
Rey hanya menatap kepergian Rina.
'Apa ini wujud asli orang hamil seperti ini? Aku rasa waktu Rani hamil nggak gini gini amat sih!' bisik hati Rey saat menatap punggung Rina.
Seingatnya waktu Rani hamil tidak manja seperti Rina sekarang, tapi dihadapannya Rey menyaksikan semuanya. Ia hanya mengerti saja.
Rina yang tidak tahu apa apa hanya pergi begitu saja meninggalkan Rey yang masih begong. Ia menamgis sesegukan hatinya sakit sekali, ia tidak menyangka kalau Rey bakal marah gara gara rujak yang ia pinta tadi.
'Bilang salah kalau nggak mau beli, jangan marah marah. Tadi pura pura baik eh pas pulangnya malah nggak ikhlas kaya gitu!' bisik hati Rina.
Cairan bening yang ada di matanya terus turun saja, kalau ingat Rey dengan keras membanting pintu sampai ia kaget.
'Kok begini ya hidup, aku sangka orang hamil itu enak nggak tahunya?' bisik Rina sambil terus menangis.
Lidahnya seperti nya enak kali pagi pagi kaya gini makan rujak, apalagi rujak yang dicampur jambu air, mangga muda, daging buah kedondong, tiba tiba air liurnya seperti ingin keluar semuanya membanyangkan lezatnya daging buah mangga yang di guyur oleh kuah rujak.
"Rin, kamu kenapa menangis dipojokan?" Tanya Amanda heran.
Melihat putrinya yang menyusut airmata yang deras membasahi bibinya. Rina bukany menjawab pertanyaan ibunya, ia langsung menyongsong ibunya dan memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya.
Tangisannya pecah seketika juga, Amanda heran sekali mendengar tangisan Rina meledak seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Hai hai kamu kenapa? Bertengkar sama Rey, Rin hal biasa kalau bertengkar kamu kaya nggak tahu aja Rey." Ujar ibunya melepaskan pelukannya.
"Mas Rey, Ma. Mas Rey, tadi aku minta dibelikan rujak eh las pulangnya malah marah marah banting pintu," adunya polos.
Rey yang akan menyusul Rina hanya garuk garuk kepala saat mendengar coleteh Rina pada ibu mertuanya..
"Nggak dewasa!" Gerutunya pada diri sendiri.
Rey yang tangung, akhirnya lanhsung menghampiri istri dsn ibu mertuanya. Ia harus meluruskan keslah pahaman ini dengan Rina supaya istrinya tidak salah paham padanya, apalagi Amanda.
Rey langsung duduk di depan Rina, Rina yang sedang bersa ibunya agak terkejut melihat Rey datang dan duduk di hadapannya.
"Rin, dengar dulu penjelasanku, pis." Pinta Rey.
"Ya udah mama masuk dulu ya, kalian selesaikan masalah kalain." Amanda bangkit langsung meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Apa yang akan mas jelaskan, semuanya udah jelas mas. Kalau.mas nggak mau beliin aku rujak." Ketus Rina kesal.
"Asal kamu jangan marah ya," bujuk Rey.
"Apa?" Tanya Rina menatap wajah Rey suaminya.
"Baik lah, tapi janji kamu jangan marah atau merajuk ya," Rey hati hati sekali.
"Tadi aku datang ke warung tukang rujak, tapi warungnya tutup kata tetangganya kemarin tukang rujaknya ke saudaranya." Jelas Rey.
"Lalu kenapa mas pulang marah marah?" Kejar Rina ingin tahu.
Menurut Rina kalau memang tukang rujaknya tudks ada kenapa pulang harus maraharah dan banting pintu segala. Ia juga kalau tidak.adaasa harusaksa harus ada tuh rujak? Pikir Rina dalam hati.
Di wajahnya masih ada guratan kekesalan. Tapi ia berusaha tidak menampakannya.
Rey bukan langsung menjawabnya tapi ia menarik nafas dalam dalam lalu dihembuskan begitu saja. Ia tatap wajah istrinya terlihat masih ada beka tangisan di wajahnya.
"Aku tadi nyusul Dio ke sekolah, dia nggak ada ditempat. Aku kira di rumah Rani nggak tahunya mengantarkan Rani untuk menemui Surya," jelas Rey mengaku.
"Aku hanya butuh Dio itu saja," dusta Rey sambil beranjak duduknya mendekati Rani.
Ia tidak menyangka kalau Rey marah kerena dio mengantarkan Rani ke Surya.
"Kamu cemburu sama Dio?" Tanya Rina menatap wajah Rey tajam.
"Kamu perlu sama Dio atau sama Rani, kenapa kau nggak mengatakan kalau kamu sebenarnya ingin bertemu dengan Rani bukan Dio," kata Rina sinis.
Dalam kata kata Rina terdengar seperti ia cemburu pada apa yang ia ucapkan, ya iyalah ia cemburu kerena suaminya harus.mengejar wanita lain. Rina yang mendengar cerita Rey terasa perih dalam hatinya.
"Aku nggak pernah cemburu kok, tapi yang aku herankan kenapa Rani nggak pernah bilang sama aku kalau ingin ke Surya?" Tanya Rey seperti pada dirinya.
"Itu buktinya." Radang Rina.
"Hai kamu jangan marah kaya gitu sih!" Lembut suara Rey menyentuh telinga Rina.
Rina langsung menepiskan tangan Rey lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
"Aku salah apa ya?" Tanya Rey pada diri sendiri heran.
"Apa apa Rani lagi Rani lagi. Kapan sih wanita itu menikah? Apa salhnya sih dia terima tawaran Dio untuk menikah," gerutu Rina kesal.
'Apa sih maunya Rey. Udah tahu dirinya punya istrialah kepincut sakanpada Rani,' lanjut hati Rina heran..
Tidak heran bagaimana Rina menghadapai Rey seperti itu, ia yang sekian lama mencintai Reyalah tidak digubrisnya dan kini ia hamil seharusnya suaminya memperhatikan dirinya bukan malah mengejar Rani.
Rina langsung kamar dan menyandarkan pungungnya di pintu sambil berdiri di balik pintu. Ia menarik nafas dalam dalam, ia tidak mengerti apa yang dirasakan Rey.
Rina langsung merebahkan badannya ke kasur sambil memeluk gulingnya. Ia masih ingat percakapan yang terjadi pada dirinya dan Dio waktu membahas tentang Rani..
"Kamu suka sama Rani, menurut kakak lebih baik kejar Rani," dukung Rina waktu itu.
"Iya kak, kalau saja raninsuka aku mungkin aku sudah lamar dirinya." Sendu Dio.
"Rani menolak cinta kamu?" Tanya Rina menatap wajah adiknya.
"Beberapa kali kak, " ujar Dio.
"Trus Rani punya pacar nggak sekarang?"
"Nggak tahu sih kak."
Rina hanya menghela nafas panjang mendengar ala yang Dio ucapakan. Ia tidak habis pikir kenapa Rani menolak Dio untuk dijadikan suaminya, sebenarnya Rina hanya ingin melihat Rani cepat cepat menikah dengan laki laki lain supaya Rey tidak mengejar ngejar Rani saja.
Tapi keinginan Rina sampai sekarang tidak pernah terwujud sama sekali, dan kini hati Rian ads kekewatjran kalau Rey jatuh cinta kembali pada Rani, secara Rey telah punya anak perempuan di Rani..
"Kejar Rani sampai kamu dapat Dio, kakak doakan kamu kok!" Rina menepuk bahu Dio yang duduk di samping kakaknya.
"Makasih doanya kak, Dio berharap banyak sih kalau jadi suaminya Rani." Senyum Dio..
"Oke kakak bakal doain kalian kok!"
Tapi sampai sekarang doa Rina belum terkabul saja.
Rina hanya menghela nafas kalau ingat percakapan dirinya dengan adiknya. Ya percakapan baru satu bukan denga sekarang, sebenarnya Rina ingin sekali Dio menikahi Rani dsn hidup bahagia supaya Rey tidak pernah menemui Rani.
__ADS_1
Kalau cemburu wajar lah kalau ia cemburu pada Rani, kerena bagaiamana pun ia adalah istri sah nya Rey. Dan ia berhak atas Rey.*