BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Akhirnya


__ADS_3

Dengan perasan ragu dan deg deg Rani akhirnya datang ke rumah Dio untuk memberikan jawaban untuk Dio, sebenarnya dari sejak ia menerima cincin dari Dio, ia tidak bisa tidur sama sekali.


Ia menimbang nimbang keputusan yang harus ia berikan pada Dio, kalau berpikir egois sih ia lebih baik bebas bagaikan burung yang terbang mengepakkan sayap ke langit yang biru yang indah.


Tapi saat ia berpikir Anindya, ia agak bingung disisi lain memang Anindya anak Rey, anak biologisnya. Tapi kalau misal ia menikah dengan Dio otomatis Anindya bakal meyebut pakde pada Rey sedangkan Anindya anak Rey.


Biarpun Anindya anak Rey, tapi Rey tudks berhak atas wali nikah anaknya. Kerena bagaimanpun Anindya hanya anak biologis bukan anak nasab.


Begitu juga kalau ia.menikah dengan Dio, Anindya tetap bukan siapa siapa Dio. Tapi ia sadar harus memutuskan semuanya, kerena bagaimanpun Anindya butuh sosok ayah, kalau ia masih kekeh meminta pertangungjawaban pada Rey itu sama saja salah. Bagaiamana pun Rey punya Rina yang bakal menemani Rina, biarpun Rey mencintai dirinya.


Rani jaya bisa menghela nafas panjang. Ia baru menyadari sekarang kalau anak biologis anak biologis dsn nasab itu jauh berbeda banget.


Anak biologis itu yaitu anak di luar nikah, dan tidak memliki wali nikah kecuali wali hakim yang menikahkannya. Kalau sampai ayah biologis menikah akan maka hubungan zina akan terus berlangsung dsn itu berdosa.


Rani menghela nafas. perih rasanya harus menyerahkan semua kehormatan pada Rey, tapi ia tidak mau menyesalinya, keren apa yang ia lakukan itu kerena nafsu yang ia piara.


Hari itu ia bakal mendatangai Dio, dan ia bakal memberikan keputusan yang fix untuk Dio, ia bakal mengambil keputusan ini hanya untuk Anindya bukan untuknya. Anindya juga butuh sosok ayah ya biarpun ayah biologisnya masih ada, dan kemungkian besar antara ayah biologis dsn Dio bakal menyanyangi Anindya.


"Aku ingin kamu ke rumahku besok dengan mengunakan baju ini," pinta Dio waktu itu.


Dio memberikan sebuah baju untuk Rani gunakan ke rumahnya, dan pagi itu ia akan mengunakan baju pemberian dari Dio. Betapa terkejutnya saat ia melihat baju pemberian Dio.


Sebuah baju gamis dengan hijabnya. Mata Rani berkaca kaca melihat pemberian Dio, ia tidak menyangka sama sekali kalau Dio Kan memberikan baju gamis untuknya dan sebuah hijab.


Rani terkejut saat ia menemukan sebuah kertas berisikan tulisan Dio. Ia langsung mengambil dan membaca tulisan yang membuat ia menangis.


*Allah punya rencana buat kita, entah itu apa tapi aku harapkan kamu tetap berjalan di jalan lurus. kita saling menguatkan, lautan taubat masih ada jangan sia siakan keinginan berbuat baik.

__ADS_1


Semoga dengan baju ini, kamu bisa membuka lembaran baru dengan mengambil hidayah Allah yang datang padamu. Kamu masih ingat kata-kata mu sendirian?


"Dio, apa pantas aku bertaubat atas kesalahanku lada Allah, aku malu Dio pada Allah."


Masih ingatkan*?


Rani hanya diam saja, ia tidak.menyangka kalau Dio masih mengingat kata kata yang katakan olehnya.


Akhirnya ia mengunakan gamis warna navy dan warna kerudungnya juga senada dengan warna gamisnya. Ada perasaan haru yang menyelimuti hati Rani lagi itu. Ia tidak menyangka perhatian Dio sampai titik ini, sedangkan Rey jangan diharapakan lagi.


"Kakak mau kemana?" tanya Zoya tercengang melihat kakaknya mengunakan gamis dsn kerudung.


"Kakak mau ke rumah Dio, kamu mau ikut?" balik tanya Rani..


"Mau ngapain ke rumah kak Dio?"


"Kak Dio melamar kakak? Aku setuju banget kalau itu benar." seru Zoya berseri seri..


Zoya menatap kakaknya dengan pandangan gembira sekali, ia sebenarnya sejak dulu ingin melihat kakaknya bahagia bersama orang yang menyanyangi ya. Dsn sekarang ia mendengar kalau kakaknya dilamar oleh Dio.


Rani hanya tersenyum menatap adiknya yang benar benar tiang sekali, ia tidak menyangka kalau Zoya bakal mendukung dirinya dengan Dio. Tapi Rani hanya diam saja tidak bereaksi apapun juga, hatinya lega senangnya kalau Zoya dsn yang lainnya bisa menerimanya.


"Aku setuju kok, kak. Mama kayanya juga setuju kalau kakak menikah dengan kak Dio." kata Zoya tersenyum.


Rani yang mendengarkan ocehan Zoya hanya diam saja, ia langsung memeluk tubuh adiknya dengan erat sekali, tidak menyangka gadis SMU itu bakal mengatakan itu pada dirinya seperti itu.


"Makasih, dik." ucap Rani lembut.

__ADS_1


Rani dan Zoya langsung ke rumah Dio, Rani tidak menyangka di rumah Dio banyak orang. Ia ragu sebenarnya untuk menghampiri mereka tapi terlanjur sudah sampai di rumah Dio.


Dio dan Amanda menyambut kedatangan Rani dengan wajah riang sekali, untuk pertama.kalaimya ia mencium tangan Amanda dengan khidmatnya.


Rey yang melihat tertegun saat matanya menatap wajah Rani yang terbingkai kerudung menambah kecantikan yang terpancar, apalagi saat itu Rani sengaja tidak mengunakan make up.


Ada perasaan sakit menyelusup hati Rey melihat semua nya, dosis lain ia menyesal telah melakukan perbuatan yang tidak pantas pada Rani dulu kala, apalagi Rani adalah ini dari anak biologisnya.


Mereka kumpul di teras depan kerena tempatnya luas sekali. Apalagi angin pagi hari yang sejuk dan segar.


"Ran, apa jawaban yang kau berikan padaku, Tentang lamaran yang aku berikan padamu?" tanya Dio tidak sabar.


Bukan hanya Rani saja yang gelisah memberikan jawaban, Dio apalagi ia tidak bisa tidur, sebenarnya hati ia tidak sabar ingin sekali pagi datang dengan cepat sekali supaya ia bisa mendengarkan jawaban yang disampaikan oleh Rani.


Tapi lalu ingat penolakan Rani dulu, ia tidak bisa.berkutik kerena Rani yang yang menentukan semuanya. Jadi sekarang Dio hanya pasrah saja, ia menyatakan pada Rani hanya ingin tahu saja jawaban yang diberikan oleh Rani.


Misal kalau misal tidak di terima lamaran dirinya, ia hany ingin Rani tidak memisahkan Anindya dengan dirinya, kerena dalam lubuk hatinya ia sangat sayang pada Anindya.


Rani tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dio, ia menatap orang orang yang ada di depannya. Semua orang memandang keduanya dengan perasaan yang penasaran dan menunggu apa yang diucapkan oleh Rani.


Rey yang melihat itu langsung menghampiri Rani.


"Ran, sekali lagi aku minta maaf. Memang aku masih mencintaimu, aku sayang kamu dan aku melakukan itu kerena aku ingin memilikimu. Sampai kamu hamil dan melahirkan juga aku tetap sayang kamu, tapi aku sadar aku bukan laki laki yang baik buatmu." ujar Rey menyatakan perasaan nya lada Rani.


Semua orang yang melihat itu terdiam seketika juga, Rey mengatakan dengan perasaan yang sebenarnya. Mereka yang ada disana seperti membiarkan Rey mencurahkan perasaannya pada Rani.


Rani juga terkejut apa yang Rey katakan pada dirinya, ia tidak menyangka kalau ada keberanian Rey melakukan ini apalagi di hadapan semua orang.*

__ADS_1


__ADS_2