
Malam itu!
Amanda dan Dio tidak ada di rumah. Rina punya ide untuk dirinya sendiri, di kamar ia menunggu Rey dengan baju yang benar benar tipis sekali, baju yang ia beli di pasar secara loakan. Ia ingin sekali kalau malam ini menjadi malam indah buat mereka berdua.
Rambut nya digerai begitu saja, wajahnya polos tanpa make up sama sekali. Menurut orang orang laki laki lebih suka wajah yang alami tanpa riasan atau polesan sama sekali, kamar telah ia beri pewangi. Dan nuansa itu didukung oleh cuaca di luar yang rintik rintik menambah romantis di kamar.
Ia membanyangkan usapan tangan Rey yang lembut, dan kekar menyentuh tubuhnya. Rani ingin merasakan itu, ia hanya bisa merasakan hanya dengan khayalan dirinya atau juga sering baca buku novel dewasa.
Ia menunggu suaminya pulang dan masuk kamar, pasti Rey bakal terkejut melihat ia berpakaian minim. Dan ia membanyangkan Rey bakal terpaku melihat keindahan tubuhnya.
Banyangan sentuhan Rey terbayang lembut, ia benar benar telah birahi. Tiba tiba lamunan Rina terpotong ada sebuah ketukan di pintu kamarnya, ia langsung tersenyum girang pasti Rey datang.
Apa yang dipikirkannya memeng Rey datang dari kegiatan yang ia lakukan di sebuah kota kecamatan. Rey terpaku saat matanya melihat pandangan menatap Bajau yang digunakan Rina yang minum atau kurang bahan.
"Kamu apa apa an pakai baju minim gitu, kaya orang gila," hardik Rey memalingkan muka.
"Mas, kita coba yuk!" akhirnya Rina membujuk Rey malam itu.
Rani langsung dengan erat memegangi lengan Rey.
"Aku cape, kamu enak di rumah!" seru Rey menepiskan tangan Rani yang menyentuh tangannya.
Rey tidak mengubris kata kata Rina langsung masuk kamar dan menyimpan tas di meja kamar itu lalu tanpa membuka baju ia langsung keluar lagi dia keluar lagi di kamar sambil membawa bantal dan guling serta selimbut.
Melihat itu Rani langsung menghalangi Rey yang keluar dari kamar, ia memeluk tubuh Rey dengan eratnya tapi Rey menolaknya. Laki laki itu tidak peduli sama sekali pada Rina.
"Kamu lebih mementingkan nafsu dibandingkan yang halal!" teriak Rina kecewa.
"Apa maksud kata kata kamu,"
__ADS_1
"Kamu nggak dengar, kamu lebih mementingkan nafsu bintangmu! Kamu bangga memperlihatkan nafsu pada Rani sampai dia hamil tapi kamu.." jerit Rina.
PLAK
Sebuah tamparan keras langsung mengenai wajah Rina. Wanita itu meraung kesakitan kerena bertubi tubi pukulan itu mendarat di pipinya. Rey benar benar ngamuk dan melempiaskan semuanya pada Rani.
"Terus mas pukul aku terus," teriak Rina menangis kesakitan.
Rey berkali kali memukul dan menyepak tubuh Rina. Mendengar teriakan itu Rey berhenti dan langsung meninggalakan Rina yang menangis menahan sakit di tubuhnya, tapi hatinya.lebih terluka lagi melihat prilaku Rey seperti itu sama dirinya.
Rey langsung menuju kamar yang sering ia pakai, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasar dan termenung. Masih segar dalam ingatan kata kata Rani Minggu kemarin.
"Rey kenapa kau lakukan itu pada Rina. Kalau kamu nggak suka Rina sudahlah lebih baik kamu ceria saja." Dengus Rani waktu itu sinis.
"Trus nikah sama kamu? Kamu inginkan menikah denganku, seperti impian kita," sindir Rey tajam.
"Aku sekarang nggak pernah bermimpi hidup dengan kamu, aku tahu kamu memang sayang aku tapi sayang kamu bagaikan bintang lebih mementingkan nafsu dibandingkan cinta," sembur Rani.
Tapi Rani berusaha menghindar dari Rey dan masuk ke ruangan dimana ada Dio yang sedang membereskan buku buku pengadaan Dibruangan itu. Dio yang melihat Rey mengejar Rani langsung menghentikan aktivitasnya dan menghampiri keduanya.
"Ran, jangan berlari!" seru Dio saat melihat Rani berlari menghindar dari kejaran Rey.
Rani langsung sembunyikan belakang Dio. Dio menatap Rey.
"Kenapa ngejar Rani? Jangan main ulah lagi disini!" ujar Dio.
Dio langsung membalikan badannya dan memegangi tangan Rani membawa Rani masuk ke ruangan itu. Rey hanya melihat semuanya lalu pergi begitu saja, ada perasan kesal melihat Dio seperti itu pada Rani, tapi ia juga menyalahkan dirinya sejak awal ia tidak pernah peka pada Rani.
Rey hanya menghela nafas panjang. Mengingat kejadian itu, dan sekarang malah Rina yang tidak tahu apa apa yang jadi korba pelampiasan dirinya, Rey bukannya menyusul Rina yang masih di ruangan tengah ia malah merebahkan tubuhnya di kasur sambil peluk guling tertidur dengan nyaman.
__ADS_1
Sedangkan Rina hanya mematung saja. Ia sebenarnya ingin sekali menyusul suaminya tidur dalam delapan Rey tapi ia tahu Rey bakal marah dan mengusir dirinya untuk tidur terpisah.
" Ya Allah kenapa harus aku yang jadi korban?" tanya Rina dalam hati.
Ya Rina faham. Tidak mungkin kan seorang wanita bisa hamil tanpa ada hubungan badan? Dan semuanya menyalahkan dirinya sekarang, apalagi Amanda saat ia tahu Rey bakal punya bayi.
Ibunya sendiri menyudutkan Rani dan mengatakan diri tidak subur, ia ingin menjelaskan tapi Amanda malah tidak pernah mengubrisnya. Ia meminta tolong sama Dio supaya menjelaskan apa yang ia alami selama ini. Tapi Dio juga mengangkat tangan, Rina hanya bisa menangis getir sekali.
"Kenapa harus perempuan yang selalu salah? Kenapa? Suami selingkuh, suami poligami, suami tidak kerja tapi yang disalahkan sellau istri," Raung Rina.
Ia benar benar tidak habis pikir cara pandang orang orang disekitar, apalagi saat Amanda menceritakan Rey dengan bangganya kalau sang menantu bakal punya anak, Rina merasa heran pada Amanda dengan tanpa malu malu cerita kalau Rey punya anak dari wanita lain.
"Astagfirullah!"
Rina hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa apa, ia hanya istigfar berkali kali kalau ingat kata kata ibunya dengan tetangga nya.
"Wah nggak nyangka sekali, menantuku itu hebat banget. tokcer," tawa Amanda riang.
Saat itu Rian yang akan keluar lanhsung menguping apa maksud kata kata ibunya. Ia mengintip di balik pintu depan mendengarkan pembicaraan mereka..
"Tokcer gimana? Jangan jangan Rina hamil," tebak Tetangganya sambil tertawa..
" Bukan, bukan Rina hamil tapi mantan pacar Rey yang hamil. Kayanya Rina yang mandul bukan Rey." bongkar Amanda sambil tersenyum riang.
DEG!
Tiba tiba hati Rina berdetak keras sekali mendengar apa yang ibunya ucapakan di hadapan beberapa tetangga, ia melihat wajah wajah ibu ibu yang mendengarkan cerita ibunya hanya bengong tidak percaya apa yang ibunya bilang. Rani tahu hati tetangganya pasti bertanya tanya kenap harus selingkuhannya yang hamil?
Rina awalnya menghampiri Amanda tapi Amanda langsung pergi entah kemana mengunakan mobil nya. Jujur Rina dalam hatinya menjerit mendengar pengakuan ibunya.
__ADS_1
Rina masih menangis perih dalam hatinya. Ia kecewa atas prilaku Rey terhadap dirinya yang tidak tahu apa apa harus menanggung penderitaan dari ulah dirinya dan ibunya.*