BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Keegoisan


__ADS_3

Surya merasa kesal kenapa anak Ilham itu belum ditemukan saja. Ia nyakin kalau anak Ilham itu ada di sekitar rumahnya. 


'Apa jangan jangan dia tahu kalau aku mencarinya? Bagus kalau ia tahu aku mencarinya, jadi ia ketakutan begitu mendengar namaku."bisik Surya mengejek. 


'Kalau sampai ketemu pasti aku cincang kau!" Lanjut bisikan hati Surya. 


Ia benar benar belum puas kalau belum menemukan Ilham. Ia menarik nafas lalu di hembuskan dengan kasar. 


"Kerena penjualan barang barang ini Ilham yang menjadi orang kepercayaan saya." Kata direktur perusahaan yang terkenal di Banten..


"Terimakasih pak atas kepercayaan bapak pada saya, saya bakal menjalankan tugas dengan baik." Ujar Ilham dengan wajah berseri seri. 


Ia sangat senang sekali mendengar apa yang pak Halim katakan pada dirinya. Ia langsung minta izin untuk melihat produk baru yang bakal besok dibawa ke pelanggan. 


Setelah kepergian Ilham dari ruangan itu, Surya yang mendengar kalau Ilham mendapat kan kepercayaan pak Halim langsung mendatangi ke ruangannya. 


Ia tidak terima kalau ilham mendapatkan kepercayaan dari pak Halim, kerena bagaiamana pun ia lebih dulu kerja dan membantu perusahaan itu bersama sama dengan pak Halim Kusuma, sedangkan Ilham baru enam bulan kerja di perusahaan itu. 


Surya mengetuk pintu dan setelah dipersilahkan masuk Surya bukannya basa basi dulu malah the to point saja. 


"Pak nggak mungkin, seharusnya penjualan saya yang lebih bagus, pak kok malah Ilham?" Tanya Surya tidak terima. 


"Kenapa kamu bilang penjualan kamu lebih bagus daripada Ilham?" Tanya pak Halim masih fokus pada kertas yang ia baca. 


"Mendengar bertanya dari pemilik perusahaan itu Surya merasa diremehkan, apalagi pak Halim tidak mwnatap dirinya. Iaalah sibuk dengan kertas kertas yang ada di hadapannya. 


"Pak, aku bisa jelaskan!" 


"Keluar kamu dari ruangan ku!" Perintah Pak Halim menatap wajah Surya..


"Tapi, pak?" Surya ragu.


"Keluar! Teriak Halim dengan marahnya..

__ADS_1


Surya lanhsung keluar dari ruangan pak Halim dengan hati bertanya tanya ada apakah ini, kenapa pak Halim semarah itu pada dirinya, ia hanya diam lalu pergi begitu saja dengan hati yang dongkol dan dendam pada Ilham yang telah melakukan kecurangan. 


Ia nyakin kalau Ilham melakukan kecurangan supaya ia tersisih dan tidak berkerja lagi di perusahaan yang sama. Surya mengepalkan tanganya, ia benci Ilham. 


Ia pergi meninggalkan ruangan itu tapi pikirannya masih tertuju pada Ilham. Ia langsung mencari Ilham di ruangan, disaat matanya menangkap Ilham tiba tiba. 


Buk … Buk …


Surya langsung menghajar Ilham dengan kuat sampai laki laki muda itu tidak bisa mengelaknya, beberapa kali wajahnya dipukul dengan kerass oleh tangan Surya..


Sebagian teman teman yang melihat itu langsung melerai. 


"Surya! Kamu itu apa apa main hakim sendiri! Teriak Indra yang menarik tubuh Surya menjauhi dari Ilham. 


"Lepaskan! Akan aku hakar dia!" Teriak Surya marah. 


Matanya berapi api. Ilham langsung disered oleh Dito, supaya menjauhi Surya yang sedang kalap.


Kalau ingat semuanya Surya merasa benci dan ingin menyakiti Ilham. Tapi Ilham sudah tidak ada lagi, jadi ia ingin anaknya Ilham merasakan apa yang ia rasakan. 


Surya dengan kerasnya langsung menghajar dipan yang ditiduri olehnya. Ia geram seketika juga. 


"Bajingan kenapa aku ingat dia." 


Surya beranjak dari dipan dan meninggalkan pondok itu. Sebenarnya pondok itu terasa sejuk dan nyaman sekali untuk ditempati, tapi hatinya tidak begitu tenang dan nyaman, jadi ia tidak betah di sana.


O, ya bikin para reader disini bingung menangkap cerita Surya, dan Ilham. Oke oke author mau cerita tentang masa lalu mereka ya. Supaya para reader tahu masalahnya. Sebenarnya sedikit sudah dijelaskan melalui cerita Rey. 


Surya di jodohkan dengan Amanda dan Amanda hamil, Surya yang hanya menjalankan peran suami pura pura menyayangi Amanda istrinya, sedangkan dirinya malah mencintai Ningsih. 


"Apa mas, kita menikah?" Tanya Ningsih waktu itu mendengar Surya mengajak menikah..


Akhirnya Surya menikah dengan Ningsih tanpa sepengetahuan Amanda istrinya, saat itu Amanda sedang hamil. Entah bahagia atau tidak itu yang Surya rasakan. 

__ADS_1


Dari pernikahan dari Ningsih ia mendapat kepercayaan dari pak Halim membangun perusahaan yang berada di Banten, ia menyambut dengan hati riang gembira kerena ia juga memang butuh pekerjaan itu.  


Apalagi saat ia mengurus Senja, perusahan itu meningkat pesat penjualan nya sampai luar negeri sampai ia diberi kepercayaan oleh pak Halim untuk memegang perusahan yang sedang berkembang. 


Biarpun hatinya senang melihat senja berada di pangkuannya tapi hatinya tidak senang kerena ia harus kehilangan Ningsih ditambah lagi Ningsih telah menikah dengan Ilham. 


Sebelum Ilham kerja di perusahaan itu, Ilham telah menikah memiliki anak seorang bayi perempuan yang menggemaskan. Itu yang membuat Surya iri, apalagi melihat Ilham yang baru masuk ke perusahaan harus mendapatkan kepecayan dari pak Halim. Itu yang Surya tidak terima dari pak Halim pemilik perusahaan. 


Waktu terjadi pemukulan oleh Surya, Dito langsung menyeret tubuh Ilham untuk keluar dan membawa ke tempat yang aman. 


"Kamu ada masalah apa Ham dengan Surya?" Tanya Dito heran. 


"Aku nggak tahu sih! Aku juga baru lihat dirinya," ujar Ilham jujur. 


Ilham yang mendapat prilaku itu hanya menggelengkan kepala saja, ia sama sekali tidak tahu kalau ada orang secara diam diam membenci dirinya sedangkan ia sendiri tidak mengenall Surya dengan baik..


Setahu Dito, ilham belum pernah punya masalah apalagi Ilham baru beberapa bulan di perusahan ini? Jadi pantas kalau Dito tanya masalah yang ada. 


"Kamu mungkin punya masalah dengan Surya?" Tanya Dito menatap wajah Ilham tajam. 


"Entah lah aku nggak tahan apa apa," jawab Ilham jujur.


Hal sepele itulah yang membuat Surya membenci Ilham sampai sekarang. Memang ada alasan kuat Surya membenci Ilham satu merebut Ningsih tanpa ada penjelasan yang jelas, dua merasakan tersisih atas kehadiran Ilham di perusahan. 


Kesalahan Surya fatal. Tidak pernah mencari tahu masalah anak yang diurus oleh Ilham, ia hanya menduga kalau anak pertama ilham itu anak kandung Ilham. Tanpa mencari tahu, yang sesungguhnya. Hanya dugaan Surya saja, tapi dugaan Surya salah.


Trus masalah di perusahaan juga Surya tidak mencari tahu, kenapa pengiriman yang dilakukan oleh dirinya merosot setelah kedatangan Ilham. 


Saat Ilham ingin menjelaskan Surya malah tidak pernah mengubrisnya, kalau saja Surya bisa menerima alasan yang dikemukakan Ilham tidak mungkin ia sampai membenci Ilham. 


Keegoisan Surya membuat dirinya menyimpan dendam pada Ilham. Sedangkan Ilham yang dibencinya ssma sekali tidak menganggap kalau Surya benci padanya. 


Sampai Ilham meninggal juga, Surya tidak pernah tahu apa yang terjadi, kerena bukan kesalahan Ilham. Itu kesalahan Surya, kerena tidak pernah.mendwngar kebenaran yang di ungkapkan oleh orang lain.*

__ADS_1


__ADS_2