BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Maafkan Ayah Rani


__ADS_3

Rani masih menceritakan semuanya supaya Surya sang ayah tahu apa yang terjadi bukan dari orang lain.


"Maafkan ayah Ran, kerena ayah meninggalakan kamu, kamu seperti ini." Surya langsung memeluk tubuh Rani dengan eratnya.


Melihat itu senja langsung tersenyum melihat ayahnya minta maaf pada Rani ya biarpun menurutnya mustahil tapi dihadapan nya Surya dengan mudah minta maaf pada Rani.


Rani terdiam saat mendengar apa yang Surya katakan, ia baru merasakan pelukan seorang ayah selain bapaknya. Rani akhirnya memeluk tubuh Surya dengan eratnya, ia merasakan kalau ada sebuah bayangan yang tersenyum saat ia memeluk tubuh Surya..


"Ayah! Jadi ayah nggak marah sama Rani," Isak Rani tidak menduga sama sekali.


Surya melepaskan pelukan Rani, ia menatap wajah Rani dan mengangguk dengan cepat sekali.


"Makasih ayah, tapi ayah mau nggak menerima Zoya sebagai anak ayah, bapak juga telah mengurus aku dengan baik." kata Rani.


"Nggak perlu kak! Aku bakal ke rumah paman Hadi dan melanjutkan sekolah disana, aku juga nggak mau merusak kebahagiaan kalian kak." tiba tiba Zoya telah berada di sana tanpa mereka sadari..


Sebelum Surya menjawab pertanyaan putrinya Tibantiba Zoya telah ada diantara mereka dengan sebuah tas besar yang digendongnya serta tas tangannya.


Rani langsung menatap kearah suara Zoya, ia sedikit terkejut melihat Zoya membawa barang barang nya, Rani beranjak dari tempat duduknya, mendekati Zoya yang masih berdiri.


"Dek, kamu ngomong apa? Kamu pergi kemana?"" tanya Rani menatap wajah Zoya dengan seriusnya.


"Aku bukan anak pak Surya," ujar Zoya menunduk.


"Dek, jangan pergi, kakak nggak mau kamu pergi seperti ini." Rani memohon..


"Tapi kak, ayah kakak udah ada di sini."


"Nggak. Pokoknya kakak nggak mau kamu pergi apapun yang terjadi." tekan Rani.


Surya mendekati Rani dan Zoya.


"Kamu mau pergi kemana? Maafkan saya yang telah menjadikan lain seperti ini," kata Surya menyentuh bahu Zoya lembut.


"Bapak minta maaf sama kamu, kerena apa yang dilakukan bapak kamu telah membuka mata hati bapak. Jangan pergi!"


Surya langsung memeluk tubuh Zoya dengan eratnya. Ia tidak mau egois lagi dan mengorbankan orang orang yang disayangi. Ia harus mencari tahu semuanya.

__ADS_1


Zoya sedikit terkejut ketika ia mendapatkan pelukan dari Surya, awalnya ia akan menolak pelukan dari Surya tapi Surya dengan eratnya tidak Meu melepaskan pelukannya. Akhirnya Zoya membiarkan Surya memeluknya dengan erat sekali.


"Kamu boleh memanggil saya ayah seperti kakak kakakmu," kata Surya berbisik di telinga Zoya lembut.


"Ayah!" ujar Zoya langsung menyebut Surya dengan kata kata ayah.


Semua orang yang ada disana langsung mengucapkan alhamdulillah mendengar Zoya memanggil nama ayah pada Surya.


"Kamu sekarang jadi anak ayah." ujar Surya melepaskan pulang lada gadis 18 tahun. ia menyentuh bahu Zoya dsn menatapnya.


'Ilham apa yang kau perbuat lada Rani, aku akan balas semuanya pada putrimu." bisik hati Surya.


Setelah semuanya beres, semuanya duduk di kursi saling berhadapan satu sama lainnya. Rani dan Zoya duduk berdampingan, di sebelah kanan ada Senja dan Ningsih. Sedangkan Surya berada di depan mereka.


"Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya dengan Rey,sana aku bakal menyerahkan diri pada polisi untuk mempertangungjawabkan semua telah dilakukan dimasa lalu," ujar Suraya mengatakan apa yang sebenarnya.


"Dan saya ingin memberikan perpustakaan saya untuk di kelola oleh Rani, kerena saya percaya kalau Rani mampu untuk mengelolanya kerena ia adalah ahli muda pustakawan." lanjut Surya menatap semua orang disana.


"Kalau Rey nggak bisa memaafkan ayah Senja bagaiamana?" tanya Ningsih menatap Rani.


"Kita coba dulu Bu, jangan langsung bilang kaya gitu," sanggah Rani.


"Bu, bagaiamana pun Santi adalah adik sepupu ayah," Tatap Ningsih.


Ia tidak ingin kalau ibunya meracuni pikiran meracuni pikiran Surya. Sebenarnya Rani hanya ingin keakraban lagi, antara ibu dan mamanya Rina maupun dengan Rani.


"Kamu bakal mudah memaafkan Santi kerena.."


"Bu, udah jangan diperpanjang masalahnya. Biar Rani yang menyelesaikan sebagiannya yang penting ayah menemui Rey di rumah ibu Amanda," ujar Rani.


Ningsih akhirnya langsung terdiam mendengar apa yang Rani katakan sedangkan yang lain hanya diam saja mendengarkan perdebatan antara ibu dan anak..


Surya juga tidak mengubris perdebatan ibu dan anak ia mendesah saja..


"Bagaiamana kamu saja."


"Ayah kita coba saja sore ini ke rumah ibu Amanda, kalau ibu mau ikut hayu atuh ikut, biar kita lihat reaksi Rey," Rani mengajak ibunya.

__ADS_1


" Kalian saja yang ikut, ibu nggak ikut!" Ningsing beranjak dari duduknya langsung meninggalakan mereka.


"Aku juga nggak ikut, mau disini sama ibu," kata Senja.


Ia nyakin kalau Rani bisa merendam amarah ayahnya kerena iawlihat tadi Surya lebih tenang di samping Rani dibandingkan dirinya. Ningsih pergi ke teras belakang diikuti oleh Senja, tinggal Zoya yang masih berada disana. Rani melirik wajah Zoya meminta pertimbangan nya.


"Aku ikut sama kalian," ujarnya.


Rani dan surya mengangguk seketika.


Badza asyar Rani, Zoya dan Surya langsung menuju rumah Amanda dengan mengendarai motor. Surya naik motor sendirian sedangkan Rani dan Zoya bersamaan.


Di rumah Amanda, di teras rumah Rina sedang membaca buku. Di depannya ada secangkir susu dan cemilannya yaitu pisang crispy yang diberi topping keju parud, dan lelehan coklat.


Apalagi cuacanya begitu nyaman sejuk sekali, udara juga nyaman sekali apalagi sinar matahari yang tadinya panas sekarang menghangat. Rina begitu anteng membaca buku sampai ia tidak menyadari kedatangan Rani ke rumahnya.


"Assalamualaikum." ucap Rani.


"Walaikumsalam," jawab Rina langsung mengangkat wajahnya dari buku menatap siapa yang datang.


"Rani, Zoya kalian ada apa kesini?" tanya Rina mengkerutkan wajahnya apalagi ia melihat ada laki laki di samping Rani.


Rina yang tadi duduk langsung berdiri dan mengulurkan tangan pada ketiganya, setelah itu ia mengajak ketiganya duduk dimkursi Raung tamu.


"Mmmhh! Kamu ketemu siapa?" tanya Rina memengang tangan Rani.


"Rey, mama kakak ada?" tanya Rani.


Rina hanya menghela nafas kasar, kenapa hatinya selalu sakit kalau Rani menanyakan tentang Rey. Wanita itu langsung mengangguk.


"Ntar aku ke kamar. Tadi kulihat mas Rey ada di dalam kamar," kata Rina.


Rina langsung masuk kedalam kamar dan memberitahukan kedatangan Rani pada Rey, Rey yang heran manatap wajah Rina, tapi Rina hanya mengangkat kedua bahunya. Rin langsung keluar dari dalam kamar lalu mencari ibunya ke belakang.


"Ma, dicari oleh Rani," ujar Rina.


"Rani nyari mama, ada apa kira kira?" tanya Amanda menatap wajah Rina heran.

__ADS_1


"Nggak tahu, Rani ada di depan menunggu mama." jawab Rina sambil meninggalkan Amanda.


Amanda akhirnya langsung mengikuti Rina untuk mengikuti ke dalam rumah.*


__ADS_2