BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Rina terpuruk


__ADS_3

"Mas, apa sih yang ibu inginkan dari Rani, kenapa beliau ingin mas dan Rani menikah? Adakah sesuatu yang ibu sembunyikan?" tanya Rina hati hati.


"Jangan ikut campur kalau nggak tahu masalhnya. Kamu sebagai harus tahunya di dapur. Kamu mikir nggak sih kalau siang ini kamu belum masak apa apa," tegur Rey mengalihkan perhatian Rina.


"Mas, jangan mengelak. Aku tahu kalau kamu sebenarnya menginginkan bayi itu iya kan, kamu ingin merebut bayi Rani tapi bukan melalui pernikahan!" akhirnya Rina tersulit emosi.


"Sejauh mana kamu tahu!" ketus Rey.


Rey langsung melihat wajah Rina yang menatap wajahnya. Ia sangat terkejut atas apa yang Rina katakan, selama ini ia tidak pernah mengatakan apa apa pada siapapun juga, dan sekarang malah Rina tahu.


Rina tersenyum sinis." Aku hanya tahu saja, kamu dan ibumu sebenarnya ingin memiliki bayi itu kan, hanya kamu..," pojok Rina..


"Diam kamu!"


Rey langsung mencengkram tangan nya pada tangan Rina sampai Rina meringis kesakitan..


"Mas, jangan sembunyikan aku tahu apa yang kamu sembunyikan dariku, kamu juga nggak bakal tahu kan apa yang aku lakukan pada kamu." hindar Rina.


Sambil menarik tanganya dari cengkraman Rey yang sangat kuat. Tapi Rey tidak melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Rina.


"Maksudmu apa?"


"Nggak ada maksud apa apa kok,"


Rey menatap wajah Rina tajam ia ingin tahu sebenarnya Rina melakukan apa pada dirinya, sampai ia sendiri tidak tahu apa apa yang dilakukan istrinya.


Rina beranjak dari tempat duduknya, ia langsung menarik tanganya dari tangan Rey. Wanita itu berdiri dan melihat wajah Rey tajam.


"Buat apa kamu menginginkan bayi itu? Kamu nggak berhak untuk memiliki bayi itu biarpun disana ada darahmu," sinis suara Rina terdengar.


"Kamu cemburu?" tanya Rey tersenyum penuh arti..


"Cemburu! Aku nggak cemburu, kerena lalu kamu punya niatan benar ingin punya bayi itu, kenapa kamu menyuruh Rani untuk mengugurkan bayi itu sebelum lahir!" pojok Rina dengan kata kata..


Rey hanya diam saja mendengar apa yang Rina katakan pada dirinya. Ya apa yang dikatakan Rina memang benar sekali, dari awal kehamilan ia berniat dan menyuruh Rani mengugurkan kehamilan..

__ADS_1


Alasan yang masuk akal yaitu keren bayi yang di kandung Rani adalah anak haram. Mungkin untuk semua orang yang berpikir dangkal mungkin lebih setuju kalau bayi itu gugur biar tidak mempermalukan orang tuanya.


Rina masih manatap wajah suaminya, ia melihat beberapa kali suaminya menghela nafas kasar.


"Mas, kenapa? Apa ada hubungannya dengan tujuan ibu pada kita?" tanya Rina lembut.


Wanita itu akhirnya duduk kembali disamping Rey yang hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan yang ia lontarkan..


"Mas, aku nyakin ini ada hubungan dengan ibu kan. Atau ada hubungan dengan kematian bapak?" tanya Rina menggenggam tangan suaminya lembut.


Rwy terdiam, ia tidak merespon kata kata istrinya. Rina yang melihat suamianya diam saja akhirnya beranjak dari duduknya.


"Kalau kamu nggak cerita juga nggak apa apa? Aku hanya ingin ingatkan sama kamu, sejahat jahatnya seekor harimau tidak akan memakan anaknya," ujar Rina meninggalkan kamarnya.


"Dia yang membunuh bapak Rin, bapak yang dibunuh, bukan Ilham." lirih Rey.


Rina yang masih mendengar suaranya lirih Rey langsung membalikan badan dan memburu Rey kembali.


"Maksudmu?


Rey mengangguk. Melihat anggukan kepala Rey, Rina terpuruk. Ia tidak menyangka laki laki yang ditemuinya adalah yang telah membunuh bapak mertuanya.


"Iya, " angguk Rey pelan.


"Awalnya ibu nggak tahu, makanya ibu ingin menikahkan aku dengan anaknya. Tapi aku sudah menjelaskan pada ibu, ibu juga tidak menyangka."


Rey menjelaskan. Rina langsung terdiam seketika juga, mendengar apa yang diucapkan oleh Rey dihadapannya. Rey langsung merangkul pundak Rina dengan lembut sekali. Sedangkan Rina tidak bisa berbuat apa apa.


"Aku melakukan itu kerena aku nggak mau dikemudian hari dia yang bakal membinasakan aku?" kata-kata nya terhiang ditelinga nya.


Sebenarnya ia ingin percaya pada Rey tapi hanya terbentur oleh kata kata laki laki itu.


"Aku harap kau jangan cerita ini pada siapapun juga."


Rina hanya mengangguk waktu itu."Kenapa kamu diam apa yang kaku pikirkan?" tegur Rey menatap wajah Rina.

__ADS_1


Rina hanya diam saja. Ia hanya mengelengkan kepala,'Jadi Rey tidak mau menikah dengan, Rani kerena itu jadi seberapa jauh dirinya mengenal Rani?' bisik Rina dalam hati.


Sebenarnya Rina ingin mengorek keterangan pada Rey tapi ia ragu untuk mengatakan apa yang ada dalam hatinya. Akhirnya ia beranjak di kasur menuju depan rumah..Sedangkan Rey menatap kepergian Rina yang sepertinya menyembunyikan perasaannya pada diri Rey.


*


"Kita harusnya bergerak!" terima laki laki itu sambil menatap beberapa orang yang ada dihadapannya.


"Aku nggak ingin kalau bayi itu tumbuh besar dan menjadi bumerang pada kita sendiri," lanjut laki laki itu.


Tatapan matanya sangat tajam sekali, menatap wajah anak buahnya.


"Tuan, apa yang kita lakukan pada bayi itu?" tanya si jenggot putih.


"Kalau kita membunuhnya, pasti ketahuan oleh polisi dan bisa bis kita dipenjara," lanjut laki laki jenggot.


"Culik bayi itu." perintah laki laki itu dengan tegasnya.


"Jangan sampai gagal!" lanjutnya.


Setelah anak buahnya pergi, laki laki itu tersenyum puas kerena apa yang ia rencanakan lancar semuanya. Dan ia tidak ingin ada keturunan Ilham yang hidup termasuk anak Ilham sendiri.


Laki laki itu tidak tahu kalau orang yang diincarnya bukan anak Ilham, anak Ilham yang sebenarnya adalah Zoya, Zoya tidak punya anak ia masih anak SMA? Ia belum tahu siapa orang yang akan diculik dan di lakukan tidak baik olehnya.


Ia tidak menyelidiki dulu masalah anak Ilham yang sebenarnya, kerena waktu ia meninggalakan Ningsih dsn Ningsih hamil ia hanya melihat Ningsih bersama Ilham dan tidak pernah menanyakan sesuatu pada Ningsih.


Sampai sekarang anak yang lahir dari rahim Ningsih ia sama sekali tidak tahu, kerena ia meninggalkan Ningsih tidak tahunya Ningsih hamil oleh dirinya malah meninggalakan demi anak nya dengan Amanda.


Dan kerena ia merasa Ilham adalah orang yang selalu menghalangi hidupnya, maka ia mendendam pada Ilham apalagi kepala perusahaan lebih percaya pada Ilham dibandingkan dirinya.


Laki laki itu tidak.menyadari, wanita yang ia bakal disakiti adalah anak kandungnya sendiri.


"Ayah kenapa ayah melamun disini," ujar anak nya mengangetkan laki laki itu.


"Oh nggak apa apa kok, ayah cuma cape, ayah istirahat dulu ya!' ujarnya sambil beranjak dari tempat duduknya..

__ADS_1


Sedangkan sang anak hanya memandang heran pada sang ayah yang tidak seperti biasanya. Akhirnya wanita itu mempunya firasat pada ayahnya,'jangan jangan ayah bakal mencari tahu anak Ilham?' bisik hati wanita itu.


Ya secara diam diam ia tahu tentang anak Ilham yang menjadi sasaran kemarahan ayahnya.*


__ADS_2