BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Surya mencari identitas


__ADS_3

Rani menimbang nimbang apa yang Dio katakan pada dirinya. 


"Kamu tuh belum maksimal, dan Allah belum mengizinkan kamu dan pak Surya bertemu sebagai anak dan ayah. Suatu waktu kalian  bakal bertemu sebagai anak dan ayah, aku juga tidak tahu sih itu kapannya." Kata kata Dio terhiang kembali.


"Kak, dipanggil panggil nggak tahunya disini," seru Zoya menghampiri kakaknya. 


"Ada apa sih!" 


"Ada kak Rey," 


Ranty mendengus saat mendengar Rey ada di rumah ini. Sebenarnya ia malas untuk menemui Rey, kerena kalau ketemu Rey ujug ujungnya mereka bertengkar. Itu yang Rani tidak suka bertemu dengan Rey. Tapi mau tidak mau ia akhirnya beranjak dari tempat duduknya menuju Rey yang berada di teras bersama dengan Senja. 


"Ada apa Rey?" Tanya Rani sinis. 


"Apa Yang kamu lakukan waktu ketemuan sama ayahmu?" Tanya Rey keppo. 


"Kamu datang kesini hanya untuk itu!" Jerit Rani waktu mendengar apa yang Rey katakan. 


"Ya aku hanya ingin tahu," polos Rey. 


"Aku sangka ada apa dengan kamu sampai kamu ingin tahu," ketus Rani. 


"Apa yang kau bicarakan sih!" 


"Aku nggak bicara apa apa kok, ayah belum tahu kalau aku anaknya." Jawab Rani jujur. 


"What, terus kamu ketemuan sama ayah kamu ngapain? Tanya Rey heran. 


"Kamu tahu darimana? Jangan jangan kamu mematai aku dan ayah?" Tanya Rani menuduh Rey. 


Rey langsung diam saat Rani mengatakan itu. 


"Jawab Rey, itu yang aku nggak suka ya Rey. Kamu memetai aku buat apa?" Ketus Rani emosi 


Ia tidak menyangka kalau Rey melakukan itu pada dirinya, ia hanya menghela nafas panjang kalau selama ini Rey melakukan itu pada dirinya apa lagi melihat Rey yang diam saja, otomatis dugaan Rani benar apa adanya. 


Mereka saling diam satu sama lainnya, sedangkan Rey masih menimbang nimbang apa yang ia harus katakan pada Rani, kerena tidak ada titik temu akhirnya Rey malah pergi begitu saja membuat Rani menatap heran pada Rey. 


"Cowok aneh!" Bisik hati Rani. 

__ADS_1


Rani langsung beranjak dari duduk lalu masuk kamar, untung Anindya masih tidur kalau tidak ia tidak bisa merebahkan badannya. 


Di tempat lain. 


Surya masih bertanya tanya masalah informasi yang diberikan oleh anak buahnya tentang anak Ilham yaitu Zoya. 


"Kamu serius kalau Zoya putri pertama Ilham? Lalu anak Ilham yang satunya?" Tanya Surya menatap wajah Bandot di depannya. 


"Ilham hanya punya anak satu ketua, namanya Zoya. Anak lain? Maksudnya?" 


"Mmh! Lalu siap anak kecil itu?" Gumam Surya masih penasaran pada anak yang kecil yang dilihat dirinya waktu masa lampau. 


"Maksud ketua?" 


"Begini, waktu tahu 1998 aku lihat Ilham bawa memangku anak kecil, yang aku tanyakan siapa anak kecil yang dipangku Ilham?" Tanya Surya pada Bandot. 


"Sedangkan menurut kamu kalau Ilham punya anak satu ysitu Zoya, sedangkan Zoya sekarang kelas 3 SMU, ya kira kira umurnya 18 tahun." Lanjut Surya. 


Bandot menganguk anggukkan kepalanya mengerti apa yang di bicarakan oleh Surya. Ia juga berpikir keras, dan membenarkan apa yang dibicarakan oleh ketuanya. 


"Mungkin anak Ilham juga," celetuk Bandot. 


Tidak gemas bagaimana Bandot sendiri yang mencari informasi, yang memberikan informasi pada dirinya tapi Bandot lah yang mencari tahu, eh malah Bandot mengatakan Ilham punya anak dua. 


"Iya juga ya?" Laki laki itu seperti bertanya pada diri sendiri. 


"Kami sekarang lebih baik cari tahu nama gadis yang dipangku Ilham pada tahun 1998, jangan terjadi kesalahan!" Perintah Surya tegas. 


Bandot hanya mengangguk saja. Ia langsung pergi setelah di perintah oleh Surya. Sebenarnya kemarin juga Surya memerintahkan Bandot meneliti kebenaran anak Ilham. Dan fix ia membawa berita itu pada Surya kalau Zoya anak kandung Ilham. 


Dan waktu Surya memerintahkan supaya Bandot cari informasi tentang bayi yang diculik itu, Surya kaget kalau bayi yang diculik oleh Bandot dan teman temannya bukan cucu Ilham. 


Dan Surya ingin mencari tahu wanita yang memiliki bayi itu! Nama, alamat, dan orang tuanya, ia perintahkan anak buahnya untuk melakukannya. 


'Lalu bayi itu cucu siapa? Kenapa harus diurus sama Ningsih? Apa hubungannya dengan Ningsih!' bisik hati Surya penasaran. 


Banyak sebenarnya pertanyaan demi pertanyaan yang harus di jawab tapi ia tidak tahu harus bertanya pada siapa? Kalau ia menemukan Ningsih tidak mungkin kerena ia takut kalau bertemu dengan Amanda. 


Ya ia mendengar kalau Amanda terlihat sering bersama sama dengan Ningsih. Ia takut kalau Amanda menanyakan anak yang hilang, ia selama ini sembunyi di Amanda supaya wanita itu tidak menanyakan tentang anaknya atau menyuruh mencari anaknya. 

__ADS_1


Surya nyakin merasa nyakin kalau Amanda pasti lagi mencari anaknya, anak yang dikira hilang tapi sebenarnya ia curi di rumah sakit. 


Surya beberapa kali menghela nafas panjang, seperti membuang beban yang menghimpit hatinya. Ya sejak ia menyuruh Bandot mencari tahu tentang anak Ilham, awalnya ia menyangka kalau Ilham punya anak dan satu cucu, dan informasi yang ia ketahui bukan membuat ia senang tapi malah semakin kacau. 


Apalagi status tentang anak yang Ilham pangku pada tahun 1998, sedangkan sekarang anak Ilham berusia 18 tahun lalu anak siapa itu yang pada tahun 1998? Itu yang ia bakal cari. 


Surya nyakin kalau Ningsih menyembunyikan sesuatu darinya, jadi ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Ningsih setelah ia tinggalkan beberapa tahun ini. 


Kalau memang anak Ilham tapi kenapa informasi nya Ilham punya satu anak, seharusnya kan dua, ya biarpun selisih umur beda juga. 


Suara hp berteriak dengan keras sekali, membunyarkan lamunan dan pikiran Surya, ia langsung mengangkat hpnya. 


📱Halo, bagaimana? 


Tanya Surya saat tahu yang menelpon itu Bandot, salah satu anak buahnya. 


📱Anak yang di pangku ilham pada tahun 1998 itu bukan anak Ilham ketua.


Ujar Bandot memberikan informasi pada  Surya. 


📱Bukan anak Ilham, maksudmu gimana sih! 


Surya masih belum mengertj sama sekali pada apa yang Bandot omongkan, ya kerena pikirannya masih bertanya tanya masalah anak itu, tiba tiba ada informasi kalau anak yang lampau di pangku ilham bukan anak Ilham. Otomatis kabsr itu membuat Surya terbelalak matanya. 


📱Benar kentua itu bukan anak kandung Ilham tapi anak kandung Ningsih. 


Jawab Bandot..


📱Apa, yang kamu katakan Bandot!" 


Teriak Surya shock mendengar kalau anak yang dipangku Ilham adalah anak Ningsih. 


📱Iya ketua, anak nya Ningsih tapi belum diketahui suaminya. 


📱Tut Tut Tut 


Surya mematikan hubungan telpon. Pandangan matanya menatap kosong, antara percaya dan tidak mendengar semuanya yang diceritakan oleh Bandot pada dirinya. 


Hatinya bergetar hebat seketika itu juga.*

__ADS_1


__ADS_2