BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Lalu Salah Siapa? 1


__ADS_3

"Jadi kamu menikah dengan Ilham dan punya anak?" tanya Surya bergetar.


Ia tidak menyangka semuanya bakal seperti ini, sebenarnya ia sudah tahu kalau Ningsih telah menikah dengan Ilham dari informasi yang diberikan oleh Bandot. Tapi melihat kenyataan di depannya ia sama sekali tidak bisa menerima kalau Ningsih punya anak dari Ilham.


Zoya hanya mematung tidak mengerti apa yang keluar dari laki laki asing itu. Beberapa kali ia mencari tahu melalui tatapan mata yang diarahkan pada Rani.


Rani hanya diam saja. Ia tidak menjawab tatapan mata dari Zoya adiknya, begitu juga dengan Senja yang masih berdiri di belakang Surya.


Surya benar benar kaku di tempat duduk sambil menghela nafas kasar.


"Jadi informasi yang diberikan Bandot pada saya benar benar detil tentang kamu dan Rani serta Zoya." lirih Surya.


Suara Surya yang lirih terdengar jelas di ruang tamu, Rani menatap wajah suryanthdak mengerti sekali apa yang diucapkan oleh Surya tadi. Begitu juga dengan Zoya dan Ningsih sedangkan Senja, ia mengerti kalau sela ini ayahnya mencari tahu identitas Rani.


Tapi Senja tidak tahu seberapa jauhnya ayah mencari informasi tentang Rani. Ia agak bersyukur kalau ayahnya mencari identitas Rani, kerena ia takut apa yang pernah terjadi pada Anindya bakal terulang lagi oleh Rani dan pasti ada penyesalan yang sangat di hati ayahnya.


"Pak Surya. Jadi bapak ini ayahnya kak Rani, bapak bakal bunuh aku kerena aku anak nya bapak Ilham?" cerocos Zoya.


Surya yang tidak menyangka perkataan Zoya langsung menatap wajah Zoya dengan tajam. Hatinya bergemuruh mendengar Zoya mengatakan itu pada dirinya dihadapan semua orang disana.


Zoya masih berdiri tidak jauh dari Surya, ia juga membalas tatapan Surya yang tajam menembus hatinya.


"Bapak jahat, aku nggak tahu masalah bapak dan bapak Ilham, tapi kenapa bapak harus lakukan itu padaku, apa kerena aku bukan anak bapak?" tanya Zoya


Surya shock mendengar penuturan gadis 18 tahun itu, ia tidak menyangka kalau gadis yang ada di hadapannya baka mengatakan itu lada dirinya. Ia merasakan kalau gadis yang ada dihadapannya membungkam mulutnya dengan kata-kata yang Zoya katakan pada dirinya.

__ADS_1


Apalagi kata kata itu diucapkan di hadapan orang banyak. Membuat dirinya tidak bisa mengelak lagi dari Zoya. Rani hanya menunggu respon dari Surya, bukan hanya Surya yang kaget, tapi Rani juga shock mendengar Zoya mengatakan itu kerena ia tidak menduga kalau Zoya bakal melakukan itu dihadapan Surya.


Menurut Rani, Zoya berani sekali mengatakan itu pada Surya. Tapi di sisi lain ia memuji kalau Zoya melakuakan itu pada dirinya dan Surya.


"Pak, seharusnya bapak malu sama bapak Ilham. Bagaiamana pun bapak Ilham telah mengurus kak Rani dengan baik, apa bapak nggak mau melepaskan aku dari kesalahan bapak Ilham?" lanjut Zoya masih menatap Surya.


Surya yang dari awal hanya diam saja, ia semakin diam mendengarkan kata kata Zoya yang menurutnya benar apa adanya. Tapi hatinya masih belum terima kalau Ningsih menikah dengan Ilham dan punya anak yang sekarang anak itu ada di hadapannya.


Surya langsung mengalihkan pandangan dari tatapan mata Zoya yang semakin menghujam di hatinya. Rani, Senja dan Ningsih hanya diam saja mendengar apa yang Zoya katakan di hadapan Surya.


Rani sama sekali tidak menduga kalau Zoya seberani itu pada Surya sedangkan mereka baru bertemu.


"Kamu Zoya?" akhirnya Surya bersuara.


"Ya, aku Zoya. Orang yang bapak cari buat balas dendam? Tapi bapak salah informasi, bukan kak Rani yang harus di culik tapi aku seharusnya yang diculik. Bapak tega juga nya menculik bayi kecil yang lucu buat dendam bapak," cerocos Zoya.


Surya menatap lekat pada wajah Rani. Ya ia.bitih penjelasan yang akurat buat dirinya apa informasi yang di dengar itu adalah informasi yang sebenarnya atau hanya bohong belakang.


"Kamu udah menikah?" tanya Surya menatap wajah Rani tajam.


Rani tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya. Ia ragu untuk cerita masa lalu dirinya apalagi ada hubungannya dengan Rey ayah biologis dari Anindya.


"Jawab Ran! Apa kamu udah menikah? dengan siapa?" teriak Surya emosi.


Ditatap wajah Rani. Rani hanya menatap ibunya dengan perasaan was was, ia tidak mungkin kalau cerita kalau ia hamil di luar nikah dengan Rey. Senja yang tahu ayahnya marah langsung mendekati Surya, merangkul tubuh ayahnya dengan eratnya. Senja seperti memberikan aura kehangatan supaya Surya tidak marah pada Rani..

__ADS_1


Surya yang tahu Senja merangkul tubuhnya langsung di tepiskan begitu saja. Surya mendekati Rani. Rani menundukkan kepalanya.


"Oh jadi kamu nggak mau jawab pertanyaan saya? Kamu jangan cerita kerena saya tahu kamu menikah dengan rey dsn punya anak Anindya, tapi kamu ditinggalkan begitu saja, Rey menikah lagi dengan Rina anak dari Amanda."


Tutur Surya menatap sinis. Rani dan Zoya saling pandangan satu sama lainnya, cerita yang diceritakan Surya bukan seperti itu kejadiannya, Rani menyangka kalau Surya memutar balik fakta supaya ia menceritakan yang sebenarnya.


Tapi Rani hanya diam saja.mwndengarkan apa Surya ceritakan pada dirinya. Rani hanya mwndengrakan saja begitu juga iga yang lain, Surya terus saja bicara kalau Rina seharusnya tidak merebut Rey kerena Rina tahu Rey sudah menikah dengan Rani.


"Ayah tahu dari mana kalau aku.mwnikah dengan Rey, kenapa ayah nggak tanya sama aku siapa wali nikah aku?" tanya Rani akhirnya.


"Apa pernikahan sah, kalau nggak ada wali nikah dari pihak wanita. Sedangkan anak perempuan wajib punya wali nikah," lanjut Rani.


Ia bukan untuk membuka aib dirinya pada Surya. Rani hanya ini Ngin surya mencari tahu kebenaran yang ada pada dirinya. Rani hanya menghela nafas panjang. Ditatap wajah Surya yang memandang wajahnya.


"Maksudmu?"


Tanya Surya merasa heran atas apa yang di katakan oleh Rani. Ningsih dsn yang lainnya hanya diam saja, mereka tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan yang terjadi diantara mereka.


"Ayah sejauh itukah ayah mencari informasi yang ayah ingin tahu, tapi semua informasi itu salah," ejek Rani agak sinis.


"Saya nggak ngerti apa yang kamu ucapakan."


"Kamu puas telah mengorbankan anakmu, anak yang kau nggak pernah beri nafkah harus menerima balas dendam dari kak Rey akibat kamu membunuh ayahnya," lengking Zoya pada Surya.


"Kamu bunuh ayah kak Rey kerena apa? kerena Akra sama bapak? Dan kenyataan pahit itu sekarang aku teguk sekarang!" lanjut Zoya berapi rapi..

__ADS_1


"Seorang ayah yang tega membuat anaknya menanggung derita, sampai kak Rey mencampakkannya," Zoya merasakan kegetiran pada hatinya.


Surya masih blank apa yang diceritakan oleh Zoya. Ditatap satu persatu orang yang ada di sana, semuanya diam saja. Zoya dengan perasaan tidak karuan langsung meninggalkan tempat itu, menuju kamarnya.*


__ADS_2