
Rina yang menolong wanita itu terkagum kagum melihat keakraban antara wanita itu dengan bocah kecil yang ada di hadapannya. Ia hanya bisa menahan kerinduan hatinya untuk dipanggil ibu. Rina hanya bisa mengusap perutnya, ia ingin merasakan apa yang dirasakan wanita.
"Ibu, itu siapa?" tanya bocah itu sambil menunjuk pada Rina.
Wanita itu terkejut, ia tidak menyangka kalau ia membawa tamu ke rumahnya. Wanita itu langsung minta maaf dan menyuruh Rina untuk duduk.
"Maaf, saya lupa kalau?"
"Nggak apa apa kok!" senyum Rina tersenyum .
"Tante nama Tante siapa?" tanya gadis kecil itu sambil meraih tangan Rina.
"Nama Tante Rina, nama kamu siapa?" ujar Rina sambil berlutut dihadapan anak itu. Tangan Rina dengan lembut menyentuh pipi gadis itu.
"Namaku Hanum,"
"Hanum, panjangnya?" senyum Rina menggoda Hanum."
"Hanum Aulia Fadillah,"
"Bisa dipanggil Aulia kok, aku.lwbih suka dipanggil Hanum," lanjut Hanum polos..
"Disangka Hanum Anindya," jawab Rina sambil mengucek rambut Hanum dengan penuh sayang.
"Ibuku namanya Senja,"
Iya nama ku Senja," kata Senja mendekati Rani mengulurkan tanganya kehadapan Rina. Rani yang berjongkok langsung bangun dan berdiri, ia menyambut tangan Senja dengan hangatnya.
"Rina," kata Rina.
"Kamu duduk dulu ya aku ambil minum, mau minum apa?" tanya Senja lembut.
"Air putih saja yang dingin," senyum Rina.
Senja mengangguk dan meninggalkan Rina dan Hanum di ruangan tamu. Senja keluar lagi setelah mengambil air dan cemilan untuk disuguhkan ke Rina.
"Mbak, maaf mbak tahu alamat ini?" tanya Rina sambil menyodorkan alamat yang selama ini ia cari.
Senja menerima alamat yang disodorkan oleh Rina, ia melihat alamat itu, mata Senja terbelalak kerena alamat yang ia cari adalah alamat ia tempati.
"Kamu siapa sebenarnya kenapa membawa alamat rumah ini?" tanya Senja menatap wajah Rina tajam.
"Aku anak Amanda. Ibu sebenarnya mencari Surya sudah lama, dan mereka.punya anak tapi anak mereka.hilang entah kemana," cerita Rina the to point."
__ADS_1
"Apa? Kamu anak Amanda?" Senja terkejut.
Matanya terbelalak menatap wanita yang ada dihadapannya, sedangkan Rina hanya memicingkan matanya melihat keterkejutan Senja.
Seingat dirinya, dari cerita ayah kalau ia tidak punya adik sama sekali kecuali Vian, dan tiba tiba ada wanita yang mengaku adiknya?
Rina melihat keterkejutan di wajahnya Senja saat ia menyebut dirinya sebagai anak Amanda.
"Tapi ayah tidak menyebut kalau aku punya adik." ujar Senja spontan.
Kata kata Senja yang spontan membuat Rina kaget, kerena di cerita Santi kalau anak ibunya seorang laki laki, sedangkan di hadapan ya?
"Nggak mungkin mbak kakak saya, kata mertua saya kalau anak dari ibu adalah laki laki." kata Rina terkejut.
"Santi? Santi sepupu ayah adik sepupu jauh ayah." kata Senja menatap Rina.
Bukan hanya Rina yang terkejut senja juga terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rina..
"Kayanya ada salah paham ini, yang benar ibu dan ayah mempunyai anak perempuan bukan laki laki. Ayah menculik dari ibu." akhirnya tanpa menunggu waktu Senja menceritakan.
Rina hanya terdiam, shock mendengar cerita dari wanita yang ia tolong itu. Tidak shock bagaimana kerena cerita Santi dan wanita yang ada dihadapannya berbeda sekali. Tapi Rina lebih percaya pada cerita wanita yang baru ia tolong dari pada Santi ibu mertuanya.
Senja juga menceritakan alasan Surya menculik dirinya dari ibu kandungnya. Rina hanya bisa menggaruk kepalanya tidak gatal, ia tidak menyangka kalau Surya melakukan itu pada ibunya.
Tapi gumaman Rina terdengar oleh Senja. "Ya rumit lah, jadi kamu istrinya Rey, tapi kok namanya bukan Rani tapi Rina?" ujar Senja spontan.
"Mbak kenal dengan Rani?"
"Aku denger sih Rey menikah dengan Rani bukan Rina," ucapnya linglung.
"Berita dari mana Rey menikah dengan Rani?" tanya Rina menatap Senja heran.
"Kemarin kemarin Santi kasih tahu kalau Rey menikah dengan Rani, Santi pernah kesini kok!" jawab jujur Senja.
Rina yang mendengar jawaban dari Senja hanya mengeram kesal pada Santi, ia tidak menyangka kalau Santi telah sampai memberitahukan kalau Rani menikah dengan Rey sedangkan ia dan keluarganya juga tidak pernah setuju dengan rencana Santi.
"Mbak, seberapa jauh Santi tahu tentang mbak?" Santi tahu kalau mbak anak dari Surya dan Amanda?" tanya Rina.
"Santi tidak tahu kalau aku anak dari ayah, ayah telah memperingatkan aku untuk tidak cerita siapa aku yang sebenarnya,"
"Kenapa?"
"Entah aku juga nggak tahu alasan ayah. Ditambah lagi aku punya anak maka ayah menganggap cucunya sebagai anaknya saja, aku nyakin ayah ingin melindungi ku," Hela nafas senja.
__ADS_1
"Kamu anaknya ibu?" lanjut Senja menanyakan pada Rina.
"Hanya beda ayah saja," kata Rina mengangguk.
"Mbak, apa mbak pernah bertemu dengan Rey?" tanya Rina.
Senja mwngelangkan kepala nya. Ya sela ini ia sama sekali hanya mengenal nama saja, tapi kalau melihat orangnya belum pernah. Begitu juga dengan nama ibunya ia sering mendengar dari mulut ayahnya tapi melihat ibunya baru seminggu ini. Senja hanya menarik nafas dalam dalam, Rina hanya diam saja.
"Santi sebenarnya baik tapi entah kenapa ia berubah," gumam Senja getir.
"Maksudnya?"
"Santi. Sebenarnya orangnya baik, tapi sekarang agak berubah sama sekali, apalagi saat ayah mengatakan anak dari ibu hilang," kata senja.
"Kadi kalian bersandiwara kalau anak ayahmu dan mama hilang, kenapa?''tanya Rina kepo.
"Kerena wanita itu hanya ingin menguasai kekayaan yang saya kumpulkan, saya tidak ikhlas kalau ia menginginkan semua dari jerih payah yang saya kumpulkan," gelagat suara dibelakang mereka..
Kedua wanita yang sedang duduk lanhsung melihat kearah belakang, disana berdiri seorang laki laki dengan tatapannya bagai elang. Hati Rina berdetak dengan keras, kerena ia menyadari kalau dihadapannya itu adalah ayah Senja.
"Kamu siapa? Mau apa kamu kesini? Kamu suruhan Santi?" brondong Surya menatap tajam kearah Rina.
"A aku Rina pak, Aku hanya nyari bapak. Aku nyari bapak kerena ingin tahu dimana keberadaan anak bapak dengan Amanda mama ku," ujar Rina terbata bata.
Mata laki laki itu terbelalak saat Rina menyebut mama pada Amanda. Matanya menatap tajam, sedangkan Rina menunduk menunggu jawaban dari laki laki yang ada dihadapannya.
Rina.nyakin kalau laki laki itu adalah Surya. Mamanya telah menyebutkan ciri ciri dari Surya sebelum ia bertemu dengan laki laki itu.
"Amanda mama kamu?" tanya Surya pelan..
"Iya, mama mencari bapak," kata Rina.
"Buat apa? Lebih baik kamu pulang, aku tahu kamu mata mata Santi, Santi yang menyuruh kamu kesini iya kan?" desak Surya menghampiri Rina dan langsung mengusir Rina dari rumah itu.
"Ayah, dia kesini bukan suruhan Santi, tadi aku jatuh dia yang menolongnya." bela Senja.
Surya melirik Senja. Senja mengangguk seketika melihat tatapan matanya ayahnya, tangan Surya yang telah memegang tangan Rina akhirnya dilepaskan begitu saja.
"Aku percaya dia bukan utusan Santi." ujar Senja.
'Mampus kalau mereka tahu kalau aku menantunya,' bisik hati Rina.
Ia meringis kalau misal senja dan Surya tahu posisi dirinya adalah istri dari Rey dan menantu dari Santi. Tapi, ia bakal berusaha menutupi semuanya demi kebaikan dirinya saja.*
__ADS_1