BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Pertanyaan Zoya


__ADS_3

"Kak, kita kira kak Rani kenapa ya? Akhir akhir ini kak Rani banyak termenung?" tanya Zoya pada Dio.


Zoya akhirnya menghubungi Dio untuk tahu masalah yang dihadapi oleh kakaknya, Zoya nyakin kalau Dio tahu masalah kakaknya. Dio akhirnya mengiyakan pertemuan dengan Zoya di sebuah cafe dekat sekolahnya, Zoya yang meminta bertemu disana.


Mau tidak mau Dio mengiyakan ajakan Zoya buat bertemu, Zoya juga melarang Dio untuk memberitahukan Rani, Dio mengikuti apa yang dibicarakan oleh Zoya..


Bakdza asyar Dio telah sampai ditempat yang telah dijanjikan oleh Zoya. Tapi gadis itu belum sampai di tempat, Dio akhirnya langsung memesan minuman es jus dan goreng pisang krispi yang ada di cafe itu.


Hanya beberapa menit setelah pesanan datang, Zoya Oun muncul dsn duduk di depan Dio. Zoya langsung memesan jus jeruk lemon dan goreng selai pisang mengunakan toping keju, dan serutan coklat.


Dio menghela nafas mendengar pertanyaan Zoya, Dio hanya diam saja. Ia tidak menyangka kalau Zoya mengajak bertemu dengan dirinya hanya ingin menanyakan itu pada dirinya.


Ia tidak langsung menjawab pertanyaan gadis 18 tahun itu, Dio memakan cemilan yang ia pesan sendiri, ia hanya menghela nafas dalam dalam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zoya.


"Kakak juga nggak tahu sih!" Akhirnya Dio mengucapakan kata itu pada Zoya.


Dio begitu hati hati sekali mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zoya yang ada dihadapannya. Bisa bisa jawabannya ia berikan akan menjadi bumerang dirinya sendiri.


"Masa sih kak, kakak nggak tahu tentang kak Rani," suara Zoya agak tinggi.


Zoya tidak percaya apa yang dikatakan oleh Dio. Laki laki itu begitu tenang sekali, mendapatkan teriakan keras dari Zoya.


"Sekarang kakak banyak kesibukan Zoya, jadi nggak pernah ketemu sama kakak kamu. Boro boro mau nanya masalah yang dihadapi kakakmu, masalah kakak juga kakak sudah pusing!" elak Dik beralasan.


"Benar kakak nggak tahu apa apa tentang kak Rani? Emang kakak punya kesibukan apa sih sampai nggak memperhatikan kak Rani lagi!" sembur Zoya kesal.


Ia sebenarnya berharap kalau Dio selalu memperhatikan kakaknya, tapi kenyataannya Dio sama saja dengan Rey. Terlihat wajah kecewa Zoya di matanya. Dio melihat wajah Zoya penuh dengan kekecewaan yang begitu tampak, tapi Dio diam saja..


"Kenapa kamu tanya kakak, seharusnya kamu tanya kak Rani saja,"

__ADS_1


Akhirnya kata kata itu keluar dari bibir Dio. ia mengatakan itu hanya ingin tahu sebenarnya seberapa jauhnya Zoya mengetahui tentang masalah Rani yang dihadapi kakaknya..


Ia nyakin sebelum Zoya mennayakan hal itu pada dirinya, Zoya sudah bertanya pada kakaknya tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Rani, Dio tahu itu jadi Zoya mennayakan pada dirinya.


"Kalau aku bisa cari jawaban mungkin aku nggak nanya sama kakak," protes Zoya agak kesal.


Dio hanya menarik nafas dalam dalam melihat Zoya gusar sekali kerena pertanyaan ua tidak langsung ia jawab. Dio tidak mau melakukan kesalahan pada Rani, kalau memang Zoya telah menanyakan pada Rani tapi tidak ada jawaban maka Rani merahasiakan semuanya dari Zoya. Akhirnya Dio pun menutup diri pada Zoya, ia tidak menceritakan.


Kalau misal ia cerita bukan hanya Rani yang marah, tapi Santi maupun keluarganya yang bakal kena imbas kemarahan Zoya. Dio tidak ingin melakukan hal yang fatal, apalagi ia telah melihat Zoya waktu melabrak kakaknya.


Dio waktu itu tidak menyangka kalau Zoya melakukan hal diluar dugaan sama sekali. Saat kakaknya dilabrak secara terang terangan oleh Zoya, otomatis kakaknya tahu kebenaran kalau Rani hamil. Itu kerena Zoya, cara Zoya lakukan terburu buru sekali..


Tanpa melihat disudut mana.ia berdiri, Dio tidak bisa memberikan jawaban pada Zoya. ia bukan hanya menyelamatkan keluarganya tapi menyelamatkan Rani juga tanpa disadari.


"Kak, kenapa diam. Kakak tahu kenapa kak Rani begitu sering melamun akhir akhir ini?" selidik Zoya menatap wajah Dio tajam.


Zoya ingin tahu sebenarnya, tapi Dio sama sekali tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Trus ia harus mencari jawaban kemana? Tidak mungkin kan ia mencari jawaban ke Rey.


"Kak, terus aku cari jawaban kemana lagi?" Rajuk Zoya..


"Maaf ya Zoya kakak nggak bisa ngasih jawaban yang memuaskan." Dio tersenyum.


"Lebih baik kamu selidiki dulu, kenapa kakakmu seperti itu, jangan buru buru ingin tahu, setahap setahap saja cari tahunya." anjur Dio seperti memang ia tidak tahu.


"Kakak seriusan nggak tahu ya?"


Dio mengelengkan kepala saja." Nggak kakak nggak mau ikut campur masalah yang kakak kamu hadapi," elak Dio..


"Memangnya kakak nggak sayang lagi sama kak Rani, seharusnya...!" teriak Zoya..

__ADS_1


"Zoya! Kamu bilang apa sih! Kakak sayang kok sama kak Rani, tapi kak Rani nya nggak sayang sama kakak."


"Kenapa kalau kakak sayang kakak seperti nggak peduli.laginsama kak Rani." Rajuk Zoya cemberut.


Dio beranjak dari tempat duduk nya lalu menyentuh kedua bahu Zoya dengan lembut. Ia mencondongkan kepalanya mendekati telinga Zoya.


"Kak, masih peduli kok sama kakak kamu, kamu tenang saja kakak bakal tanya apa yang kamu ingin tahu dari kak Rani," bisik Dio pelan tapi masih terdengar dengan jelas oleh Zoya.


"Kenapa kalau kakak peduli, kakak nggak tahu apa yang terjadi pada kak Rani," teriak Zoya terlihat kesal.


Teriakan Zoya menarik perhatian para pengunjung cafe yang mereka singgahi. Mata mereka saling bertatap satu sama lainnya, Dio yang tidak menyangka kalau Zoya berteriak langsung berdiri dan merasa malu oleh teriakan Zoya.


"Zoya!"


Teriak Dio menekan teriakannya, tanganya sambil memegang bahu Zoya supaya tidak berteriak. Tapi Zoya tidak mengubrisnya, ia dengan kasarnya langsung menepiskan tangan Dio yang memegang bahunya.


Ia berdiri dengan gusar ya menatap wajah Dio.


"Apa kak. Kak, bilang kalau kakak sudah nggak peduli lagi sama kak Rani, bilang!" Zoya masih berteriak dengan kerasnya..


"Zoya, jangan teriak!" Dio mengingatkan Zoya tapi gadis itu terlanjur berteriak.


Dio langsung menarik tangan Zoya keluar cafe, tapi sebelum itu ia mengeluarkan uang dari sakunya dan menyimpan uang itu ke meja tempat ia dan Zoya memesan pesanan.


Zoya yang tanganya ditarik berontak, tapi Dio tidak melepaskan pegangannya. Dio sebenarnya kesal sama sikap Zoya dari tadi tapi ia berusaha menahan marah pada Zoya.


"Zoya, lebih baik kamu pulang cari tahu masalah yang kakak kamu hadapi, kakak nggak tahu apa apa," damprat Dio sambil melepaskan tanganya dari tangan Zoya.


"Aku kan nanya sama kakak, gimana sih!" protes Zoya heran.

__ADS_1


Dio akhirnya meninggalakan Zoya di depan cafe. ia tidak peduli Zoya mau melakukan apa di sana. Zoya yang melihat Dio meninggalakan nya hanya bisa diam saja akhirnya Zoya berjalan pulang mendekati tempat parkiran.


Tapi pikirannya hanya tertuju pada kakaknya, dan sekarang ia melihat sikap Dio seperti itu pada kakaknya.*


__ADS_2