BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Bisikan hati Rina.


__ADS_3

'Semunya gara gara ibu sih yang sok perhatian begini nih! Jadinya,' bisik hati Rina kesal.


Sebenarnya ia menyusun rencana kalau Dio menjadi suami Rani ceritanya tidak bakal seperti ini, semuanya bakal berjalan. Lancar tanpa ngangguan sedikitpun..


"Kenapa diam!" Teriak Ningsih menatap Rina tajam.


"Kamu lagi Rani, menikah sama Rey dimana kata kata kamu yang dulu diucapkan dihadapan ibu!" Lekong Ningsih geram menatap wajah putrinya. 


Kedua wanita itu terpekur mendengar teriakan Ningsih.


'Awas!' bisik Rina sambil mengepalkan tangannya. 


Ia harus perhitungan sama mertuanya yang telah mengganti semua ide yang mereka remcanamkan. Sedangkan Dio dsn Rey tidak bisa masuk akibat pintu dikunci dari dalam, mereka.dsling pandang. 


"Nggak sih nggak mungkin diapa apa'kan," hibur Dio. 


Ia akhirnya duduk diatas kayu yang berada tidak jauh darinya, sedangkan Rey hanya berdiri di pinggir Dio sambil tanganya memainkan daun yang ia oerik terus disobek Sobek begitu saja.


"Kalian itu wanita aneh!" Jerit Ningsih.


Ningsih langsung beranjak  dari tempat duduknya. Beberapa kali enatok nafas lalu dihembuskan secara paksa, Rani dan Rina diam saja. 


'Aku nggak ikhlas dimarahi ini kerena mertuaku,'ujsr Rina. 


"Kak bantu Rani," Rina masih ingat Dio meminta dirinya untuk melakukan sesuatu. 


"Bantu apa?" Tanya Rani saat itu. 


"Ibu Ningsih ibunya Rani bakal datang ke rumah, dia nggak tahu kalau Rani hamil, selama ini Rani dan adiknya menyembunyikan dari ibunya." Dio panjang kali lebar berbicara serius dengan nya. 


"Trus, apa yang aku lakukan?" Heran Rina. 


"Kamu mau kan pura pura jadi kakak ipar Rani, begini maksudku. Rani pura pura jadi istriku, kasihan ibunya." Dengan terbata Dio menceritakan rencananya. 


Awalnya Rina menolah kerena itu bukan urusannya dan tidak ikut campur, kerena Rina tidak mau terlibat urusan Rani, tapi bagaimana pun sebenarnya ia terseret dalam urusan Rani.Ya kehamilan Rani, dan bapak dari bayi itu. 


"Aku nggak mau, terlalu riskan," tolak Rina sambil meninggalkan Dio..


Tapi Dio mengulangi kakaknya, tanganya memengang tangan Rina erat sekali, seperti ia tidak mau melepaskan Rina begitu saja. Dio tertegun mendengar penolakan kakaknya. 

__ADS_1


"Kak, kali ini saja. Gimana kalau ibunya Ningsih tahu kalau itu anak Rey! Kakak bakal kena masalah. Apalagi mertua kakak juga menginginkan Rani menikah dengan Rey, apa kakak ingin dimadu?" Tanya Dio pelan tapi tegas. 


Dio mengatakan itu bukan menakutkan Rina, tapi ia juga berpikir kalau misal Rey pura pura jadi suami Rani pasti ada peluang Santi untuk masuk dalam permasalahan yang mereka hadapi. 


"Kalian kenapa pada diam, nggak satupun yang jawab apamyang saya bicarakan he!" Teriak Ningsih emosi kerena melihat Rina dan Rani terdiam begitu saja. 


Rani hanya bisa menghela nafas. Sedangkan Rina hanya diam saja ia sama sekali seperti tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Ningsih. 


Ia masih bergelut dengan perasan kecewa, pada apa yang mertuanya lakukan. 


"Bu, ibu tahu anak ibu salah kenapa ibu tidak marahin dia aja," Rajuk Rina pada Ningsih yang melihat dirinya. 


Akhirnya Rina angkat bicara setelah sekian jam diam saja, Rani yang mendengar apa yang keluar dari mulut Rani langsung mengangkat kepalanya. 


Ia sebenarnya sengaja memancing Rani supaya bicara masalah kesalahan yang di lakukan pada dirinya..Rina melihat reaksi Rani saja sat ia mengucapkan kata kata itu, tapi Rani hanya diam saja seperti tidak terpengaruh apa yang Rina ucapakan pada dirinya. 


Sebenarnya Rani hanya menarik nafas dalam dalam, saat Rina mengucapkan apa yang keluar dari mulutnya. 


"Bukan cemburu tapi Rey nya saja gatel, malah kembali ke mantannya. Apa kerena aku nggak hamil ya sampai Rey harus menduakan aku dan Rani." Lanjut  Rina menatap wajah Rani.


Kerena Rina melihat Rani diam saja, akhirnya ia menyambung lanjutannya dengan kata kata cercaan yang menyakiti hati Rani. 


Deg! 


Mungkin Rina hanya ingin memyakinkan didepan Ningsih. 


Tapi bagi Rina sebenarnya ini adalah peluang buat mencaci Rani yang telah selingkuh dengan Rey, ia sama sekali tidak menerima kalau Rey selingkuh apalagi menikah dengan Rani. Apalagi kalau ia ingat rencana Santi untuk menikahkan mereka.berdua membuat hatinya terbakar oleh kelakuan Santi. 


Rina berpikir kalau kedatangan Santi bakal memihak dirinya tapi malah memihak pada Rani, ia benar benar tidak habis pikir atas apamyang ada di kepala Santi saat ini. 


"Atau kamu hamil duluan lagi!" Terka Ningsih..


Deg! 


Hati kedua wanita itu tertegun sejenak. Wajah Rani pucat seketika juga, Rina hampir meloncat saking terkejutnya. Taoj keduanya menahan diri dari kegundahan hatinya. Keduanya saling pandang satu sam lainnya, Rina  menatap wajah Rani dan Rani menatap wajah Rina. Mereka terpekur mendengar apa yang keluar dari mulut Ningsih yang spontan. 


Rani seperti merasakan aliran listrik yang menyentuh tubuhnya, mendengar apa yang dilontarkan oleh Ningsih. Rani dan Rina sama sekali tidak menduga kalau tebakan Ningsih benar. Rani mendesah saat ibunya mengucapkan dugaan yang  benar, ia tidak berani menatap ibunya takut ketahuan saat ibunya menatap bola matanya. 


Rina terpekur, ia hanya melirik Rani yang menundukan kepala. Ada sinis diwajah Rina saat ia melihat Rani seperti itu, ini peluang dirinya untuk memojokkan Rani dihadapan ibunya sendiri. 

__ADS_1


"Mungkin saja, emang cewek plin plan," hardik Rina tanpa menatap wajah Rani. 


Deg! 


Rani terkejut mendengarkan hardikan dari Rina yang tiba tiba sekali, tanpa Rani duga sam sekali. 


"Dia pacarku tapi kenapa kamu.mau dijodohin! Emang nggak ada ya cowok.lain selain Rey!" 


Rani langsung menyerobot kata-kata Rina dengan cepat sekali. Ia sama sekali tidak peduli kalau Rina tersinggung oleh kata kata yang ia katakan. 


"Aku nggak pernah merebut siapa siapa tapi kamu yang merebut suami orang seperti nggak ada cowok lain," ejek Rina tajam. 


"Diam!" Teriak Ningsih. 


Sejak tadi ia hanya mendengarkan ocehan keduanya, Rina dan Rani seperti tidak memperdulikan keberadaan dirinya ditempat itu. Akhirnya keduanya terdiam saat Ningsih berteriak dengan keras sekali. 


"Ran, apa benar Rey suamimu?" Selidik Ningsih.


"Ibu nggak percaya sama aku?" 


"Kenapa kamu mau menikah dengan Rey sedangkan Rey telah meninggalakan kamu. Apa kamu melakukan dulu sebelum menikah,"cecer Ningsih. 


"Jawab yang benar, jangan bohong apalagi sama orang tua," sembur Rina seperti punya kesempatan. 


"Aku.menikah dengan Rey!" Akhirnya itu yang ia ucapkan.


Rina hanya menatap sinis. Ia nyakin kalau Rani tidak bakal berkutik kalau Rani di cecer oleh kata kata Ningsih dan dirinya. 


Tapi sialnya saat waktu ketiganya bicara Dio datang dari arah dapur, Ningsih sampai melotot melihat kedatangan Dio dan Rey yang tanpa ia duga sama sekali..


"Kalian sebenarnya mau apa?" Bentak Ningsih ketika melihat Dio dsn Rey datang. 


"Bu, pikirkan keadaan Rani."


"Mas, biarkan ibunya yang bicara secara pribadi dengan anaknya," 


"Rin, ingat." Rey ber  kode..


Tapi Rani tidak mengubris apa yang dikatakan oleh suamianya*

__ADS_1


__ADS_2