
"Jadi?"
Rani hampir tidak percaya apa yang di ceritakan oleh Zoya. Kalau semuanya Santi yang melakukannya, begitu juga dengan Dio, ia tidak menyangka kalau mertua Rina bakal melakukan itu pada Rina.
Adinda dan Riri yang masih ditempat itu hanya tercengang mendengar apa yang di ceritakan oleh Zoya dan Vian. Keduanya terpaku pada cerita Vian yang menceritakan semuanya.
"Pasti ada hubungan dengan Rey yang tidak mau mengakui anaknya," Zoya mengatakan itu secara spontan.
"Pasti, kira kira apa?"
Vian mengangkat bahu tanpa tidak tahu sama sekali,"aku yakin kalau kak Rina tahu semuanya."
"Maksudku, kak Rina sampai sekarang kan nggak kita ketahui mungkin saja ia kabur kerena takut bibi," duga Vian menatap wajah Rani dan semua yang ada di dalam rumah itu.
"Kemungkinan besar Santi ingin menghilangkan Rina," tebak Dio menatap Rani.
Rani tidak bereaksi sama sekali, ia hanya diam saja kerena apa yang dikatakan Dio maupun Vian hendak ia ungkapkan tapi keduluan oleh keduanya.
"Kita seperti main detektif," Hela Rani.
Zoya dan Vian berniat waktu di jalan mereka bakal menceritakan semuanya pada Rani, awalnya Zoya melarang Vian cerita tapi Vian ingin cerita, Zoya mengalah.
Rani waktu melihat Zoya langsung memeluk tubuh adiknya dengan erat sekali. Zoya memberi kode pada Vian jangan dulu cerita, biar ia yang cerita tentang penculikan yang dilakukan Santi.
Tapi setelah Zoya menceritakan semuanya, Vian akhirnya tanpa pembukaan dulu ia menceritakan tentang Surya dan dirinya sendiri.
Bukannya hanya Dio yang tidak percaya tapi Rani juga hampir tidak percaya pada apa yang di ceritakan oleh Vian, apalagi Vian masih kecil menurut Rani, tapi sinar matanya lah yang mengatakan kalau ia menceritakan yang sebenarnya.
"Semuanya seputar anak Surya." ujar Vian kemudian.
Zoya mengalah ia tidak ingin ikut campur masalah Surya, ia mengizinkan kalau Vian menceritakan masalah Surya. Rani hampir melompat kaget saat Vian mengatakan kalau ia juga anak dari Surya hanya ibunya meninggal dunia saat melahirkan dirinya..
Cerita itu ia dapatkan dari Ahmad paman dirinya yang telah dianggap bapak oleh Vian sendiri.
"Aku juga nggak tahu keberadaan kakak dari ibu Amanda," kata Vian.
__ADS_1
"Ieu mah kalah lieur susunan keluarga na, haruh rek teu percaya kumaha, teu percaya kumaha ( Ini malah pusing keluarga nya, haduh, mau percaya bagaiman, nggak percaya gimana)?" gumam Rani sambil menggaruk kepala tidak gatal.
"Kamu mau kemana?" tanya Dio.
Saat ia melihat Rani beranjak dari duduk mau menuju dalam rumah, Rani yang mau masuk akhirnya memandang wajah Dio sesaat.
"Lieur aing, nguping keun carita Vian. Piraku bapak urang loba amat pamajikan na?( pusing aku mendengarkan cerita Vian, masa bapak aku banyak istrinya)," Dengus Rani heran..
"Kak," teriak Vian saat melihat Rani mengatakan itu pada Dio.
Rani yang awalnya mau melangkahkan kakinya lanhsung terdiam, akhirnya ia duduk kembali sambil menunggu apa yang Vian akan ucapkan pada dirinya.
"Aku nggak bohong kak, aku mengatakan ini yang sebenarnya. Kalau kakak nggak percaya kakak lihat fhoto ini," kata Vian.
Gadis itu sambil memberikan sebuah kalung berbentuk cinta pada Rani, Rani terdiam saat tangan Vian mengulurkan sebuah kalung Dihadapan dirinya. Vian mengangguk saat melihat mata Rani menatap wajahnya, Rani dengan ragu akhirnya meraih kalung itu.
"Disini ada fhoto ayah, kalau kakak ingin melihat kakak boleh kok melihat nya,"
Dio dan Zoya hanya diam saja, mereka berdua hanya melihat apa yang dilakukan oleh Vian pada Rani.
Saat ia membuka bandul itu, ia terkesima melihat sebuah fhoto dengan wajah tidak asing lagi, hampir saja ia menahan nafas kerena sangat terkejutnya melihat gambar yang ada di bandul itu.
Muka Rani langsung diangkat, matanya menatap wajah Vian ia butuh jawaban dari Vian tentang laki laki yang ada di fhoto itu.
"Itu ayah kak, kakak mau percaya mau nggak juga itu tetap ayah kita."
"Bukan itu! Sekarang ayah kemana? terus apa hubungan dengan ibu Santi?" tanya Rani bertubi tubi.
"Santi dendam sama kakak, sebenarnya Santi bukan ingin menyatukan dengan kak Rey tapi ingin memisahkan kakak dengan anak kakak." Hela Vian serius.
"Apa? Lalu kamu tahu darimana kalau Santi?"
"Aku banyak menyelidiki Santi tanpa sepengetahuan kakak. Santi adalah adik sepupu ayah,"
"Kak, sebenarnya kak Rina juga menyelediki semuanya, hanya mungkin antara kakak dan kak Rina tidak komunikasi." lanjut Vian.
__ADS_1
DEG!
Hati Rani berdetak termasuk Dio lanhsung menatap wajah Vian. Gadis 15 tahun itu hanya mengangguk saja.
Ya Vian pernah bicara dengan Rina empat mata kalau Rina keluar dari rumah kerena keinginan Santi untuk mencari anak Surya itu hanya tak tik Santi saja.
"Taktik maksudnya?"
"Ingin menikahkan kakak dengan kak Rey."
Rani hanya mendesah saat mendengar apa yang Vian katakan. Sebenarnya ia ingin tidak percaya tapi melihat sinar mata Vian, Rani percaya pada Vian. Gadis itu seperti sungguh sungguh.
Adinda yang diam saja hanya mengangguk mengangguk mendengarkan apa yang Vian katakan.
Aku nyakin ini ada hubungannya dengan Rey yang ingin menyingkirkan bayi itu, tapi kita tidak punya bukti yang kuat sih!" ujar Adinda.
"Kira kira apa coba?"
"Mungkin hanya bibi yang tahu alasannya atau juga Rey tahu semuanya." sambung Vian menyambung kata kata dari Adinda.
Mereka saling diam satu sama lain..Tapi pikiran mereka berpikir berbeda satu sama lainnya.
Rani berpikir kalau Rey sebenarnya punya tujuan yang sama dengan Santi, tapi ia ia heran kan dari keduanya yaitu, Rey tidak bisa menerima kehadiran bayinya. Sedangkan Santi sangat menerima kehadiran anak Rey yang ia lahirkan, malah Santi selalu memanjakan dirinya.
Kalau memang mereka komplotan misalkan tidak mungkin kan mereka berbeda pendapat dengan yang lain.
Sedangkan pikiran Dio pada Rey dan Santi, ia punya pikiran berbeda dengan Rani sendiri. Pikiran ia kalau Rey sebenarnya ingin melindungi Rani hanya caranya berbeda dengan laki laki lainnya.
Rey menurutnya lebih banyak memperhatikan Rani hanya tidak terlihat, sikap cuek Rey sebenarnya menguntungkan dirinya. Tapi ia juga belum menyimpulkan apa yang Rey mau lakukan pada Rani.
Adinda berpikir berbeda dengan keduanya. Kalau menurut adinda, Rey dengan Santi beda jalur. Jalur Rey sebenarnya mencintai Rani tapi kerena sebab lainnya maka Rey seperti menghindar dan ingin membunuh anak yang di kandungan Rani. Sedangkan Santi ingin menikahkan Rey dengan Santi kerena punya tujuan lainnya.
Rey menahan perasaan sayang pada Rani dan anaknya demi tujuan yang ia gapai, begitu juga dengan Santi. Hanya tujuan itulah yang membuat mereka bertengkar.
Apalagi Rina juga tidak menyetujui semuanya. Itu yang membuat Rey bisa mempertahankan Rani biarpun tidak disentuh juga.*
__ADS_1