BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Aku Salah Rey 2


__ADS_3

"Bu, aku mohon jangan salahkan Rey. Rey nggak salah aku yang salah." tangis Rani saat melihat Rey dipukul beberapa Kalai oleh Santi.


Santi berasa gemas sama Rey yang telah men sia siakan Rina wanita pilihan yang ia pilihkan buat pendamping anaknya. Santi tidak mengubris tangisan Rani, ia berusaha menghalangi Rani supaya bisa memukul tubuh Rey.


Rina yang masih di ruangan itu juga melindungi Rey.


"Bu, hentikan semuanya. Aku yang salah telah memilih dia, tanpa tahu apa dia suka aku atau tidak." Rina memeluk tubuh suaminya.


Ia ikhlas mengorbankan tubuhnya untuk dipukul oleh mertuanya. Tangisan kedua wanita itu terdengar sampai luar, Dio dan Zoya yang ada di luar langsung masuk kerena ingin tahu apa yang terjadi. Dio dengan cepat langsung menarik tubuh Santi yang sedang memukul tubuh Rey.


Dio juga shock saat tahu tubuh Rey dihalangi oleh dua wanita. Ia dengan cepat menarik tubuh Santi.


"Bu, apa apa an!" teriak Dio setelah menarik tangan Santi. Ditatapnya wajah Santi dengan perasan yang tidak bisa dilukiskan sama sekali, Rey setelah tahu ia tidak dipukul lagi oleh ibunya lanhsung bangkit dan menatap kedua wanita yang ada dihadapannya.


Rina langsung memeluk tubuh Rey dengan erat. Rey tertegun melihat kelakuan Rina. Rani yang melihat hanya diam saja, ia tidak menyalahkan kelakuan Rina. Wajar kalau Rina memeluk Rey kerena Rey adalah suamianya. Tapi anehnya hatinya terasa sakit melihat keakraban yang ada dihadapan matanya.


Santi yabgbtudsk menerima tangannya ditarik oleh Dio langsung melayangkan tanganya ke arah Dio dengan kuat.


PLAK!


Tangan Santi tepat mengenai rahang Dio dengan kerasnya. Sampai laki laki itu menjerit kesakitan, saat telapak tangan Santi mengenai rahangnya. Dio langsung memegangi dengan kedua tangan sambil matanya manatap tidak suka pada Santi.


Rina yang tidak senang melihat adiknya di pukul oleh mertuanya langsung menghampiri Santi.


"Bu, Dio nggak salah seharusnya!" teriak Rina.


"Dia salah telah menarik tangan ibu, teriak ngapain kalian belain Rey. Rey telah salah!" sungut Santi langsung menatap wajah Rani dan Rina dengan tajam.


"Rin, dia telah menghianati cintamu, apa kamu tidak ingin membalas dendam pada wanita yang telah merebut cinta Rey?" selidik Santi.

__ADS_1


Awalnya Rina ingin angkat bicara tapi, Santi lebih dulu bicara.


"Lalu kamu, kenapa kalau kamu cinta dan sayang sama Rey tidak memaksa Rey lari denganmu tanpa harus menikah dengan wanita lain yang Rey tidak suka," lanjut Santi menatap pandanganya kearah Rani.


"Itu bukan kerena keinginan ibu kan bukan keinginan Rey," bela Rani tajam.


"Aku nggak percaya kalau Rey tidak cerita tentang aku pada ibu, ibu nya saja yang egois ingin menjodohkan Rey dengan Rina kenapa?" tanya Rani.


Ya ia sekarang punya kesempatan untuk menanyakan hal ini pada Santi, sebenarnya sejak dulu ia ingin sekali mengungkapkan perasaan pada Santi tapi Santi seperti belut yang licin dan tidak bisa ditangkap.


"Aku setuju apa yang dikatakan Rani," bela Rey kemudian.


Rey masih ingat ketika ia meminta izin pada Santi untuk menikah dengan Rani, tapi Santi tidak setuju tanpa mengungkapkan alasan yang detilnya. Hanya yang Rey tahu alasan Santi kerena Rey dan Rina sejak kecil di jodohkan itu saja yang Rey tahu selebihnya tidak sama sekali.


"Kenapa ibu pisahkan kami berdua," Rey menatap wajah Santi tajam.


'Kenpa harus diulang ulang ucapannya," luka hati Rina tersehat beberapa kali.


Tapi Rina masih bisa menahannya perasaan itu, ia benci kenapa bukan dirinya yang dicintai dan disayangi oleh Rey. Dan anehnya Rina merasa heran Rey beberapa kali menyakiti dirinya, tapi ia masih mengharapkan cinta Rey untuknya.


Bukan hanya Rina yang menderita sakit dalam hatinya, Dio yang ada di tempat itu juga hatinya sangat berdarah sekali. Tapi ia tidak peduli dengan.ucapan.yang didengar dari mulut Rey.


Melihat situasinya tidak mengenakan..Rani langsung tanggap pada keadaan, ia tidak ingin kalau ada kesalahan pahaman terjadi antara Rey dan Rina.


"Rey aku salah, aku salah mencintaimu biarpun kamu sudah menikah juga." Ujar Rani akhirnya.


Ia tidak mau kalau Rey terus menerus menyalahkan Rani dalam masalah ini, Rani tahu sebenarnya kalau Rey sellau menyalahkan Rina dalam.pernikahan Rey sendiri. Jadi Rani berinisiatif bicara terus terang, ia tidak mau kalau semuanya menyalahkan Rina.


Kerena.Rani tahu sebenarnya Rina tidak bersalah, tapi dirinya kerena saking mencintai Rey harus memberikan peluang kembali untuk dicintai Rey.

__ADS_1


Rani juga menyadari sebenarnya juga Rey salah telah memilih dia tanpa harus menikah. Yang Rani sesali kenapa kalau memang Rey mencintai diri, tidak pernah memperjuangkan dirinya. Itu yang Rani kecewa sebenarnya dari Rey. Kalau saja Rey mau mengakui dihadapan Santi mungkin ia tidak akan seperti ini.


Dio ingin sekali angkat bicara tapi laki laki itu hanya diam saja, di sisi hatinya ia menyalahkan Rey. Ia ingin membela Rani, tapi disisi lainnya kalau ia membela Rani otomatis ia menyalahkan Rina, begitu sebaliknya.


Tapi dihati Dio juga menyalahkan Santi kerena Santi egois ingin menjodohkan Rey dengan Rina tanpa melihat atau memberikan peluang untuk Rey menceritakan.


""Ya aku salah.," getar Rani sendu.


"Nggak kak Rani nggak salah apa apa. Wajar kan kalau kak Rani ingin mempertahankan cintanya," sembur Zoya yang tiba tiba datang tanpa diundang.


Diluar ia mendengar pembicaraan yang terjadi pada sidang yang telah dilaksanakan oleh Santi. Tapi pandangan Zoya mencari cari Amanda yang tidak ada sama sekali, ia merasa heran Amanda tidak ada sama sekali. Tadi sebelum ada sidang Zoya melihat Amanda juga ikut dalam sidang, ada pikiran yang lain menghampiri Zoya. Tapi gadis remaja itu hanya diam saja, ditatapnya wajah kakaknya.


Tapi Rani tidak membalas tatapan adiknya. Rani juga sebenarnya terkejut saat Zoya tiba tiba datang membela dirinya.


"Aku nggak suka kalian menyalahkan kak Rani. Seharusnya yang bertangungjawab atas kakak adalah kak Rey," tegas Zoya menatap bola mata Rey dan Rani.


Santi hanya diam saja mendengar komentar dari Zoya. Ia sejak awal hanya mendengarkan apa yang keluar dari masing masing orang dan akan mengambil kesimpulan yang matang dan tidak akan melakukan kesalahan fatal lagi.


"Zoy, bukan kakak nggak mau bertangungjawab tapi," ujar Rey tersendat.


"Tapi apa kak? Alasan klasik!" cerca Zoya.


"Apa kerena kakak telah punya istri? lalu..," sembur Zoya tidak suka alasan yang bakal diberikan oleh Rey.


Dio yang melihat situasi yang tidak mengenakan langsung menarik tangan Zoya untuk keluar, tapi Santi dengan cepatnya melarang Dio untuk menarik tangan Zoya.


Akhirnya Dio mengurungkan niatnya. Santi dengan sabarnya mendengarkan apa yang disampaikan oleh Zoya tentang kehidupan kakaknya selama kehamilan, Rani pun diam awalnya sih ia juga ingin sekali menghentikan ucapan Rani, tapi melihat Santi memberitakan Zoya bicara akhirnya Rani pun pasrah saja.


'Maafkan aku Rey, aku salah sama kamu mencintaimu setelah kamu menikah, seharusnya ini nggak perlu terjadi kembali diantara kita,' bisik hati Rani*

__ADS_1


__ADS_2