BIAR IA HIDUP

BIAR IA HIDUP
Pengakuan Rani


__ADS_3

"Senja tunjukan rumah mama kamu!" lengking Surya menatap Senja.


"Buat apa?" tanya Senja heran.


"Enak saja merebut Rey dari tangan Rani."


"Yah, maaf! Mbak Rina nggak salah aku yang salah?" kejar Rani.


Ia tidak.ingin kalau Surya mendatangi Rey, kalau sampai Surya datang ke rumah Rey otomatis semuanya bakal terungkap daripada Surya tahu dari orang lain lebih baik ia tahu dari Rani saja.


"Oh jadi Rina anaknya Amanda?" Surya langsung berjalan menuju luar.


"Ayah!" panggil Rani cepat.


Ia langsung bersujud dihadapan Surya, sedangkan Surya hanya memeting tidak mengerti.


"Ayah maafkan Rani, Rani yang salah. Rani dsn Rey pernah pacaran tapi ibunya Rey memutuskan hubungan antara Rani dan Rey kerena Rani orang sederhana." Rani terbata bata menceritakan kejadiannya.


Ia tidak mau kalau Surya salah paham terhadap Rey dan Rina, dan sekarang Rani hanya ingin fokus menyanyangi anak biologis dari Rey saja.


Ia telah berjanji tidak bakal mencampuri urusan mereka lagi. Surya akhirnya diam seketika ketika Rani menceritakan perjalanan kehidupannya dengan Rey. Ia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi kerena informasi dari Bandot masih simpang siur. Dan mereka akhirnya duduk dimkursi, sedangkan senja dan Ningsih hanya mendengarkan saja.


"Rey di jodohkan dengan mbak Rina oleh ibunya Rey. Setelah lima tahun kami bertemu lagi, ditempat kerjaan. Kami...kami yang masih saling mencintai malah melakuakan hubungan terlarang, aku hamil anak Rey tapi Rey sama sekali tidak mengakui Anindya sebagai anaknya."


Lanjut Rani ragu ragu untuk melanjutkan ceritanya. Ia takut kalau ayahnya bakal marah dan mencampakkan dirinya kembali. Tapi ia pasrah apa yang bakal ayahnya lakukan pada dirinya, ia tidak tahu harus bagaimana kalau ayah marah padanya.


Surya terbelalak matanya mendengar kalau Rani hamil atas suka sama suka dengan Rey, darahnya langsung naik keatas ubun ubun, wajahnya merah seketika juga.


Senja yang tahu langsung menghampiri ayahnya, ia berusaha menenangkan Surya dengan merangkul pundak Surya dengan lembut. Sedangkan Rani sudah pasrah atas apa yang bakal dilakukan oleh Surya pada dirinya.

__ADS_1


Ningsih hanya diam saja, tapi dalam lubuk hatinya ia menyalahkan dirinya yang tidak pernah ada untuk Rani maupun Zoya akibatnya Rani yang seharusnya menjadi teladan untuk adiknya malah mencoreng muka kedua orang tuanya.


"Jadi!" getar suara Surya menahan emosi.


"Maafkan Rani, ayah!" Isak Rani.


PLAK


Tiba tiba tanpa Rani duga sebuah tangan melayang dengan cepatnya mendarat keatas pipinya. Ia terpekik kesakitan saat pipinya terasa sakit akibat sebuah tamparan yang keras mengenai wajahnya.


Surya penuh emosi yang tidak tertahankan langsung melayangkan tangannya ke pipi Rani, Rani sebenarnya tidak menduga kalau ayahnya bakal menampar pipinya dengan keras dan spontan.


Ningsih dan Senja pun ikut menjerit melihat tangan Surya memberi tanda pada wajah Rani.


"Ayah!"


"Mas!


"Kamu dengan gampang pukul Rani, kamu telah meninggalkan Rani sekian tahun dan kembali malah memukul darah daging mu sendiri!" teriak Ningsih tidak terima sama sekali.


"Kamu tahu bapak nya juga nggak pernah mukul Rani! mas Ilham hanya bisa menasehati Rani kalau ia salah sedangkan kamu,as!" lanjut Ningsih marah.


Beberapa kali Ningsih memukul tubuh Surya. Surya lanhsung terdiam seketika juga mendengar apa yang Ningsih katakan padanya tapi rasa ego masih menyelimuti hati Surya.


"Oh! Mentang mentang aku nggak pernah memberi nafkah pada Rani, kamu banding bandingkan aku dengan Ilham?" darah Surya mendidih seketika juga.


Ia dengan kasarnya langsung menepiskan tangan Ningsih. Surya tidak terima ia harus dibanding bandingkan dengan Ilham. Senja yang melihat situasinya tidak memungkinkan langsung mendekati Surya dan menyeret Surya untuk keluar.


Tapi Surya menipiskan tangan Senja dengan kasar nya. Ia malah mendorong tubuh putrinya dengan.kasar, tapi Rani yang melihat itu langsung dengan cepat meraih tubuh Senja supaya kakaknya tidak terjatuh. Untung saja Rani dengan cepat bisa meraih tubuh Senja..

__ADS_1


"Nuhun," ujarnya.


Surya pergi begitu saja, ia keluar menuju teras rumah dengan wajah masih menahan amarah yang meluap luap. Ia merasa tersisihkan oleh Ilham, dalam hal cinta, pekerjaan dan anakpun Ilham lah yang jadi juaranya di bandingkan dirinya.


Melihat Surya di teras sambil.mwmblwkangi, Rani menghampiri Surya. Awalnya senja menghalangi adiknya untuk bicara pada ayah, tapi Rani kekeh ingin menuntaskan pembicaraan nya dengan Surya. Akhirnya Senja mengizinkan Rani, ia hanya menatap keduanya saja. Begitu juga dengan Ningsih, ia mendekati Senja dan melihat apa yang akan dibicarakan oleh Rani pada ayahnya.


"Ayah tahu apa alasan Rey nggak mengakui Anindya sebagai anak?" tanya Rani pada Surya.


Ia ingin Surya tahu alasan Rey kenapa sampai Rey menghempaskan anaknya, Surya yang mendengarkan pertanyaan Rani langsung merespon apa yang Rani katakan, ia langsung membalikan badan menatap wajah putrinya itu.


"Ya, saya ingin mendengar kenapa Rey harus meninggalkan kamu dalam keadaan hamil?" tanya Surya ingin tahu.


"Alasan Rey meninggalakan aku, kerena Rey nggak mau menjadi menantu dari seorang pembunuh ayahnya."


"Rey frustasi saat tahu kalau aku bukan anak bapak, Rey hanya tahunya kalau aku anak bapak bukan anak ayah. Itu setelah Rey tahu aku hamil." lanjut Rani lirih..


Surya terbelalak mendengar cerita dari Rani. Ya ia masih ingat kejadian tadi pagi saat ia bertemu dengan Rey, ia melihat pria itu sangat gusar dan marahnya. Sampai tidak memperdulikan keadaan sekitarnya, ia sampai merinding melihat Rey marah pada dirinya.


Surya hanya terdiam mendengarkan alasan yang diutarakan oleh Rani. Sedangkan Rani menunggu reaksi Surya pada alasan yang ia maksud itu, tapi Surya hanya menghela nafas kasar.


"Ayah tahu apa yang aku lakukan pada anakku, aku hanya ingin ia hidup sehat, jadi orang yang bermanfaat. Aku pernah memohon pada Allah, biar ia hidup untukku menjadi cahaya," kata Rani.


"Aku bisa hidup sampai sekarang juga kerena ada Anindya dalam hidupku, aku nggak peduli pada Rey. Apa dia mau sayang atau nggak nya pada Anindya tapi aku tetap sayang padanya,"lanjut Rani.


Mendengar itu semuanya Surya malah melorotkan tubuhnya ke.lantai dengan laki bertekuk dihadapan Rani, disaksikan oleh mantan istri dan anak pertamanya Surya meraih tangan Rani dengan lembut.


"Maafkan ayah Rani, ayah salah selama ini, kerena ayah hidup kamu seperti ini," Surya menangis.


Rani langsung mengangkat tubuh ayahnya, Surya akhirnya berdiri kembali ia.lanhsung memeluk tubuh Rani dengan erat. Rani pun memeluk tubuh ayahnya, Senja dan Ningsih menyaksikan adegan ayah dan anak saling berpelukan satu sama lainnya.

__ADS_1


Dihati Rani penuh dengan kesejukan mendengar apa yang Surya katakan padanya.*


__ADS_2