
PLAK!
Santi yang melihat Rey baru datang langsung menghajar wajah laki laki itu dengan kerasnya. Amanda sangat kaget melihat Santi menampar wajah Rey, sampai ia melonggo melihat adegan yang tidak disangka sangka sama sekali.
Biarpun Amanda juga pernah menampar wajah Rey, tapi Amanda tidak menyangka kalau Santi ibu kandung dari Rey yang menampar muka anak sendiri.
Bukan hanya Amanda saja yang kaget, Dio dan Rina juga terkejut. Apalagi Rey sendiri, kerena ia baru merasakan ditampar oleh ibunya sendiri selama ini.
Rey awalnya ingin bicara tapi Santi langsung membekap mulut Rey dengan keras sekali, sampai Rey berusaha melepaskan tangan ibunya yang berada di mulutnya, apalagi hidung juga terkena tangan Santi. Otomatis ia tidak bisa bernafas.
"Kamu mau bilang apa? Ha, kamu mau bilang kenapa ibu datang kesini?" tatap Santi.
Membuat Rey hanya diam dan menunduk kan kepala saja. Rina ingin tertawa melihat kelakuan dari ibu dan anak itu terlihat lucu, tapi wanita muda itu hanya menahan tawanya, dengan membuang muka sedangkan tanganya menutupi bibirnya.
"Ibu sakit!" teriak Rey masih belum percaya kalau ibunya menampar mukanya.
Santi secara reflek sih menampar muka Rey, tapi bagi Rey tamparan itu menyakitkan dan terasa panas sekali. Ia sangat marah saat mendengar pengakuan dari Rina tentang kelakuan Rey.
Ditatapnya wajah Rey dengan tajamnya, Santi hanya mengelengkan kepala mendengar pengakuan Rina pada dirinya.
Santi tidak menyangka kalau Rey bakal melakukan semuanya pada Rina ya sejak Rey menikah dengan Rina, Santi tidak lagi bersama anak dan menantunya.
Ia malah pergi ke Bandung untuk tinggal dan menetap di Bandung. Santi juga tidak menghubungi Rina, ia hanya menyangka kalau mereka baik baik saja.
"Rey, seorang suami itu wajib memberikan nafkah lahir batin setiap harinya," Santi benar benar geram seketika juga.
Keluarga Rina hanya diam saja mendengarkan wejangan dari Santi, Rina hanya mencipir bibirnya kearah Rey.
Santi adalah ibunya Rey. Rina sudah tidak tahan lagi kelakuan Rey pada keluarga dan dirinya, ia melakukan itu kerena mencari keadilan. Kerena selama ini Santi sangat baik pada dirinya, dan lebih menyanyangi dirinya sih dibandingkan dengan anaknya sendiri.
__ADS_1
Rey yang tahu Rina menghubungi Santi hanya terpuruk. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Rina nekad menghubungi Santi, sejak kepergian ibunya Rey dan Rina tidak pernah berhubungan langsung dengan Santi sama sekali.
Rey shock! Melihat ibunya duduk dengan santai dengan Dio, Amanda. Sedangkan Rina tadi mengajak Rey ke pasar untuk beli bahan sayuran. Awalnya Rey menolak kerena ia malas harus beli sayuran, buah buahan dan lauk pauk apalagi harus berdesakan di pasar. Tapi Rina memaksa Rey, akhirnya mau tidak mau Rey ikut dengan Rina. Apalagi Rina kalau sudah meminta bantuan keukeuh.
Ketika sampai di rumah itu, Rey tidak menyangka sama sekali kalau Santi ada di dalam rumah asyik ngobrol dengan mertuanya dan adik iparnya. Mau tidak mau Rey pun duduk disamping Dio, setelah mencium pungung tangan ibunya. Sedangkan Rina setelah mencium tangan ibu mertuanya malah duduk manja dengan Santi.
Lirikan mata Rey menghujam ke hati Rina tapi wanita itu hanya diam saja, ia tahu sebenarnya kalau Rey melirik kearahnya.
"Jeng, Rey juga.."ucap Amanda yang diam saja.
"Ma," ucap Rani lembut sambil melihat wajah ibunya.
Amanda hampir saja menceritakan tentang Rani, tapi Rina dengan panggilan dan gelengan kepalanya memberi tanda pada Amanda ia mencegahnya kerena pikir Rina urusan dirinya juga belum selesai apalagi harus mengurus keadaan Rani.
Untung Amanda tahu isyarat yang dilakukan Rina dengan gelengan kepala dari putrinya. Kalau tidak entah jadinya apa.
Amanda akhirnya mengerti apa yang bakal Rina hadapi dengan Rey juga mertuanya. Amanda dan Dio hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh Rina.
Rina akhirnya dengan perasaan malu dan tersiksa menceritakan apa selama ini yang terjadi pada pernikahannya dengan Rey, Dio yang tahu kejadiannya hanya mendengarkan saja kerena memang Rina pernah cerita tentang itu pada dirinya.
"Apa jadi selama ini kalau?" teriak Amanda shock melihat Rey dan Rani saling bergantian.
Terlihat wajah Amanda memucat seketika juga. Dio yang dekat dengan Amanda menenangkan ibunya yang tidak menyangka kejadian bakal seperti ini.
"Anak kurang ujar, terus kamu mau menikah dengan Rina buat apa kalau kamu tidak menggauli istrimu?" suara Santi tertahan.
Ia mengeram ketika Santi mengakui kalau selam ini ia belum terjamah sama sekali oleh Rey, Rey terpuruk. Santi beranjak dari duduknya lalu tanpa ba bi bu lagi.
PLAK
__ADS_1
PLAK
Beberapa kali wajah Rey dipukul oleh Santi, sampai Rey menyembunyikan wajahnya dibalik tangan yang diangkat menutupi wajahnya.
"Jangan jangan kau jajan diluar sana sampai istrimu saja nggak disentuh!" teriak Santi garang.
"Bu, ibu dulu tidak pernah mengubris perasaanku, aku tidak pernah mencintai Rina. Tapi kenapa harus aku yang dijodohkan?," teriak Rey membela diri.
"Apa ibu pernah menanyakan siapa wanita yang aku sayangi, mana wanita yang aku sukai, pernahkan ibu bicara itu padaku, lanjut Rey bertubi tubi pada Santi.
Tubuh Santi hampir oleng mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rey, ucapan Rey sama seperti dulu. Ia tidak menyangka kalau Rey bakal mengatakan itu, pengakuan jujur Rey pun membungkam Amanda juga.
Wanita itu tertegun beberapa saat mendengar apa yang Rey katakan. Ia mengepalkan tangannya ke kursi yang di duduki nya.
Bukan hanya Amanda yang shock. Dio hampir saja jantungnya berhenti saat mendengar ke kejujuran hati Rey, ada perasaan sakit dan luka. Tapi ia hanya menahan perasaannya saja.
Rina terpuruk. ' Ya Allah selama ini dia masih mencintai Rani, apa kerena cinta nya pada Rani sampai ia tidak Meu menyentuhku," batin Santi perih mendengar pengakuan dari Rey.
Rina yang melihat mertuanya sempoyongan langsung berdiri dan menuntun Santi untuk duduk.
"Bu, aku salah. Ibu hanya melihat kebahagian ibu saja, tanpa melihat kebahagiaan yang aku rasakan Bu." Rey terbata bata..
Ia yang awalnya hanya diam saja ketika perjodohan, akhirnya ia mengakui kalau sebenarnya perjodohan yang membuatnya tersiksa.
"Aku pikir, ibu dan Rina lah yang harus menikah bukan aku. Aku juga tidak pernah mengakui Rina kerena buat apa? ya memang aku yang disa tidak memberikan hak Rina," jujur Rey pada semuanya.
Siang itu semuanya terbongkar saat Santi datang. Kejujuran Rey biarpun pahit bagi Rina tapi itu yang Rina hargai dari Rey. Cinta tidak bisa dipaksakan oleh hati dan perasaan, tapi sejujurnya dalam lubuk Rina ia memendam cinta sama Rey.
Hati Rina terluka atas kejujuran Rey pada dirinya dan keluarga.*
__ADS_1