
Setelah dari ruangan pengadaan bahan pustaka Rani langsung menuju perpustakaan. Tapi tatapan matanya langsung terbentur pada pemandangan yang sangat berbeda sama sekali.
Ia tidak menyangka kalau semua buku buku yang ia tata tapi semuanya berada dilantai perpustakaan. Label ddc yang ada dipunggung buku juga terlepas, kartu katalog pun sobek begitu saja.
Laci katalog terbuka semua. kartu katalog semuanya dilantai, bukan itu saj novel novel yang ada di sana juga ter sobek, semuanya acak acakan tidak karuan sama sekali.
taplak meja yang terpasang juga ikut jatuh ke lantai, ke monceng, dan semuanya terlihat tidak karuan sama sekali.
Hati Rani bergemuruh seketika melihat pemandangan seperti itu, ia sama sekali tidak tahu siapa pelakunya. Tadi waktu ke ruangan pengadaan bersama Dio ruangan perpustakaan tidak seperti ini, seperti sengaja. Mau menuduh Rey, tidak mungkin kerena Rey sejak kemarin mengadakan kegiatan kepala perpustakaan di Serang Banten.
Tidak mungkin kalau Rey melakukannya? Masa Rey datang langsung merusakkan isi perpustakaan terus balik lagi ke Serang, sedangkan jarang serang dan sekolahnya kira kira 3 jam perjalanan jadi tidak mungkin Rey menghabiskan waktu di jalan hanya ingin merusak isi ruangan perpustakaan, tidak ada gunanya sama sekali. Belum sempat Rani berpikir panjang.
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat mengenai pipi Rani yang sedang beres beres di perpustakaan.
Rani langsung mengusap rasa sakit yang ada di pipinya dan ia langsung membalikan badannya ingin tahu siapa orang yang telah menamparnya. Saat Itu Rani kaget seketika juga, kerena Rina berdiri tidak jauh darinya.
Wanita itu menatap dengan tajam ke wajah Rani yang heran melihat kelakuan Rina seperti itu.
"Kak, ada apa?"
"Jangan jangan kakak yang melakukannya," tuduh Rani menatap wajah Rina.
Tiba tiba ia merasakan kalau Rina yang melakukannya. Rani hanya bisa menggelengkan kepala saat ia mengucapkan kata kata itu pada Rina. Hatinya berontak juga kalau Rina bakal melakukan hal itu, apalagi menurunkan buku buku yang ada di rak.
"Kak, ada apa sebenarnya? Apa kakak menurunkan buku buku ini, untuk apa? suara lembut Rani terdengar kembali.
Rani menanyakan apa yang terjadi pada diri Rina yang tiba tiba datang ke perpustakaan tanpa ba bi bu lagi langsung menampar wajahnya. Rani benar benar kaget melihat kedatangan Rina yang tiba tiba sekali, tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
__ADS_1
"Ada apa? Seharusnya aku yang nanya sama kamu, ada apa dengan kamu!" sembur Rina marah sambil tangannya langsung mendorong salah satu bahu Rani.
"Kak, ada apa? Aku nggak ngerti apa yang kakak maksud," ujar Rani mudur beberapa langkah kebelakang kerena Rina berjalan mendekatinya.
"Terus kakak kenapa harus menurunkan buku buku ini? Apa salah aku pada kakak," Rani masih heran atas tindakan yang Rina lakukan pada dirinya.
Kerena ia tidak melakukan kesalahan apa apa pada Rina.
Cuih
Rina tiba tiba meludah, tepat ke muka Rani. tiba tiba Rani punya firasat kalau Rina ada apa apa nya sama dirinya. Sampai Rina mengamuk di perpustakaan.
Ia berpikir keras selama ini ia tidak melakukan apa apa, kemarin waktu di rumahnya Rina, wanita itu menyambut dirinya dengan baik sekali, hati Rani menebak nebak apa yang terjadi.
Tapi Rani sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan hatinya, sebab kedatangan wanita yang statusnya menjadi istri Rey secara tiba tiba tanpa ada pemberitahuan sama sekali.
"Kak, tolong ceritakan apa yang terjadi. Kita lebih baik cerita," kata Rani masih menguasai emosinya.
"Kamu kan yang bilang kalau kamu mau jadi maduku, jadi istri Rey jadi yang kedua," damprat Rina seketika menatap wajah Rani tajam.
"Kata siapa kak? Demi Allah aku nggak pernah mau jadi istri Rey, biarpun sampai detik ini aku masih mencintainya," desah Rani.
Ada perasaan sakit saat ia menyatakan terus terang pada Rina tentang perasaanya pada Rina istri Rey.
Tiba tiba ingatannya pada percakapan yang terjadi dengan Santi. Seingatnya dihadapan Santi ia tidak pernah bilang ingin jadi madu nya Rina, kalau mau jujur Santi lah yang menawarkan kalau ia harus jadi kedua demi kandungannya. Kenapa tiba tiba Rina datang menuduh dirinya mau dijadikan yang kedua?
"Kak, ini salah paham." jelas Rani cepat.
Ia tidak ingin ada ke salah pahaman dengan Rina kembali. Sudah terbukanya kehamilan dirinya juga sudah, ini malah menambah masalah lagi. Sebenarnya Rani ingin semuanya selesai dengan baik tapi nyatanya Rina datang dengan pembicaraan yang semakin rumit.
__ADS_1
"Kita lebih enak duduk dulu yuk!" ajak ramah Rani.
"Nggak perlu, kamu jangan ngeles ya. Emang aku kaya anak kecil yang mau dibodohi sama kamu," cerca Rina.
"Kak, sampai kapanpun aku nggak pernah ingin jadi madu kamu kak!"
"Ah! Munafik! Aku nyakin kamu sekarang tertawa dalam penderitaan yang aku tangung kan?"
"Kak, cemburu kamu nggak pada tempatnya. Oke, kalau kamu marah, tapi kakak perlu tahu aku lebih menderita setelah Rey meninggalkan aku gara gara memilihmu!" Rani emosi.
Ia tidak perlu manis dihadapan Rina kembali, lalu mau bicara masalah hati ia lebih sakit harus mengikhlaskan Rey menikah dengan wanita lain, ia juga harus ikhlas meninggalkan Rey biarpun hatinya hancur. Tapi semuanya malah sebaliknya, seolah olah ia merebut, memang ia merebut suami orang tapi Rina lebih dulu merebut pacarnya.
Rani akhirnya meninggalkan ruangan perpustakaan. Rani bersyukur di ruangan itu tidak ada siswa yang berkunjung ke perpustakaan kalau saja ada mungkin tidak pantas ada pertengkaran di ruangan itu apalagi masalah laki laki seperti Rey.
Rina yang belum puas, melihat Rani meninggalkan ruangan itu langsung mengejar dan menghalanginya dengan memengang tangan Rani, tapi Rani menepiskan.
Rina berusaha meraih baju yang digunakan Rani yang pergi.
"Ran!" panggil Rina keras.
Tapi wanita itu tidak mengubrisnya. Belum sempat Rani dan Rina keluar dari perpustakaan Dio menghampirinya. Melihat ruangan perpustakaan seperti kapal pecah Dio menatap tajam Rina dan Rani.
Tapi Rani langsung melihat ke belakang pada Rina. Dio tahu.lirikan.mata Rani, langsung menatap wajah Rina yang akhirnya berdiri disamping Rani. Dio hanya mendesah melihat kakaknya berada di sekolah.
"Mertua kakak malah mengizinkan mas Rey menikahi Rani," cerita Rina akhirnya.
Awalnya Rina tidak akan menceritakan tapi Dio mendesak kakaknya, mendengar itu Dio hanya mendesah saja. Dio benar benar pusing telah masuk ke lingkaran rumah tangga kakaknya, apalagi problem tentang wanita yang ketika selalu ada saja cerita dibaliknya.
"Ibu Santi menawarkan aku untuk jadi madu kak Rina, tapi demi Allah, Dio aku tidak menyetujuinya," Rani membela diri.
__ADS_1
Akhirnya Rani menceritakan semuanya kedatangan Santi ke rumahnya. Begitu juga dengan Rina, Dio yang mendengarkan hanya geleng geleng kepala apa lagi Rina mengamuk di sekolah.
Rina lanhsung oleh Dio pulang, sedangkan Dio lah yang bertangungjawab atas apa yang dilakukan Rina kakaknya.*