BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Penculikan


__ADS_3

Zoya tidak menduga kalau dirinya bakal disekap di sebuah bangunan yang terlihat baru, di ujung tanjakan menuju sekolah kakaknya.


Kejadian itu benar benar cepat sekali. Vian mengajak dirinya ke bangunan itu, mereka mendengar kalau wanita itu bakal melakukan sesuatu pada Rani dsn Rina.


Sebelum semuanya terungkap. Tiba tiba tiga orang anak buah wanita itu menangkap dirinya dan Vian, percuma mereka berontak kerena kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan dirinya.


Zoya terkejut saat Vian menyebut Santi bibi, setahu dirinya Santi adalah mertuanya Rina kakak dari kak Dio. Kalau tidak terikat mungkin Zoya ingin menghajar Santi dan melumpuhkan wanita itu tapi anak buah Santi dengan tangkas memindahkan dirinya ke ruangan lain yang terpisah dengan Vian.


"Bibi nggak akan pernah menemukan Surya sampai kapanpun juga, aku tahu kalau bibi ingin menikahkan kak Rani dama kak Rey kerena ingin merampas kekayaan kak Rani kan," cerca Vian emosi.


Santi yang mendengar kata kata Vian hampir saja menampar muka Vian tapi tidak berhasil kerena waktu ia melayangkan tangan tiba tiba tangan itu melayang ke udara..


"Rey!" suara Santi tercekat.


"Oh, ini yang ibu lakukan pada Rey. Rey nggak nyangka kalau ibu bakal lakukan ini pada Rey," teriak Rey marah.


ia tidak menyangka kalau Santi melakukan itu pada dirinya. Santi yang melihat Rey shock sekali kerena ia sama sekali tidak pernah menceritakan apa apa pada Rey.


"Jelaskan apa yang ibu lakukan pada aku dan Rina?" tanya Rey menahan emosi.


Rey langsung menarik tangan Santi dengan kasar. Ketiga anak buah Santi hanya diam saja mereka tidak menduga sama sekali kalau Rey bakal tahu persembunyian mereka. Santi benar benar marah tapi ia tidak bisa marah pada Rey anaknya.


Zoya melihat Rey menarik tubuh Santi, Zoya tidak bisa berteriak apa apa kerena mulutnya masih kena lakban hitam. Rey melirik Zoya, ia merasa kasihan pada adik dari wanita yang pernah mengisi hatinya.


Rey dengan teganya mendorong tubuh Santi dengan kuat, sampai tubuh Santi terhuyung dan jatuh keatas lantai keramik ditambah lagi tubuhnya langsung menabrak beberapa kayu yang berdiri dipojokan dinding.

__ADS_1


Zoya terbelalak melihat Rey melakukan itu pada ibunya sendiri, sampai Santi menjerit kesakitan saat beberapa kayu jatuh menimpah tubuhnya. Rey langsung membuka ikatan tali dari tangan Zoya dan membuka lakban di mulut gadis itu.


"Kak, ibu kakak jahat dia ingin menguasai harta kak Rani dari ayahnya. Masalah nya anak Surya dari ibu Amanda sampai sekarang nggak di temukan. hilang. otomatis," kata Zoya menceritakan pada Rey.


Rey langsung mengangkat telunjuk ke mulutnya. Melihat itu Zoya langsung diam tidak meneruskan apa yang ia ingin katakan pada Rey.


"Kamu pulang, kakakmu sedang nyari kamu sekarang." Rey langsung menyuruh Zoya pulang.


Tapi sebelum pulang Zoya langsung menghampiri Vian dsn membuka ikatan tali yang mengikat tangan Vian. Keduanya langsung pergi begitu saja, tapi sebelum pulang Vian menatap Rey dengan serius, Rey hanya mengangguk saja. setelah itu mereka pulang dan ingin menceritakan semuanya pada Rani.


"Bu, kenapa ibu lakukan ini padaa Rey? Ibu yang dulu memisahkan Rey dengan Rani tapi sekarang malah ibu yang ngotot ingin teu baikan dengan Rani, ada apa?" tanya Rey.


Rey menatap wajah Santi. Ia dari awal mengendus tingkah laku ibunya, dan sekarang dengan kepala sendiri Rey melihat ibunya melakukan kriminal pada Zoya dsn Vian..


"Kamu juga kan merencanakan semuanya?" balik Santi menatap wajah Rey tajam.


"Kamu ingin menguras harta Amanda untuk menikah dengan Rani kan, kenapa kita nggak kerja sama saja?" bujuk Santi tersenyum sinis.


Rey shock mendengar kejujuran Santi yang bicara apa adanya pada dirinya. ia sama sekali tidak menduga kalau ibunya akan mengetahui itu, tapi Rey mengubris kat kata ibunya. Ditatap kembali wajah ibunya yang masih berada diantara kayu kayu yang berserakan di sekelilingnya kerena ketabrak oleh tubuhnya sendiri.


Rey tidak bisa mengatakan apa apa pada Santi, ia merasa kelu. Rey sama sekali tidak menyangka ibunya bakal mengetahui semuanya yang ia sembunyikan.


"Tapi ibu yang heran kan kenapa kamu ngotot ingin membunuh bayi yang ada dalam kandungan Rani, sedangkan kamu masih mencintai dirinya kan?" tohok Santi sinis.


Ya Santi selalu mencari tahu kabar Rey dsn Rani apalagi saat ia.mendwngar.kalau Rani bekerja di sekolah yang sama dengan Rey. Dan Santi juga tahu kalau Rani hamil saat ia menemukan alat tes kehamilan yang dibuang oleh Rani saat Rani menunjukan alat itu pada Rey.

__ADS_1


Rey langsung terdiam mendengarkan apa yang Santi omongkan. Ia tidak menyangka sejauh itu ibunya me mata mata dirinya. Rey mendengus, ia akhirnya duduk di samping Santi..


"Boleh ini tahu apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Santi..


Tiba tiba ia menyesal telah membuat anaknya seperti ini kerena keegoisan dirinya. Tapi niatan dirinya menikahkan Rey dengan Rani bakal dilangsungkan biarpun ada pemberontakan oleh Rina dan Rani.


"Aku memang sayang Rani bu, tapi untuk mencintai dan memliki Rani beresiko tinggi buat aku. Aku frustasi saat ia dinyatakan hamil," Rey terbata bata menceritakan alasannya.


"Maksudmu?" Santi menatap Rey serius.


"Aku nggak mau menikah dengan anak Surya, Surya yang telah memisahkan kita dengan ayah." getir Rey.


"Aku nggak mau, aku ingin mengorbankan cintaku pada Rani. Dan anak itu juga bukan hak aku, ya biarpun anak itu masih darah daging aku," lanjut Rey getir sekali.


Santi menatap terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut Rey. Santi dalam.masalah ini tidak mengetahui sama sekali, kerena ia lebih fokus ke harta yang bakal diberikan pada Rani dari Surya.


Dan Santi hanya melonggo saja mendengarkan Rey mengatakan perkataan itu pada dirinya.


PLAK


Santi dengan dengan geramnya langsung menampar pipi Rey dengan kerasnya. Darahnya mendidih mendengar kejujuran Rey seperti itu, ia tidak menyangka kalau apa yang dikatakan oleh Rey sangat mengejutkan dirinya sendiri. Jadi selama ini Surya yang telah memisahkan dirinya dengan suami tercinta.


"Kenapa kamu nggak cerita kalau ayahmu dibunuh oleh Surya!" teriak Santi geram.


Tubuhnya bergetar menahan emosi yang tiba tiba meluap sampai ke ubun ubun hampir tumpah. Mata Santi hampir terlepas di kelopak matanya, mendengar apa yang diucapkan oleh Rey.

__ADS_1


"Aku bisa saja mencintai Rani, tapi aku nggak mungkin bisa menganggap Surya sebagai ayah mertuaku." Hela Rey panjang.


Ya ia sebenarnya sudah lama tahu kalau rani anak Surya sebelum Ningsih dan Amanda bertemu. Hanya kerena terbentur oleh keadaan maka pencarian Rey selalu gagal kerena ia mencari informasi hanya sendiri tanpa bantuan siapa pun juga termasuk Rina istrinya.*


__ADS_2