
Amanda kemarin datang ke rumah Rani pas ketika itu Adinda, Riri dan suaminya Adinda berada disana. Kedatangan Amanda ke rumah Rani hanya ingin melabrak wanita itu tapi niatnya diurungkan oleh Amanda kerena ada Adinda, ia tidak mau menambah masalah.
Amanda geram seketika juga saat mendengar usulan Santi tentang Rani. Santi kekeh ingin Rani menikah dengan Rey, mau izin mau tidak juga pada Rina, itu hak Rey sendiri.
Tapi Amanda yang mendengar usulan Santi langsung mendidih darahnya, ia tidak menduga kalau misal rencana Santi akan membuat Rina tersisihkan. Apalagi pengakuan Rina yang sama sekali tidak pernah tersentuh, awalnya Amanda tidak mengubris apa masalah rumah tangga Rey dan putrinya.
Untung rencana Santi belum sempat terdengar oleh Rani, Rani hanya mendengar sedikit saja dari rencana yang akan dilakukan oleh Santi.
Kalau Rina sampai mendengar pasti ia ngamuk tidak bakal menerima keputusan mertuanya yang menurutnya tidak memihak pada menantunya.
Kalau memang Santi ingin anak dari Rey dari rahim Rani, kenapa dulu ia memutuskan menikahkan putranya dengan Rina, seharusnya kan Santi menolak kerena Rey telah punya calon.
"Aku menyesal menikahkan anakku dengan anakmu," bentak Santi sinis.
"Kenapa kau ucapakan itu, anakmu yang tidak pernah.."
Aku tahu Rey tidak pernah ngapain ngapain Rina kerena dia nggak suka pada Rina. ia malah suka pada Rani," dengan cepat Santi membalas komentar Amanda dengan tajamnya.
"Trus apa yang kau rencanakan pada Rey dan Rani?" tanya Amanda kesal.
Ia merasa kesal kerena Santi tidak menasehati Rey. Memang dulu ia suka Rey tidak dinyatakan hamil, tapi melihat kenyataan malah Santi menyalahkan putrinya kerena Rina bukan yang terbaik buat Rey.
BRAK
Amanda memukul meja dengan kerasnya. Ia merasa kesal pada.santi, Amanda menyangka kedatangan Santi untuk meluluhkan Rey tapi nyatanya Santi malah kesemsem sama Rani yang sedang hamil.
"Dia sebenar lagi melahirkan, aku harus ada di hadapannya untuk mengurus ya," ujar Santi lembut.
Tapi kata kata Santi yang pelan dan lembut itu membuat hati Amanda sakit sekali. Tanpa Santi duga sebuah tamparan mendarat dipipi nya, Amanda yang melakukannya. Santi berang mendapat prilaku dari Amanda, ia mengejar Amanda kerena wanita itu langsung meloloskan diri darinya.
__ADS_1
Amanda langsung menuju rumah Rani, Santi kehilangan jejak Amanda wanita itu benar benar tidak bisa menerima kalau Amanda menampar mukanya. Wajah Santi merah padam menahan marah yang sudah memuncak.
Tapi kedatangan Amanda yang ke rumah Rani gagal kerena ia harus bersilat lidah dengan Adinda wanita yang ia tidak tahu asal muasalnya, Amanda menyangka kalau Adinda adalah saudara dari Rani.
Akhirnya dengan perasaan yang tidak menentu Amanda pulang ke rumah, saat itu Santi yang sedang berduaan dengan Rey saling diam satu sama lain kerena ada Amanda..
Amanda tidak memperdulikan apa yang mereka lakukan, ia hanya mendengar kalau Rey tidak mau itu saja. Santi yang melihat Amanda muncul langsung menyerang Amanda tapi Rey dengan cepat menghalanginya.
Tapi Amanda dengan leluasa langsung menarik rambut Santi dan memukul beberapa kali wajah Santi. Santi berontak seketika juga, penganan tangan Rey terlepas seketika juga. Dengan gesitnya Santi langsung memukul Amanda bertubi tubi, sampai Amanda meraung raung kesakitan akibat pukulan Santi.
Melihat itu Rey lanhsung memisahkan ibu dan mertuanya. Ia tidak ingin melihat kedua orang tuanya bertengkar di rumah itu. Santi benar benar tidak. Ida.menerima apa yang dilakukan oleh Amanda sudah dua kali Amanda menampar muka dirinya, sedangkan ia sendiri belum sama sekali menyentuh diri Amanda.
Rina yang melihat mertuanya mengamuk, dan Amanda yang menghindar dari Santi. Rina langsung mendekati suamianya ingin tahu apa yang terjadi.
"Ibu, Rey ada apa?" tanya Rina tapi pandangan matanya menuju ibunya yang lanhsung masuk ke dalam kamar.
"Ibu mu tuh yang nggak terima kalau Rey menikah lagi dengan Rani!" teriak Santi mengelegar.
"Apa? Aku nggak salah dengar Bu," jerit Rina.
Ia seperti merasakan sengatan listrik yang menyengat ke dalam tubuhnya. Bukannya Rani yang merasakan itu Rey juga yang tidak menyangka hanya mematung saja mendengarkan apa yang didengar dari mulut ibunya.
"Jadi masalah ini ibu dan mama seperti musuhan selama ini?" tanya Rina shock.
"Kamu mau kan menikah lagi, itu anakmu Rey. Kamu harus pilih Rani," pojok Santi..
"Bu, apa ibu sadar apa yang ibu katakan pada Rey!'' teriak Rey gusar.
Ia tidak menyangka kalau Santi yang dulu menentang keras pernikahan dirinya sekarang malah mengizinkan dirinya dengan Rani. Rey benar benar tidak menyangka pada ibunya, ya seharusnya ia senang mendengar apa yang diucapkan oleh Santi, tapi itu membuat Rey tidak suka pada Santi.
__ADS_1
"Itu anakmu kan Rey, seharusnya kamu bahagia akan punya ana, sebentar lagi,"
Santi tidak menghiraukan apa yang keluar dari mulut Rey, ia malah memanas hati Rina yang semakin hancur mendengar apa yang keluar dari mulut Santi.
"Bu, ibu tahukan kalau Rey punya istri, dan ibu tahu kan kenapa aku nggak hamil? tanya Rani bertubi tubi..
Hatinya terguncang keras.
"Ibu tahu, Rey lakukan itu kerena ia tidak suka sama kamu pantas kalau kau tidak disentuhnya," pojok Santi tidak merasa bersalah apa yang ia lakukan pada Rani.
Rey langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi, saat mendengar ibunya mengucapkan kat kata itu pada Rina dan dirinya.
Bu, seharusnya ibu menyuruh Rey menggauli aku bukan menyuruh menikah dengan wanita itu!" teriak Rina penuh dengan emosi.
Rey yang melihat istri dan ibunya bertengkar, merasa kesal sekali. Bukannya melerai keduanya malah ia meninggalakan keduanya, Rey tidak peduli lagi apa yang akan ibu dan istrinya lakukan.
Rey juga sebenarnya tidak suka pada ibunya yang selalu ikut campur dalam rumah tangga dirinya, tapi ia juga kecewa sama Santi ibunya yang ujug ujug menikahkan Rani dengan dirinya membuat rencana dirinya bakal gagal.
Melihat Rey berlalu begitu saja. Santi dan Rani saling diam, akhirnya keduanya menghempaskan tubuhnya ke kursi, Santi menatap dedaunan yang tertiup angin. Sedangkan pikiran Rani bertraveling.
"Bu, kenapa harus aku yang jadi korban," gumam Rina lirih.
"Aku yang tertindas tapi wanita itu yang selalu di agungkan," lanjut Rina menerawang.
Rina membanyangkan kalau Rey menikah lagi dengan Rani, pasti Rey bahagia diatas hatinya yang luka. Ya terluka, sudah tidak tersentuh, ditambah lagi Rey bakal menyanyangi Rani seutuhnya.
Santi hanya termenung. Ia tidak merespon apa yang Rina katakan, ia punya rencana yang bagus untuk Rey tanpa harus bilang dulu pada Rina.
"Keputusan ibu wajib kamu ikuti, kamu jangan membantah," kata Santi lanhsung meninggalakan tempat itu.
__ADS_1
Sedangkan Rani termangu.*