
Ia gembira telah mengungkapkan hatinya pada Rani. Biarpun Rani berkali kali menolaknya. Tapi Dio tidak bosan untuk selalu menemani Rani.
Rani hanya manyun mendengarkan semua ungkapan hati Dio, Rani tahu kalau Dio tidak berbohong kalau dirinya menyanyangi dirinya, kerena Dio selalu ada untuknya biarpun ia tidak mengungkapkannya..
Dio tahu Rani sekarang butuh dukungan, motivasi untuk tetap tegar menghadapi hidup penuh dengan rintangan. Zoya yang melihat itu gembira sekali.
"Kak, kalau kak Dio sayang sama kak Rani. Kakak mau nggak menikah dengan kak Rani?" Tanya Zoya polos.
"Zoya!" Seru Rani sambil melempar bantal yang dipegangnya kehadapan Zoya.
Rani tidak menduga kalau Zoya akan melemparkan kata kata itu pada Dio. Rani kikuk sekali. Dio hanya tersenyum pada Zoya, saat mendengar kata kata itu.
__ADS_1
"Kalau kak Rani mau nikah sama kakak. Kakak mau kok nikah sama kak Rani. Kakak pengen punya anak dari rahim kakakmu, Zoy." senyum Dio jujur.
Dari ucapan Dio. Ia sangat berharap bisa menikah dengan wanita pujaannya. Dan Dio juga ingin Rani bisa melahirkan anak anak dari benih dirinya. Rani hanya diam saja.
"Sudah sudah sudah," lerai Rani menyudahi obrolan antara Zoya dan Dio.
Rani langsung beranjak dari duduknya. Tangan Rani diraih sama Dio tapi Rani menepiskan begitu saja. Zoya yang melihat hanya mengangkat bahu.
Tapi cinta untuk Dio? Belum ia rasakan. Apa mungkin ia bucin sama Rey sampai buta, dan tidak bisa membedakan cinta suci dan terlarang. Ya, selama ini. Ia menghalangi cinta Dio yang tulus dan mengejar cinta yang dilarang.
Suami orang ia rebut tanpa memikirkan hati wanita lain. Rey bukan miliknya lagi. Tapi ia malah menyerahkan mutiara yang seharusnya, diberikan pada orang yang sayang padanya.
__ADS_1
Ya cinta terlarang antara dirinya. Membuat dirinya sekarang menanggung apa yang terjadi. Hamil tanpa suami. Seharusnya kehamilan ini membawa berkah dan kebahagiaan tapi malah jadi bumerang yang ada.
Tanggapan masyarakat. Apalagi kalau ia melahirkan tanpa seorang suami. Rani termenung sesaat mengingat semuanya. Lebih baik janda yang ditinggal cerai hidup, daripada wanita hamil tanpa pendamping hidup.
Ia tahu Dio akan mempertanggung jawabkan. Tapi pantaskah Dio yang berkorban untuknya, sedangkan Rey? Sama sekali tidak punya inisiatif memperjuangkan kehamilannya.
Rani kini mulai mengerti. Kalau memang laki laki yang sayang pada wanita, maka laki laki itu akan memperjuangkannya. Sedangkan Rey? Rani seharusnya tahu diri. Rey dari awal tidak pernah memperjuangkan dirinya, dihadapan orang tua Rey.
Malah Rani menyerahkan apa yang seharusnya tidak serahkan. Rani mengambil nafas dalam dalam. Ia kini bisa memahami apa yang terjadi. Jadi ia bertekad untuk saat ini, ia akan berusaha tidak memperdulikan Rey kembali.
Rani akan terus hidup dengan bayi Rey. Ia berjanji kalau bayi lahir, ia akan mencintai sepenuh jiwa. Kerena ia masih mencintai Rey, kerena cintanya kepada Rey. Ia tidak akan men sia siakan janin yang ia kandung. Ia janji pada dirinya.
__ADS_1
Tidak apa kalau Rey tidak mau. Tapi ia akan berusaha mempertahankan bayi ini. Dan Rani berjanji akan menjaga dan menyayangi bayi ini. Bayi yang tidak diharapkan tumbuh atas izinNya.*