
Rani menatap wajah senja yang menatap kearahnya, tapi Rani hanya mengelengkan saja. Akhirnya Senja tidak berkata apa apa.
"Aku hanya nggak ingin kamu kenapa kenapa salahnya Anindya membutuhkan kamu ." Kata Rey tajam.
Ia tidak memperdulikan perhatian Dio pada Rani. Dio masih menatap wajah Rani tapi Rani hanya mengangkat tangan..
"Rey dengar alasan ku dulu ya, aku tahu kamu perhatian sama aku tapi nggak seperti ini," Rani memohon pada Rey.
"Apa yang kau ingin katakanlah pada kami supaya kami mengerti apa yang kamu inginkan," ujar Rey.
"Aku hanya ingin ketemu ayah kerena aku ingin membuktikan kalau laki laki itu orang yang pernah aku tolong atau bukan," ujar Rani lirih.
Ia sebenarnya ragu untuk mengatakan pada semua orang, tapi terlambat Rani telah mengatakan pada semua orang. Senja yang mendengar nya langsung melonjak kaget.
"Jadi kamu wanita yang ayah ceritakan waktu itu!" Teriak Senja spontan..
Wanita itu langsung memegang tangan Rani dengan menggoyangkan beberapa kali.
"Iya kak, aku wanita itu. Aku juga nggak menyangka sama sekali.kalau ayah adalah laki laki itu."
"Kamu nggak mengada mengadakan, apa.ini hanya alasan kamu untuk bertemu dengan ayahmu?" Tanya Rey agak kurang percaya.
Rina dan Zoya hanya diam saja kerena mereka hanya mendengarkan saja, pembicaraan empat orang yang ada di tempat itu.
"Rey percaya sama aku. Aku nggak bohong, kapan aku pernah bohong sama kamu." Tegas Rani menatap Rey.
"Apa yang dikatakan Rina benar mas, ia sebenarnya datang untuk menemui laki laki yang di pernah di ditolongnya," akhirnya Dio jujur pada Rey.
Rey langsung menatap wajah Dio dengan seriusnya. Dio mengangguk mengiyakan apa yang ia katakan pada Rey. Melihat anggukan kepala Dio hanya mendesah, dialihkan pandangan mata Rey menuju wajah Rani.
Rani hanya nyengir saja melihat tatapan mata Rey yang tajam. Ya selama ini ia tidak pernah cerita tentang laki laki yang di ditolongnya.
"Maaf Rey apa yang dikatakan Dio memang benar kok. Maaf selama ini aku nggak cerita sama kamu," Rani minta maaf.
Memang selama ini ia sama sekali tidak pernah cerita apa apa pada Rey apalagi saat ia dinyatakan positif hamil hubungan ia dan Rani bukan membaik maka memburuk.
__ADS_1
Jadi ia sama sekali tidak bicara apa apa pada Rey kalau ia pernah bertemu dengan laki laki yang ia tolong sama dirinya. Mungkin waktu Rani ketemu dengan Surya kemungkin besar ia dalam keadaan hamil tapi belum kentara.
Tapi satu Minggu setelah bertemu dengan surya ia merasakan gejala kehamilan. Sebenarnya Rani ingin cerita tapi Rey lah keburu menanyakan kehamilannya otomatis Rani cerita apa adanya tentang kehamilannya.
Rey mendesah mendengar kata kata maaf Rani.
"Ya sebenarnya seminggu sebelum aku ketahuan hamil Rey aku bertemu dengan ayah." Rani akhirnya cerita.
"Waktu itu siang hari, aku berhenti di warung bakso setelah aku selesai.makan bakso. Tiba tiba terdengar suara keras beradu, saat itu aku langsung melihat apa yang terjadi." Lanjut Rani pelan tapi semua orang mendengarkan cerita Rani.
"Ada laki laki yang tertabrak oleh ayah waktu itu, langsung ke puskesmas terdekat. Ayah waktu itu nggak punya uang dan mengunakan uangku dulu, dan waktunya aku pulang tapi ayah janji kalau ketemu denganku ia bakal traktir makan sama aku." Ran ini cerita semuanya.
Dio pun yang dua.kai mendengarkan begitu hal atas cerita Rani. Semua orang yang ada disana menahan nafas mendengarkan apa yang diceritakan oleh Rani.
"Rey wajar kalau sekarang aku tanya pada kak Senja kendaraan ayah dimana?"
"Aku hanya ingin tahu, apa laki laki itu ayah atau bukan itu saja Rey yang aku ingin tahu." Lanjut Rani menjelaskan semuanya.
"Ayah pernah bilang ke aku kok, lengan.ketemu wanita yang pernah menolongnya sekali saja." Senja tiba tiba angkat suara..
Senja tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan Rani, ia hanya menghela nafas panjang. Sebenarnya ia masih ragu, bukan ragu pada Rani tapi ia ragu kalau ayah mencelakakan Rani itu saja.
Kalau mendengar cerita dari ayah memang benar Aya ingin ketemu dengan wanita yang menolongnya tapi ia ragu kalau misal Rani wanita itu terus bertemu trus Surya tidak menepati janji pada Rani.
Sebenarnya Senja tahu tempat Surya sekarang tapi masih belum.ikhlas harus kehilangan Rani. Tapi melihat tatapan mata Rani, senja menyerah.
Senja menyebutkan nama tempat dimana ayahnya berada. Rani mengangguk ia tahu tempat itu, dsn lanhsung menatap wajah Rey dan Dio..
"Kalian disini saja, sama kak Senja." Ujar Rani menyuruh Rey, Dio, Rina dan Zoya menunggu di rumah Senja.
BRAK!
Rey langsung memukul meja kecil yang ada dihadapan. Semua orang langsung terkejut melihat apa yang dilakukan Rey sampai Rani meloncat dari tempat duduknya.
"Rey kamu apa apa an," terima Rina yang menatap suamianya.
__ADS_1
Ia yang tadi diam saja langsung bersuara, dengan kerasnya kerena juga kaget mendengar pukulan tangan Rey yang dipukulkan ke atas meja yang ada dihadapannya.
"Rin, dia yang apa apa an, kamu nggak tahu kalau Rani ingin berangkat dan menyuruh kita menunggu!" Teriak Rey emosi.
Rina langsung terdiam saat tahu apa yang dibicarakan oleh Rey.
"Terus kami kesini buat apa? Buat pajangan!" Ketus Rey menatap Rani.
"Aku hanya ingin menyelesaikan masalah sendiri Rey. Kalau kalian ikut aku takut ayah bakal tidak bisa menerima kedatangan kalian maupun aku." Bela Rani
"Nggak kalau kami nggak berangkat kamu juga nggak usah berangkat!" Perintah Rey.
"Rey aku ingin menyelesaikan semuanya!" Pinta Rani heran pada Rey.
"Dek,apa yang Rey katakan itu benar. Lebih baik kalian berangkat saja, biar Zoya sama aku saja, aku nggak ada temannya disini," lerai Senja membenarkan pendapat Rey.
"Wah nggak bisa gitu dong! Masa aku harus ditinggal disini," protes Zoya pada Senja.
Ya udah kalau begitu. Zoya hanya Zoya ya yang tinggal disini," Rani lirih.
"Aku ikut kak, masa aku disini sendirian hanya sama kak Senja," rengek Zoya tidak mau di tinggal.
"Ya Zoya. Kamu disini saja," kata Senja melihat Zoya.
Zoya manyun."Demi keselamatan kamu," kata Rani.
Zoya mengangguk. Biarpun ia cemberut juga, Senja langsung menghampiri Zoya diambil tangan Zoya dalam pelukannya.
Rani dan yang lainnya langsung pergi meninggalakan Senja dan Zoya di rumah itu.
"Kak, hati hati." Lirih Zoya menghampiri Rani dan memeluk kakaknya dengan eratnya.
Melihat itu Senja meraih tangan Zoya, Rani langsung melepaskan pelukan dari Zoya. Mereka akhirnya pergi ke tempat yang disebutkan oleh Senja.
"Tapi kalian pulang ya kesini, hati hati jangan sampai ayah mencelakakan kamu dek," Senja mengingatkan Rani sebelum berangkat.
__ADS_1
Rey menyuruh Rani duduk di sampingnya tapi Rani menolak ia lebih baik duduk di samping Dio. Rina yang melihat itu hanya manyun dan melirik wajah suamianya, ada rasa perih dihati Rina.*