
"Brengsek! Aku nggak Sudi kalau anakku dimadu oleh anakmu ya. Kamu datang kesini buat mencari keributan atau apa sih!" Hardik Amanda langsung menarik sanggul Santi.
Ia benar benar tidak menyangka kalau rencana Santi datang ke rumah ini hanya ingin menikahkan Rey dan Rani..Ia sama sekali tidak setuju pada keputusan Santi.
Santi tadi mengajak Amanda berdiskusi tentang kehamilan Rani, dengan jujurnya Santi menginginkan kalau Rani menjadi madu dari Rina. Mendengar apa yang diucapkan oleh Santi, Amanda tiba tiba merasakan gemuruh dalam hatinya.
Ia sama sekali tidak mau kalau Rina menjadi yang kesatu. Amanda hanya ingin Rey adalah satu satunya suami dari Rina bukan dibagi, tapi Santi kekeh dengan pendiriannya.
Amanda yang tidak mau menerima apa yang dibicarakan oleh Santi akhirnya mengamuk dengan hebat sekali, Santi yang melihat itu hanya shock seketika juga.
Hampir saja barang barang mengenai wajah dan badan Santi, kalau Santi tidak langsung menghindar dari lemparan Amanda.
"Ma, ada apa?" teriak Rey yang melihat adegan Amanda yang seperi itu..
"Rey awas!" Santi berteriak keras dan menubruk tubuh Rey dengan cepat dan cekatan.
Bug!
Besi yang dipegang oleh Amanda dilempar dengan kerasnya kearah Rey, untung saja Santi dengan cepat langsung menubruk tubuhnya ke tubuh Rey. Otomatis tubuh Rey dan tubuh Santi terguling ka lantai, sampai kepala Rey terbentur dengan keras sekali.
Rey sama sekali tidak menduga kalau ibunya Santi bakal menubruk tubuhnya. Kalau saja Santi tidak menubruk tubuhnya mungkin besi dengan panjang dua jengkal tanggal dewasa pasti mengenai wajah Rey.
Melihat adegan Santi dan Rey seperti itu membuat Amanda tersudut emosi, kerana sasarannya sama sekali tidak mengenai Rey. Kalau saja mengenai mungkin wajah Rey bakal mengalami luka lembab kerena benturan besi yang dilemparkan oleh Amanda.
Biarpun besi itu tidak mengenai wajahnya, tapi kepalanya terbentur dinding, rasanya sungguh nikmat sekali, sampai di atas kepalanya ada ribuan kupu kupu kecil yang terbang serta latar belakang hitam.
__ADS_1
Belum sempat Rey dan Santi menyadari semuanya tiba tiba dengan cepat Amanda menubruk tubuh keduanya. Tapi Santi bisa melepaskan diri dari tubrukan tubuh Amanda, sedangkan tubuh Rey tertindih oleh Amanda.
Amanda dengan enaknya langsung nangkring di perut Rey, ia mengambil barang barang yang ada di pinggir nya, dan membabi buta memukul kepala Rey. Rey hanya bisa.mengaduh dan untungnya tanganya bisa menutupi wajahnya dari serangan ibu mertuanya.
Ia sama sekali tidak bisa bangun, kerena mertuanya berada di atas perutnya. Amanda juga tidak menyadari semuanya, ia dengan leluasa memukul berkali kali Rey sampai Rey hanya bisa menutup kepalanya. Berkali kali ia menghindar dari pukulan dengan membalik balikan kepala kearah kanan dan kiri untuk menghindari pukulan.
Ia bisa saja melawan mertuanya tapi ia tidak lakukan itu, ia takut kalau khewalat melawan ibu mertuanya.
Tapi Santi langsung bertindak dengan cepat, ia mengambil bantal yang ada di kursi lalu dengan kekuatan tenaga ia memukulkan bantal itu ke Amanda yang memukul tubuh Rey.
Rey tidak tahu apa apa hanya bisa bertanya tanya dalam hatinya tentang kedua wanita itu. Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi sampai Amanda ibu mertuanya ingin melipatkan dirinya.
Tubuh Amanda tumbang seketika kerena beberapa kali ia memukul tubuh, badan, kepala Amanda berkali kali oleh Santi dari tubrukan badan Amanda.
Rey yang mendapatkan kesempatan ia langsung bangun dan menghalangi Santi untuk memukul tubuh Amanda.
"Mama mu yang duluan tuh, kamu harus tanya," tunjuk Amanda langsung menunjuk pada Santi yang berdiri.
"Bu, ada apa sebenarnya. Seharusnya kalau ada apa apa bicara dengan baik bukan seperti ini," tegas Rey.
Ia bisa bicara seperti itu pada ibu dan mertuanya tapi tidak bisa bicara dengan baik dengan Rani. Rey tidak menyadari sebenarnya kekeliruannya pada Rani, tapi tidak mau bersalah dihadapan wanita itu.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Rey, kedua wanita itu langsung duduk di kursi diikuti oleh Rey. Ketiganya duduk satu kursi satu, membentuk segi tiga sama sama sisi.
"Mama nggak terdiam kalau ibumu mengizinkan Rani menjadi madu dari Rina, sudah lah jangan macam macam." sembur Amanda tidak mau.
__ADS_1
Amanda berpikir mana ada wanita yang mau dimadu, biarpun kata banyak orang surga adalah tempat buat wanita yang memberikan suami berpoligami. Ia juga sampai saat ini masih setia dengan almarhum suaminya. Masa Rey tidak akan setia pada Rina.
Rey mendengar pengaduan dari mertuanya langsung menatap wajah Santi ibunya. Ia tidak menduga sama sekali kalau Santi mendukung poligami..Rey diam beberapa saat, ditato ibu dan mertuanya saling bergantian satu sama lainnya.
"Nak, ibu lakukan itu ibu kasihan sama Rani yang seharusnya dapat dukungan dari suami apalagi hamil," Santi memberikan alasan kenapa ia mendukung poligami.
"Nggak aku nggak rela kalau putriku harus punya madu, jeng Santi seharusnya jeng mengerti kita sama sama perempuan, bagaiamana kalau posisi jeng berada di posisi Rina!" teriak Amanda marah.
Wanita itu langsung mengebrak meja kecil yang ada di hadapannya, tanpa menunggu waktu lagi Amanda langsung meninggalakan ibu dan anak, membiarkan rumahnya seperti kapal pecah oleh kelakuan dirinya.
Santi yang awalnya ingin mencegah kepergian Amanda, kerena ingin membereskan masalah tentang poligami mumpung ada Rey anaknya. Tapi Rey dengan cepat menghalangi ibunya untuk mengejar Amanda, Rey tidak ingin kedua wanita itu bertengkar kembali.
"Kamu ini apa apa an sih, Rey. Biar ibu yang bicara pada ibunya Rina," berontak Santi saat tangan dipengang oleh anaknya.
Santi tidak bisa mengejar Amanda kerena Rey dengan cepat menggenggam tangannya dengan erat. Santi berusaha melepaskan ngenggaman tangannya dari tangan anaknya tapi nihil.
"Ibu, seharusnya ibu kompromi dulu denganku, bukan adalah ngomong kaya gitu!" Rey mengingatkan ibunya.
Ia merasa kesal pada keputusan ibunya yang sembrono menurutnya. Dengan gampangnya menyuruh dirinya menikah lagi, sejujurnya ia mendengar ibunya bicara tentang poligami setuju tapi ia.punya.misi yang belum terselesaikan dengan Rina dan keluarganya.
Rey tidak mau kalau rencananya gagal gara gara poligami dirinya, ia.merasskan perasaan yang berbeda saat Amanda memberitahukan kalau Santi mengatakan kalau ada poligami dalam pernikahan dirinya.
Rey merasa kalau Rani bakal menerimanaya, Tapi ia tidak bakal gegabah dulu bertindak. Supaya keinginan dan hasrat dirinya tercapai ya biarpun mungkin sulit untuk di lakukan apalagi oleh dirinya sendiri..
"Rey ibu nggak bisa kompromi dengan kamu. Seharusnya.." kata Santi.
__ADS_1
"Seharusnya apa Bu? Kalau memang ini merestui Rey menikah dengan Rani kenapa tidak dari dulu, Bu!" teriak Rey frustasi.
Rey akhirnya meninggalkan Santi yang masih duduk di kursi sendirian, Rey langsung masuk kamar dan menguncikan diri di kamar itu. Tapi sebenarnya ia bahagia rencana ibunya akan menikahkan dirinya dengan wanita yang selama ini ia harapkan hadir dalam kehidupannya kembali.