
Rey langsung menemui Rani, tapi sebelum ia menghampiri Rani, ia hanya termanggu, terkejut melihat orang yang disamping Ra i dan Zoya.
Rey bukannya duduk malah pergi begitu saja. Tapi Rani langsung mengejar Rey yang mau balik lagi, ia meraih tangan Rey tapi Rey dengan cepat menipiskan tangan dari Rani..
Tapi sebelum Rey melangkah kakinya, Amanda datang dari arah dapur menuju ruang keluarga. mereka saling tatap, begitu juga dengan Rani.
"Kamu kenapa Rey?" tanya Amanda heran.
"Ada pembunuh ayah disini!" sembur Rey ketus.
Rey langsung pergi begitu saja, Amanda menatap heran mendengar kata kata yang keluar dari mulut Rey. langsung menatap wajah Rani, tapi wanita itu hanya diam saja tidak berkomentar malah Rani mengikuti Rey yang berjalan menuju arah dapur.
Amanda hanya menghela nafas saja, ia melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu, tapi ia langsung menghentikan langkahnya saat matanya menatap satu sosok yang dikenalnya. sosok yang pernah meninggalkan dirinya dan mencuri anak kandungnya.
"Kamu, kamu mau apa kesini?" tanya Amanda ketus.
Ia masih ingat sebuah penghianatan yang dilakukan laki laki itu, didepan matanya. Amanda sebenarnya bisa memaafkan semua yang terjadi, tapi luka dihatinya benar benar dalam sekali. perjodohan yang membuat dirinya diceraikan dan di tinggalkan begitu saja.
Dsn yang lebih sakit ia harus melahirkan seorang diri dengan hati sakit ia berjuang sendirian mengeluarkan jabang bayi yang ada di rahimnya.
Kata orang orang, melahirkan itu sakit ibarat dipatahkan 50 tulang rusuk, tapi ia tidak merasakan itu. Hatinya yang sakit dan berdarah, disaat detik detik proses lahiran yang menurutnya lama sekali, tanpa pendamping suami yang memberikan dukungan.
Hatinya hancur berkeping keping, kerena bayi yang ia lahirkan lenyap tanpa jejak sama sekali.
Surya menatap wanita yang pernah melahirkan Senja dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan sama sekali. Ia menyesal sebenarnya melakukan itu pada Amanda, tapi bagaimanpun Senja adalah putrinya dan ia harus bertangungjawab padanya, bukan hanya Senja sih. Kalau ia tahu dari awal ia juga bakal membawa Rani bersamanya, tapi kerena ia tidak tahu apa apa, jadi Rani malah mengakui Ilham menjadi bapaknya.
Rina yang masih di tempat itu hanya terheran heran melihat sikap mamanya dan suaminya. Malah suaminya tidak mau menemui laki laki yang ada dihadapannya. Dan Rina juga mendengar kata kata ketus Rey tentang laki laki di hadapannya, ia.kukai meraba raba siapa laki laki itu.
__ADS_1
Rina hanya menghela nafas saat hatinya mengakui kalau laki laki yang dibawa oleh Rani adalah Surya. Apalagi saat ia.mwlihat ekspresi mamanya seperti itu, ekspresi yang sama seperti Rey.
Sebenarnya ia ingin tahu waktu Rey pergi ia akan menyusul tapi keburu Rani yang mengejarnya, terpaksa Rani mengurungkan niatnya untuk mengejar suamianya..
Rina.melkaukan itu hanya ingin memberikan waktu supaya Rani dan Rey bicara dengan seriusnya, kalau misal ia mengikutinya pasti mereka tidak bakal menyelesaikan masalahnya.
Amanda langsung meninggalkan tempat itu, Surya langsung mengejar Amanda. Sedangkan Zoya dan Rina saling tatap satu sama lain tanpa berkomentar, dengan tatapan matanya Rian menanyakan sesuatu pada Zoya, tapi gadis 18 tahun itu hanya mengangkat kedua bahunya.
"Apa dia Surya?" tanya Rina menatap Zoya.
"Iya, dia Surya. Tujuan kesini sebenarnya ingin meminta maaf pada ibu Amanda dan kak Rey, tapi malah keduanya pergi begitu saja." ujar Zoya.
Rina hanya diam saja setelah mendengar penjelasan dari Zoya. Ia baru mengerti sekarang kenapa sikap mamanya seperti itu ya siapa sih seorang istri yang mau di madu, apalagi meninggalakan dirinya yang sedang hamil besar.
Boro boro mamanya, Rina juga tidak bakal ikhlas kalau Rey melakukan itu, ya biarpun Rey hampir saja mengikuti jejak Surya, tapi biarpun begitu ia tetap sakit hati kerena Rey harus selingkuh dan sampai punya anak dari Rani. Coba wanita mana yang tidak sakit hati, saat suamianya harus selingkuh dengan mantan pacarnya.
Mungkin hanya orang gila saja yang menganggap ini semua hanya kesalahan dirinya, tidak melihat kesalahan orang lain maupun laki laki nya.
"Rey nggak sopan meninggalakan orang tua yang ingin bertemu denganmu!" sembur Rani kesal.
"Orang yang telah menghilangkan nyawa orang lain, apa pantas untuk dihargai?" tanya Rey emosi tanpa melihat pada Rani.
"Dia kesini hanya minta maaf!"
"Buat apa? Orang kaya dia nggak pantas dimaafkan!"
"Rey, apa kamu suci? Nggak pernah melakukan kesalahan secuil pun." desak Rani.
__ADS_1
Rey terdiam. Rani mendekati Rey mereka berdiri saling berdampingan hanya menyisakan jarak, kalau Rey berdiri di sebelah kanan dekat dipan. Sedangkan Rani dekat dengan lemari yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.
"Jangan menganggap diri benar, kamu ingat apanyang pernah kamu lakukan pada Anindya?" kata Rani tajam.
"Kamu jangan bahas itu lagi,"
"Picik!"
Rani langsung meninggalakan Rey menuju depan, tapi sebelum Rani pergi Rey dengan cepat ya langsung menahan tangan Rani. Rani langsung berhenti kerena tanganya ditarik oleh Rey.
"Maafkan aku, aku hanya bisa memaafkan ayahmu asal ayahmu bisa mempertangungjawabkan kesalahan ke ranah hukum," kata Rey membalikkan badan Ranty.
"Ayah sebenarnya ingin mempertangungjawabkan kesalahannya, tapi sebelum itu ia kesini untuk minta maaf sama kamu dsn ibu Amanda."
"Benarkan?"
Rani mengangguk. Akhirnya mereka pergi dan menuju ruang tamu, kerena pasti Surya dan Amanda ada di sana. Tapi keduanya terkejut kerena di ruang tamu tidak ada siapa siapa, keduanya saling tatap satu sama lainnya. Saling bertanya di dalam hati masing masing, kerena orang yang akan mereka.twmui tidak ada ditempat.
Akhirnya mereka mencari Surya dan Amanda. Sedangkan Amanda dan Surya berada di toat lain tapi masih dilingkungan rumahnya.
"Kamu jahat! Kamu menceriakan aku saat aku berjuang hendak melahirkan Senja dsn kamu jahat mengambil Senja dari tanganku,"
"Maafkan aku Amanda. Aku salah, aku kesini hanya ingin minta maaf pada kamu dan pada Rey, mungkin aku bakal mempertangungjawabkan semua yang aku lakukan pada ayahnya Rey." kata Surya lirih.
Ya ia menyesali sekarang, menyesal membuat Amanda kehilangan anaknya, menyesal telah membunuh Tio, dan menyesal tidak mengenal anak yang lain yaitu Rani.
Rani yang tahu ayahnya sedang berduaan dengan Amanda hanya menatap keduanya, percakapan mereka terdengar dengan jelas sekali.
__ADS_1
Ada kisi kisi hatinya yang hilang saat mendengar apa yang Surya katakan padanya. Tidak lama kemudian Rey berada ditempat itu, menatap keduanya dengan perasaan yang lain. Ya ia hanya ingin melihat Surya mempertangungjawabkan kesalahannya, di pihak berwajib.
Rey langsung menggenggam tangan Rani dengan eratnya, wanita itu melirik Rey dan membalas ngenggaman Rey dengan erat sekali.*