BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Dio membahas


__ADS_3

"Kamu setuju?" tanya Dio heran


Rani melonggo mendengar apa yang dikatakan oleh Dio. Dio mendatangi Rani yang sedang membereskan buku di perpustakaan, tadi pada jam istirahat siswa dan siswi masuk ke perpustakaan.


Sebenarnya Dio sudah menghubungi Rani hanya untuk menanyakan kebenaran tentang rencana Santi, tapi Rani dengan kesal mematikan hpnya. Otomatis Dio semakin penasaran apa yang akan dilakukan Rani.


Berita itu membuat hati Dio tersakiti, oke kalau Rani memang tidak menyukai dirinya, ia tidak mengapa. Tapi mendengar apa yang diucapkan Santi tentang rencana pernikahan Rey dengan Rey membuat ia gelisah.


Akhirnya hari itu! Senin di perpustakaan ia mendatangi Rani di jam sesudah istirahat. Awalnya ia ingin membahas semuanya di awal jam tapi ada rapat masalah pembentukan ketua OSIS. Semuanya terlibat termasuk dirinya dan Rani.


Dio datang dengan pertanyaan yang tidak masuk akal oleh Rani sendiri, ia manatap wajah Dio yang berdiri tidak jauh dari dirinya. Dio berdiri di dekat kursi pustakawan, sambil menghadap padanya.


Rani yang tahu Dio mengajak bicara langsung berhadapan dengan Dio. Tangannya memegang beberapa buku, ia langsung memasukan buku itu ke rak buku lalu mendekati Dio.


"Setuju apa?"


"Menikah dengan Rey, kamu harusnya mikir Ran!" teriak Dio murka.


Deg!


Rani terkejut mendengar teriakan Dio di hadapannya, Rani sempat terkejut Dio jarang banget berteriak atau berkata kasar padanya, tapi sekarang Dio terlihat berbeda dengan hati hati kematiannya. ia sama sekali tidak menduga kalau Dio datang hanya untuk bicara pernikahan dirinya, sedangkan dirinya sendiri tidak pernah berharap lebih pada Rey.


Pandangan Dio menatap tajam kearah Rani, ia tidak menyangka kalau Rani bakal setuju pada keputusan Santi.


Dio yang mendengar berita itu dari Santi merasakan hatinya terasa tercabik cantik saat mendengar kabar Rani bakal menikah dengan Rey. Bukan kerena Rey masih menjadi suaminya kakaknya bukan, tapi ia memikirkan perasaannya sendiri yang selama ini pada Rani.


"Dio kata siapa? Aku nggak pernah bicara apa apa sama kamu tentang ini," Rani terkejut ditodong seperti itu oleh Dio.


Rani bernafas lega, kerena Dio datang pas jam masuk kelas jadi tidak ada siswa yang berkunjung ke perpustakaan.


Tapi hati Rani menduga kalau Santi melakukan sesuatu pada Dio, ia juga takut Rina juga pasti tahu masalah ini. Begitu juga dengan Rey.


Rey kemarin juga marah, dan menuduh dirinya bicara pernikahan dengan Santi, sedangkan dirinya tidak pernah bicara apa La pada Santi. Santi sendirilah yang bicara dan memaksa dirinya menjadi yang kedua.

__ADS_1


Kemarin Rani melihat Rey marah, langsung menduga kalau Santi tidak bicara dulu dengan Rey maupun Rina. Sekarang Dia datang marah dan membahas pernikahan yang tidak pernah ia banyangan sedikitpun.


"Ran harusnya kamu ngaku, jangan mempermainkan aku!" sembur Dio tidak suka.


Ia benar benar marah sekali, kecewa pada Rani. Tanpa sepengetahuan dirinya. Rani bakal menikah dengan Rey, Dio kecewa pada Rani yang tidak pernah jujur padanya tentang perasaan Rani pada Rey.


Rani menatap wajah Dio dengan tajam. Rani hanya menggelengkan kepala tanpa mengerti apa yang Dio katakan pada dirinya.


"Aku dengar sendiri dari mertuanya kak Rina kalau kamu setuju menikah dengan Rey, kamu kenapa.lakukan ini. Kamu tahu kan Rey jahat sama kamu," akhirnya Dio mengaku pada Rani tentang rencana Santi. Dio terlihat putus asa.


Deg!


Mendengar kata kata Dio, hati Rani sebenarnya sudah menduga kesana, tapi ia hanya diam saja. Rani merasakan hatinya bergetar saat Dio mengatakan kalau Santi setuju kalau ia setuju menikah dengan Rey.


'ya Allah permainan apa lagi ini,' rintih Rani tidak mengerti.


Rani menyangka kalau kedatangan Santi hanya ingin merusakkan keakraban yang pernah Rani jalin dengan Dio dan keluarganya.


"Dio dengar aku, aku nggak pernah setuju dengan apa yang dilakukan mertuanya kakak kamu, dianya saja yang terburu buru!" jelas Rani jujur.


"Kata siapa aku yang menyiapkan kartu itu Dangan? Dia menyiapkan semuanya, tapi ibu Santi tidak bicara dengan Rey dan Rina maupun aku, aku menolaknya dio." jelas Rani


Ia berusaha mencairkan suasana hati Dio. Rani ingin Dio tidak mengambil kesimpulan tentang pernikahan dirinya, kerena ia sendiri juga tidak setuju dengan rencana Santi.


Oke kalau Santi mengakui kalau anak dalam kandungannya adalah cucunya tapi untuk menikah dengan Rey? Itu tidak mungkin, ia hamil juga sebenarnya telah melukai hati Rani apalagi harus menikah dengan Rey.


"Kamu atau dia yang menyiapkan? Kamu jangan memutar balik fakta!" bentak Dio terbawa emosi.


"Dio! Bukan aku, tapi ibu Santi?" seru Rani tidak menduga kalau Dio berteriak padanya.


Tiba tiba hatinya terluka oleh teriakan Dio seperti itu, ia langsung meninggalakan Dio, tapi Dio menarik tangan Rani. Mencegah Rani untuk pergi.


Rani langsung menepiskan tangan Dio, ditatap wajah Dio dengan tajamnya.

__ADS_1


"Kalau kamu nggak percaya percaya silahkan, aku nggak maksa kamu untuk percaya," Rani berujar dengan tegasnya.


Rani merasa kalau kedatangan Santi ada motif lain. Sedangkan Rani berusaha untuk berkata jujur, ia sebenarnya sudah sangat lelah sekali.


Apalagi Dio sepertinya tidak mau mengerti dengan keadaan dirinya lagi, tiba tiba Rani mengelus perut bagian bawah yang terasa kram.


"Rina pasti tidak tahu ini," ujar Rani pelan.


Wanita itu yang awalnya akan keluar dari ruangan, tidak jadi Rani langsung duduk di kursi. Hatinya begitu kalut. Dio pun ikut duduk di samping Rani, Rani tidak ingin Dio tahu kalau perutnya sakit lalu ia langsung menarik tangannya ke atas meja.


"Dio aku nggak mau bahas itu lagi, please!" pinta Rani pelan.


Dio menarik nafas dalam dalam dalam dan menghembuskan kembali, ditatap wajah Rani, tapi Rani menghindar dari tatapan Dio.


"Aku hanya ingin tahu sebenarnya itu saja, "


"Kamu percaya kan sama aku, aku nggak mungkin merencanakan itu."


"Entah lah, aku mau percaya sama siapa? mertua kakak mengatakan kalau kamu,"


"Dio, stop jangan bahas itu lagi! aku nggak mau dengar masalah itu undangan itu," Rani memohon pada Dio.


"Oke aku nggak mau bahas itu lagi, tapi bolehkan aku nanya tentang yang lain?" tanya Dio mengalihkan pertanyaaan.


Rani hanya mengangguk.


"Kalau misal dulu ibu Santi yang menyiapkan pernikahan kalian bagaimana sebelum Rey menikah dengan Rina," lirih Dio pelan.


Rani hanya menghembuskan nafas mendengar apa yang keluar dari bibir Dio. Rani sebenarnya tidak mau menjawabnya kerena ada sangkut pautnya dengan masa sekarang. Tapi Rani tidak bisa mengelak atas pertanyaan yang dilancarkan Dio padanya.


"Kalau dulu Ibu Santi meminta aku.mwnikah dengan Rey mungkin aku akan setuju, kerena aku dan Rey memang sudah merencanakan pernikahanku dengan Rey," akhirnya Rani menjawab jujur.


"Dan kita juga bertemu juga nggak akan seperti ini Dio,"lanjut Rani menghela nafas.

__ADS_1


Dio terdiam. Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Rani, kalau misal Santi dulu mengizinkan mereka.menikah mungkin cerita tentang Rani tidak akan ada dalam hidup Rey dan Rani sekarang. Tapi semuanya sudah terjadi.*


__ADS_2