BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Mencari Zoya


__ADS_3

Setelah semuanya apa yang dibicarakan oleh Dio dan Amanda. Dio akhirnya bergerak ingin tahu apa yang terjadi pada Santi, mungkin ini terlambat tapi daripada tidak sama sekali, Dio hanya ingin tahu kenapa Santi yang dulu dan Santi sekarang jauh berbeda.


"Ran, Zoya ada?" tanya Dio ketika Dio berkunjung ke rumah Rani.


"Kenapa nyari Zoya?" tanya Rani heran.


"Nggak apa apa kok," hindar Dio.


Ia sama sekali tidak ingin kalau Rani tahu apa tujuan dirinya. Ia hanya ingin Zoya membantunya, kalau misal berkata pada Rani tantang rencana dirinya tidak mungkin Rani bakal mengizinkan Zoya pergi. Itu yang Dio tidak inginkan sama sekali.


"Ada yang kau sembunyikan?" Rani bertanya pada Dio ketika Dio hanya diam saja.


"Nggak apa kok, aku hanya ingin memberikan ini pada Zoya." Hela Dio.


Ia mengambil sobekan kertas yang dilipat di kantong bajunya dan menyerahkan pada Rani, Rani yang memperhatikan Dio langsung mengambil lipatan kertas itu dari tangan Dio.


Rani membuka lipatan kertas itu, terlihat kalau isi dari lipatan kertas itu informasi lomba cerpen tingkat SMA, Rani memalingkan wajahnya ke wajah Dio dan menarik nafas pelan. Rani mengangguk anggukan kepala tanda mengerti, sedangkan Dio bernafas lega saat Rani mempercayainya.


Untung sebelum pergi ke rumah Rani, untuk menemui Zoya. Ia mengambil sobekan kertas itu di kamarnya memang kemarin ada sih niatan untuk memberitahukan Zoya, tapi belum sempat saja. jadi hari itu ia datang untuk menemui Zoya mengajak menyelidiki tentang Santi. Supaya Rani tidak curiga akhirnya ia membawa lipatan kertas yang berisi informasi lomba.


"O,ya Anindya tidur?" Dio menatap heran kerena sejak tadi ia tidak melihat bayi mungil itu.


"Tidur di kamar," ujar Rani.


Dio langsung beranjak dari tempat duduknya langsung menuju kamar Rani, di sana ia melihat bayi itu terlelap tidur dengan nafas teratur sekali.


Dio menghampirinya dan mengusap pipi Anindya dengan lembutnya. Bayi mungil itu hanya tersenyum imut, Dio langsung mendekati wajah nya ke wajah bayi dan cup beberapa kali dio menciumnya.


Rani yang melihat itu hanya diam saja, hatinya bergetar lembut melihat pemandangan seperti itu. Ia hanya menarik nafas berat dan menghembuskan kembali seperti ingin mengeluarkan beban dihatinya ketika melihat adegan Dio dan Anindya.


Rey hanya mengendong bayi dan mengadzani dan Iqamah di telinga Anindya. Rani langsung mendekati Dio dan menarik baju belakang pria itu.


"Udah, jangan diganggu nanti bangun," bisik Rani.


"Nggak apa apa, aku pengen gendong Anindya kok!" Dio tidak mengubris larangan Rani.

__ADS_1


Ia terus menerus memegang pipi Anindya beberapa kali, tapi bayi itu sepertinya tidak mengubris tangan Dio yang berusaha membangunkannya.


"Dio!" jerit Rani.


Wanita itu langsung menarik tangan Dio dengan kasarnya. Rani tidak ingin kalau Anindya bangun, kasihan baru tidur. Tadi malam bayi itu begadang.


"Kamu lebih baik pulang, dari pada kamu nganggu Anindya!" usir Rani ketus.


"Oke oke aku nggak nganggu Anindya lagi, tapi boleh aku bicara masalah mertuanya Santi. " akhirnya Dio menyerah.


Dio dan Rani duduk di ruang tv, mereka duduk lesehan saja. Rani langsung mengambil bantal dan memeluknya, sedangkan Dio duduk bersila mereka saling berhadapan satu sama lainya.


"Apa yang kamu ingin bicarakan?" tanya Rani.


"Kamu curiga nggak sih pada mertuanya Rina, kenapa coba dia tiba tiba ingin menikahkan kamu dengan Rey?" Dio membuka pertanyaan itu pada Rani.


"Mungkin bayi itu," rujuk Rani pada Anindya.


"Tapi entah juga sih! Apa alasan Anindya atau ada alasan lain selain bayi yang aku lahirkan?" Rani mendesah saja.


Ra i hanya mengelengkan kepala, tapi hatinya sebenarnya menebak kemana arah pembicaraan Dio dan tujuan Dio mencari Zoya. Tapi Rani tidak menanyakan hal itu pada Dio.


"Apa kamu mencari Zoya hanya ingin mencari tahu atau hanya ingin apa dari Zoya?" Rani bertanya pada Dio..


Rani berusaha tidak mengatakan kepergian Zoya pada diri Dio, biarpun memang benar Dio punya tujuan yang saja..


Dio tidak langsung mengiyakan apa yang dikatakan Rani, ia hanya diam beberapa saat kemudian. Tapi sebelum Dio angkat bicara tiba tiba Rey datang, tanpa mereka.berdua duga.


"Zoya pergi? Pergi kemana? Tujuan Zoya kemana?" selidik Rey yang bertubi tubi bertanya pada Rani dan Dio yang berada disana.


Rani terkesiap saat tiba tiba mendengar suara Rey yang sangat cepat dan berturut turut itu.


"Zoya mau pergi mau nggak itu bukan urusan kamu, emang ada apa dengan kamu," cipir Rani pada Rey tanpa menatap wajah laki laki itu.


"Apa boleh tahu Zoya pergi kemana?"

__ADS_1


"Kamu tahu Zoya pergi? Lalu pergi kemana?" Dio menatap Rani.


Hatinya mulai gelisah saat Zoya tidak tahu, ia takut kalau Zoya menghilang sedangkan dirinya ingin sekali bertemu dengan Zoya dsn mengatakan sesuatu pada Zoya.


"Aku nggak tahu dia pergi kemana?" elak Rani pada keduanya.


Rani langsung beranjak dari tempat duduk, ia berjalan menuju pintu dan berdiri disana sambil menatap dedaunan yang terkena angin.


"Aku nyakin kamu menyembunyikan sesuatu, please aku ingin tahu Zoya kemana!" teriak Rey tidak sabar.


Rey nyakin kalau Rani sedang menyembunyikan sesuatu pada dirinya, Rani tidak mungkin kalau tidak tahu keberadaan adiknya sendiri, ini hanya akal akal an Rani saja untuk menyembunyikan diri Zoya dari dirinya atau Dio.


Ditatapnya Dio tapi Dio sendiri seperti membuang muka, ia hanya diam saja tanpa beranjak dari tempat duduknya. Sedangkan Rey mendekati Rani yang berdiri di pintu, ia juga berdiri di pintu sambil menyenderkan tubuhnya menatap Rani sedangkan Rani menatap jalan raya.


Dio yang ada diantara mereka hanya menarik nafas dalam dalam, melihat keduanya. Ada perasaan sakit menjalar di dalam hatinya, melihat mereka berdiri berdama biarpun tidak berhadapan sama sekali.


"Mas, kenapa mas mencari Zoya?" tanya Dio beranjak dari duduknya dan menghampiri mereka berdua yang berdiri di pintu.


"Lalu kamu mencari Zoya untuk apa? tujuan kamu apa?" serobot Rey menatap tajam pada Dio yang berdiri dibelakang Rani.


Rani hanya diam saja, ia juga dengan posisi yang sama, Rani tidak mengubris Rey dan Dio yang bicara dibelakang badannya.


"Oke aku bakal cerita kenapa aku cari Zoya, tapi kalau aku cerita mas juga harus menceritakan alasan mas mencari Zoya," Dio berkata seperti itu pada Rey.


"Oke! siapa tahu tujuan kita sama."


"Aku ingin mencari tahu kenapa ibunya.mas Rey seperti kekeh ingin menjodohkan Rani dengan Rey sendiri, aku hanya ingin menyelidiki sebenarnya." akhkrnya Dio menceritakan semuanya.


Rani yang awalnya hanya diam saja, akhirnya bergerak membalikan badannya menghadap Dio, ia ingin tahu apa sebenarnya rencana Dio dengan Amanda.


Setelah cerita Dio menatap Rey, Rey yang tahu ditatap oleh Dio mengerti.


"Intinya tujuan kamu dan mas sama," ujar Rey.


Rey menceritakan rasa penasaran dirinya lada Santi biarpun itu adalah ibunya sendiri sampai kekeh Meu menikahkan dirinya, sedangkan ia punya Rani ya biarpun ada satu kesalahan yang ia perbuat dengan Rani.

__ADS_1


Dio dan Rani akhirnya mengangguk anggukan kepala nya tanpa mengerti, tapi Rani berusaha tidak memberi tahu Dio dan Rey. Biarpun dalam hatinya tujuan mereka sebenarnya sama.


__ADS_2