
"Nggak! Dia harus dibunuh!" teriak Santi yang tiba tiba datang dengan membawa besi yang panjang..
Santi mendekati Surya yang sedang bicara dengan Amanda, matanya terlihat merah saat Zoya memberitahukan kalau amanda dsn yang lainnya lagi bersama Surya.
Zoya yang tidak menduga langsung menghalangi Santi. Tapi Santi langsung mendorong tubuh Zoya sampai Zoya terpelanting seketika, Santi langsung berjalan menuju arah dimana Surya berada. Ia tidak mungkin kalau laki laki itu berkeliaran, apalagi kalau misal anak anak Surya mendapat bagian.
Rey yang melihat dulu kedatangan Santi langsung menghampiri Santi. Tapi Santi dengan muka ditekuk dan penuh kemarahan ia tidak mempedulikan kehadiran Rey anaknya.
"Bu!" teriak Rey menghalangi ibunya.
"Diam kamu jangan ikut campur!" hardik ibunya.
"Biar polisi saja yang bertindak, aku telah melaporkan pak Surya ke polisi!" teriak Rey.
Tapi teriakan Rey tidak diperhatikan oleh Santi, ia tidak berpikir dua kali untuk menyakiti Surya. Ditambah lagi gagal menikahkan Rey dengan Rani kerena keegoisan dirinya yang pernah memisahkan Rey dengan Rani.
Mendengar teriakan dari Rey, Amanda dan Surya yang melihat kedatangan Santi langsung saling tatap satu sama lainnya, mereka melihat Santi menuju kearah mereka.
"Kamu mau ngapain kesini!" cerca Santi menatap sinis pada Surya.
"Seharusnya pertanyaan itu ditujukan pada kamu, ngapain kamu kesini bawa besi segala?" tanya Surya tenang.
Ia masih ingat kata kata Santi kalau suatu waktu Santi bakal datang dan menagih janji, tapi Surya tidak pernah mengubrisnya sama sekali yang membuat Santi marah dan emosi.
Santi meminta bagian harta yang ia miliki, Surya hanya mwngelangkan kepala saja mendengar permintaan Santi adik sepupunya itu, ia tidak bakal memberikan sedikitpun juga.
"Itu bukan punya kamu semua, tapi punya suamiku! terima Santi.
Santi mengaku kalau suaminya juga berperan penting pada kekayaan yang Surya punya keren wanita itu mendengar kalau suaminya meninggal kerena Surya DNA ia menyangka kalau Surya merampas hak ayahnya Rey.
Sedangkan itu itu tidak benar sama sekali, malah kejadian nya yang terdengar seperti itu. Surya membunuh ayahnya Rey kerena ayahnya Rey mengetahui keberadaan Senja dsn mereka bertengkar hebat disana, ayah Rey ingin memberitahukan pada Amanda kalau bayinya bersama Surya tapi sebelum.itu terlaksana Surya telah membunuhnya" ayah Rey dengan menusukan pisau ke leher ayahnya Rey.
__ADS_1
"Aku membunuh suamimu bukan kerena harta Santi. Bukan. Aku membunuh ayahnya Rey kerena ia tahu keberadaan Senja, dan ia bakal bilang kalau Senja ada di tanganku. Aku hilap dan ketakutan waktu itu kerena aku nggak mau kehilangan Senja."
"Melakukan ini kerena terpaksa Santi, aku siap di penjara!" lanjut Surya menatap wajah Santi dengan seriusnya..
"Tapi aksi bejat ku diketahui oleh Rey." lanjut Surya menatap Rey yang ada bersama dengan Rani..
"Aku mengatakan ini serius, Dan. Percaya sama aku," Surya memohon pada Santi supaya mengerti.
Santi hanya diam saja tidak bicara sama sekali, ia hanya kesal pada Surya yang membunuh suamianya, dan menjadikan dirinya seorang janda..
Rey yang melihat itu langsung menghampiri Santi, Rey dengan lembutnya memegang tangan ibunya sambil matanya menatap wajah ibunya dengan tajam.
"Bu, biarkan Surya mempertangungjawabkan semuanya. Kita lihat hasil dari pekerjaan polisi, kata jangan sampe main hakim sendiri," ujar Rey pada ibunya.
"Iya Bu, apa yang dikatakan mas Rey itu benar. Apa ini mau mendekap di penjara, sedangkan ibu sebentar lagi memiliki cucu," ujar Rina menyentuh kedua bahu Santi dari belakang.
"Aku nggak mau ibu ikut di penjara kerena kelakuan ibu lada pak Surya, ibu lebih baik fokus jaga aku dan menanti Bayu yang akan lahir." lanjut Rani.
Tiba tiba ada beberapa polisi yang datang menuju kearah mereka, Surya yang melihat itu hanya pasrah saja. Santi pun hanya diam saat melihat kakak sepupunya di ngiring oleh polisi, tiba tiba senja dan Ningsih datang kerena di telpon oleh Rina kalau Rey telah menelpon mereka.
"Ayah!" Senja tiba tiba menubruk tubuh ayahnya dengan erat..
Sedangkan Rani hanya diam semata, bukannya ia tidak ingin memeluk laki laki yang baru tadi datang ke rumahnya tapi ia sadar kalau Surya harus mempertanggungjawabkan kesalahan di mata hukum.
"Kalian jahat! kalian apa'kan ayahku!' terima Vian tidak terima saat ayahnya digiring.
Senja yang melihat Vian berontak langsung menghampiri adiknya dan memeluknya. Sedangkan Zoya memegang erat tangan kakaknya dengan erat sekali.
Rani pun melakukan hal sama ia memengang tahan Zoya.
"Kak, sabar ya. Nanti juga ayah Surya keluar kita tunggu ayah Surya." Zoya memberikan semangat pada kakaknya..
__ADS_1
"Iya dek! makasih ya sayang," ujar Ranty lanhsung memeluk tubuh Zoya dengan eratnya.
Untuk kedua kalinya ia harus kehilangan sosok bapak. Kemarin ia harus kehilangan Ilham dan sekarang ia harus kehilangan Surya. Tapi Rani nyakin kalau perpisahan dengan Surya tidak akan terlalu lama kerena ia bakal bertemu dan menjenguk ayahnya di penjara.
Senja menghampiri Rani, ia memeluk adiknya dengan erat. Rani hanya memengang tangan Senja erat sekali.
"Kita pasti berkumpul lagi," bisik Senja pelan.
Setelah Surya digiring ke penjara, mereka.hanya diam dan saling tatap satu sam Alain, Dio yang baru tiba hanya mematung saja ia sama sekali tidak tahu apa apa pada kejadian sekarang.
Matanya menatap wajah semua orang kerena ia ingin tahu apa yang terjadi tapi orang disana diam saja tanpa memperdulikan tatapan mata Dio yang penuh tanda tanya.
"Kalian kumpul seperti ini ada apakah?" tanya Dio.
Rey yang pertama kali ditanya hanya diam saja, Dio menghampiri ibunya tapi ibunya diam tidak ada reaksi sam sekali.
"Ayah dipenjara," kata Zoya memberitahukan Dio.
Dio membeku mendengar penjelasan dari Zoya.
"Kak, kenapa kakak lakukan itu!" teriak Dio marah pada Rey.
Rani yang melihat Dio marah pada Rey hanya diam saja, ia juga tidak menyalahkan Rey atas hal ini. Tidak mungkin ia mengingkari janji pada Rey untuk mempertanggungjawabkan kelakuan Surya pada polisi. Ia hanya ingin Rey memaafkan kesalahan ayahnya, jadi kalau ayah sudah bebas tidak ada kendala lagi..
Ya Rani hanya bisa berharap kalau Rey bisa memaafkan ayahnya, supaya tidak ada ganjalan dari hati Rey untuk Surya.
"Dio, pak Surya juga sudah setuju kalau beliau harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan beliau juga mengakui semuanya," jelas Rian menatap adiknya.
Rian yang tahu kalau adiknya kecewa hanya bisa melihat wajah sang adik, ya baru kemarin ia dan adiknya mengatakan sesuatu, tapi semua harapan Dio seperti nya harus dikubur dalam.
Sedangkan disudut Santi hanya diam saja, tapi di lubuk hatinya yang paling dalam, ia maafkan apa yang Surya perbuat pada suamianya.*
__ADS_1