
Rey dengan lancar mengutarakan semua isi hati di ruangan itu. Sesekali ia melirik Rani yang hanya diam saja, Rey merasa puas telah mengutarakan dihadapan ibuny. Dari dulu juga ia ingin sekali mengutarakan perasannya dihadapan ibu tentang hatinya untuk Rani wanita yang selama ini ia sayangi.
Rani hanya terdiam mendengar apa yang ia dengar dari hati Rey. Entah senang, atau sedih ia mendengar pengakuan dari Rey pada Santi, pengakuan Rey yang selama ini ia nanti. Kalau mau jujur sebenarnya Rani senang mendengar kata kata Rey untuknya, ya biarpun Rey sudah menjadi suami orang.
Rani tidak bisa mengingkari perasaannya pada Rey. Ia menolak ajakan Dio menikah dengan dirinya kerena ia masih mengharapkan Rey dalam hidupnya.
Tiba tiba muncul kisi kisi hati yang telah ia pendam, kalau mau jujur ia menyerahkan semuanya pada Rey hanya ingin memiliki Rey seutuhnya.
Awalnya Rani kecewa sama Rey kerena Rey telah meninggalkan dirinya menikah. Selama lima tahun ia memendam perasaan pada Rey, perasaan yang selalu ia siram dan tabur hanya untuk memberikan pupuk cinta untuk Rey.
Sampai ia menolak cinta Dio yang terus menerus mengejarnya. Dio yang selalu menemaninya di hari hari itu, Dio yang selalu memberikan nasehat serta dukungan..
Rani seperti mendapatkan cahaya cinta dari Rey, ya biarpun ia mendapatkan prilaku yang kasar oleh Rey. Tapi Rani mengakui kalau ia sendiri masih mengharapkan Rey, sampai ia bermimpi bersanding dengan Rey membina keluarga yang indah sampai jannah Nya.
Biarpun ia dan Rey beda pendapat masalah kehamilannya, tapi Rani di lubuk hati yang paling dalam masih sabar menunggu Rey, biarpun Rey telah menjadi suami orang lain.
Santi terpaku mendengar apa yang disampaikan oleh Rey anaknya. Tiba tiba muncul perasaan benci pada dirinya yang telah mengorbankan cinta keduanya. Tapi semuanya telah terjadi, Santi tidak bisa mengelak lagi.
'Maafkan ibu Rey, ibu selama ini egois sama kamu. Maafkan ibu,' bisik hati Santi melihat wajah anaknya yang menunduk..
Ia tidak berani melawan tatapan mata Santi ibunya, ia lakukan itu hanya ingin ibunya tahu kalau ibu memilih jodoh yang salah, yang menikah dan merasakan kebahagiaan itu dirinya bukan ibu.
Intinya Rey melakukan itu hanya berontak pada ibunya dan juga mertuanya. Tapi ia juga mengakui kalau ia juga salah. Salah mengambil jalan seharusnya kalau memang ia tidak mencintai Rina, ia harus bisa mempertahankan Rani dalam hidupnya. Tapi nyatanya ia melepaskan Rani keren desakan orang tuanya terutama ibunya.
Begitu juga dengan Amanda, wanita itu hanya diam melihat putrinya yang menunduk, ia tahu kalau Rina merasa hancur atas pengakuan yang disampaikan oleh suaminya di hadapan semua orang termasuk Amanda.
__ADS_1
Amanda terobsesi oleh kesopanan yang dimiliki oleh Rey. Amanda menganggap pernikahan anaknya dengan Rey akan menjadi pelindung buat Rina sendiri apalagi Rey berasal dari keluarga yang baik dan harmonis. Tapi Amanda salah menilai, cinta telah membutakan Rey, Rey hanya mencintai Rani dengan cara yang salah.
Tatapan mata Santi beralih pada Rani dan Rina yang ada dihadapannya. Rani hanya menunduk saja hanya tangannya memainkan celana yang dipakainya.
Rani gugup sebenarnya harus mendengar pernyataan dari Rey tentang perasaan yang Rey utarakan dihadapan ibunya.
'Ran, maafkan ibu. Ibu memilih nafsu menikahi Rey dengan Rina, sampai kau harus menanggung semuanya,' ujar hati Santi perih.
Sedangkan Rina hanya menahan Isak tangis. Wanita itu berusaha menahan gejolak hatinya yang hancur bagaikan kepingan kaca yang di lempar ke tembok. Ia tidak sanggup mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rey pada Santi tentang perasaan nya pada Rani, apalagi Rey menyatakan itu di hadapan dirinya dan semua yang ada di sana.
Melihat kedua wanita yang hanya paut beberapa tahun saja Santi benar benar merasa bersalah, memaksa Rey mencintai Rina tanpa tahu perasan Rey yang sebenarnya. Santi juga memandang wanita yang sederhana seperti Rani biarpun sederhana tapi telah memikat hati Rey.
Ditatapnya Rina yang menahan gejolak hatinya.
"Rin, apa kamu menyesal menikah dengan Rey?" tanya Santi.
Biarpun disisi lain ia kecewa atas apa yang dilakukan Rey tapi ia ingin Rey menyentuhnya itu saja. Biar semua yang menyalahkan dirinya bisa melihat kalau ia memang tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal yaitu mandul. Memang selama ini ia tidak buka suara masalah kelakuan Rey, tapi ia lama lama panas kupingnya mendengar apa yang didengar oleh tetangga.
"Bu, apa salah seorang istri meminta duluan sama suami?" tangis Rina tumpah seketika juga.
Santi langsung beranjak dari duduknya mendekati Rina, dipeluknya tubuh menantunya dengan lembut sekali. Rani yang ada disamping Rina hanya diam saja, sejujurnya ia ingin sekali dipeluk seperti itu. Ada kisi hati yang hilang dari awal pertemuan dengan Rey tidak pernah Santi memperlakukannya seperti itu.
''Nggak. Seorang istri yang minta jatah pada suaminya tidak salah, malah dianjurkan istri meminta jatah duluan," kata Santi sambil melepaskan pelukan.
Santi menatap wajah Rina tajam, tanganya mengusap cairan yang keluar dari mata Rina. Rian yang merasakan usapan tangan mertuanya terasa tersanjung, ia tidak menyangka kalau ia punya mertua yang perhatian dan penuh kasih sayang seperti Santi..
__ADS_1
Ia sangat beruntung sekali, tapi Rey? Rina hanya mendesah mengingat kelakuan Rey. Memang Rey baik, tapi Rey telah menodai pernikahan nya dengan wanita lain.
Rian hanya mendesah mengingat semua kelakuan Rey padanya, kalau saja dari awal nya ia berkata jujur mungkin Rey tidak bakal memanipulasi kan kebenaran yang sesungguhnya.
Rani juga merasa heran saat ibunya menuduh Rey mandul, laki laki itu marah dan frustasi. Kenyataannya? Rina hanya bisa menggelengkan kepala saja. Dan Rina sebenarnya tahu kalau memang Rey tidak mandul, kalau memang mandul kenapa Rani hamil.
Pengakuan dari Rina membuat Rey memang tersudut malu, tapi bagaimana pun semuanya terungkap semuanya tentang perasaan dan cinta Rey yang sebenarnya.
"Apa yang kau tahu tentang pernikahan mereka?" tanya Santi lembut pada Rani.
Rani melirik Rey, Rey hanya membuang muka saat matanya beradu.
"Rey mengaku kalau dirinya dituduh mandul. Dia cerita padaku, aku tahu begitu mudah pada Rey." Rani angkat bicara.
"Dia bilang itu?"
Rani mengangguk dengan cepat. Santi mendesah melihat anggukan kepala Rani.
Rina mengakui sih kalau Rey marah waktu itu gara gara ibunya mengatakan pada semua orang kalau Rey mandul. mungkin Rey tidak menerima ejekan ibunya dan semuanya tahu.
Sebenarnya Rina juga tidak suka ibunya ikut campur masalah rumah tangganya dengan Rey. Dan ia hampir cerita pada ibunya tentang rey pada dirinya, tapi Rey mengancam.
"Dia tidak pernah menyentuh aku, Ran. Tapi dia berkata begitu sama kamu, hanya ingin dilihat baik sama kamu dan orang lain," sembur Rina sewot.
Rani tertegun mendengar apa yang diceritakan Rina. Berarti bukan Amanda yang menyangka begitu pada Rey tapi dirinya juga menyangka yang sama. Tapi Rani juga salut sama Rina yang bisa bertahan menghadapi Rey seperti itu, ia sendiri juga sebenarnya sudah tidak sanggup menghadapi Rey.
__ADS_1
Rani menatap wajah Rey yang menunduk.