
Amanda dan Santi yang mendengarkan apa yang Dio ceritakan pada keduanya hanya diam saja. Sebenarnya dalam lubuk hati Amanda tersembunyi perasaan lembut dan kasih pada Rani, kehidupannya hampir mirip dengan dirinya hanya beda ia harus kehilangan anak dalam kandungan. Amanda menelan ludah tanpa rasa haus.
"Apa ini yang kita lakukan demi Rani?" tatap Amanda pelan.
Ia sama sekali tidak menyangka kalau semuanya telah disusun oleh Dio sendiri.
"Apa ini nggak terburu buru?" tanya Amanda bertubi tubi.
"Nggak ma, kami telah merencanakan ini dari awal. Alasan yang terkuat kalau Rey jadi suami bohongan Rani, ibunya Rani bakal tahu kerena Rey telah menikah." ujar Dio.
"Dio sedemikian rupanya kamu bela Rani, sampai kamu berkorban buat Rani.," tekan Amanda keras.
"Bu, ini juga buat Rina juga." sanggah Rina kemudian.
Ya apa yang dikatakan dirinya benar, kepantingan ini bukan hanya kepentingan dirinya Rani tapi kepantingan dirinya juga. Kalau misal Dio yang jadi suami pura pura Rani ibunya Rani tidak akan memarahi dirinya, tapi kalau misal Rey jadi suami pura pura Rani pasti ibunya melabrak Rey. Itu telah dipikirkan oleh dirinya, Rey dan Dio.
Rina melakukan nya bukan kepantingan Rani seutuhnya.
"Gimana kamu saja, kamu yang punya ide. Mama nggakau.ikut urusan kalian lagi," ujar Amanda langsung diam.
Ia sama sekali tidak mau ikut campur lagi, sudah lelah mengikuti permainan yang tidak ada ujungnya sama sekali.
Sedangkan Santi yang mendengarkan bersorak gembira ia seperti menemukan jalan menikahkan Rey dengan Rani. Ka tersenyum licik. 'ada peluang menggiurkan nih.'
Dan Santi tidak mungkin men sia siakan kesempatan ini.
"Bagaiamana kalau sandiwara ini, Rey saja yang jadi suami dari Rani. Gampang kan?"
"Bu!" Protes Rina.
Rina lanhsung berteriak mendengar apa yang keluar dari mulut ibu mertuanya. Ia tidak.mwhyangaka kalau ibunya bakal berkata seperti itu pada dirinya. Sedangkan rencananya bukan Rey tapi Dio..
Bukan hanya Rina yang terkejut. Dio, Rani, Rey dan Zoya juga terkejut mendengarnya saran dari Santi. Amanda hanya menggelengkan kepala saja, ia sama sekali sebenarnya tidak setuju ada diskusi di rumahnya. Kerena Amanda tahu kalau Santi lebih mendominasi forum yang dilakukannya.
__ADS_1
"Kami setuju kok kalau Dio pura pura jadi suami Rani, kenapa harus mas Rey," Lanjut Rina menolak.
"Iya Bu, kami sepakat kaku Dio jadi suami Rani bukan aku," tempat Rey tidak setuju.
"Ini pura pura kan, kenapa harus ribet?" tanya Santi heran.
"Ibuku udah kenal sama Rey, aku pernah mengenalkan dirinya sebelum," lirih Rani pelan..
Tapi masih terdengar jelas di telinga semua yang ada di ruangan itu.
"Ibu juga tahu kalau Rey telah menikah, dan memiliki istri," lanjut Rani menolak saran Santi.
Rani menarik nafas dalam dalam, apa yang ia katakan pada Santi memang benar adanya. Ningsih ibunya Rani telah mengetahui semuanya tentang perjalanan percintaan dirinya dengan Rey.
Rey menyetujui apa yang dikatakan Rani. Ia sering bertemu dengan Ningsih, tapi waktu Rey mau menikah dengan Rina, Rey sempat bertemu terakhir kalinya dengan Ningsih. Jadi kenapa.waktu itu ia menyarankan Dio menjadi suami pura pura pura nya Rani..
Kalau misal Rey jadi suaminya Rani, kemungkinan besar Ningsih bakal melabrak Rina kerena bagaimanapun Rina masih status istrinya Rey.
"Nggak, ini sandiwara kan, Rey harus jadi suami Rani! Santi kekeh.
"Tapi, Bu!" Rey berteriak.
asa aku harus punya istri dua biarpun itu sandiwara," Rey benar benar protes pada ibunya.
Tapi Santi seperti punya ide yang brilian menyatukan mereka dalam sandiwara yang mereka akan jalani..
"Daripada gagal rencana ini bagaimana kalau usul ibu Santi diterima saja," Zoya akhirnya angkat bicara.
Amanda dari tadi hanya diam saja, ia tidak ikut bicara apa apa hanya mendengarkan adu argumen yang mereka lancarkan. Ia merasa malas kerena Santi lebih mendominasi kan suasana.
"Mama terserah kalian saja mana baiknya." Amanda langsung beranjak dari tempat duduknya.
Ia menatap sekilas wajah Rani lalu Amanda lanhsung melangkahkan kaki menuju kamar dan membaringkan tubuhnya ke kasur tapi pandangan matanya menatap langit langit rumahnya, ada ******* panjang yang keluar dalam mulutnya.
__ADS_1
Rina yang melihat ibunya masuk kamar akan mengejarnya tapi Rey yang ada disamping Rina lanhsung memegang tangan istrinya lembut, Rina langsung menatap suamianya..
Rey hanya mengelengkan kepalanya memberikan kode supaya Rina tidak pergi, akhirnya Rina pun duduk kembali.
"Tuh, Zoya juga setuju saran ibu, kenapa kalian nggak setuju saran ku?" senyum Santi licik.
Rani sebenarnya ingin merobek dan mencakar muka Santi dengan kedua tangannya tapi niat itu diurungkan kerena itu tidak baik marah dan pada Santi.
Rani langsung beranjak dan meninggalakan ruangan itu. Dika langsung mengejarnya.
"Jangan menyerah!"
"Aku nggak menyerah tapi aku lelah," ungkap Rani.
"Ran, kamu bisa lewati semuanya kok!" bisik Dio pelan sambil meraih kedua tangan Rani lembut.
Rani memberikan saja tangan Dio meremas tangannya, ia seperti menikmati setiap remasan tangan Dio ditangannya.
Rani mengangguk. Rey melirik sekilas Rani, ada perasan yang menyelimuti hatinya tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.
"Kak, kita ikuti sama kemauan ibunya kak Rey ini mendesak." Zoya akhirnya menyerah.
Rina yang mendengar keputusan itu langsung beranjak dari tempat duduk lanhsung meninggalakan tempat itu dengan perasan yang tidak bisa diungkapkan oleh hatinya. Keputusan ibu mertuanya seperti mendesak dan mendepak dirinya supaya menjauhi Rey. Tapi ia tidak bisa melakukan itu kerena ia juga punya perasaan pada Rey.
Rey yang melihat Rina meninggalakan tempat itu langsung menyusul Rina yang masuk kamar. Melihat itu Santi tersenyum manis, kerena tujuannya hanya satu ingin Rey dan Rani menikah itu saja biarpun hanya pura pura saja.
Ada senyuman licik yang menghiasi wajah Santi, tiba tiba ingatannya pada seseorang terbayang. Ia masih ingat membicarakan yang ia lakukan dengan orang itu, sebenarnya ia bakal datang berkunjung ke rumah Amanda kalau semuanya telah selesai tapi sebelum itu semuanya terjadi. Rina menelepon meminta bantuan dirinya.
Cinta pucuk ulam pun tiba. Kerena telpon Rina ia akhirnya datang dan mengetahui semuanya, awalnya ia berpikir keras bagaiamana cara menikahkan Rey dan Rani. Tapi setelah melihat keadaan Rani ia akhirnya bertekad menyusun rencana ya yang semula.
Ia nyakin kalau yang ia lakukan akan berhasil. Melihat Rina yang merajuk seperti itu ia hanya diam saja, permainan akan ia mulai seketika juga. Peran ia bakal menghebohkan jagad raya, apalagi kandungan Rani juga tidak bisa ditutupi lagi. Setiap hari semakin besar.
Dio mengajak Rani keluar*
__ADS_1