BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Izin Dari Surya


__ADS_3

Dio hanya menatap pandangannya kearah depan ia tidak menyangka kalau Surya bakal di giring oleh kakak iparnya, tapi melihat Rani tidak terjadi apa apa ia begitu tenang sekali.


Rina sang kakak yang tahu adiknya hanya pergi begitu saja, ia langsung menghampiri adiknya yang berada di pinggiran rumah disalah satu sudut yang lain.


"Kamu ada apa dek, seperti ada sesuatu yang nggak terungkap?" tanya Rani menyentuh bahu Dio.


"Aku kecewa atas apa yang kakak lakukan pada pak Surya," Dengus Dio.


"Kak Rey melakukan tindakan yang bagus,kok! Suatu waktu nanti pak Surya juga keluar." kata Rina.


"Kak, kapan keluarnya?" tanya Dio menekan kata katanya.


"Entahlah, kamu kenapa sih!" tanya Rina heran..


"Keburu disambar orang!" ketus Dio.


"Maksudmu?"


Dio langsung diam saat mendengar apa yang Rina.


"Kemarin pak Surya, ingin aku menjaga Rani kak, kalau misal pak Surya di penjara terus nasib aku dan Rani bagaiamana?"


"Kamu udah ada izin dari pak Surya untuk melamar Rani." Rina mengucapkan berulang.


Dio mengangguk.


"Rani tahu nggak kalau ayahnya ngomong itu sama kamu?"


"Belum sih!"


"Hahaha," tawa Rina spontan tertawa.


Mendengar tawa Rina seperti itu Dio langsung pergi begitu saja ia merasa tersinggung mendengar tawa Rina seperti itu.

__ADS_1


Rina yang tahu Dio pergi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku dari adiknya, setelah itu ia menyusul Dio, ia ingin tahu seberapa jauh Dio dsn pak Surya bicara masalah serius.


Rina berusaha berjalan mensejajarkan langkah Dio. Dio terlihat cuek saja ia tidak peduli ada kakaknya, ia kesal kakaknya seperti itu lada dirinya.


"Oke kita bicara di rumah Maslah ini!" ajak Rina mengantuk tangan Dio.


Diao langsung menepiskan tangan kakaknya. Rina beberapa kali mengajak adiknya, lam lama Dio luluh juga oleh ajakan kakaknya. Akhirnya mereka langsung menuju rumah untuk bicara masalah Dio dan Surya.


Setelah mereka berdua duduk dimkursi yang dipilih. Dio menceritakan percakapan tentang dirinya dengan Surya. Memang sebelum Surya ke rumah Rani, ia ditemui oleh Surya. Surya mengajak bicara pada Dio, tanpa sepengetahuan Rani.


"Aku ingin kamu jaga Rani untukku." kata Surya.


Dio kaget waktu Surya mengatakan itu lada dirinya, ia tidak menyangka kalau Surya sedemikian percayanya pada dirinya. Dio tidak langsung menjawab kata-kata Surya, dalam lubuk hatinya ia bahagia kerena laki laki yang ada dihadapannya percaya padanya untuk menjaga Rani.


Ia tahu kalau Surya ingin dirinya dirinya menikahi putrinya. Tapi ia tidak bisa mengatakan isi hatinya pada Surya kalau sejujurnya ia juga sayang banget sama Rani apalagi Anindya yang kini hampir satu tahun.


"Kenapa bapak bicara seperti ini?" tanya Dio menatap Surya.


"Aku percaya kalau kamu bisa menjaga Rani, sayangi dia seperti kamu sayang pada dirimu."


Ia tidak bisa membohongi perasaannya dihadapan Surya. Surya yang mendengarkan hanya mengangguk, ia tersenyum dengan perasaan lega saat mendengar kalau laki laki yang dihadapan nya menyukai putrinya.


Dalam hati Surya mengucapkan syukur lada Allah, ia ingin sekali sebenarnya kalau Dio menikah dengan Rani.


"Kamu lebih baik langsung melamar saja, biar bisa dijadikan kejutan." kata Surya mendukung.


Dio hanya diam saja mendengarkan saran dari Surya. Ia tidak mengatakan apa apa pada laki laki itu. Ya, Surya tidak tahu kalau sebenarnya Dio telah menyatakan cinta pada Rani ketika mereka masih di kampus, tapi Rani sepertinya tidak pernah mengubris cinta dan perhatian Dio.


Dan ia agak bingung sekali, kerena Surya menyuruh dirinya melamar Rani secara langsung, kemarin ia menyatakan cinta juga tidak pernah digubris apalagi sekarang langsung menikah ia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Bagaimana aku kak, kalau begini," ujar Dio buntu mengadukan semua keluh kesah dan keinginan Surya.


Rian tidak menduga kalau Surya akan melakukan itu pada adiknya. Ia sebenarnya sependapat dengan Surya tapi hati kecilnya masih belum percaya sepenuhnya pada Rey. masalahnya rey seperti masih mencintai Rani dibandingkan dirinya.

__ADS_1


Ia hanya takut kalau misal Dio dan Rani menikah dan diam di rumah yang sama, mereka pasti akan membuat hati mereka berpaut kembali apalagi sekarang ada Anindya dalam hidup Rani.


Tapi pikiran itu ia tepiskan begitu saja, kalau memang mereka berniat menikah mungkin sudah sejak lama mereka menikah apalagi dulu ia belum hamil. Apa Rey tega meninggalkan dirinya sedangkan dirinya adalah istri sah Rey.


Rina setuju lalu Dio menikah dengan Rani kerena Rani sebenarnya orang yang baik hanya kerena pernah dikecewakan makanya ia bersikap seperti itu.


"Perjuangkan, kakak juga setuju kalian menikah. Tapi ingat berikan kasih sayang pada Anindya," kata Rina menatap adiknya.


"Oke! aku siap menyanyangi Anindya seperti anakku sendiri," kata Dio tersenyum.


"Bagus!"


Dio bergembira saat telinganya mendengar izin dan nasehat dari kakaknya, ia benar benar ingin sekali menyatakan perasaannya ya biarpun ia pernah di tolak, tapi semoga saja yang ini tidak di tolak pikir Dio senang.


"Ya udah kita pulang." ajak Rina.


Keduanya pulang ke rumah, kerena kelamaan ngobrol mereka tidak menyadari kalau orang orang yang ada di halaman sebelahnya sudah pada pulang begitu juga dengan Rani.


Rey menatap Rina heran melihat istrinya berjalan berdua dengan adiknya, tapi ia mencari kemana mana tidak ketemu tidak tahunya Rina sedang bersama dengan Dio. Dio yang melihat Rey hanya diam saja, ia langsung masuk kamar dan menguncinya.


Sedangkan Rina pun masuk kamar, Rey yang melihat itu merasa heran dan mengikuti Rina masuk kamar.


"Dio mau melamar Rani, mas." kata Rina sebelum Rey menanyakan pada Rina.


Rey hanya diam membisu mendengar apa yang dibicarakan oleh istrinya. Ia menatap dengan tatapan kosong kearah Rina yang sedang berbaring. Ia hanya terduduk saja tidak merespon apa yang keluar dari mulut Rina saking blank nya.


Rey bukannya menjawab pertanyaan dari Rina ia hanya duduk di pinggiran kursi.


"Kamu setuju nggak mas kalau misal Rani menikah dengan Dio. Aku malah setuju mas mereka menikah apalagi Dio mencintai Rani seja kuliah dulu,"


"Rani juga baik, sayang laki laki yang mencintainya tidsk.oernah mepertahankan cinta Rani yang tulis," lanjut Rina menohok hati Rey yang masih duduk di kursi.


"Kamu nyindir aku?" ketus Rey tidak suka..

__ADS_1


Ia langsung keluar dari kamar menuju kamar Dio. Tapi hanya di depannya ia berdiri tidak mengetuk pintu, ia sebenarnya ragu untuk bertemu Dio untuk membicarakan masalah yang dibicarakan oleh Rina.


Akhirnya diurungkan niatnya, Rey Jani bakal menanyakan semuanya lada Dio setelah Dio istirahat, Rey meninggalakan pintu kamar Dio. Sedangkan Dio di kamarnya tidak tidur, ia malah duduk dengan pandangan yang penuh dengan warna,*


__ADS_2