
Zoya yang sedang berada di rumahnya kaget atas kedatangan Vian ke rumahnya. Apalagi mendengar apa yang Vian omongkan pada dirinya, kalau dua Minggu lalu Rani bertemu dengan Surya, ia hanya bisa manatap wajah Vian dengan tajam tanpa bisa berkata kata.
Ia sama sekali tidak tahu menahu tentang itu, kerena Rani sama sekali tidak menceritakan pada dirinya maupun pada ibunya sendiri.
Zoya menghela nafas panjang saat Vian menceritakan pertemuan ayahnya dengan Rani di sekolah. Ia hanya mengkerutkan wajahnya pertemuan unik! Tapi hatinya bertanya tanya kenapa sampai ayahnya kak Ranty bertemu dengan kakaknya di sekolah, seharusnya kan di rumah saja..
Vian juga menceritakan pada Zoya kalau Rani juga diajak makan oleh Surya, mendengar itu Zoya hanya bisa diam saja, bukannya ia cemburu pada pertemuan kakak dan Surya. Tapi sikap diam Rani pada dirinya itu yang membuat ia heran dan aneh.
"Apa, De?" Zoya terkejut saat Vian menceritakan kalau Rani bertemu dengan Surya. Vina hanya mengangguk.
Zoya yang melihat anggukan Vian hanya menghela nafas panjang. Selama 2 Minggu kakaknya diam saja tudks pernah cerita apa apa, ia tidak menyangka kalau kakaknya bertemu dengan Surya, kerena selama ini Rani tidak pernah bilang apa apa pada dirinya maupun Senja.
Ditatapnya wajah Vian dengan tajam. Vian hanya mengangguk.
"Kak Rani nggak bilang emangnya kak?" Tanya Vian heran.
Vian lanhsungnmenataoa tajam kearah wajah Zoya yang heran saat ia menceritakan pertemuan Surya dan Rani. Vian menyangka kalau Rani telah menceritakan semuanya, tapi melihat tatapanata Zoya seperti itu ia langsung mengartikan kalau Rani sama sekali belum menceritakan apa yang dialami dirinya.
Vian hanya bisa mwngelangkan kepala, dan menyesali keluarkan kakak dari pihak bapak itu.
"Nggak sih! Aku sekarang mainnya sama kak Senja dan Aulia." Jawab Zoya termenung.
Bagian Vian yang melonggo saat Zoya menyebut nama Senja dan Aulia, Zoya mengaguk tidak mengerti atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Vian.
"Kak senja dan Aulia disini," Vian agak terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut Zoya.
"Emang kak Rani nggak bilang kalau kak Senja disini?" Zoya terkejut.
Ia menyangka kalau Vian tahu keberadaan Senja. Tapi saat ia melihat wajah Vian yang penuh tanda tanya, akhirnya ia mengerti kalau Vian memang sama sekali tidak tahu menahu keberadaan senja yang ada di rumahnya.
Zoya hanya mwngelangkan kepala saja, kerena Rani tidak pernah bilang kehadiran Senja di rumhnya dan kedua Rani juga tidak bilang kalau ia sendiri telah bertemu dengan ayahnya.
"Kak Rani nggak cerita apa apa kok, kak. Aku juga heran kenapa kak Rani seperti ini sekarang?" Tanya Vian garuk garuk kepala.
__ADS_1
Zoya yang melihat Vian seperti itu hanya mengangkat kedua bahunya tanpa tidak tahu apa apa.
"Aku juga baru tahu kok kalau kak Rani menemui pak Surya," gumam Zoya.
Tapi gumaman nya masih terdengar di telinga Vina. Kedua gadis yang berbeda umur itu hanya diam saja, mereka tidak menyangka kalau Rani selama ini terus bergerak tanpa diketahui oleh mereka sendiri.
Vian apalagi, ia menyangka kalau Rani tidak pernah mencari keluarganya tapi kenyataan Rani benar benar mencari nya.
"Maunya apa sih kak Rani sebenarnya?" Larih Vian seperti menanyakan pada diri sendiri.
*
BRAK!
Zoya memukul meja ruang tengah saat melihat Rani duduk di kursi dekat meja kecil itu. Suara yang keras membuat Rani yang sedang duduk kaget sekali mendengarnya, apalagi pikirannya juga sedang kemana.
"Kamu apa apa an sih, dek!" Teriak Rani spontan.
"Kakak yang apa apa an?" Tanya Zoya menatap tajam kakaknya.
"Iya, kenapa kakak nggak bilang kalau kakak sudah bertemu ayah kakak." Tajam Zoya.
Rani garuk garuk kepala, ia tidak menyangka kalau Zoya bakal tahu.
"Kamu tahu dari mana?" Tanya Rani.
"Nggak oanting aku tahu dari mana, kenapa kakak nggak pernah bilang masalah ini padaku?"
Rani hanya nyengir saja mendapat pertanyaan demi pertanyaan oleh adiknya. Ia akhirnya tanpa di suruh lagi menceritakan pertemuan dengan Surya, Zoya hanya mendengarkan hanya menahan nafas.
Zoya tidak percaya kalau Surya hanya ketemu dengan orang yang menolongnya. Ya Rani cerita kalau Surya masih belum mengetahui kalau Rani adalah anaknya makanya ia menjelaskan kalau ia tidak bisa menceritakan semuanya..
Menurut Zoya, Vian hanya tahunya Rani dsn Surya bertemu seperti ayah dan anak saja, tapi kenyataannya tidak. Zoya hanya mendengarkan tidak bis menjawab apa apa.
__ADS_1
"Jadi sampai sekarang pak Surya belum kenal sama kakak sebagi anaknya gitu?'' tanya Zoya penasaran..
"Iya, kami hanya ketemu cuma kenalan lama saja bukan sebagai anak dan ayah, kakak juga nggak tahu."
"Pantas kalau kakak nggak cerita apa apa padaku,"
"Kakak nggak cerita masalhnya belum bertemu secara pribadi itu saja, tadinya kalau misal ketemu secara pribadi kakak juga nggak bakal menyembunyikan pada kalian. Kakak bakal cerita sama kalian," kata Rani menjelaskan.
Ya kesalahan dirinya hanya satu, tidak pernah cerita pada Zoya dan Vian malah ia membiarkan mereka berasumsi sendiri saja.
"Terus rencana kakak bagaimana sekarang masalah pak Surya?" Tanya Zoya ingin tahu.
"Entah kakak juga nggak tahu apa apa kok, kakak buntu sebenarnya untuk meneruskan pencarian ini," keluh Rani berkata sejujurnya.
"Kak, bagaimana kalau kita cari lagi, atau cari tahu dengan kak senja."
Usul Zoya memberikan semangat pada Rani. Apalagi saat ia melihat Rani seperti putus asa untuk mencari ayahnya. Ia menggenggam tangan Rani dengan lembut, seperti memberikan motivasi buat kakaknya.
Ya biarpun hatinya agak ciut kerena ia mendengar kalau Surya mencari anak Ilham, otomatis anak Ilham yang sebenarnya adalah dirinya. Ia sebenarnya takut kalau misal Surya tahu siapa dirinya.
Jadi bagaimanapun juga ia berusaha untuk memendam perasaan takutnya, Zoya membiarkan kakaknya bahagia bertemu dengan ayahnya sendiri.
"Makasih ya de, atas dukungannya." Rani terharu.
Rani juga sebenarnya punya perasan sama seperti Zoya, ia takut kalau ia bertemu dengan Surya terus laki laki itu harus membunuh Zoya. Rani tidak ingin kalau Zoya kenapa kenap ketika bertemu dengan Surya ayahnya..
Rani berpikir kalau Surya sayang lada ditinya seharusnya laki laki itu juga berpikir kalau anak kandungnya pernah dibesarkan oleh ayah sambing sejak kecil, masa Surya tidak membalas apnyang pernah Ilham lakukan pada anaknya Ilham.
Rani janji pada dirinya, bakal membela Zoya sampai tetes darah kalau sampai Surya melakukan tindakan kekerasan pada Zoya.
"Kamu jangan takut ya ketemu sama ayah Surya, kakak bakal bela kamu kok," ujar Rani menatap wajah Zoya lembut.
"Iya kak, tapi aku takut sebanrnya," aku Zoya jujur.
__ADS_1
Rani langsung beranjak dari duduknya lalu memeluk adiknya yang ia sayangi.*