BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Mencoba Berdamai


__ADS_3

Rina hanya bisa menatao keakraban yang dijalani oleh Rani dan Rey didepan mata dirinya. Ya mungkin waktu 5 tahun adalah waktu yang singkat tapi disana banyak kenangan yang mereka jalin. 


Zoya dan Ningsih hanya terdiam saja, mereka.hanya bisa membiarkan Rey dan Rani mengungkapkan rasa melalui gerakan yang diberikan pada Anindya bayi 6 bukan yang mulai berkicau lucu. 


Dio yang melihat hanya memendam perasan yang tidak bisa digambarkan oleh perasannya dirinya. Ia hanya menarik nafas dalam dalam saja. 


"Maaf Dio aku nggak bisa menerima kamu, aku janji  bakal kenalkan laki laki yang aku suka," ujar Rani kala itu. 


"Kamu udah punya cowok?" Mata Dio terbelalak. 


"Iya, insha Allah aku dan dirinya akan menikah, aku hanya ingin setia pada dirinya." Ungkap Rani dengan wajah berseri seri. 


Dio menarik nafas, melihat wajah Rani yang begitu cerianya. Wajar kalau wanita yang ada dihadapannya punya cowok juga kerena Rani memang wanita yang menurut Dio cantik, lembut juga. 


Ia merasa iri sebenarnya pada laki laki yang dibicarakan oleh Rani, dan Dio membanyangkan betapa bahagianya kalau cowok itu adalah dirinya, tapi itu mustahil kerena laki.lakimyang dimaksud bukan dirinya. 


"Kapan nih aku dikenalkan sama cowok kamu?" Ujar Dio menatap pedih pada Rani. 


Dan anehnya yang merasa cemburu kalau misal Rani memang punya cowok yang dirahasiakan oleh dirinya. Ada penasaran yang menyeruak dalam hatinya saat Rani ingin mengenalkan laki laki itu pada dirinya. 


Tapi bagaimana juga ia harus menerima keputusan Rani, ia tidak mau menghalangi cinta Rani pada laki laki itu ya biarpun ia harus menelan pil pahit dari laki laki yang dicintai Rani. 


Ia hampir tidak percaya saat waktu itu tiba, mungkin terlalu cepat atau entahlah. Saat melihat pertengkaran Rani dengan Rey yang membuat ia shock tidak shock bagaimana laki laki itu adalah Rey..


Dan semuanya terlambat saat ia mengetahui kalau Rani harus hamil anak Rey, dan mampu melahirkan bayi yang lucu dan menggemaskan. 


"Dio kamu melamun," usik Rina kakaknya ketika ia melihat adiknya hanya diam saja..


"Nggak kok kak," Hela nafas Dio kasar. 


"Apa yang kau rasakan kakak juga rasakan kok dik." Ujar rina pelan. 


Akhirnya keduanya langsung meninggalkan ruangan itu. 


"Aku yang salah menghalangi cinta mereka, aku egois seharusnya aku biarkan mereka bersatu."

__ADS_1


"Kak!" 


Rina langsung diam mendengar ujaran Dio. Ditatap wajah kakaknya dengan lembut sekali, ia hanya memegang tangan Rina berlahan lahan. 


"Aku tahu kamu juga merasakan apa yang kakak rasakan, kamu masih menyimpan perasan itu kan buat Rani?" Tanya Rina. 


"Kenapa nwasib kita sama kak, kita mencintai orang yang telah mencintai orang lain?" Tanya Dio pasrah. 


"Dek, kakak sayang Rey. Entah kenapa cinta kakak begitu besar buat Rey tapi saat melihat Rey pada Rani seperti itu kakak lebih baik melepaskan Rey saja." Jelas Rina. 


Rina pasrah apa yang bakal terjadi pada pernikahannya, ya daripada ia Yan GB harus jadi korba perasaan oleh cinta Rey yang tidak bisa ia raih sama sekali. 


Rian berpikir kalau misalkan ia memberikan Rey buat Rani itu tidak masalah buatnya. 


"Kakak, jangan bicara itu!"


"Buat apa dipertahankan juga, kalau dirinya juga nggak pernah ngapai ngapain aku," Dengus Rina kesal. 


Ya menurutnya buat apa dipertahankan kalau Rey masih mencintai Rani, apalagi Rani dsn Rey kini punya anak. Rina lupa apa yang di ucapkan Surya pada dirinya, kalau Surya tidak suka pada Santi. 


Rani lupa semua nya yang pernah Surya katakan pada dirinya dihadapan Senja. 


"Kakak serius mengatakan itu?" Tatap Dio tidak percaya apa yang Rina katakan dihadapannya. 


"Kakak serius dek. Mungkin mas Rey bukan jodoh kakak," ujar Rina pasrah. 


Ia sebenarnya telah berusaha untuk menaklukkan Rey, supaya Rey mencintai dirinya tapi waktu lima tahun itu bukan waktu yang sebentar menurutnya. Tapi ia kenyataan tidak demikian. 


Dio menarik nafas dalam dalam. Dio tidak menyalahkan rinandslam masalah rumah tangga, tapi mungkin ini jalan yang harus kakaknya jalani. 


"Aku nggak mungkin kembali pada Rani, Rin. Rani sekarang punya kehidupan sendiri, dan aku nggak mau menganggu Rani kembali." 


Sebuah suara terdengar dengan lantang dan jelas sekali, di telinga Rina dan Dio kedua adik dan kakak langsung melihat pada orang yang bicara itu. 


Rey berada di samping mereka. Rina hanya diam saja, saat tahu Rey menghampiri dirinya dengan Dio. Tidak jauh dari Rey, Rani ada dibelakang Rey memangku Anindya yang tersenyum kearah Rina. 

__ADS_1


Rey dan Rani duduk diantara Dio dan Rina. 


"Mbak, sudahlah jangan diingat semuanya harus begini ceritanya, kalau  sinetron kita hanya ikut skenario sutradara."


"Kalau kita di dalam sebuah novel itu bagian dari tulisan yang dibuat oleh penulisnya sendiri supaya menarik pembaca," lanjut Rani tersenyum. 


"Kalau novel aku yang jadi tokoh protogonis ya dan kamu jadi antagonisnya," senyum Rina menanggapi apa yang dikatakan oleh Rani. 


"Mbak, surat itu?" Tanya Rani ragu ragu sambil menatap wajah Rina dan Rey bersamaan. 


Rina terdiam. Ia langsung melirik wajah Rey, lalu menatap wajah Rani secara lekat. Ada ******* yang keluar dari mulut Rina saat Rani mengucapkan kata kata itu. 


Rey yang melihat lirikan Rina hanya mengangguk saja. Ia nyakin kalau Rina bakal menceritakan apa yang pernah ia alami. 


"Ibu Santi sebenarnya mengunakan kalian untuk menikah kerena ingin menguasai kekayaan Rani," kata Rina pelan. 


"Menguasai kekayaan aku, maksudmu mbak?" Tanya Rani kaget. 


Rina menarik nafas, laluenatao wajah Rani dengan tajamnya. 


"Surya ayah kamu sebenarnya pengusaha sukses, ibu tahu itu. Ibu ingin menguasai kekayaan ayahmu Ran, tapi ia tidak tahu bagaimana caranya "


"Dulu ibu nggak tahu kalau kamu anak Surya, jadi ibu tidak pernah menyingung leenihakan denganmu. Sedangkan kamu dan Rey saling mencintai, ya kerena ibu tahu kalau kamu anak Ilham." Lanjut Rina dengan jelas sekali. 


Rani hanya diam mendenwgarskan apanyang Rina jelaskan. Dengan telatennya Rina menceritakan pertemuan dirinya dengan Surya ia tidak sengaja bertemu dengan senja dan sebenarnya Surya menyembunyikan anak pertamanya dari pernikahan terdaahulu..


Rina menceritakan semuanya dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan sama sekali. Ia harus menceritakan perasaan dirinya saat ia tahu kalau cinta Rey tulus hanya untuk Rani. 


Rey yang ada samping Rina hanya diam, ia mengangengam tangan Rina erat sekali. Mata Rani melihat itu semuanya hanya diam saja, ia tidak menyalahkan siapa siapa  untuk sekarang. 


"Aku takut sebenarnya kamu terjerumus oleh ajakan ibu Santi dan menikah dengan mas Rey. Tapi kalau kamu bisa mempertahankan kekayaan ayahmu l, aku terserah kamu ingin menikah dengan mas Rey juga." 


"Mbak, apa mbak nggak dengar alasan Rey tadi. Rey nggak mau lagi sama aku, aku dan Rey punya kehidupan yang berbeda." Rani dengan cepat mengatakan itu. 


Rina menatap wajah Rani untuk mencari sebuah kejujuran dimata wanita itu. Rani hanya tersenyum dan mengangguk. Melihat itu Rina lanhsung beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk tubuh Rani erat. 

__ADS_1


Kedua wanita itu saling peluk satu sama lainnya,"makasih ya Ran," ujar Rina hari. Rani hanya mengangguk dan mengusap pungung Rina lembut.*


__ADS_2