
Rani terkejut. Saat ia tahu kalau orang yang memanggil dirinya bukan lah Amanda. Rani sebenarnya telah berpikir kalau Amanda lah yang mengundang ia dan Zoya datang ke rumahnya, nyatanya Amanda hanya meminjamkan tempat saja.
Hatinya berdebar sangat kuat. Saat matanya dan mata Santi saling tatap satu sama lain, ada debaran yang sangat kuat menghujat hati Rani. Di ruangan keluarga mereka berlima duduk, Rani, Rina, Rey, Amanda dan Santi. Sedangkan Zoya dan Dio mereka di luar.
Sebenarnya Zoya ingin mendengarkan apa yang disampaikan oleh Santi pada kakaknya, tapi Santi tidak mengizinkan Zoya untuk ikut dalam sidang mereka. Biarpun kecewa ia akhirnya mengikuti apa yang disarankan oleh Santi.
Di ruangan keluarga mereka duduk secara lesehan. Santi menatap satu persatu tiga orang yang akan dilakukan sidang keluarga. Ya setelah Rey mengungkapkan perasaan pada Santi akhirnya Santi ingin bertemu dengan Rani.
Di saat itu juga Rina menceritakan apa yang Rey lakukan pada Rani.
"Mungkin hati Rey milik Rani, Bu bukan milikku," kata Rina getir.
Rani terbata bata menceritakan apa yang terjadi selam lima tahun pernikahan yang ia jalani dengan Rey.
"Maksudmu?" tanya Santi terbelalak matanya hampir keluar.
Santi bagaikan mendengar halilintar disiang hari yang bolong. Mendengar pengakuan dari Rani. Amanda diam saja ia menyimak apa yang diceritakan oleh anaknya.
"Rey menghianati cintaku, Bu. Dia malah bercinta dengan Rani wanita yang pernah mengisi hatinya dulu, dan apa aku salah Bu kalau aku minta jatah pada Rey," lanjut Rina sambil melirik wajah Rey.
"Jatah?" Santi agak bigung yang dimaksud Santi.
"Apa aku salah meminta Rey mengakui aku, aku dan Rey belum pernah melakukannya. Malah Rey menggauli Rani," Rina akhirnya dengan jelas cerita semuanya.
Kalau tidak duduk mungkin Santi sudah tumbang ke bawah atas pengakuan dari menantunya. Ya sejahat jahatnya seorang suami yang lebih jahat tidak memberikan nafkah batin pada istrinya.
"Aku berkali kali Bu minta sama mas Rey tapi mas Rey tidak pernah menjamah aku," cerita Rina.
__ADS_1
Santi tidak habis pikir pada tindakan yang dilakukan oleh Rey anaknya. Ya Rey kalau dinyatakan tidak normal ya buktinya Rani, Santi mumet memikirkan kelakuan anaknya yang tidak melakukan hal yang tidak pernah dipikirkan oleh semua orang.
Santi juga merasa kaku Rey melakukan itu hanya ingin balas dendam padanya kerena ia pernah menentang cinta anaknya dengan wanita pilihannya.
"Oke! Kita selesaikan sekarang." suara Santi terdengar bergetar menhan emosi yang siap tumpah dihadapan semuanya.
Untung ia masih menguasainya, kalau tidak mungkin semuanya yang ada sekarang kena imbasnya.
Akhirnya tanpa diminta lagi Rina cerita perbuatan Rey pada Rani. Mendengar itu semuanya Santi langsung beranjak dari tempat duduk nya.menghampiri Rey tanpa ba bi bu lagi tubuh Rey di pukul oleh Santi mengunakan tas yang dipengangnya.
Rina yang melihat suaminya di pukul bertubi tubi ia langsung pasang badan untuk melindungi Rey yang menutupi tubuhnya mengunakan tangan dan kaki.
Pukulan Santi bertubi tubi menghantam bahu, tangan, pinggang, tekuk dan sebagainya. Dio dan Amanda yang berada disana juga berusaha mencegah Santi untuk tidak memukul Rey.
Terlihat wajah Santi geram mendengar apa yang diceritakan oleh Rina. Dan Rey mengakui semuanya. Santi hampir limbung mendengar semuanya dari Rey, ia tidak menyangka sama sekali kalau Rey melakuakan semuanya.
"Rey ibu nggak nyangka kalau kamu melakukan hal itu sama ibu dan keluarga Rina, kenapa kamu.lakukan itu!" Santi berteriak histeris dihadapan Rey.
"Ibu menantang pernikahan aku dan Rani, kenapa Bu," jerit Rey marah.
DEG!
Kata kata Rey menggema ditelinga Rina. Wanita itu luluh, hatinya sangat sakit mendengar pengakuan Rey dihadapan semuanya. Ia merasa kecewa pada apa yang Rey katakan, Rani merasa iri pada Rani yang dicintai oleh Rey.
Rina hanya terdiam saja, hatinya berkeping keping hancur sekali. Tapi tidak bisa berbuat apa apa pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa jam mereka diam dan saling introfeksi diri, akhirnya Santi memutuskan mengadakan sidang keluarga dan ia menginginkan Rani juga berada di sana untuk mengakui semuanya.
__ADS_1
Akhirnya dengan batuan Dio, Rani datang ke rumah Amanda. Dio yang menjemputnya. Rani awalnya menolak tapi Dio mengatakan kalau ibunya ingin bertemu dengan Rani. Dio tidak mengatakan kalau Santi ada di rumahnya, ia takut kalau misal ia mengatakan kalau Santi yang memanggil Rani, wanita itu tidak bakal datang.
Akhirnya Rani mau di jemput oleh Dio. Zoya yang baru sampai di sekolah langsung ikut kerena ia juga ingin main di sana, sampai di sana Rani shock melihat Santi ada di rumah Amanda ia tidak menyangka sama sekali.
Akhirnya mau tidak mau Rani bersalaman dengan Santi dan Amanda sedangkan sama Rey tidak sama sekali, Rey juga terlihat cuek dan tidak peduli.
Zoya juga terkejut saat ia melihat Santi, ingin rasanya ia meremas wajah wanita itu, tapi Zoya menahan perasaan kerena Rani memberikan kode buat Zoya berupa sentuhan.
Sore itu mereka duduk saling diam satu persatu. Santi menatap wajah Rani tajam, wanita yang pernah ia sakiti kini bertemu kembali, wanita yang pernah ditolak olehnya malah memiliki kekuatan untuk meluluhkan cinta Rey anaknya.
Rani yang merasa Santi menatapnya hanya bisa menunduk saja. Rambut yang digerai terlihat acak acak kan, anak anak rambut nya terlihat halus dan lembut.
"Kalian masih saling cinta kah?" tanya Santi lembut.
Secara berlahan Rani mengangkat wajahnya menatap wajah Santi yang menatapnya. Rani langsung mengalihkan pandangan matanya kearah Rey yang juga menatap dirinya, sedangkan Rina hanya ada ******* yang keluar dari mulutnya.
Ia belum siap sebenarnya harus kehilangan Rey. Sejujurnya ia secara diam diam mencintai Rey biarpun ia belum meluluhkan hati Rey selamanya.
Rani dan Rey saling diam satu sama lainnya. Rani sebenarnya ingin menjawab jujur perasaan selama ini pada Rey tapi ia ragu untuk mengungkapkannya pada Santi.
Santi menatap lembut kearah Rani, wanita yang pernah ia sia siakan kerena Rani hanya hidup sederhana tapi Rey mampu terpikat oleh kesederhanaan Rani.
"Bu, aku kan jawab jujur tapi ibu jangan marah," terbata bata Rey mengucapkan beberapa kata untuk ibunya.
"Ya, ibu nggak bakal marah. Kalian bebas mengungkapkan semuanya tanpa kecuali." ujar Santi tersenyum.oada Rey.
"Aku masih mencintai Rani, Bu. Sebenarnya aku sayang sama Rani, tapi aku takut kalau ibu dan keluarga Rina bakal marah," ungkap Rey masih dengan terbata bata.
__ADS_1
Deg!
Rina tidak bergeming sama sekali. Mendengar kejujuran hati Rey, tubuhnya bagaikan berada di ruangan es yang dingin dan tubuhnya membeku seketika juga, ia tidak bisa menyalahkan Rey.