
"Apa? Apa mama nggak salah dengar apa yang kamu ceritakan?"
Secara reflek Amanda hampir saja melonjak dari kursi yang ia duduki. Matanya melotot hampir keluar, tatapan matanya menatap Dio dengan tatapan tajam.
Ia seperti menatap hantu yang ada di dalam tubuh Dio. Dio tidak mengubris mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh ibunya. Ya ia kalau waktu itu bakal datang seperti dirinya sekarang. Dio menganggapnya wajar seorang ibu yang terkejut mendengar apa yang ia katakan secara mendadak dan spontan.
Dio mendatangi ibunya yang duduk di kursi di kamar. Setelah Dio duduk dan menunggu komentar ibunya tentang kedatangan dirinya, tapi Amanda hanya diam saja melihat anaknya yang masuk kamar itu.
Dio sebenarnya ragu untuk mengatakan sejujurnya tentang perasaan dirinya. Tapi biarpun ragu ia berusaha untuk mengatakan pada Amanda yang telah menunggu ia bicara.
Saat ia bicara kalau ia ingin menikah dengan Rani, kerena sekarang Rani hampir menghabiskan waktu 40 hari melahirkan. Dio tidak mau kalau Rani direbut oleh orang lain, apalagi ia mendengar kalau Santi bakal menikahkan Rani dengan Rey, ia tidak ingin Rani menikah dengan Rey. Bagaiamana pun Rey masih milik Rina kakaknya, dsn ia juga tidak ingin kalau rencana Santi berhasil menikahkan Rani dengan Rey.
Apalagi kalau kakaknya dijadikan menjadi orang pertama, dan Rani yang kedua. Ia lebih ikhlas kalau Rani menjadi adik ipar Rey saja, ya bagaiamana pun juga kalau Rani menikah otomatis mau tidak mau Rey menganggap Rani adiknya.
Amanda yang tidak menyangka kalau Dio punya perasan pada Rani hanya terkejut mendengarkannya, ia Sam sekali tidak menyangka kalau Dio punya perasaan pada Rani.
Amanda berusaha menenangkan perasaan dari keterkejutannya. Setelah tenang ia menatap lembut Dio yang hanya mengelengkan kepalanya tidak gatal.
"Maaf Dio nggak bilang ini sama mama, Dio segan mengungkapkannya pada mama." alasan Dio terlontar begitu saja.
"Ada alasan lain, kenapa kamu milih Rani dalam hidupmu?"
Dio mengangguk cepat.
"Kalau aku menikah dengan Rani, kemungkinan besar mertua kakak nggak maksa mas Rey menikah dengan Rani, ma."
"Aku nggak mau kalau kak Rey harus menduakan kak Rina. Mama nggak setuju kan kalau Rey menikah dengan Rani,"lanjut Dio menatap wajah ibunya.
"Orang tua mana sih nggak mau anaknya di madu," celetuk Amanda.
Dio tersenyum. Ia ingin sekali kalau ibunya memberikan dukungan untuk menikahi Rani, bukan hanya menyelamatkan Rina dari poligami bukan, memang dari dulu juga ia mengharapakan Rani untuk jadi pendamping dirinya.
__ADS_1
"Mam nggak nyangka kalau kamu ada perasan pada Rani," gumam Amanda.
"Sejak dulu sih ma, sejak Dio dan Rani kuliah di S1 Perpustakaan, tapi Rani telah memiliki pacar." ujar Dio menjelaskan hati hati.
Amanda menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nafasnya begitu saja, ia sudah tahu kemana arah bicara Dio.
"Rey pacar Rani itu!"
"Iya, ma. Mama tahu kan dari Dio sendiri kalau Rey dan Rani pernah menjadi dua sejoli?" tanya Dio.
Amanda mengangguk mengiyakan apa yang Dio katakan.
"Tapi kenapa Santi ingin Rani ingin menikah dengan Rey, kalau memang ia pernah memisahkan Rani dan anaknya?" gumam Amanda seperti bertanya pada diri sendiri..
Tapi gumaman Amanda masih terdengar dengan jelas oleh Dio. Dio mengangguk mendengar apa yang Amanda gumaman Amanda.
"Apa ada maksud yang lain gitu ya ma?" Dio bertanya heran.
"Ma, apa ada hubungan dengan pernikahan kakak dan mas Rey?"
"Mungkin ada. Kenapa Rina harus mengalah sedangkan Santi sendiri lah yang mengenalkan mereka, ya dengan dukungan mama sih!"
Dio dan Amanda terdiam seketika juga. Mereka memikirkan kata kata sendiri dengan perasaan masing masing. Tanpa mereka tahu, sebenarnya Rina mendengarkan apa yang mereka percakapan tadi.
'Ma, dek kakak tahu sebenarnya kenapa ibu menginginkan Rani. Tapi aku nggak bisa cerita kerena aku juga berada dalam posisi yang bahaya. Kalau saja,'bisik Rina di luar kamar Amanda.
Riana hanya menarik nafas dalam dalam lalu membuang kembali. Ia tidak mungkin menceritakan semuanya kerena Santi juga ada di rumah itu, kalau Santi tidak ada di rumah itu mungkin ia bakal bergerak atau bisa cerita pada ibu dan adiknya. Dan ia juga tidak mungkin menceritakan semuanya pada Rey, ia nyakin kalau Rey juga ingin melakukan sesuatu pada keluarganya hanya saja beda jalan.
Rina akhirnya pergi begitu saja tanpa memperdulikan percakapan di dsn ibunya di kamar, kalau saja rencana Dio berhasil mungkin ia tidak akan terlalu khawatir lagi, apalagi sekarang Ningsih mendukung Santi yang notabennya musuh bebuyutan. Siapa orang tua yang tidak sakit hati anaknya ditinggal nikah dengan wanita lain, ia juga bakal marah, frustasi, tapi sekarang Ningsih malah seperti mendukung.
Ya semuanya ini ada hubungan dengan kehamilan Rani.
__ADS_1
Di kamar Rina hanya termenung, ia akhirnya menulis di secarik kertas dan langsung menyimpan di kamar Dio yang tidak mungkin ada orang yang tahu kecuali Dio sendiri, setelah menyimpan kertas itu Rina balik lagi ke kamarnya.
Sedangkan Dio dan ibunya masih di kamar.
"Ma, aku ingin menikah dengan Rani. Mungkin hanya ini yang aku bisa lakukan pada Rani, aku hanya ingin melindungi Rani. ungkap Dio
"Mama, nggak nyangka kalau permintaanmu itu sangat mendadak sekali." desah Amanda.
Tanpa mereka.duga sama sekali, Santi datang dan mendengarkan percakapan mereka yang terakhir, Santi datang saat Rina meninggalakan itu, jadi Santi tidak tahu kalau Rina pertama kali mendengarkan percakapan ini dan adiknya.
Santi langsung menghampiri keduanya dengan perasaan yang campur aduk mendengar apa yang Dio katakan pada ibunya.
"Kalian apa apa an? Nggak bakal rencana kalian berhasil!" teriak Santi yang tiba tiba masuk kamar Amanda kerena pintu kamar itu terbuka.
"Oh! Jadi kamu nguping pembicaraan kami? Dasar wanita tidak tahu diri!" be tak Amanda sambil melempar koran yang ada di pinggirnya ke wajah Santi.
Untung Santi menghindar dari lemparan koran itu, Santi benar benar berang seketika juga melihat prilaku Amanda seperti itu. Santi langsung menghampiri Amanda, sedangkan Amanda berdiri menantang Santi. Dio yang berada diantara keduanya langsung melerai keduanya untuk tidak berantem.
Dio langsung menarik tangan Santi untuk keluar, tapi Amanda yang melihat kesempatan itu langsung menarik rambut Santi dengan kuatnya sampai Santi melolong kesakitan.
Kerena rambutnya ditarik, otomatis Santi berontak membabi buta memukul Dio berkali kali dan merubuhkan tubuh Dio, tapi Amanda yang melihat Santi memukul Dio, ia tidak terima kalau anaknya di pukul oleh Santi akhirnya Amanda lanhsung memukul Santi berkali kali.
"Ma, Bu, coba apa yang ributkan!" teriak Dio tiba tiba berteriak melihat kedua wanita itu malah bertengkar.
"Nggak aku nggak mau kalau kamu menikah dengan Rani, Rani milik Rey," Rina bersuara tinggi.
"Sebenarnya apa yang ibu Santi inginkan dari pernikahan Rey dan Rani?" tanya Dio menatap Santi..
"Kamu seharusnya mengerti kalau Rani punya anak dari Rey!"
Dio tertawa sinis. Ia nyakin kalau Santi melakukan sesuatu yang tanpa ia dan Rani sadari, Dio akhirnya meninggalkan kamar kerena tidak mau berdebat panjang dengan Santi.*
__ADS_1