
Rani tidak bisa berkutik lagi, ia akhirnya mengikuti apa yang Surya katakan, siang itu Rani diajak ke sebuah warung dekat sebuah kecamatan. Rani sebenarnya mau menolak tapi melihat mata kaki ksinitu tersirat keinginan yang kuat.
Akhirnya Rani luluh juga. Mereka janji bakal bertemu di pintu gerbang lagi, setelah pertemuan itu Surya meninggalkan sekolah dengan hati riang, sedangkan Rani hanya bisa membuang nafas secara kasar. Pertemuan yang seharusnya ada rasa haru, malah menjadi lain. Apalagi dengan seorang ayah, yang seharusnya ada perasan haru, dan senang.
Tapi hati Rani malah dibuatnya kikuk sekali, apalagi yang keluar dari mulut laki laki itu hanya ingin ketemu dengan orang yang menolongnya.
'Buat apa ya kira kira ketemu sama aku,apalagi sama yang menolongnya?" Rani menghela nafas panjang.
Sedangkan waktu Rani bertemu di pintu gerbang, Dio hanya bisa menatap dari jauh dengan perasan yang tidak karuan, sebenarnya Dio ingin sekali menghampiri laki laki itu ingin tahu kenapa laki laki itu harus lari dari rumah Senja.
Tapi niatnya diurungkan keren disana juga ada Vian yang menatap wajah Surya dan Rani. Di kejauhan juga Vian melihat kalau Surya memeluk tubuh Rank, ia merasa kalau ayahnya sangat rindu pada Rani yang telah lama tidak diketahui rimbanya..
Vian tidak tahu kalau perasaan Surya pada Rani lain lagi, ia hanya menganggap Rani sebagai penolong dirinya. Surya memeluk tubuh Rani juga hanya menganggap sebagai penolong bukan sebagai anak.
Rani apa lagi, ia juga tidak bisa berbuat apa. Setelah Rani menghampiri Dio, ia menceritakan apa yang ia inginkan pada laki laki yang ditemui oleh Rani.
"Aku ingin bicara samanya Ran," kata Dio.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Rani heran.
"Aku mau nanya kenapa ia waktu bertemu denganku lanhsung kabur, sedangkan ia tahu itu rumahnya?" Tanya Dio pada Rani.
"Nggak! Aku nggak mau ada keributan di sekolah," tolak Rani.
Dio hanya menghela nafas mendengar penolakan dari Rani, kalau saja Rani tidak mencegahnya Dio untuk bertemu dengan Surya mungkin siang itu ia bakal menemui Surya.
"Aku nggak mau pertemuan ini kacau, kamu lebih baik diam saja," cegah Rani.
"Kamu mau merencanakan apa?"
"Nanti aku cerita," kata Rani.
__ADS_1
Akhirnya mau tidak mau Dio pulang ke rumah, tapi sebelum.pulang Rani sudah mewanti wanti.
"Aku nggak ingin kak Senja dan semuanya tahu kalau aku ketemu ayah.
Dio hanya bisa mengangguk saja. Ia Sama sekali tidak berkata kata lagi. Dio akhirnya mengikuti anjuran dari Rani, disaat senja menanyakan keberadaan Rani, ia mengantarkan kalau Rani masih sibuk untung nya Senja tudks banyak tanya.
Sedangkan Rani dan Surya pergi untuk menyantap mie ayam. Mereka pergi menaiki motor Surya, sedangkan motor Rani masih diparkiran.
Setelah sampai di toat yang dituju, Surya dan Rani memesan dua mangkuk mie ayam bakso.
Mereka duduk saling berhadapan satu sam lainnya, mereka menunggu pesanan mereka dengan hati gugup dan kikuk.
"Bapak mah atoh katimu neng Rina, bapak ntos milarian neng Rani,(bapak senang sekali bertemu neng Rani, bapak udah mencari neng Rani). " ujarnya sambil tersenyum.
Surya mengatakan itu dengan bahasa Sunda yang kental sekali, Rani hanya mengangguk,
Rani hanya tersenyum kecut mendengarkan apa yang Surya katakan. Tapi dihatinya ia bersyukur Surya laki laki yang ia tolong masih mengingat dirinya, ya seharusnya ia senang sekali. Tapi pertemuan ini bukan pertemuan antara seorang ayah dan anak.
Tadi juga Dio juga mengejarnya mencari tahu apa yang terjadi, tapi ia hanya menggelengkan kepala saja.
"Dia hanya menemui aku kerena aku pernah menolongnya." Kata Rani pasrah.
Dio hanya mengusap bahu Rani dengan lembut.
"Lho kok malah melamun, ayo dong makan mie ayamnya." Ujarnya riang.
"Iya pak," jawab Rani berkecamuk.
Ia masih bersyukur pada laki laki yang ada dihadapannya kerena Surya menengok dirinya dengan sebutan bapak bukan om. Rani menganggukkan kepala..
Ia memberikan sambel saos dan cabe ke mie ayam dihadapannya. Surya juga mengambil kan minuman buat Rani, saat laki laki itu mengambilkan minuman buat dirinya, Rani terharu sekali pikirannya ingat bapak yang telah lama tiada. Bapak yang memberikan kasih sayang dan cinta buat dirinya.
__ADS_1
'Apa kerena aku belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, jadi saat ayah kandungku memberikan perhatian kecil aku merasa haru," tanya Rani dalam hati.
"Bapak sebenarnya ingin ketemu kamu, kerena bapak.nggak tahu alamat kamu jadi bapak nyari kesan kemari. Bapak juga sering datang ke tempat kamu makan bakso waktu itu," kata surat antusias menceritakan pencariannya..
Rani hanya diam saja, ia sama sekali tidak menyangka kalau laki laki yang dihadapannya mencari dirinya, sampai detik ini, ia tidak menduga sama sekali pada laki laki yang ada dihadapannya.
Rani menyangka kalau pertemuan itu hanya sebatas pertemuan saja, ya tidak ada istimewa sih. Tapi bagi laki laki yang ada dihadapan nya pertemuannya begitu terkesan sekali, sampai menunggu pertemuan kembali dengan dirinya.
Sebenarnya Rani sudah melupakan pertemuan itu, ia hanya bisa ngambil nafas melihat keriangan di wajah Surya yang telah menemukan dirinya. Ya bukan menemukan anak kandung sendiri.
"Bapak itu seperti telah mengenal kamu,.." kata Surya.
Uhuk uhuk..
Tiba tiba Rani terbaik batuk mendengar apa yang dibicarakan oleh Surya ia keselek kuah bakso yang pedas sekali..
Dengan refleknya Surya mengusap usap balakang tubuh Rani dengan lembut dan membuka minuman yang telah disediakan.
Melihat itu Rani merasakan detak jantung yang sangat kuat, ada perasaan senang, sedih, kecewa tapi ia berusaha tersenyum pada Surya atas kebaikan yang Surya perbuat untuknya.
'Ya Allah kenapa ayah nggak mencari tahu aku, ayah aku bukan anak bapak tapi anak ayah,' bisik hati Rani getir.
Setelah minum, ia mulai tenang tidak batu batuk lagi, Surya langsung duduk di kursinya sambil tersenyum.
"Kamu temani bapak. Bapak bersyukur bertemu dengan kamu," Surya menatap wajah Rani.
'Ya Allah kenapa ayah nggak kenal dengan aku? Apa Kerena ayah tidak tahu kalau ibu hamil?" Tanya hati Rani berbisik.
Tapi hati Surya sebenarnya sangat berdesir dengan kuat sekali, saat ia menatap wajah Rani, Surya seperti melihat bayangan wanita yang pernah menemani dirinya dimasa lalu tapi ia berusaha menepiskan wanita itu.
'Kenapa aku harus ingat wanita itu, wanita itu yang telah meninggalakan aku dengan laki laki lain,' bisik hati Surya.
__ADS_1
Ia menepiskan wanita dimasa lalu itu, ia tidak ingin ketemuannya tidak oleh masa lalu dengan wanita itu. Ia sudah sangat bahagia bisa memiliki Senja dan Aulia cucunya, dan sekarang ia bertemua dengan wanita yang menolongnya.*