
"Aku nggak pernah berhubungan dan Rey," ujar Rina akhirnya mengakui apa yang terjadi dalam rumah tangganya pada Dio.
Rina tadinya tidak ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan adiknya masalah Rey yang tidak pernah menjamah tubuhnya sejak pernikahan itu. Dio shock mendengar kejujuran kakaknya, ia hanya mengelengkan kepala saja.mwndengat apa yang diceritakan oleh kakaknya tentang Rey.
Mustahil bagi laki laki normal bisa menahan nafsu saat melihat wanita yang mulus, kecuali kalau wanita. Memang kalau wanita mungkin betah kalau ia tidak pernah berhubungan, sedangkan laki laki paling juga bertahan seminggu untuk tidak berhubungan badan.
Tapi Dio mendengar semuanya dari kakak kandung. Dio sebenarnya antara percaya dan tidak mendengar penuturan kakaknya. Rina mengakui itu semua dihadapan adiknya, ia tidak bisa berkutik lagi saat Dio mendesak tentang dirinya dengan Rey.
Rina tidak bohong pada Dio kalau memang Rey tidak pernah menyentuh dirinya, dan yang lebih sakit lagi Rey belum pernah memperlihatkan tubuh dirinya dihadapan Rina.
Rina pernah mencoba mendekati Rey untuk tidur bersama, tapi Rey langsung memarahi dirinya malam malam. Rey malah beranjak dari kasur dan meninggalkan dirinya menuju ruang tamu ia tidur selama di ruang tamu..Melihat itu Rina terpukul sekali kerena Rey tidak melakukan apa apa pada dirinya.
Dio hanya bisa mengusap bahu kakaknya ikut prihatin apa yang terjadi pada Rina. Dio sekarang mengerti kenapa kakaknya tidak hamil atau menunjukan tanda tanda kehamilan biarpun mereka periksa juga ke dokter. Dokter sih mengatakan kalau Rey dan Rina subur, tapi nyatanya selama lima tahun Rina tidak hamil, mungkin semua orang beranggapan kalau mereka melakukan hubungan suami istri nyatanya mereka tidur masing masing.
"Buat apa coba kakak menikah dengan dirinya Dio kalau kakak tidak disentuh sama Rey," keluh Rina menghapus cairan bening yang mengalir di pipinya yang tiba tiba mengalir begitu saja tanpa diduga.
"Apalagi kakak dengar kalau wanita itu hamil oleh Rey, banyangkan saja sama kamu Dio," akhirnya Rina terisak dihadapan Dio.
Dia langsung merangkul tubuh kakaknya. Ada perasaan sakit dihatinya. Rina menangis terisak di pelukan adiknya. Dio hanya bisa memeluk tubuh kakaknya tidak bisa berucap sepatah katapun. Ia terasa kelu untuk mengucapakan kata kata, kerena itu ia hanya diam saja menunggu kakaknya selesai mencurahkan perasaannya.
Dio sebenarnya merasa geram atas perilaku Rey. Rey yang telah menghancurkan Rani serta menyakiti Rina.
'Ya Allah kenapa dua wanita yang aku sayangi jadi korban Rey? Ya Allah bantu hamba,' gumam Dio dalam hatinya..
Siap dengan cepat mengusap cairan bening yang keluar dari kelopak matanya. Ia takut kalau kakaknya tahu kalau ia menangis. Hatinya benar benar tidak menyangka kalau Rey menyakiti dua wanita yang ia sayangi dalam waktu bersamaan.
Rina harus merasakan sakit hati saat ia mendengar suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Dan Rina juga tidak menyangka kalau Rani adalah wanita yang pernah Rey sayangi.
__ADS_1
Rani yang Dio kejar kejar malah tersakiti setelah Rey merampas miliknya. Dan menghempaskan begitu saja, menurut Dio sih kalau memang Rey sayang sama Rani lebih baik ia melindungi Rani dan anaknya. Tapi nyatanya Rey malah memberi anaknya sendiri, Dio tidak memihak pada Rani tidak.
"Dek, aku harus bagaimana?" tanya Rina pelan
"Kakak sabar saja, mungkin ini cobaan buat kakak dan mas Rey," ujar Dio tersenyum tulus.
Ia tidak ingin banyak bicara masalah apa yang dialami oleh kakaknya. Dio juga tidak ingin kalau kata katanya bakal menyingung kakaknya kalau ia berkata, kerena ia nyakin emosi kakak nya belum stabil.
"Dek, apa kurangnya kakak dengan Rani?" desah Rina perih.
Tiba tiba ia mengusap perutnya, ia membanyangkan kalau di rahimnya tumbuh janin yang lucu dan menggemaskan. Rina ingin rasanya hamil seperti Rani. Tapi kerinduan itu sirna kalau mengingat Rey tidak pernah mengajaknya berhubungan. Ada getir dalam jiwanya, ada kegersangan di jiwanya.
"Coba buat apa Rey menikah denganku kalau aku nggak sama sekali tidak tersentuh dek. Aku juga iri sama Tiara yang hamil," desah Rina pedih.
Tiara yang disebutkan adalah istri Dio. Dio langsung memegang tangan Rina lembut sekali, ada perasaan sedih, kecewa sebenarnya di hati Dio mendapatkan cerita itu pada kakaknya.
Dio duduk bersimpuh dihadapan kakaknya.
Ya siapa sih yang tidak rindu anak? Apalagi pernikahan mereka telah mencapai 5 tahun. Tapi Dio tidak menyangka kalau Rey melakukan itu pada kakaknya, ia hanya mengelengkan kepala saja.
Awalnya Dia akan angkat bicara tapi hpnya berteriak dengan keras memanggil dirinya untuk diangkat, Dia dengan cepat mengangkat hpnya tapi sebelum itu ia melihat nama dilayar hp.
"Zoya kamu ada apa?" tanya Dio setelah tahu siapa yang menelponnya.
"Kak, kakak sama ka Rani nggak? Kak Rani dari pagi tidak ada di rumah, aku udah tanya sama mbok Sum tapi mbok Sum juga bilang nggak tahu," kata Zoya khawatir sekali.
"Kakak di rumah kok, ya udah kamu tenang saja ya kakak cari kak Rani nya," hibur Dio menutup hpnya.
__ADS_1
Rina sejak tadi mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Dio dengan seseorang di sebrang sana, wajahnya berkerut saat ia mendengarkan pembicaraan itu.
"Siapa?"
"Zoya adiknya Rani. Rani dari pagi nggak ada di rumah, aku cari dulu ya," Dio beranjak dari duduknya.
" Sepenting itukah wanita itu bagimu dek?" ujar Rina pelan tapi menusuk hati Dio.
Dio tidak menjawab apa yang keluar dari mulut Rina, ia juga tidak mau membahas nya, saat Dio melangkahkan kaki tangan Rina memengang tangan adiknya dengan cepat.
"Sepenting itukah?" ulang Rina.
Tiba tiba ia merasa kalau perhatian Dio kini berpindah pada wanita itu. Wanita yang telah merampas kebahagiaan dirinya, ada pancaran tidak suka saat adiknya mengucapakan nama wanita itu dihadapannya.
"Dia bukan istrimu, bukan kakakmu tapi kamu begitu gesit," sinis Rina.
Diao melepaskan tangan kakaknya ia tidak ingin bertengkar dengan kakaknya apa lagi dalam kondisi kakaknya seperti itu, Dio langsung meninggalakan kakaknya yang menatap penuh dengan kebencian dihatinya. Dio bakal jelaskan apa yang ia rasakan pada Rina.
Dio langsung meninggalakan Rina. Rina menghempaskan tubuhnya ke kursi yang ia duduki, ia tidak bisa menghalangi langkah Dio. Tiba tiba hatinya berdesir kuat saat itu juga.
"Kak, kakak setuju nggak kalau aku bawa pacar aku ke rumah ini?" tanya Dio waktu itu.
"Pacar? Kamu punya pacar?" balik tanya Rina riang melihat mata Dio berbinar binar.
Dio hanya mengangguk saja. Melihat anggukan Dio, Rina tersenyum ia tidak menyangka kalau adiknya bakal jatuh hati pada seorang wanita.
" Aku bakal kenalin dia. Dia cantik kak, aku sayang dirinya," seru Dio.
__ADS_1
"Apa jangan jangan wanita itu," gumam Rina.
Ya Dio pernah ingin mengenalkan wanita yang ia sayangi dengan dirinya. Tapi waktu Rina tidak menyangka kalau wanita itu suka sama laki laki lain dan hanya menganggap adiknya sahabat. Rina mendesah mengingat wanita yang akan dikenalkan Dio padanya, sampai sekarang Dio belum pernah mengenalkan wanita itu kehadapan nya.*