
Setelah kepergian Rani ke kota propinsi untuk bertemu dengan Surya. Rey dan yang lainnya berunding membicarakan Rani yang berangkat kesana, dugaan mereka berbeda beda.
Kalau Rey pesimis kalau Rani berhasil meluluhkan hati Surya kalau misal Rani dan Surya ketemu. Ia tahu sifat Surya sebenarnya. Ya ia pernah bertemu dengan Surya sewaktu ayahnya berurusan dengan Surya. Bukan hanya ayahnya Rey Indra saja yang berurusan dengan Surya, Ilham salah satu yang dikenal sebagai lawan seimbang juga selalu ditaklukan oleh Surya.
Dugaan Rina berbeda dengan Rey, Rina malah semakin nyakin kalau Rani bakal meluluhkan hati Surya, kerena ikatan batin mereka kuat.
Zoya lain lagi, ia merasa kasihan sama kakaknya. Kerena apa.yang dilakukan oleh bapaknya harus Rani yang kena getahnya. Seharusnya yang kena sasaran Surya bukan Rani tapi dirinya.
Hanya ia sendiri tidak punya kekuatan untuk membela kakaknya, tapi hatinya sangat merasa bersalah pada kakaknya. Tapi ia tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu Rani, ia hanya bisa diam saat kakaknya bersitegang dengan Dio dan Rey.
Ningsih sebenarnya yang merasa bersalah pada Rani, ia lah yang jadi biang keladi dari Masalah yang dihadapi oleh Rani. Ia terburu buru minta talak tanpa memikirkan semuanya, kalau saja ia tidak minta talak mungkin kasus ini tidak akan pernah terjadi.
Sebenarnya Ningsing ingin sekali mendampingi Rani, tapi Rani menolaknya kerena ia hanya ingin menyelesaikan masalah sendiri tanpa ikut campur orang lain..
Itu yang jadi pikiran Ningsih, kalau Rani misal mengizinkan ia lah yang akan menjelaskan kalau setelah Surya meninggalkan dirinya, sebenarnya ia hamil.
Itu yang tidak diketahui oleh surya, saat ia mencari Surya, Surya sendiri tidak meninggalkan jejak sama sekali. Itu yang membuat dirinya pasrah saja. Kehamilan yang tanpa diketahui oleh Surya dan dirinya membuat dirinya harus mengurus rank sendirian. Otomatis Ilham datang dan memberikan perhatian yang tulus untuk Rani seperti anak sendiri.
Sedangkan Ningsih tahu Ilham belum punya anak sama sekali, tapi dengan Rani seperti anak kandung sendiri, setelah mereka menikah Ilham mencurahkan perhatian lebih pada Rani sampai Rani juga tidak menyadari kalau Ilham adalah bapak sambungnya.
Ningsih tidak menduga kalau semuanya bakal terungkap setelah ia bertemu dengan Amanda. Dan yang lebih terkejutnya lagi Amanda adalah ibu mertua Rey, mantan pacarnya Rani.
Dan ia juga baru tahu kalau Surya punya adik sepupu, ia sama sekali tidak tahu. Ia baru tahu setelah mereka bertemu di rumahnya Amanda.
Dio hanya diam saja, tapi hatinya malah khawatir terhadap apa yang rank lakukan, ia tahu kalau Rani sebenarnya nekad menemui Surya bukan untuk menceritakan semuanya. Tapi Dio nyakin kalau laki laki yang diceritakan Rani itu adalah Surya..
"Aku nyakin Dio kalau laki laki itu yang pernah aku tolong." Ujar Rani terhiang hiang ditelinga Dio..
"Kamu nyakin kalau laki laki itu yang ditolong kamu?" Tanya Dio ingin tahu.
"Iya, aku nyakin banget Dio. Aku masih ingat kejadian itu, apa mungkin aku salah ya."
"Trus rencana kamu bagaimana?" Dio bertanya.
"Mungkin aku ingin menemui dan bicara, tapi bukan untuk menceritakan identitas aku, aku ingin tahu kalau laki laki itu emang laki laki yang aku tolong atau bukan?"
__ADS_1
"Aku percaya sama kamu Dio, jangan ceritakan ini semuanya pada semuanya orang. Aku besok pergi untuk menemuinya," Hela Rani.
"Ran, apa nggak resiko kalau kamu pergi sendirian?"
"Nggak pernah. Kamu tahu, dia berkata apa padaku waktu itu?" Tatap Rani mencari jawaban yang mungkin Dio bisa jawab.
Dio hanya menggelengkan kepalanya, kerena ia tidak tahu apa yang laki laki itu ucapkan pada Rani.
"Dia janji bakal traktir aku kalau kami berdua bertemu lagi, jadi sebelum ia membunuhku. Aku ingin dia traktir aku dulu," senyum Rani manis.
"Kamu jangan bercanda!" Ketus Dio tiba tiba shock mendengar apa yang Rani katakan.
"Aku nggak bercanda Dio, aku serius." Rani tegas.
Dio hanya mengenal nafas dalam dalam."Ran, boleh aku mengantarkan kamu kesana?" Tanya Dio kemudian.
"Nggak, aku akan pergi sendirian kamu dan yang lainnya lebih baik jaga Anindya saja di sini, aku nggak bawa Anindya." Tegas Rani.
"Kak Dio ngelamun!" Teriak Zoya sambil menggoyang tangan Dio dengan keras.
Ia hanya mwngelangkan kepala saja melihat Dio terdiam, pantas tadi Rey meminta persetujuan dio, Dio malah diam tidak bergeming sama sekali.
"Dio kamu kenapa?" Tanya Rina perhatian pada adiknya.
"Jangan bilang kamu mikirin Rani!" Dengus Rey.
Dio hanya nyengir saja, matanya menatap semua orang yang ada disana.
"Aku hanya khawatir sama Rani, itu saja emang nggak boleh ya,"
"Aku udah nebak apa yang kamu pikirkan," cemooh Rey mendelik..
"Emang kalian mau ngomong apa sih!"ujar Dio garuk kepala tidak gatal.
"Dio kamu itu benar benar nggak memperhatikan apa yang mas Rey katakan ya?" Rina akhirnya sewot.
__ADS_1
Ia merasa gemas pada adiknya itu.
"Oke aku ulang ya sekarang. Bagaimana kalau kita selidiki apa yang dilakukan Surya pada komplotannya. Kita harus tahu rencana mereka?" Tanya Rey pada Dio.
Pertanyaan yang sama telah terlontar pada semua orang kecuali Dio yang tadi tidak fokus sama sekali, semua orang disana setuju.
Dio yang mendapatkan pertanyaan itu tidak langsung menjawab yang dilontarkan oleh Rey, ia berpikir dulu sebelum mengungkapkan nya.
"Oke aku setuju. Terus Anindya bagaimana?
"Anindya biar sama ibu saja. Insha Allah aman." Ningsih menjawab pertanyaan Dio.
"Lebih baik Anindya dijaga mama juga, aku khawatir kalau ibu sendirian yang jaga kalau ada apa apa kita repot lagi," usul Rina.
"Itu ide bagus," Ningsih setuju.
"Tapi Santi bagaiamana?" Tanya Ningsih menatap semua orang yang ada disana..
"Ibu Santi nggak disini, tenang saja kalian aman." Jawab Rina pada Ningsih tapi matanya melirik Rey.
"Aku ikut juga kan, aku nggak.mau.melihat kak Rani kenapa kenapa sih sebenarnya, seharusnya ayahnya kakak sasarannya adalah aku bukan kak Rani." Keluh Zoya.
"Oke kamu ikut boleh." Ujar Rey menatap wajah Zoya.
"Tapi apa nggak bahaya buat Zoya?" Ningsih angkat bicara..
"Insya Allah nggak bakal kenapa kenapa, seharusnya dia juga sayang pada Zoya kerena Rani juga disayang oleh Ilham." Lirih Rey tapi masih kedengaran oleh semua orang.
"Kita setuju besok bertemu dengan Surya disana?" Tanya Rey menegaskan Keta katanya kembali.
"Oke! Setuju banget!" Jawab orang yang ada disana dengan serempak..
"Mas, boleh aku tanya sama kamu. Kenapa dulu kamu menggugurkan Anindya? Kamu tahu Anindya adalah anak kamu?" Tanya Rina menatap wajah Rey.
Semua wajah langsung menatap Rey setelah mendengar pertanyaan Rina. Rey yang tidak menduga langsung terdiam ia sama sekali tidak menyangka kalau pertanyaan itu bakal terlontar dari mulut Rina istrinya.*
__ADS_1