BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Mencari Jalan keluar


__ADS_3

Sejak kejadian penculikan Anindya, Rani mulai melihat sisi lain dari Rey. Ia sebenarnya tidak menyangka apa yang ia katakan pada Dio saat perjalanan pulang dari cikoncang tentang Rey. 


Ada perasaan yang tidak bisa dilukiskan dalam hatinya, tapi di lihat dari Rey menyelamatkan diri dari penjahat. Dan semuanya baru mengerti kalau Surya yang melakukannya. Itu diketahui dari senja yang membocorkan rahasia tentang penculikannya. 


Senja yang menghubungi Rina secara langsung kaku Surya sekarang kalap kerena tidak mendapatkan Anindya. Senja juga telah menjelaskan pada Surya kalau Rani adalah anaknya dari Ningsih. Tapi Surya tidak mengubrisnya. 


Mendengar apa yang diceritakan oleh Rina. Rani hanya terpuruk saja, ia bukan menyesali kenapa harus dirinya dan Anindya yang harus jadi sasaran Surya? Tapi Rani hanya bisa pasrah saja, dan mendengar kepasrahan Rani, Rey sampai mengebrak meja. 


Rey marah besar. 


"Kamu jangan pasrah gitu, kamu harus temui Surya! Aku bakal mencari cara supaya Surya keluar!" Teriak Rey emosi. 


Rina yang berada disamping Rey hanya mengusap pungung Rey lembut tapi Rey hanya diam saja. 


"Aku nggak mau kalau kamu kenapa kenapa sebenarnya,"lanjut Rey sambil melirik Rina. 


Rina hanya membuang muka saja, Dio hanya diam saja mendengar kata kata Rey untuk Rina. 


"Aku bakal menemui ayah. Aku harus menceritakan semuanya pada ayah kalau aku juga anaknya." 


"Kak Senja sudah menjelaskan pada pak Surya tapi pak Surya tidak pernah mengubrisnya. Lalau kita harus bagaimana?" Tutur Rina menatap ketiga orang yang ada disana. 


"Aku nyakin ayah nggak bakal mencelakakan anaknya sendiri, kalau bisa aku bakal tes DNA buat membuktikannya." Lanjut Ranti optimis. 


'Masa ayah nggak mengakui aku, sedangkan aku anak nasabnya ayah. Rey yang ayah biologisnya Anindya juga nggak mau lihat anaknya kenapa kenapa?' bisik Rani dalam hatinya. 


Ia merasa nyakin kalau ayahnya tidak akan tega memenuhi dirinya, kalau misal Surya tega membunuh dirinya, ia bakal pasrah saja. Mungkin takdirnya ditangan Surya. 


"Kamu jangan ngomong kaya gitu, Surya itu benar benar bejat!" Sembur Rey. 

__ADS_1


"Rey, apa sih yang aku takutkan dari ayah Surya? Kalau memang ia ingin bunuh aku, aku pasrah saja. Tapi aku hanya ingin menjelaskan semuanya pada ayah itu saja," 


"Pokoknya aku nggak ngizknkan Kam UU menemui Surya!" Ketus Rey..


"Kamu sebegai apa melarang aku Rey, kamu nggak punya hak melarang aku menemui ayahku sendiri." Jawab Rani tidak suka. 


"Tapi bagaimana dengan Anindya kalau kam ada apa apa nya?" Tanya Rey frustasi melihat sikap nekat Rani. 


"Mas dengarkan dulu apanyang dibicarakan Rani, aku mendukung Rani kok untuk menemui pak Surya," kata Dio yang diam saja dari tadi. 


"Iya mas, kita percaya pada Rani, aku nyakin Rani bakal bisa mengatasi semuanya," lanjut Rina mendukung apa yang dio katakan. 


Rey yang akan bicara lanhsung diam mendengarkan apa yang Rina katakan, ia lanhsungnterdiam.mendengarakan alasan yang dibicarakan Rina dan Rey. 


"Aku nyakin kok, apa yang Rani katakan terbukti, Surya nggak bakal melukai Rani, sejahat jahatnya harimau nggak bakal memakan anaknya sendiri." Kata Rina melihat Rey. 


"Dan satu lagi, pak Surya dan Rani adalah anak nasab. Kamu juga yang ayah biologis Anindya mampu menolong Anindya, apalagi kalau Anindya anak nasab kamu, mas," lanjut Rina. 


Rey hanya menarik nafas saja mendengarkan apa yang diuraikan oleh Rina. 


Rani hanya diam seketika mendengar apa yang keluar dari.mulut Rina, Rani mengakui kata kata Rina sekarang. 


"Terserah kalian saja, kalau itu baik bagi kalian lakukan saja, tapi aku harap jangan sampai kenapa kenapa aja." 


Rani mengangguk pada Rey saat Rey angkat bicara seperti itu. 


Akhirnya pertemuan itu selesai begitu saja, dan setelah pembicaraan mereka sepakat untuk bergerak cepat supaya tidak keduluan oleh Surya. 


*

__ADS_1


PLAK! 


Keenam orang kena bogem Surya. Laki laki paruh baya itu marah besar sampai barang barang yang ada di ruangan itu diamuknya. 


Keenam anak buahnya sangat ketakutan saat ketuanya marah tidak tentu arah. Senja yang melihat itu juga kena dampratan, saat senja tahu kalau bayi Rani lolos dari penculikan ia bernafas lega sekali. 


Senja langsung telpon menceritakan apa yang terjadi, pada Rina. Dan oleh Rina disampaikan pada Rani, sekarang Rani sedang mempersiapkan supaya ia dan Surya bisa bertemu. 


Tapi Rina tidak menceritakan kalau Rani bakal menemui Surya, ia.melarang Rina untuk memberitahukan pada Senja. Ia hanya ingin memberikan kejutan pada Senja kalau ia bakal datang sendirian..


Ningsing yang mendengarkan hanya bisa mengangguk saja, awalnya Ningsing ingin ikut untuk menjelaskan semuanya pada Surya tapi Rani menolaknya. Rani hanya ingin menitipkan Anindya pada Ningsih itu saja, mendengar alasan Rani, Ningsih hanya mengangguk mengerti. 


Hari berikutnya Rani menuju rumah yang ditujunya. Biarpun hatinya sangat berdebar keras, untuk pertama kalinya ia mengunjungi Surya tanpa ada orang yang mengantarkannya. Ya ia berangkat sendirian menuju kota propinsi, dengan hati yang tidak karuan. 


Awalnya Rani ingin mengunakan kendaraan roda dua, tapi Ningsih malah menganjurkan naik mobil umum saja, kerena takut kalau Rani membawa motor di jalan ia tidak fokus. 


Akhirnya Rani mengunakan mobil umum untuk sampai ke kota propinsi. Yupz Rani sengaja naik mobil DAMRI, ia menunggu DAMRI jam 07.00 pagi di depan rumahnya. Perkiraan sampai ke terminal jam 10.00.


Tepat pukul 10.00 Rani tirin dari mobil yang berhenti di terminal, ia langsung menuju mobil jurusan Pontang. Tapi sebelum Pontang ia menghentikan mobil di depan SMP, lalu naik beca menuju perumahan mencari alamat yang ia pegang. 


"Ayahmu sebenarnya orang baik, hanya keadaan lah yang membuat ia seperti itu." Kata kata Ningsih terhiang hiang ditelinga Rani sewaktu ia mau berangkat ke tempat Surya. 


"Ibu nyakin kalau kamu bisa menaklukan keangkuhan ayahmu," lanjut Ningsih mencium kening Rani lembut. 


"Doain Rani Bu semoga saja apa yang ibu katakan itu benar." Kata Rani. 


Sebenarnya ia berharap kalau Surya mengakui dirinya sebagai anaknya saja. Itu yang ia ingin jelaskan pada Surya, kalau memang misalkan Surya kekeh tidak mengakui dirinya, ia hanya pasrah saja. 


Ia  tidak mungkin menyesal setelah dirinya bertemu dengan Surya terus Surya tidak mengakui juga, yang penting dirinya telah datang dan menceritakan. Kerena Senja tidak mampu meluluhkan hati Surya, jadi ia datang hanya untuk mengakui pada Surya itu saja. 

__ADS_1


Sampai di tempat tertuju, ia langsung membayar ongkos beca. Setelah beca balik lagi, ia menatap rumah itu, dua kali ia kesini tapi perasaan sangat berbeda saat pertama kali ia datang ke san waktu bersama Dio dan Amanda.*


__ADS_2