenarnya..


Seperti Ningsih yang menerima lamaran Ilham dan menikah dengan Ilham sampai Ilham menganggap Rani adalah putrinya.


Rani mengangguk mendengar apa yang dikatakan oleh Surya. Ya ia masih ingat bapak yang begitu sayang pada dirinya tanpa syarat apapun juga. Mendengarkan apa yang Surya bicarakan Rani diam, pikirannya ingat bapak.


Setelah Surya diam, dan ia meninggalakan tempat keduanya. Surya berdiri di sisi Senja dan menggenggam tangan putrinya dari Amanda.


Rani mendekati Dio yang masih berdiri dia hadapan orang orang yang melihatnya. Pandangan semua orang tertuju saat Rani mendekati Dio.


"Dio setelah aku pertimbangkan apa yang kau katakan, aku siap menjadi istrimu." lirih Rani.


Tapi suara lirih Rani masih terdengar oleh mereka yang hadir disana. Mendengarkan keputusan yang di berikan Rani lada Dio mereka bergembira sekali.


Dio yang jelas mendengar apa yang Rani katakan langsung bersujud diatas tanah, kerena merasa senang sekali, bisa mendapatkan wanita seperti Rani. Sedangkan Rey hanya mengusap cairan bening yang ada di matanya. Ia juga bersyukur kerena bisa melihat adik iparnya bisa diterima oleh wanita pujaannya di masa lalu.


"Ran, terimakasih!" teriak Dio gembira..

__ADS_1


Hampir saja ia memeluk tubuh Rani, tapi niat diurungkan begitu saja kerena ia sadar kalau Rani belum sah menjadi istrinya. Ia melabuhkan semuanya pada Surya.


Surya yang berada di hadapan Dio hanya tersenyum bahagia sekali, ia juga memeluk tubuh Dio dengan erat sekali.


"Ayah percaya kalau kamu mampu jaga Rani, sayangi dia ya Dio." Bisik lembut Surya di telinga Dio.


Dio hanya mengangguk dengan cepat," Ayah!" panggil nya dengan perasaan yang berkecamuk dalam hatinya..


"Ya, ayah merestuinya," ujar Surya lirih.


Surya melepaskan pelukan Dio, ia menatap wajah sang putri yang cantik terbingkai hijab.


"Selamat Ran, semoga Allah memberikan keberkahan pada kamu dan Dio." Surya Melik tubuh Rani dengan erat sekali.


Rani membela pelukan dari ayahnya, ia menamgis dalam.oelukan ayahnya. Bukan ayah sama dengan pelukan bapak, ia merasakan sentuhan lain selain Surya. Ia merasakan sentuhan tangan Ilham yang memeluk bahunya dan mengusap kepalanya..


Saat Surya melepaskan pelukan nya, Rani melihat ke arah lain tapi bapak tidak ada lagi.


"Apa yang kamu lihat?"


"Aku rasa kalau aku dipeluk bapak." kata Rani.


Surya menatap tajam pada Rani, Rani mengangguk mengiyakan.


Akhirnya acara itu selesai dengan perasaan riang dan bahagia sekali, dsn mereka janji besok bakal mendatangi tempat istirahat bapak.


"Maaf ayah nggak bisa datang ke tempat istirahat bapak kamu Ran, maafkan ayah." ujar Surya.


Setelah acara itu Surya beberapa kali memeluk tubuh Rani, dan Surya kembali ke sel kembali bersama dua polisi yang menemaninya tadi.


Dio dan Rani bergembira kerena mereka bakal melangsungkan pernikahan bukan depan*

__ADS_1


__ADS_2