BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Pertemuan Pertama Rina


__ADS_3

Rina panik! 


Ketika tahu ibunya tidak ada di rumah, ia akhirnya langsung menuju rumah Rani, takut kalau Amanda berada di rumah Rani. 


Apalagi saat ia menayakan keberadaan Amanda pada Santi, Santi hanya menggelengkan kepala saja. Hati Rina hanya tertuju pada Rani, apalagi Dio juga berada disana jadi kemungkian kalau Amanda ada di Rani 


Sedangkan  Ningsih mondar mandir di dalam kamarnya, ia merasa ada keganjilan terhadap Rani dsn Rey selama ia berada di rumah itu, ia merasa mereka seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi saat ia mengorek keterangan dari Rani, wanita itu hanya diam saja tidak pernah menjawab begitu juga dengan Rey saat ditanya. 


Ia merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh Rey dsn Rani. Dan satu lagi kalau memang Rani dan Rey telah menikah kenapa mereka tidak memberitahukan pernikahan pada dirinya.


"Dio, mama dimana?" Tanya Rani yang baru sampai. 


Rina langsung masuk ke dalam pekarangan belakang, kerena sebelum ke rumah Rani, Rina telpon dulu pada Dio ingin bicara tentang Amanda yang raib entah kemana. 


Dio, Rey dan Rani saling tatap saat Rina datang langsung menayakan Amanda. 


"Kan di rumah?" Dio menyaut keheranan. 


Dio menyangka kalau Amanda memang di rumahnya, sedangkan ia sendiri melihat kalau Amanda tadi terlihat di balkon depan sendirian. Dan sekarang Rina malah mencari wanita yang telah melahirkannya, Dio hanya mengelengkan kepala saja. 


"Nggak ada, aku cari di kamar juga nggak ada, di balkon juga nggak ada," ujar Rina panik. 


Rey dan Rani hanya diam saja mendengar obrolan adik dan kakak itu. 


"Dio, waktu kamu kesini ibu masih ada kan?" Akhirnya Rani menghampiri Dio dan Rina. 


Dio mengangguk pelan. 


Rina ingin bicara tapi tidak jadi keren ada suara yang mendahuluinya, Rina tidak menyangka bakal begitu cepat bertemu dengan Ningsih. 


"Oh, jangan jangan kamu istrinya Rey yang pertama itu ya!" Teriak Ningsih yang tiba tiba keluar dari kamarnya. 


Ia langsung keluar kamar dan menuju halaman belakang kerena mendengar suara percakapan Rina dan Dio. Ningsih menghampiri Rian tanpa ba bi bu lagi Ningsih langsung menarik tubuh Rina dan mendorong tubuh itu sampai tersungkur di tanah. 

__ADS_1


Adegan itu spontan. Rey dsn Dio hanya terpaku melihat Ningsih begitu kasarnya pada Rina, sedangkan Rani yang dekat dengan Rina langsung maraih tangan Ningsih tapi tidak berhasil memegang tangan ibunya. 


"Awwww!" Jerit Rina. 


Ia menjerit kesakitan saat tubuhnya langsung terjerumus ke tanah, sampai sikut dan lututnya berdarah kerena ada sebuah gesekan antara dua benda yang bertemu. 


"Bu!" Teriak Rani saat melihat tubuh Rina ambruk. 


Rani langsung menyongsong tubuh Rina tapi Ningsih  menghalangi tubuh Rani untuk menolong Rina


Rey yang melihat itu langsung menolong istrinya. 


"Kamu nggak.apa apa kan?" 


Rina mengangguk, Rey langsung membangunkan tubuh Rina dengan hati hati. Pandangan Ningsih begitu terpananya saat melihat Rey menyentuh Rina tanpa ragi tahu tidak seperti didekat Rani. 


Tanpa menunggu lagi Ningsih  langsung menarik tangan Rian dan Rani menuju depan. Kedua wanita itu hampir saja terpelanting kerena Ningsih menyered keduanya dengan kasar sekali. 


"Kalian jangan ikuti, aku hanya ingin bicara dengan mereka berdua!" Teriak Ningsih saat ia melihat Dio dan Rey mengikuti nya. 


"Bu, Rani sedang hamil jangan cepat cepat jalannya!" Jawab Rey berteriak.


Deg! 


Hati Rey berdetak keras saat ia berteriak masalah ningsing yang menarik tangan Rani keras keras, ia sama sekali tertegun kerena sebenarnya bukan itu yang ia ingin ucapakan pada Ningsih. 


Tapi semuanya terlanjur terucapkan olehnya. Ia.mwlirik Rina dan Rani saling bergantian, tapi melihat Rani dsn Rina hanya biasa saja Rey hanya bisa menarik nafas dalam dalam.


Ada rasa yang dirasakan di hati kedua wanita yang ada disamping Ningsih. Hanya rasa itu sangat berbeda yang dirasakan oleh kedua wanita itu. 


Rina merasa sakit saat Rey menjawab pertanyaan pada Ningsih. Matanya langsung melirik kearah Rani yang berada disamping Ningsih, ingin rasanya mengatakan kalau Rani bukan istri Rey tapi sebatas manatan pacar yang dihamili oleh Rey sendiri. 


Tapi ia hanya diam saja, ada perasan tersisihkan oleh jawaban Rey. Sedangkan Rani mendengar jawaban Rey seperti itu ada perasan yang lain menyelimuti hatinya. Biarpun mungkin hanya pura.pura saja di hadapan ibunya, tapi itu telah membuat dirinya senang sekali. 

__ADS_1


Ningsih hanya diam saja mendengar Rey menjawab pertanyaannya, ia sedikit membenarkan apa yang diucapkan Rey. Ia hanya mengambil nafas dalam dalam. 


Ningsih tidak menjawab apa yang diucapkan Rey. Akhirnya ia melirik Rani dan Rina saling bergangian..


"Baik, tapi aku harap kalian jangan mengikuti," Ningsih bicara padan Rey  dsn Dio.


Ningsih langsung mengajak Rina dan Rani untuk mengikuti dirinya, terpaksa kedua wanita itu mengikuti Ningsih.Rey sebenarnya ingin mengikuti, tapi Dio menarik tangan Rey ia melarang Rey untuk ikut mereka. 


Rey berontak tidak mau, tapi Dio dengan tegasnya melarang Rey.


"Kak, jangan dulu kita tunggu mereka bicara!" 


"Kamu ingin aku jadi korba keberingasan ibunya Rani. Nggak!" Teriak Rey tersulut amarah pada Dio yang mencegah dirinya. 


Akhirnya Rey menghempaskan tubuhnya ke tempat duduk yang terbuat dari bambu yang disusun sebagai tempat duduk. Terlihat kekecewaan di wajahnya. Rey mengepalkan tanganya dsn langsung memukul tempat dudknya sendiri. Dio pun duduk di samping Ray ia merengkuhkan tangannya kepundak Rey.


Rey hanya diam saja. Ia melepaskan tangan Dio, dengan kesal. Dio merasakan kegelisahan diwajah Rey. Sedangkan Ningsing membawa Rani dsn Rani ke ruangan keluarga. Ningsih sengaja mengunci pintunya supaya Rey dsn Dio tidak mengikutinya, ia takut kalau Dio dsn Rey datang dengan tiba tiba sebalim.ia mengintrogasi keduanya. 


Ada senyuman sinis diwajah Ningsih saat ia mengunci pintu depan. Rina dan Rani masih berdiri melihat Ningsing yang berjalan lalu tanpa di suruh lagi ia langsung duduk membiarkan Rina dsn Rani berdiri. 


Rani yang melihat ibunya duduk langsung mengikuti Ningsih, ia duduk di kursi dekat ibunya hanya beda kursi sedangkan Rina pun ikut duduk berdekatan dengan Rani. Ketiga wanita itu saling diam. 


"Kamu nggak cemburu suami kamu menikah dengan mantan pacarnya," hujan Ningsih menatap wajah Rina..


"Bu, maksud ibu apa sih! Nggak sopan!" Teriak Rani yang terkejut saat mendengar ibunya menyakan masalah itu pada Rina..


"Kamu diam saja, jangan ikut campur!" Tekan Ningsih tidak suka mendengar teriakan Rani. 


"Itu privasi mereka?" Sembur Rani. 


"Kamu diam!" Bentak Ningsih tajam menatap wajah Rani. 


Akhirnya Rani langsung diam seketika juga mendengar bentakan ibunya, sedangkan Rina hanya diam saja melihat kedua ibu dan anak bertengkar.*

__ADS_1


__ADS_2